Hal Dasar yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Hal Dasar yang Perlu Anda Ketahui Tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Bagi Anda seorang pengusaha atau badan yang memiliki suatu usaha. Selain pajak penghasilan, Anda perlu melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Apakah yang dimaksud dengan PPN? Barang atau jenis usaha seperti apakah yang terkena PPN? Bagaimana tarif dan cara menghitungnya? Kali ini akan dibahas dengan saksama mengenai PPN. Sehingga Anda dapat memperhitungkan harga jual barang dagangan Anda.

Pengertian

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 pajak yang dikenakan pada transaksi jual beli yang dilakukan oleh pribadi maupun badan usaha. Pajak ini sering kita lihat pada tagihan pembayaran saat berbelanja. Jumlah pajak yang terutang dibebankan kepada konsumen akhir yang memakai produk, jadi konsumenlah yang membayar besarnya pajak.

Objek Pajak Pertambahan Nilai

Barang-barang yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), antara lain;

  1. Barang hasil pertambangan atau pengeboran (minyak mentah, asbes, batu bara, gas bumi, dan lain-lain).
  2. Barang Kebutuhan Pokok (beras, jagung, susu, daging, kedelai, sayuran, dan lainnya).
  3. Makanan dan minuman yang disajikan di rumah makan atau restoran.
  4. Uang dan emas batangan.
  5. Jasa Pelayanan Medis, pelayanan sosial, jasa keuangan, asuransi, pendidikan dan sebagainya.

Sedangkan objek yang terkena Pajak Penambahan Nilai antara lain:

  1. Penyerahan Barang Kena Pajak (BPK) dan Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha.
  2. Impor Barang Kena Pajak.
  3. Pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean.
  4. Pemanfaatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean.
  5. Expor barang kena pajak berwujud atau tidak berwujud dan ekspor jasa kena pajak oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Tarif Pajak Pertambahan Nilai

  • Tarif PPN adalah 10%
  • Tarif PPN sebesar 0% ditetapkan atas:
    • Ekspor Barang Kena Pajak (BKP) berwujud
    • Ekspor BKP tidak berwujud, dan
    • Ekspor Jasa Kena Pajak

Dasar Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai

Dasar pengenaan pajak adalah dasar yang dipakai untuk menghitung pajak yang terutang, berupa jumlah harga jual, penggantian, nilai impor, nilai ekspor, atau nilai lain yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan.

  1. Harga Jual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan Barang Kena Pajak (BKP), tidak termasuk PPN yang dipungut menurut Undang-Undang dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.
  2. Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha karena penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP), ekspor Jasa Kena Pajak, atau ekspor Barang Kena Pajak tidak berwujud, tetapi tidak termasuk PPN yang dipungut menurut Undang-Undang dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.
  3. Nilai impor adalah nilai berupa yang menjadi dasar perhitungan bea masuk ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan Pabean untuk impor BKP, tidak termasuk PPN yang dipungut menurut Undang-Undang.
  4. Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.
  5. Nilai lain adalah nilai berupa uang yang ditetapkan sebagai dasar pengenaan pajak dengan keputusan menteri keuangan.

Cara Menghitung

  1. PKP “A” menjual tunai Barang Kena Pajak dengan Harga Jual Rp25.000.000

Pajak Pertambahan Nilai yang terutang

= 10% x Rp 25.000.000

= Rp 2.500.000

PPN sebesar Rp2.500.000 tersebut merupakan Pajak Keluaran yang dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak “A”

Dalam Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai ini menggunakan faktur pajak. Faktur pajak ini merupakan hal wajib yang harus dilaporkan, untuk menghindari faktur pajak fiktif oleh lawan transaksinya. Sehingga para PKP haruslah melaporkan faktur mereka. Saat ini pemerintah telah memberlakukan faktur online (e-faktur) untuk memudahkan para wajib pajak. Pemahaman Anda mengenai PPN ini sangatlah penting dikarenakan akan mempengaruhi dalam perhitungan bisnis Anda, pelaporan pajak, serta hal krusial lainnya.

 


PUBLISHED20 Aug 2018
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: