Perbedaan SPT Masa Pajak dan SPT Tahunan serta Cara Lapor

Bagi yang sudah terbiasa berkecimpung di dunia perpajakan, tentu tidak asing lagi dengan yang namanya SPT Pajak Masa atau SPT Bulanan dan SPT Tahunan. Tapi bagi pemula mungkin masih bingung perbedaan SPT Masa Pajak dan SPT Tahunan.

Tentu saja, antara Surat Pemberitahuan (SPT) Bulanan yang biasa disebut SPT Pajak Masa dengan SPT Tahunan berbeda.

Sering kali, Wajib Pajak (WP) masih bingung untuk membedakan antara SPT Masa Pajak dengan SPT Tahunan.

Agar proses pelaporan perpajakan lancar, penting untuk memahami hal dasar dari Surat Pemberitahuan ini.

Sebab meski sama-sama digunakan untuk melaporkan pajak, namun keduanya memiliki masing-masing jenis pajak yang dilaporkan.

Lalu, apa itu SPT?

Surat Pemberitahuan atau SPT adalah surat yang digunakan untuk melaporkan pajak.

Pajak yang dilaporkan tersebut terbagi menjadi dua, yakni jenis bulanan dan tahunan. Keduanya juga dilaporkan menggunakan jenis SPT yang berbeda.

Untuk itulah jenis Surat Pemberitahuan ini dibedakan menjadi dua, yakni:

a. Surat Pemberitahuan Tahunan atau disebut SPT Tahunan

Merujuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 243/PMK.03/2014, SPT Tahunan adalah surat pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau bagian Tahun Pajak.

b. Surat Pemberitahuan Masa atau disebut SPT Masa

Sedangkan Surat Pemberitahuan Masa atau SPT Bulanan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Masa Pajak.

Bahkan, untuk SPT Masa Pajak sendiri memiliki dua jenis pajak berbeda yang bisa dilaporkan, yakni Pajak Penghasilan (SPT Masa PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN).

Singkatnya, perbedaan mendasar dari jenis SPT Masa pajak dan SPT Tahunan itu begini:

1. SPT Masa Pajak

  • SPT Masa PPh
  • SPT Masa PPN

2. SPT Tahunan

  • SPT Tahunan PPh

Meski disebut sebagai surat pemberitahuan, namun SPT berbentuk formulir yang memiliki format baku ditetapkan oleh DJP.

Format formulir Surat Pemberitahuan Tahunan dan SPT Masa Pajak atau SPT Bulanan jelas berbeda, dan disesuaikan dengan fungsinya masing-masing.

Selengkapnya mengenai perbedaan kedua jenis surat pemberitahuan di atas? Terus simak ulasan dari Mekari Klikpajak seputar SPT Masa Pajak dan SPT Tahunan ini.

Hal yang Harus Dipahami tentang SPT Masa Pajak / Bulanan dan Tahunan

Sebelum lebih lanjut pada penjelasan tentang perbedaan Surat Pemberitahuan Masa Pajak atau bulanan dan SPT Tahunan, ada hal mendasar yang perlu dipahami WP dalam melakukan aktivitas perpajakan untuk memenuhi kewajiban pajaknya.

Apakah itu?

Hal yang tak kalah penting untuk diketahui dan dipahami terkait Surat Pemberitahuan pajak adalah jenis Surat Pemberitahuan berdasarkan peruntukannya.

Baca Juga: Ketentuan Pemberitahuan Perpanjangan Penyampaian SPT Tahunan

a. Jenis Surat Pemberitahuan ( Jenis SPT Pajak )

Seperti diketahui, kewajiban pembayaran pajak bukan hanya terbatas pada PPh saja, tapi juga ada jenis pajak lainnya yang harus dibayar dan dilaporkan.

Selain PPh, ada yang namanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) maupun Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Jadi, baik itu PPh dan PPN juga harus dilaporkan pajaknya menggunakan Surat Pemberitahuan, yang biasa disebut SPT PPN dan SPT PPh.

Bedanya, aktivitas penggunaan Surat Pemberitahuan PPN hanya dilakukan setiap masa pajak atau secara bulanan, sehingga disebut SPT Masa PPN.

Sedangkan aktivitas Surat Pemberitahua PPh dilakukan, baik secara bulanan maupun tahunan, yang disebut SPT Masa PPh dan SPT Tahunan PPh.

Jadi, SPT tidak hanya untuk PPh saja tapi juga diperuntukkan pada pajak pertambahan nilai yang disebut sebagai Surat Pemberitahuan PPN.

Jika Surat Pemberitahuan PPh untuk melaporkan pajak penghasilan atau pendapatan yang diperoleh, sedangkan SPT PPN adalah untuk melaporkan atas transaksi barang dan jasa kena pajak.

Baca Juga : Ketahui Gambaran Jelas Contoh Surat Pemberitahuan Tahunan Badan untuk Pelaporan Pajak

b. Perbedaan SPT Bulanan dan SPT Tahunan

Setelah mengetahui jenis Surat Pemberitahuan berdasarkan peruntukan jenis pajaknya, yang selanjutnya harus diketahui dan pahami adalah perbedaan antara Surat Pemberitahuan Masa dan SPT Tahunan.

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa Surat Pemberiitahuan bulanan merupakan formulir yang digunakan untuk melaporkan kewajiban perpajakan setiap bulannya atau disebut masa pajak.

Sedangkan Surat Pemberitahuan Tahunan digunakan untuk melaporkan kewajiban perpajakan secara tahunan atau setahun sekali.

Baca Juga: Serba-serbi SPT Pajak yang Wajib Anda Pahami

Pajak Masa & Pajak Tahunan : Ini Perbedaan SPT Masa dan SPT Tahunan

Baca Juga: Hal-Hal yang Perlu Dicermati Terkait SPT Pajak Badan Usaha

Apa Saja Perbedaan SPT Pajak Masa dan SPT Tahunan?

Seperti apa perbedaan keduanya, antara Surat Pemberitahuan Bulanan dan SPT Tahunan, brikut ini adalah perbedaan keduanya:

a. SPT Tahunan

1. Melaporkan penghasilan sendiri

Surat Pemberitahuan Tahunan biasanya digunakan untuk melaporkan penghasilan atas penghasilan diri sendiri yang diterima, baik penghasilan dengan tarif umum, penghasilan final, maupun penghasilan yang dikecualikan dari objek Pajak Penghasilan.

Selain itu, surat pemberitahuan Tahunan juga digunakan untuk melaporkan harta dan utang pada akhir periode Tahun Pajak.

2. Dilaporkan tiap akhir tahun

Surat Pemberitahuan Tahunan dilaporkan setiap akhir Tahun Pajak.

3. Terdiri dari dua jenis pengguna

Ada dua jenis pengguna Surat Pemberitahuan Tahunan, yaitu WP Pribadi dan WP Badan.

WP Pribadi menggunakan SPT Tahunan Orang Pribadi, sedangkan WP Badan menggunakan SPT Tahunan Badan.

4. Memiliki banyak jenis formulir

Surat Pemberitahuan Tahunan Orang Pribadi dibagi menjadi 3 formulir, di antaranya:

  • Surat Pemberitahuan Tahunan Orang Pribadi 1770
  • Surat Pemberitahuan Tahunan Orang Pribadi 1770 S
  • Surat Pemberitahuan Tahunan Orang Pribadi 1770 SS

Sedangkan Surat Pemberitahuan Tahunan Badan hanya memiliki satu jenis saja, yaitu Surat Pemberitahuan 1771.

5. Batas waktu pelaporan SPT Tahunan

Untuk batas pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan, pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Orang Pribadi adalah 3 bulan sejak berakhirnya Tahun Pajak.

Sedangkan Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Badan maksimal 4 bulan sejak berakhirnya Tahun Pajak.

6. Ketentuan tahun buku pajak

Perlu ada pelurusan pemahaman Masa Pajak yang harus diketahui.

Bagi WP yang tahun bukunya berakhir pada 31 Desember, maka batas akhir pelaporan memang 31 Maret (Orang Pribadi) dan 30 April (Badan).

Namun, untuk WP yang tahun bukunya berakhir pada 31 Juli, maka batas lapornya bukan lagi 31 Maret (Orang Pribadi) dan 30 April (Badan), melainkan 31 Oktober (Orang Pribadi) dan 30 November (Badan).

Baca Juga : Ketahui Fungsi, Ketentuan dan Batas Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak

b. SPT Masa Pajak

1. Dilaporkan setiap bulan

Surat Pemberitahuan Masa/Bulanan digunakan untuk melaporkan perpajakan yang dipotong atau dipungut (pajak orang lain).

Contoh: Pasal 21 Undang-Undang PPh mewajibkan pemberi kerja memotong PPh atas upah dan gaji.

Maka pemberi kerja wajib membuat Surat Pemberitahuan Masa PPh Pasal 21.

2. Jenis-jenis SPT Masa

Surat Pemberitahuan Masa jenisnya bermacam-macam, sesuai dengan pasal yang mewajibkannya.

Jenis-jenis Surat Pemberitahuan Masa PPh yaitu PPh Pasal 4 Ayat (2), Pasal 15, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23 dan atau Pasal 26, dan PPN.

3. Wajib melampirkan bukti potong

Surat Pemberitahuan Bulanan/Masa PPh selalu mengharuskan melampirkan bukti potong.

4. Memiliki format yang berbeda-beda

Format Surat Pemberitahuan bulanan berbeda satu sama lain, berdasarkan objek dan tarif yang dikenakan untuk setiap jenis pajaknya.

5. Batas waktu pelaporan SPT Bulanan

Batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan Masa PPh maksimal pada tanggal 20 bulan berikutnya, dan jika bertepatan dengan hari libur maka dilakukan hari kerja keesokan harinya.

Sedangkan untuk Surat Pemberitahuan Masa PPN maksimal pelaporan SPT-nya pada akhir bulan berikutnya.

Baca Juga: Apa Itu Denda Pajak Pasal 7 KUP? Inilah Penjelasan Lengkapnya

Aplikasi untuk Lapor SPT Tahunan, SPT Masa PPN dan PPh

Dari masing-masing jenis surat pemberitahuan menggunakan aplikasi pelaporan pajak yang berbeda.

Artinya, pelaporan SPT Masa PPh, SPT Masa PPN, SPT Tahunan Pribadi dan Badan berbeda-berbeda.

Berikut perbedaan penggunaan aplikasi untuk lapor surat pemberitahuan dari masing-masing jenis pajaknya.

a. Aplikasi untuk Lapor SPT Tahunan

Pelaporan SPT Tahunan Pribadi dan Badan dilakukan melalui aplikasi yang berbeda.

  • SPT Tahunan Pribadi dilaporkan melalui e-Filing
  • SPT Tahunan Badan dilaporkan melalui e-SPT Tahunan Badan

b. Aplikasi untuk Lapor SPT Masa PPN

Seperti diketahui, sejak akhir 2020 DJP telah menetapkan pelaporan surat pemberitahuan masa pajak pertambahan nilai tidak lagi menggunakan aplikasi e-Filing.

Seiring adanya pembaruan sistem e-Faktur 3.0, lapor SPT Masa PPN wajib melalui aplikasi yang digunakan untuk membuat Faktur Pajak elektronik, yakni aplikasi e-Faktur.

c. Aplikasi untuk Lapor SPT Masa PPh

Surat pemberitahuan masa pajak penghasilan sendiri terdiri dari beberapa jenis SPT PPh, di antaranya:

  • SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2
  • SPT Masa PPh Pasal 15
  • SPT Masa PPh Pasal 21
  • SPT Masa PPh Pasal 22
  • SPT Masa PPh Pasal 23
  • SPT Masa PPh Pasal 26

Namun, pelaporan SPT Masa Pajak PPh tersebut dilaporkan melalui aplikasi lapor pajak online yang berbeda, yakni ada yang menggunakan e-Filing dan ada pula yang harus dilaporkan melalui aplikasi e-Bupot Unifikasi.

1. Aplikasi e-Filing

Aplikasi e-Filing digunakan untuk melaporkan:

  • SPT Masa PPh 21

2. Aplikasi e-Bupot Unifikasi

Aplikasi e-Bupot Unifikasi digunakan untuk melaporkan:

  • SPT Masa PPh 4 (2)
  • SPT Masa PPh 15
  • SPT Masa PPh 22
  • SPT Masa PPh 23
  • SPT Masa PPh 26

Mau tahu cara lapor Surat Pemberitahuan Bulanan dan Tahunan lebih mudah dan cepat?

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Cara Lapor SPT Masa dan Tahunan Online

Dari perbedaan Surat Pemberitahuan Tahunan dan Surat Pemberitahuan bulanan yang telah dibahas sebelumnya, ada persamaan antara kedua SPT ini, yaitu sama-sama bisa dilaporkan secara daring (online).

Jika dicermati, perbedaan Surat Pemberitahuan Tahunan dan Surat Pemberitahuan Masa atau bulanan pada bagian batas pelaporan juga memiliki pertimbangan tersendiri.

DJP selaku pihak yang bertanggung jawab atas perpajakan di Indonesia, menetapkan batas ini agar arus pelaporan yang terjadi tidak menumpuk pada satu waktu saja.

Terlebih karena pelaporan yang dilakukan memiliki perbedaan subjek pajak, yakni WP Pribadi dan WP Badan.

Perbedaan batas ini akan memudahkan DJP dalam melakukan pengarsipan, sehingga administrasi perpajakan akan lebih rapi dan sistematis.

Terkait pada batas pelaporan, WP tidak perlu lagi khawatir jika batas akhir jatuh pada hari libur.

Meski terdapat regulasi di mana batas akan dimundurkan satu hari kerja jika jatuh pada hari libur, namun mengantisipasi keterlambatan lapor SPT dengan menggunakan aplikasi pajak online.

DJP juga telah mendelegasikan pelaporan perpajakan online melalui Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau ASP (Application Service Provider) Klikpajak.id.

Baca Juga: Tata Cara Membatalkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang bagi Wajib Pajak

a. Cara Lapor SPT Tahunan

Selain mudah lapor Surat Pemberitahuan bulanan, melalui Klikpajak juga akan lebih mudah untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan.

Kanal ini juga menyediakan sistem pengarsipan internal yang rapi, sehingga Anda bisa menyimpan riwayat perpajakan yang dilakukan melalui Klikpajak dengan lebih sistematis dalam Fitur Arsip Perpajakan.

Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahuan Pribadi menggunakan e-Filing, sedangkan pelaporan SPT Tahunan Badan menggunakan e-SPT Online.

Berikut tutorial lapor Surat Pemberitahuan Tahunan Pribadi maupun SPT Tahunan Badan:

Perbedaan SPT Masa Pajak dan SPT Tahunan

b. Cara Lapor SPT Pajak Masa

Perlu dipahami, pelaporan Surat Pemberitahuan PPh dengan PPN berbeda.

Jika pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan PPh dilakukan melalui e-Filing untuk WP Pribadi sedangkan eSPT Tahunan untuk WP Badan menggunakan e-SPT Badan.

Kemudian, pelaporan beberapa jenis PPh menggunakan e-Bupot Unifikasi untuk PPh Pasal 23. PPh 26, PPh 22, PPh 15 dan PPh Pasal 4 ayat 2.

Sedangkan untuk pelaporan Surat Pemberitahuan Masa PPN harus dilaporkan melalui e-Faktur.

Berikut beberapa tutorial cara lapor Surat Pemberitahuan Bulanan PPh dan PPN:

Mudah Urus Perpajakan Perusahaan hanya di Klikpajak

Itulah penjelasan tentang perbedaan Surat Pemberitahuan Bulanan dan Surat PemberitahuanTahunan yang harus dipahami setiap WP yang memiliki aktivitas perpajakan sesuai kewajibannya.

Seperti kita tahu, beberbagai jenis perpajakan memiliki penanganan yang berbeda-beda tergantung dari jenis pajaknya hingga waktu pengelolaannya, apakah bulanan atau tahunan.

Agar urusan administrasi perpajakan lancar, menggunakan aplikasi pajak online yang terintegrasi mulai dari hitung, bayar dan lapor perpajakan menjadi suatu kebutuhan.

Semua kemudahan kelola administrasi perpajakan dapat Anda temukan di Mekari Klikpajak, karena sebagai aplikasi perpajakan online mitra resmi DJP yang memiliki fitur lengkap. juga telah terintegrasi dengan akuntansi online.

Sehingga Anda tinggal menarik data langsung dari laporan keuangan online untuk selanjutnya dikelola perpajakannya.

Mudah, bukan?

Kalau ada cara lebih mudah mengurus administrasi perpajakan, buat apa buang waktu dan tenaga untuk urusan yang satu ini.

Daftar Klikpajak disini sekarang untuk menikmati layanan lapor pajak praktis tanpa repot!

Temukan berbagai kemudahan kelola perpajakan perusahaan dengan Fitur Lengkap Klikpajak yang Terintegrasi.

Baca juga artikel tentang perpajakan lainnya di blog Mekari Klikpajak di berikut ini:

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Kategori : Lapor Pajak

PUBLISHED17 Jun 2022
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: