PPh Pasal 22, Pajak Penghasilan Badan atas Kegiatan Impor Barang Konsumsi - Klikpajak

PPh Pasal 22, Pajak Penghasilan Badan atas Kegiatan Impor Barang Konsumsi

PPh Pasal 22 merupakan peraturan pemungutan pajak penghasilan badan dari Wajib Pajak yang melakukan kegiatan impor atau dari pembeli atas penjualan barang mewah. Bagi Anda yang memiliki bisnis dalam kegiatan ekspor-impor, pahami penjelasannya berikut ini.

Pihak Pemungut:

  1. Bendahara Pemerintah Pusat/Daerah, instansi atau lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga negara lainnya, berkenaan dengan pembayaran atas penyerahan barang.
  2. Badan-badan tertentu, baik badan pemerintah maupun swasta yang berkenaan dengan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain.
  3. Wajib pajak badan tertentu untuk memungut pajak pembeli atas penjualan barang mewah.

Barang-Barang yang Dikenai PPh Pasal 22

Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017 tentang Pemungutan PPh Pasal 22 Sehubungan dengan Pembayaran Atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor Atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain, Barang Konsumsi Impor yang dipungut atau dikenai Pajak Penghasilan Badan, berupa PPh Pasal 22 oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah sebagai berikut:

Barang-barang tertentu sebesar 10% dari nilai impor

  • Parfum dan cairan pewangi lainnya.
  • Pakaian selam.
  • Peti, koper, dan tas sejenis dengan permukaan luar terbuat dari kulit.
  • Patung dan barang keramik ornamental lainnya dari porselin atau keramik cina.
  • Pemanas air instan, dispenser air, dan microwave.
  • Bak cuci, wastafel, bak mandi, bejana kloset dari porselin.
  • Karpet dan penutup lantai dari bahan wol atau bulu hewan khusus.
  • Kamera fotografi.
  • Piano tegak dan grand piano.

Barang tertentu lainnya sebesar 7,5% dari nilai impor

  • Karpet atau penutup lantai lainnya dari bahan babut, nilon, kapas atau serat jute.
  • Payung.
  • Perangkat makan, dapur, dan peralatan rumah tangga dari plastik, kayu, atau porselin atau keramik cina.
  • Peti, koper, dan tas sejenis dengan permukaan luar dari plastik atau bahan tekstil.
  • Kemeja, blus, jas, celana panjang dari kapas, wol, serat sintetik atau bulu hewan halus.
  • Sepeda motor.
  • Kereta bayi.
  • Pengering rambut, setrika listrik, rice cooker, pemanggang roti, pembuat kopi atau teh.
  • Perhiasan dari logam mulia dan perhiasan imitasi.

Selain barang tertentu lainnya yang disebutkan di atas

  • 2,5% dari nilai impor bagi barang yang menggunakan Angka Pengenal Impor (API).
  • 7,5% dari nilai impor bagi barang yang tidak menggunakan API.
  • 7,5% dari harga jual lelang untuk barang yang tidak dikuasai.
  • 0,5% dari nilai impor menggunakan API untuk kedelai, gandum, dan tepung terigu.

Barang yang Dikecualikan

Barang-barang yang dikecualikan dari pemungutan PPh Pasal 22 di antaranya:

  1. Impor barang dan/atau penyerahan barang berdasarkan ketentuan UU Tidak terutang PPh.
  2. Impor barang yang dibebaskan Bea Masuk/Pajak Pertambahan Nilai berupa barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia, barang hibah, barang keperluan penelitian.
  3. Impor sementara dan impor kembali (re-impor) sesuai ketentuan.
  4. Impor emas batangan yang akan diproses untuk menghasilkan barang perhiasan dari emas untuk tujuan ekspor.
  5. Pembayaran untuk pembelian bahan bakar minyak, listrik, gas, air minum/PDAM, benda-benda pos, dan telepon.

Tarif PPh Pasal 22

Tarif Pajak Penghasilan Badan PPh 22 bervariasi dan bergantung dari pemungut, serta objek dan jenis transaksinya.

  Atas Impor:

  • Apabila menggunakan Angka Pengenal Importir (API) adalah 2,5% x nilai impor. Jika tidak menggunakan API, maka tarifnya sebesar 7,5% x nilai impor.
  • Pembelian barang yang dilakukan oleh DJPB, Bendahara Pemerintah, BUMN/BUMD tarifnya 1,5% x harga pembelian (tidak termasuk PPN dan tidak final).
  • Atas impor kedelai, gandum dan tepung terigu yang menggunakan API adalah 0,5% x nilai impor.

  Atas penjualan hasil produksi:

  • Kertas = 0,1% x DPP (Dasar Pengenaan Pajak) PPN (tidak final)
  • Semen = 0,25% x DPP PPN (tidak final)
  • Baja = 0,3% x DPP PPN (tidak final)
  • Otomotif = 0,45% x DPP PPN (tidak final)
  • Atas penjualan hasil produksi atau penyerahan barang oleh produsen atau importir bahan bakar minyak, gas dan pelumas adalah bersifat final bagi penyalur atau agen dan tidak bersifat final bagi yang lainnya.

Atas Pembelian bahan-bahan untuk keperluan industri tarifnya 0,25% x harga pembelian (Tidak termasuk PPN).

Pajak penghasilan badan PPh Pasal 22 salah satunya diberlakukan bagi subjek pajak yang melakukan kegiatan perdagangan ekspor impor. Pemberlakuan pajaknya sangat luas hingga terhadap barang yang dianggap menguntungkan. Anda perlu mencermati segala ketentuan mengenai PPh Pasal 22 ini. Apakah badan usaha yang Anda jalankan terkena salah satu jenis pajak penghasilan badan ini atau tidak. Lewat Klikpajak Anda bisa mendapatkan segala informasi mengenai pajak terlengkap. Daftarkan perusahaan Anda di klikpajak sekarang juga!


PUBLISHED16 Jan 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: