Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online di eBupot

Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online di e-Bupot

Sejak 2020, DJP mewajibkan seluruh pemotong PPh Pasal 23/26 wajib pakai eBupot. Artinya, membuat Bukti Potong dan lapor SPT PPh 23/26 harus menggunakan aplikasi e-Bupot. Cara membuat Bukti Potong PPh 23/26 di eBupot Klikpajak sangat mudah dan simpel.

Ketentuan wajib eBupot ini ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-368/PJ/2020.

Melalui mandat ini pula, baik Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP, selama melakukan transaksi terkait Pajak Penghasilan (PPh) 23/26 dan memenuhi ketentuan Perdirjen Pajak No. PER-04/PJ/2017, wajib menggunakan eBupot.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

e-Bupot adalah aplikasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang digunakan untuk membuat Bukti Pemotongan dan pelaporan SPT PPh Pasal 23/26.

DJP juga menunjuk Klikpajak.id untuk menyediakan aplikasi eBupot PPh 23/26 dan membantu memudahkan Wajib Pajak (WP) membuat Bukti Potong dan melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) PPh 23/26 dalam bentuk dokumen elektronik.

Membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26 di eBupot Klikpajak sangat gampang karena dipandu dengan langkah-langkah mudah dan simpel.

Temukan cara membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak dari ulasan ini.

Sebelum itu, Klikpajak by Mekari sekilas akan mengulas mengenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 dan Pasal 26 yang diwajibkan menggunakan eBupot.

Pahami Lebih Dahulu Apa itu PPh Pasal 23/26

a. PPh Pasal 23

PPh 23 adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21 serta untuk pengenaan kepada wajib pajak dalam negeri.

Subjek pemotong PPh Pasal 23 adalah:

Badan

Orang Pribadi

  • Akuntan
  • Arsitek
  • Dokter
  • Notaris
  • Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) kecuali PPAT tersebut adalah camat, pengacara, dan konsultan, yang melakukan pekerjaan bebas
  • Orang pribadi yang menjalankan usaha dan menyelenggarakan pembukuan

Namun WP Orang Pribadi dalam negeri pemotong PPh 23 ini hanya memotong PPh 23 atas sewa saja dan harus ditunjuk sebagai pemotong PPh 23 dengan Surat Keputusan Penunjukan (SKP) yang diterbitkan oleh KPP.

Baca juga tentang Apa itu e-Bupot Unifikasi dan Ketentuan Penggunaanya

b. PPh Pasal 26

PPh 26 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima WP luar negeri dari Indonesia selain BUT dari pemerintah, subjek pajak dalam negeri, penyelenggara kegiatan, dan perwakilan perusahaan luar negeri.

Subjek pemotong PPh Pasal 26

Pemotong PPh 26 adalah semua badan usaha yang melakukan transaksi pembayaran, seperti gaji, bunga, dividen, royalti dan sejenisnya kepada WP luar negeri.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 OnlineIlustrasi subjek yang membuat Bukti Potong PPh 23/26 di eBupot

Persiapan Membuat Bukti Potong PPh 23/26 di eBupot

Sebelum membuat Bukti Potong PPh 23/26, ada sejumlah persiapan yang harus dilakukan sebagai syarat pembuatan Bukti Potong di eBupot:

1. Memiliki NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah syarat mutlak untuk melakukan aktivitas perpajakan.

Sebab NPWP merupakan bukti bahwa Anda adalah sebagai WP yang memang terdaftar di database DJP yang dibuktikan dengan identitas penomoran sebagai wajib pajak.

Belum punya NPWP Badan?

Begini cara mengajukan NPWP Badan secara online.

Belum memiliki NPWP Pribadi?

Begini cara membuat NPWP Pribadi online.

2. Memiliki Sertifikat Elektronik

Mengajukan Sertifikat Elektronik ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar.

Bagaimana cara mendapatkan Sertifikat Elektronik?

Berikut syarat, cara aktivasi, cara download dan cara membuat Sertifikat Elektronik e-Bupot.

3. Daftar Akun Klikpajak

Setelah memenuhi dua persyaratan membuat Bukti Potong PPh 23/26 di eBupot, langkah selanjutnya adalah memiliki akun pajak online Klikpajak untuk memulai eBupot.

Berikut cara daftar akun Klikpajak:

1. Akses link Daftar Klikpajak lalu isi data diri Anda sesuai pada kolom tertera pada data Klikpajak seperti gambar di bawah ini, jangan lupa untuk mencentang captcha ‘I’m not robot’ lalu klik ‘Daftar’.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

2. Jika sudah klik ‘Daftar’, Anda akan menerima email dari Klikpajak untuk verifikasi email dan juga Anda akan diminta untuk melakukan pengisian data pada kolom ‘Pajak apa yang ingin Anda kelola‘.

Pilih sesuai kebutuhan Anda (Badan atau Pribadi). Di bawah ini kami memberikan contoh jika Anda memilih pajak Badan.

Lalu isikan informasi pada kolom yang tersedia. (Harap diperhatikan untuk NPWP harus diisikan dengan NPWP yang valid, sistem akan mengecek validasi ini secara otomatis).

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

3. Setelah selesai, maka Anda akan langsung masuk ke halaman utama (Home). Namun Anda belum bisa menggunakan fitur yang ada di Klikpajak karena belum melakukan verifikasi email.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

4. Untuk dapat menggunakan fitur-fitur yang ada pada Klikpajak Anda harus verifikasi terlebih dahulu email Anda dengan cara masuk ke halaman email Anda dan cek inbox (kotak masuk) dari no-reply@klikpajak.id, lalu klik pada tombol ‘Verifikasi Email Saya‘.

Setelah melakukan verifikasi email Anda dapat menggunakan fitur-fitur dari Klikpajak untuk kebutuhan pajak Anda.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

Baca juga tentang Unifikasi SPT Masa PPh yang Harus Dipahami Pengusaha

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

4. Registrasi Layanan eBupot Klikpajak

Setelah terdaftar di aplikasi Klikpajak, langkah berikutnya adalah melakukan registrasi layanan e-Bupot Klikpajak.

Untuk mulai menggunakan layanan e-Bupot Klikpajak, Anda Klikpajak harus mendaftarkan EFIN-nya di Klikpajak lalu melakukan registrasi layanan e-Bupot Klikpajak.

Berikut langkah-langkah untuk proses registrasi layanan e-Bupot Klikpajak:

1. Masuk ke salah satu menu di modul e-Bupot.

 

2. Apabila Anda belum mendaftarkan EFIN-nya di Klikpajak, maka perlu melakukan registrasi EFIN terlebih dahulu.

3. Jika Anda sudah mendaftarkan EFIN-nya, Anda baru dapat mendaftarkan layanan e-Bupot Klikpajak dengan mengisi beberapa informasi di halaman Pendaftaran e-Bupot 23/26.

4. Lengkapi informasi penandatangan SPT Masa PPh Pasal 23/26:

  • NPWP penandatangan SPT
  • Nama lengkap pemilik NPWP penandatangan
  • Bertindak sebagai WP/Pengurus atau yang dikuasakan oleh WP untuk mengurus SPT
  • Jabatan penandatangan dalam perusahaan/organisasi WP
  • Kota sebagai tempat penandatangan SPT

5. Masukkan data Sertifikat Elektronik

  • Sertifikat Elektronik yang diterbitkan DJP sebagai tanda WP PKP
  • Passphrase atau kata sandi Sertifikat Elektronik

6. Setelah melengkapi informasi penandatangan dan memasukkan Sertifikat Elektronik, pastikan untuk mencentang setelah membaca ‘syarat & ketentuan Klikpajak’ dan ‘menyimpan sertifikat elektronik’. Lalu, klik “Daftarkan” untuk masuk ke halaman e-Bupot 23/26.

Baca juga tentang Cara Pembatalan dan Pembetulan Bukti Potong Pajak PPh 23

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

7. Pengaturan Penandatanganan eBupot

Untuk melakukan pengaturan terhadap data penandatangan Bukti Potong PPh 23/26 dan SPT Masa PPh 23/26, pengguna Klikpajak dapat melakukan penyesuaian data di halaman Penandatangan.

Berikut langkah-langkah untuk melihat dan mengubah informasi penandatangan untuk modul e-Bupot 23/26:

1. Masuk ke menu Profil melalui NPWP di sebelah kanan atas.

2. Pilih menu Penandatangan, lalu modul eBupot 23/26

3. Sesuaikan data penandatangan untuk Bukti Potong 23/26 dan SPT Masa PPh 23/26 yang diinginkan, lalu klik Simpan perubahan.

Mulai Cara Buat Bukti Potong PPh 23/26 di eBupot

Setelah mempersiapkan hal yang diperlukan untuk membuat bukti pemotongan pajak pernghasilan Pasal 23/26, selanjutnya Sobat Klikpajak sudah bisa mulai membuatnya.

Berikut langkah-langkah membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26.

Baca juga tentang Cara Mengajukan Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh 23

A. Membuat Bukti Potong PPh 23 Normal di eBupot

Untuk membuat Bukti Potong PPh 23 Normal (Pembetulan-0), ikuti langkah-langkah berikut:

1. Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu eBupot pilih Bukti potong PPh Psl 23.

2. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23, kemudian pilih button Buat Bukti Potong PPh 23.

3. Isi form Bukti Potong sesuai dengan kebutuhan Anda.

a. Tanggal pemotongan dan Identitas WP yang dipotong. (Note: Tanggal pemotongan by default selalu hari ini. Masa pajak akan berubah mengikuti bulan pada tanggal pemotongan)

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

 

b. Dasar pemotongan & fasilitas (tanpa fasilitas, SKB, DTP). (Note: Fasilitas SKB dan DTP hanya bisa digunakan apabila identitas WP dipotong ber-NPWP)

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

c. Pajak penghasilan yang dipotong. (Note: Tarif PPh yang dipotong tergantung dari Kode Objek Pajak yang dipilih. PPh yang dipotong = Jumlah bruto x Tarif PPh)

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

d. Identitas pemotong pajak (Note: Nama dan NPWP pemotong pajak diambil dari profil Perusahaan. Nama & NPWP penandatangan diambil sesuai data konfigurasi penandatangan)

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

4. Setelah mencentang pernyataan, klik Buat bukti potong untuk mengirimkan data ke DJP, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan Status BP tersebut menjadi Sedang diproses dan Nomor BP menjadi Menunggu nomor.

5. Apabila berhasil divalidasi DJP, Status Bukti Potong tersebut akan berubah menjadi Normal dan akan menerima Nomor Bukti Potong yang diberikan oleh DJP

1). Cara Melihat Detail Bukti Potong PPh Pasal 23

Untuk melihat detail Bukti Potong 23, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu eBupot pilih Bukti potong PPh Psl 23.

2. Pada halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23, pilih Nomor Bukti Potong yang Anda ingin lihat detailnya.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

3. Status dari Bukti Potong dapat dilihat pada bagian atas dengan label berwarna

  • Normal / Normal Pembetulan (Hijau)
  • Dibetulkan / Dihapus (Kuning)
  • Dibatalkan / Gagal (Merah)
  • Sedang diproses (Biru)

4. Apabila Bukti Potong sudah dilaporkan dalam SPT Masa, akan memiliki tanda Sudah terlapor pada bagian atas.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

5. Untuk memeriksa bukti potong benar-benar diterbitkan oleh DJP, dapat melakukan scan atas QR code-nya yang tertera di bagian bawah setelah bukti potong tervalidasi DJP.

2). Cara Dwonload Bukti Potong PPh 23

Berikut langkah-langkah Mengunduh Bukti Potong PPh Pasal 23:

  • Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu pilih PPh Pasal 23.
  • Pada list Bukti Potong PPh 23 pilih salah satu dari Nomor Bukti Potong yang ingin Anda unduh bukti potongnya.
  • Anda akan diarahkan ke halaman detail. Kemudian klik dropdown Tindakan dan pilih “Unduh bukti potong”.
  • Bukti potong akan terunduh dengan format pdf seperti ini:

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

3). Cara Buat Bukti Potong PPh 23 Pembetulan

Bukti potong 23 (Normal atau Normal-Pembetulan) yang sudah terlaporkan dalam SPT Masa

dapat diperbaiki datanya dengan cara membuat bukti potong pembetulannya. Berikut

langkah-langkah membuat pembetulan Bukti Potong PPh Pasal 23:

1. Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu eBupot pilih Bukti Potong PPh Psl 23.

2. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23, kemudian pilih Bukti Potong PPh 23 yang sudah memiliki nomor dan ingin dibetulkan untuk masuk ke halaman detail dari Bukti Potong tersebut.

(Note: BP yang dapat dibuat pembetulan hanyalah BP dengan status : Normal / Normal Pembetulan & sudah terlapor).

3. Pada halaman detail klik Tindakan kemudian pilih “Betulkan”.

a. eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

4. Anda akan diarahkan ke halaman Buat Bukti Potong Pembetulan, pada halaman ini anda dapat mengubah nilai pada seluruh field yang diinginkan.

5. Setelah mencentang pernyataan, klik Buat pembetulan untuk mengirimkan data ke DJP, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan Status Bukti Potong tersebut menjadi Dibetulkan dan muncul satu Bukti Potong baru dengan Nomor Bukti Potong yang sama dengan Bukti Potong yang dibetulkan dengan Status Bukti Potong Sedang diproses.

a.eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

b.

 

6. Apabila berhasil divalidasi DJP, Status Bukti Potong baru tersebut akan berubah menjadi Normal-Pembetulan dan Bukti Potong yang lama akan berubah menjadi Dibetulkan.

4). Cara Pembatalan Bukti Potong PPh 23

Bukti potong 23 (Normal atau Normal-Pembetulan) yang sudah terlaporkan dalam SPT Masa

dapat dianulir nomor bukti potongnya dengan cara membatalkan bukti potongnya. Berikut

langkah-langkah membatalkan Bukti Potong PPh Pasal 23:

1. Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu eBupot pilih Bukti potong PPh Psl 23.

2. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23, kemudian pilih Bukti Potong PPh 23 yang sudah mendapatkan nomor dan ingin dibatalkan untuk masuk ke halaman detail dari Bukti Potong tersebut.

(Note: Bukti Potong yang dapat dibatalkan hanyalah Bukti Potong dengan status : Normal / Norma-Pembetulan & sudah terlapor).

3. Pada halaman detail klik “Tindakan” kemudian pilih “Batalkan”.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

4. Akan muncul konfirmasi pembatalan bukti potong. Klik Ya, batalkan” untuk membatalkan Bukti Potong dengan mengirim instruksi ke DJP.

5. Kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan Status Bukti Potong tersebut menjadi Sedang diproses.

6. Apabila berhasil divalidasi DJP, Status Bukti Potong baru tersebut akan berubah menjadi Dibatalkan.

5). Cara Edit Bukti Potong PPh 23

Bukti potong 23 (Normal atau Normal-Pembetulan) yang belum terlaporkan dalam SPT Masa

masih dapat dilakukan perbaikan data tanpa perlu membuat bukti potong pembetulannya.

Berikut langkah-langkah mengedit Bukti Potong PPh Pasal 23:

  1. Klik menu e-Bupot, setelah itu pada submenu e-Bupot pilih Bukti potong PPh Psl 23.
  2. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23, kemudian pilih Bukti Potong PPh 23 yang ingin diedit untuk masuk ke halaman detail dari BP tersebut. (Note: BP yang dapat diedit hanyalah BP dengan status : belum terlapor dan Normal / Normal Pembetulan / Gagal).
  3. Pada halaman detail klik Tindakan kemudian pilih Ubah.
  4. Anda akan diarahkan ke halaman Ubah Bukti Potong, pada halaman ini anda dapat mengubah pada seluruh field yang diinginkan.
  5. Setelah mencentang pernyataan, klik Simpan perubahan untuk mengirimkan data ke DJP, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan Status BP tersebut menjadi Sedang diproses sampai beberapa saat akan berubah menjadi Normal / Normal-Pembetulan.
  6. Apabila berhasil divalidasi DJP, Status BP baru tersebut akan berubah menjadi Normal-Pembetulan.

6). Cara Hapus Bukti Potong PPh 23

Bukti potong PPh 23 Normal yang belum terlaporkan dalam SPT Masa masih dapat dihapus.

Sehingga tidak perlu melaporkan SPT Pembetulannya.

Berikut langkah-langkah menghapus Bukti Potong PPh Pasal 23:

1. Pilih salah satu Bukti Potong PPh 23 yang ingin dihapus dan klik Nomor Bukti Potong.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

2. Pada halaman detail Bukti Potong PPh 23, klik dropdown Tindakan dan pilih “Hapus”.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

3. Akan muncul pop-up konfirmasi penghapusan Bukti Potong, kemudian klik button “Ya, hapus” untuk melanjutkan proses penghapusannya.

4. Anda akan diarahkan kembali ke halaman list Bukti Potong PPh Pasal 23 dengan Status “Sedang diproses”

5. Tunggu beberapa saat dan apabila proses hapus berhasil, status Bukti Potong PPh Pasal 23 tersebut akan berubah dari Sedang diproses menjadi “Dihapus”.

(Note: Penghapusan Bukti Potong bisa dilakukan juga di Bukti Potong dengan status “Gagal” dan apabila penghapusan berhasil Bukti Potong akan hilang dari list)

Baca juga tentang Cara Bayar Pajak Reklame dan Media Promosi Perusahaan

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

B. Cara Membuat Bukti Potong PPh Pasal 26 di eBupot

Untuk membuat bukti potong PPh 26 Normal (Pembetulan-0), ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu eBupot pilih Bukti potong PPh Pasal 26.

2. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 26, kemudian pilih button Buat Bukti Potong PPh 26.

3. Isi form Bukti Potong sesuai dengan kebutuhan Anda.

a. Tanggal pemotongan dan Identitas WP yang dipotong. (Note: Tanggal pemotongan by default selalu hari ini. Masa pajak akan berubah mengikuti bulan pada tanggal pemotongan)

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

b. Dasar pemotongan & fasilitas (tanpa fasilitas, SKB, DTP). (Note: Fasilitas SKD dan DTP hanya bisa digunakan apabila identitas WP dipotong memiliki TIN)

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

c. Pajak penghasilan yang dipotong. (Note: Tarif PPh yang dipotong dan Perkiraan netto tergantung dari Kode Objek Pajak yang dipilih. PPh yang dipotong = Jumlah bruto x Perkiraan Netto x Tarif PPh)

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

d. Identitas pemotong pajak (Note: Nama dan NPWP pemotong pajak diambil dari profil Perusahaan. Nama & NPWP penandatangan diambil sesuai data konfigurasi penandatangan)

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

4. Setelah mencentang pernyataan, klik Buat bukti potong untuk mengirimkan data ke DJP, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 26 dan Status Bukti Potong tersebut menjadi Sedang diproses dan Nomor Bukti Potong menjadi Menunggu nomor.

5. Apabila berhasil divalidasi DJP, Status Bukti Potong tersebut akan berubah menjadi Normal dan akan menerima Nomor Bukti Potong yang diberikan oleh DJP

Baca juga tentang PPh Bunga Obligasi Turun, BUT Bisa Nikmati Pajak Obligasi 10%

1). Cara Melihat Detail Bukti Potong PPh 26

Untuk melihat detail Bukti Potong 26, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Klik menu e-Bupot, setelah itu pada submenu e-Bupot pilih Bukti potong PPh Pasal 26.

2. Pada halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 26, pilih Nomor Bukti Potong yang Anda ingin lihat detailnya.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

3. Status dari Bukti Potong dapat dilihat pada bagian atas dengan label berwarna

  • Normal/Normal Pembetulan (Hijau)
  • Dibetulkan/Dihapus (Kuning)
  • Dibatalkan/Gagal (Merah)
  • Sedang diproses (Biru)

4. Apabila Bukti Potong sudah dilaporkan dalam SPT Masa, akan memiliki tanda Sudah terlapor pada bagian atas.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

5. Untuk memeriksa bukti potong benar-benar diterbitkan oleh DJP, dapat melakukan scan atas QR code-nya yang tertera di bagian bawah setelah bukti potong tervalidasi DJP.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

2). Cara Download Bukti Potong PPh 26

Berikut langkah-langkah Mengunduh Bukti Potong PPh Pasal 26:

  • Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu pilih PPh Pasal 26.
  • Pada list Bukti Potong PPh 26 pilih salah satu dari Nomor Bukti Potong yang ingin Anda unduh bukti potongnya.
  • Anda akan diarahkan ke halaman detail. Kemudian klik dropdown Tindakan dan pilih “Unduh bukti potong”.
  • Bukti potong akan terunduh dengan format pdf seperti ini

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

3). Cara Membuat Bukti Potong PPh 26 Pembetulan

Bukti potong 26 (Normal atau Normal-Pembetulan) yang sudah terlaporkan dalam SPT Masa

dapat diperbaiki datanya dengan cara membuat bukti potong pembetulannya. Berikut

langkah-langkah membuat pembetulan Bukti Potong PPh Pasal 26:

1. Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu eBupot pilih Bukti potong PPh Pasal 26.

2. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 26, kemudian pilih Bukti Potong PPh 26 yang sudah memiliki nomor dan ingin dibetulkan untuk masuk ke halaman detail dari Bukti Potong tersebut.

(Note: BP yang dapat dibuat pembetulan hanyalah Bukti Potong dengan status : Normal / Normal Pembetulan & sudah terlapor).

3. Pada halaman detail klik Tindakan kemudian pilih Betulkan.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

4. Anda akan diarahkan ke halaman Buat Bukti Potong Pembetulan, pada halaman ini anda dapat mengubah nilai pada seluruh field yang diinginkan.

5. Setelah mencentang pernyataan, klik Buat pembetulan untuk mengirimkan data ke DJP, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 26 dan Status Bukti Potong tersebut menjadi Dibetulkan dan muncul satu Bukti Potong baru dengan Nomor Bukti Potong yang sama dengan Bukti Potong yang dibetulkan dengan Status Bukti Potong Sedang diproses.

a. eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

b.

6. Apabila berhasil divalidasi DJP, Status Bukti Potong baru tersebut akan berubah menjadi Normal-Pembetulan dan Bukti Potong yang lama akan berubah menjadi Dibetulkan.

Temukan di sini Cara Lapor SPT PPh Badan yang Mudah

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

4). Cara Membuat Bukti Potong PPh 26 Pembatalan

Bukti potong 26 (Normal atau Normal-Pembetulan) yang sudah terlaporkan dalam SPT Masa

dapat dianulir nomor bukti potongnya dengan cara membatalkan bukti potongnya. Berikut

langkah-langkah membatalkan Bukti Potong PPh Pasal 26:

1. Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu eBupot pilih Bukti potong PPh Psl 26.

2. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 26, kemudian pilih Bukti Potong PPh 26 yang sudah mendapatkan nomor dan ingin dibatalkan untuk masuk ke halaman detail dari Bukti Potong tersebut.

(Note: Bukti Potong yang dapat dibatalkan hanyalah BP dengan status : Normal / Norma-Pembetulan & sudah terlapor).

3. Pada halaman detail klik Tindakan kemudian pilih Batalkan.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

4. Akan muncul konfirmasi pembatalan bukti potong. Klik Ya, batalkan untuk membatalkan Bukti Potong dengan mengirim instruksi ke DJP.

5. Kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 26 dan Status BP tersebut menjadi Sedang diproses.

6. Apabila berhasil divalidasi DJP, Status BP baru tersebut akan berubah menjadi Dibatalkan.

5). Cara Edit Bukti Potong PPh 26

Bukti potong 26 (Normal atau Normal-Pembetulan) yang belum terlaporkan dalam SPT Masa

masih dapat dilakukan perbaikan data tanpa perlu membuat bukti potong pembetulannya.

Berikut langkah-langkah mengedit Bukti Potong PPh Pasal 26:

  1. Klik menu eBupot, setelah itu pada submenu eBupot pilih Bukti potong PPh Pasal 26.
  2. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 26, kemudian pilih Bukti Potong PPh 26 yang ingin diedit untuk masuk ke halaman detail dari Bukti Potong tersebut. (Note: Bukti Potong yang dapat diedit hanyalah Bukti Potong dengan status : belum terlapor dan Normal / Normal Pembetulan / Gagal).
  3. Pada halaman detail klik Tindakan kemudian pilih Ubah.
  4. Anda akan diarahkan ke halaman Ubah Bukti Potong, pada halaman ini anda dapat mengubah pada seluruh field yang diinginkan.
  5. Setelah mencentang pernyataan, klik Simpan perubahan untuk mengirimkan data ke DJP, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 26 dan Status BP tersebut menjadi Sedang diproses sampai beberapa saat akan berubah menjadi Normal / Normal-Pembetulan.
  6. Apabila berhasil divalidasi DJP, Status BP baru tersebut akan berubah menjadi Normal-Pembetulan.

Baca juga tentang Kenalkan! Fitur Baru Klikpajak by Mekari: Cara Mudah & Cepat Rekonsiliasi Pajak

6). Cara Hapus Bukti Potong PPh 26

Bukti potong PPh 26 Normal yang belum terlaporkan dalam SPT Masa masih dapat dihapus

sehingga tidak perlu melaporkan SPT Pembetulannya. Berikut langkah-langkah menghapus

Bukti Potong PPh Pasal 26:

1. Pilih salah satu Bukti Potong PPh 26 yang ingin dihapus dan klik Nomor Bukti Potong.

2. Pada halaman detail Bukti Potong PPh 26, klik dropdown Tindakan dan pilih “Hapus”.

eBupot Klikpajak: Tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 Online

3. Akan muncul pop-up konfirmasi penghapusan Bukti Potong, kemudian klik button “Ya, hapus” untuk melanjutkan proses penghapusannya.

4. Anda akan diarahkan kembali ke halaman list Bukti Potong PPh Pasal 26 dengan Status “Sedang diproses”

5. Tunggu beberapa saat dan apabila proses hapus berhasil, status Bukti Potong PPh Pasal 26 tersebut akan berubah dari Sedang diproses menjadi “Dihapus”. (Note: Penghapusan Bukti Potong bisa dilakukan juga di Bukti Potong dengan status “Gagal” dan apabila penghapusan berhasil Bukti Potong akan hilang dari list)

Baca juga tentang cara bayar/setor PPN kini makin praktis! Fitur Baru Klikpajak: Cara Bayar Pajak Terutang dari Halaman SPT PPN

Mudah Urus Perpajakan Lainnya di Klikpajak

Bukan hanya mudah membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26 saja, melalui Klikpajak.id Anda dapat melakukan berbagai perpajakan lainnya lebih efektif dan efisien.

Sebab Klikpajak merupakan aplikasi pajak online memiliki fitur lengkap dan terintegrasi, sebagai mitra resmi DJP.

Apa saja fitur lengkap pajak online Klikpajak?

Berikut adalah Fitur Lengkap Klikpajak yang Memudahkan Urusan Pajak Bisnis Anda.

Tunggu apalagi? Aktifkan akun pajak Anda sekarang juga dan nikmati kemudahan kelola pajak perusahaan dengan efektif.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Langsung di Klikpajak by Mekari

Kategori : Produk

PUBLISHED16 Sep 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: