e-Faktur Pajak: Apa itu Faktur Pajak & Contoh Pembuatannya

Dalam perpajakan dikenal istilah Faktur Pajak. Apa itu Faktur Pajak? Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus memahami fungsi Faktur Pajak adalah dan penggunaan eFakturPajak seperti apa.

Oleh karena itu di sini Klikpajak by Mekari akan mengulas mengenai topik seputar penjelasan umum Faktur Pajak adalah dan penggunaan eFaktur pajak yang tentu saja akan bisa memperlancar urusan Sobat Klikpajak dalam mengelola e-Faktur.

Seperti kita tahu, sebagai PKP tentunya tidak akan lepas dari urusan membuat Faktur Pajak elektronik dan mengelola eFaktur, mulai dari menerbitkan e-Faktur, mengelola Pajak Masukan, menghitung PPN Terutang hingga melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Sebelum mulai kelola e-Faktur pajak, maka memahami pengetahuan dasar tentang Faktur Pajak adalah hal yang multak diperlukan agar pengelolaan eFaktur benar dan sah.

Dengan mengetahui pemahaman dasar eFaktur, diharapkan kewajiban pengelolaan e-Faktur dalam berjalan dengan lancar.

Pemahaman dasar tentang Faktur Pajak akan memudahkan PKP untuk memenuhi kewajiban perpajakan seperti:

  • Memotong atau memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Membayar atau menyetorkan PPN Terutang
  • Melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN
  • Hingga hak mengkreditkan pajak terutang atau restitusi PPN

eFakturPajak dibuat oleh wajib pajak PKP yang melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa kena PPN maupun PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah).

Maka, sebagai pengusaha tentunya wajib mengerti apa itu Faktur Pajak, fungsi Faktur Pajak dan cara membuat eFaktur Pajak yang benar agar terhindar dari masalah perpajakan yang ujungnya bisa memengaruhi kelancaran berbisnis.

Terus simak penjelasan tentang Faktur Pajak adalah bagian dari PKP melalui ulasan dari Klikpajak.id berikut ini.

Buat dan kelola e-Bupot lebih mudah & cepat dengan menarik data langsung dari laporan keuangan online hanya di e-Bupot Klikpajak by Mekari. Coba dan buktikan sekarang!

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

eFakturPajak & Fungsi Faktur Pajak Adalah?

Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat PKP atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) PPN maupun PPnBM.

Bagi PKP yang menyerahkan BKP/JKP atau melakukan transaksi jual-beli barang/jasa kena pajak, Sobat Klikpajak harus menerbitkan Faktur sebagai tanda bukti telah memungut pajak dari pembeli barang/jasa kena pajak tersebut.

PKP wajib membuat Faktur Pajak untuk setiap:

  • Penyerahan BKP
  • Penyerahan JKP
  • Ekspor BKP tidak berwujud
  • Ekspor JKP
  • Setiap BKP dan JKP yang diperdagangkan sudah dikenai pajak di luar harga aslinya

Perlu diketahui bahwa barang/jasa kena pajak yang diperjualbelikan, telah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya.

Pemahaman yang baik tentang faktur di sini juga akan memudahkan Sobat Klikpajak dalam memenuhi kewajiban pajak atas usaha yang sedang digeluti.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan apa itu fungsi Faktur Pajak adalah:

a. Apa itu Faktur Pajak?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai fungsi dan jenis-jenis faktur pajak, sudahkah Sobat Klikpajak memahami apa itu Faktur?

Banyak orang yang menganggap Faktur ini adalah sama dengan faktur penjualan atau invoice.

Padahal, kedua istilah ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan.

Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP.

Di mana, ketika PKP menjual barang atau jasa kena pajak, PKP harus menerbitkan Faktur sebagai tanda bukti dirinya telah memungut pajak dari orang yang telah membeli barang/jasa kena pajak tersebut.

Perlu diketahui juga bahwa BKP/JKP yang diperjualbelikan telah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya.

Selain itu, faktur ini dibuat untuk setiap penyerahan BKP dan/atau JKP, ekspor BKP tidak berwujud, dan ekspor JKP.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

b. Fungsi Faktur Pajak atau eFaktur Pajak

Tentu saja, eFakturPajak merupakana dokumen yang sangat penting bagi pengusaha.

Dengan adanya e-Faktur Pajak, maka pengusaha dapat terbebas dari tuduhan manipulasi atau penggelapan pajak pada saat ada pemeriksaaan.

Sebab pengusaha memiliki bukti taat hukum dengan telah melakukan penyetoran, pemungutan hingga pelaporan SPT masa PPN sesuai dengan peraturan perundang-undangan PPN yang berlaku.

Faktur juga sebagai alat bantu ketika auditor memeriksa pajak yang dibayarkan PKP.

Faktur menjadi bagian dari tanggungan PKP yang harus ditunaikan agar terjadi transparansi perpajakan.

Saat ini pemerintah telah meluncurkan eFakturPajak untuk semakin memudahkan dalam pembuatamenghindari penerbitan Faktur Pajak fiktif.

Berikut fungsi Faktur Pajak secara umum:

Apa saja?

1. Fungsi pengendalian akuntansi

Fungsi Faktur Pajak sebagai pengendalian akuntansi ini tertera pada jumlah total pada faktur, di mana jumlah total jatuh tempo ini bisa diakui jadi utang dagang untuk pembeli dan piutang dagang untuk penjual. Juga bisa dimasukkana dalam laporan keuangan.

Dalam akun utang dagang dan piutang dagang, utamanya ketika transaksi dilakukan secara kredit.

Jadi, penggunaan Faktur Pajak ini mewakili keberadaan kredit, karena penjual telah mengirim produk atau memberikan layanan tanpa amenerima uang tunai di awal.

2. Fungsi kontrol internal

Faktur Pajak adalah juga untuk pengendalian internal dalam akuntansi perusahaan.

Sebab komponen biaya pada Faktur harus disetujui bagian manajemen perusahaan yang bertanggung jawa terkait dengan perpajakan.

Fungsi Faktur Pajak dalam kontrol internal lainnya ini juga untuk mencocokkan data pesanan pembelian, yang kemudian bisa dilakukan pencairan pembayaran dari transaksi yang disetujui.

Maka dari itu, penerbitan Faktur Pajak sangat penting karena berfungsi sebagai bukti bahwa PKP telah melakukan pemungutan, peyetoran, hingga pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak.

Selain itu, dengan adanya Faktur Pajak, maka PKP juga bisa mengkreditkan Pajak Masukan dari pembelian barang/jasa kena pajak.

Artinya, beban PPN yang dibayar PKP saat membeli barang/jasa penunjang produksi atau usahanya akan jadi lebih ringan.

3. Fungsi lain Faktur Pajak

Fungsi Faktur Pajak lainnya adalah melakukan pembetulana jika di masa mendatang terjadi kesalahan.

Sehingga perusahaan tidak menghadapi kesulitan saat petugas pajak datang dan menemukan ketidaksesuaian dalam e-Faktur.

Baca juga ulasan 8 Alasan Mengapa Pajak Masukan Tidak Dapat Dikreditkan

c. Jenis Faktur Pajak atau eFakturPajak

Pentingnya Faktur Pajak bagi PKP Pembeli adalah sebagai bukti atas transaksi BKP/JKP yang dilakukannya telah dipotong/dipungut PPN oleh PKP penjual.

Sehingga eFaktur Pajak Keluaran yang diperoleh PKP Pembeli dari PKP penjual tersebut, oleh PKP pembeli dapat digunakan sebagai Pajak Masukan untuk mengkreditkan PPN atau mengajukan pengembalian kelebihan pembayaran PPN.

Pentingnya e-Faktur Pajak bagi PKP Penjual adalah sebagai bukti telah memotong/memungut PPN atas transaksi BKP/JKP dengan lawan transaksi dan memiliki kewajiban menyetorkan PPN Terutang ke kas negara dan juga sebagai komponen untuk menghitung PPN terutang sebagai bagian untuk mengkreditkan PPN.

Setidaknya ada 9 jenis Faktur Pajak yang perlu diketahui setiap PKP beserta fungsinya, di antaranya:

1. Faktur Pajak Keluaran adalah yang diterbitkan PKP Penjual saat melakukan transaksi atas BKP, JKP, dan atau BKP yang termasuk barang mewah.

2. Faktur Pajak Masukan adalah yang didapat PKP Pembeli saat membeli BKP atau JKP dari PKP lain.

3. Faktur Pajak Pengganti adalah dokumen pengganti atas e-Faktur yang sudah diterbitkan sebelumnya karena terjadi kesalahan dalam pengisian -selain kesalahan pengisian NPWP- sehingga perlu dibuat perbaikan agar sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Jadi eFaktur Pengganti ini sebagai pengganti untuk mengoreksi apabila terjadi ketidaksesuaian laporan dengan kenyataan.

Misalnya jumlah barang lebih banyak sehingga nominal pajak yang harus dibayarkan juga berubah.

Pelajari lebih jauh cara membuat faktur pengganti dan jenisnya.

4. Faktur Pajak Gabungan adalah dari PKP Penjual yang mencakup seluruh penyerahan terhadap pembelian BKP atau JKP yang sama selama satu bulan kalender.

eFakturPajak buatan PKP ini meliputi semua penyerahan BKP atau JKP selama satu bulan takwim kepada pembeli atau penerima barang kena pajak yang sama.

Jika pembayaran dilakukan sebelum penyerahan BKP/JKP atau pembuatan eFakturPajak gabungan, maka pada saat diterima pembayaran dicatat di dalam faktur.

Jadi selama satu bulan, dapat diketahui barang apa saja yang dijual ke konsumen dengan dicatat secara gabungan ke dalam faktur.

Baca juga tentang regulasi pajak terbaru! Barang Bebas PPN Ditambah, Ada Sektor Bisnis Anda? Cek di Sini

5. Faktur Pajak Cacat

Faktur yang tidak diisi dengan lengkap dan jelas atau terdapat kesalahan dalam pengisian kode dan nomor seri.

Faktur ini dapat dibetulkan dengan faktur pengganti.

6. Faktur Pajak Batal adalah eFaktur yang dibatalkan karena disebabkan oleh transaksi yang batal.

Faktur yang telah diterbitkan juga bisa dibatalkan.

Penyebabnya karena kesalahan NPWP yang diisikan atau ketika konsumen membatalkan transaksi dengan Sobat Klikpajak.

7. Faktur Pajak Standar adalah Faktur ini berbentuk kuarto yang dibuat sesuai dengan aturan yang berlaku dan memenuhi syarat formal maupun material.

Faktur ini biasanya paling sedikit harus memuat:

  • Nama, Alamat, dan NPWP yang melakukan penyerahan atau pembelian BKP atau JKP.
  • Informasi jenis Barang atau Jasa, Jumlah harga jual atau penggantian, dan potongan harga.
  • PPN dan PPnBM yang dipungut.
  • Kode, Nomor seri dan tanggal pembuatan faktur, dan
  • Nama, Jabatan, dan tanda tangan yang berhak.

8. Faktur Pajak Sederhana adalah diterbitkan PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP kepada pembeli BKP/JKP yang tidak diketahui secara lengkap identitasnya atas penyerahan BKP/JKP.

Faktur jenis ini diserahkan dalam bentuk sobekan kecil seperti karcis, bon kontan, atau faktur bukti penjualan.

Faktur jenis ini tidak dapat digunakan pembeli BKP atau penerima JKP sebagai dasar untuk pengkreditan Pajak Masukan.

Dalam pembuatan faktur ini paling sedikit harus memuat:

  • Nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan BKP atau JKP.
  • Jenis dan kuantum BKP atau JKP yang diserahkan.
  • Jumlah Harga Jual atau Peggantian yang sudah termasuk pajak atau besarnya pajak dicantumkan secara terpisah.
  • Tanggal pembuatan Faktur Sederhana.

9. Faktur Pajak Digunggung adalah penerbitan e-Faktur yang hanya boleh dibuat oleh pedagang eceran atau dikenal juga dengan pajak retail, sehingga tidak berisi identitas nama pembeli beserta tanda tangannya.

Tak sulit, begini cara membuat Faktur Digunggung bagi pedagang eceran.

Gambaran Pengenaan PPN

Ilustrasi 1,

Restoran Steak CV AAA sebagai PKP membeli daging dari supplier PT BBB senilai Rp50 juta. Ditambah PPN 10% dari nilai pembelian Rp50 juta tersebut adalah Rp5 juta.

Maka total pembelian daging untuk produksi steak restoran CV AAA tersebut menjadi Rp55 juta.

PPN Rp5 juta tersebut dipotong oleh supplier PT BBB dan disetorkan ke negara. Sedangkan restotan steak CV AAA akan mendapat Faktur Pajak dari supplier tersebut.

Supplier atau PT BBB tersebut membuat Faktur Pajak Keluaran yang diberikan pada restoran steak CV AAA. Faktur Pajak tersebut menjadi Pajak Masukan bagi restoran steak CV AAA.

Ilustrasi 2,

Pabrik sepatu PT CCC sebagai PKP membeli sol sepatu dari pabrik bahan sepatu PT DDD senilai Rp100 juta, Ditambah PPN 10% dari Rp100 juta adalah Rp10 juta.

Maka total pembelian sol sepatu dari pabrik bahan sepatu PT CCC  tersebut adalah Rp110 juta.

PPN Rp10 juta tersebut dipotong oleh pabrik bahan sepatu PT DDD dan disetorkan ke negara. Sedangkan pabrik sepatu PT CCC mendapat Faktur Pajak dari PT DDD. Faktur Pajak tersebut menjadi Pajak Masukan bagi PT CCC.

Selanjutnya, sol sepatu yang dibeli pabrik sepatu tersebut diolah menjadi sepatu siap pakai dan menghasilana penjualana sebesar Rp500 juta.

Sepatu siap pakai tersebut dijual oleh PT CCC ke distributor PT EEE dengan rincian Rp500 juta ditambah PPN 10% yakni Rp50 juta, maka total penjualan sepatu siap pakai tersebut sebesar Rp550 juta.

PPN Rp50 juta tersebut dipotong oleh PT CCC dari pembelian sepatu oleh PT EEE sebagai distributor yang membeli sepatu, kemudian PT CCC wajib menyetorkan pemungutan PPN 10% ke kas negara.

Tapi sebelum PPN Terutang senilai Rp50 juta yang telah dipungut PT CCC dari PT EEE tersebut dibayarkan/disetorkan ke kas negara, dapat dikurangi terlebih dahulu dengan Pajak Masukan yang dimiliki PT CCC dari pembelian sol sepatu sebesar Rp10 juta tersebut.

Dengan demikian, pabrik sepatu PT CCC hanya perlu menyetor PPN Terutang ke kas negara senilai:

= Rp50 juta – Rp10 juta

= Rp40 juta

Baca Juga : Makin Praktis! Fitur Baru Klikpajak: Cara Bayar Pajak Terutang Dari Halaman SPT PPn

eFakturPajak: Apa itu Penjelasan dan Fungsi Faktur Pajak Adalah?

Baca Juga : e-Faktur untuk Pembuatan Faktur BKP dan KJP Pajak

eFakturPajak Makin Memudahkan Buat Faktur Pajak

Mengenal jenis dan fungsi dari Faktur Pajak menjadikan Sobat Klikpajak sebagai pengusaha yang lebih paham dunia pajak.

Kini pemerintah telah menghadirkan eFakturPajak atau faktur elektronik untuk semakin memudahkan para pengusaha membayarkan PPN sehingga menjadi tertib pajak.

Perlu diingat, untuk dapat memungut dan membayarkan PPN konsumen, Sobat Klikpajak harus dikukuhkan sebagai pengusaha Kena Pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), ya.

Jika belum menjadi PKP, Sobat dapat ajukan pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak dengan cara berikut: Syarat Pengajuan PKP dan Cara Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.

a. Aturan Pembuatan Faktur Pajak

Pembuatan Faktur Pajak harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yakni UU PPN dan UU KUP (Ketentuan Umum Tata Cara Perpajakan) yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2014 tentang:

Perusabahan Kedua atas PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian, dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak.

Jika dalam pembuatan Faktur tidak sesuai dengan ketentuan perundangan perpajakan tersebut, maka penjual maupun pembeli sama-sama akan menghadapi risiko, di antaranya:

  • Sanksi denda sebesar sesuai perhitungan tarif sanksi pajak yang didasarkan dengan perhitungan tarif bunga sanksi administrasi pajak
  • Pajak Masukan tidak dapat dikreditkan maupun dilakukan pengembalian kelebihan PPN atau rerstitusi Pajak Masukan

Sedangkan penyebab Faktur Pajak bermasalah adalah:

  • Bentuk atau cara pengisian Faktur Pajak salah
  • Faktur Pajak tidak lengkap atau penggunaan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) tidak tepat
  • Pengisian Surat Setoran Pajak ( SSP ) tidak sesuai
  • Terlambat melaporkan ekspor dalam SPT PPN

Baca Juga : Solusi ETAX 40001: eFaktur Error 40001 & Cara Mengatasi ETAX-40001

b. Pilihan Pembuatan eFakturPajak

Sebelum Sobat Klikpajak menerbitkan e-Faktur atau eFakturPajak, berikut adalah pembuatan eFakturPajak yang dapat dipilih.

  • Pajak Keluaran: pembuatan e-Faktur ketika Sobat Klikpajak menjual BKP/JKP yang tergolong mewah.
  • Pajak Masukan: pembuatan e-Faktur ketika Sobat Klikpajak membeli barang. Contoh, ketika membeli barang dari pemasok sebelum menjual kembali.
  • Retur Pajak Keluaran: untuk pembatalan e-Faktur Pembelian barang yang dikembalikan
  • Retur Pajak Masukan: untuk pembatalan e-Faktur Penjualan Barang yang dikembalikan

Segala kemudahan membayar pajak kini tidak lagi menjadi alasan keterlambatan dalam melakukan pembayaran pajak.

Pajak sebagai pilar membangun perekonomian bangsa terus digemborkan.

Segala bentuk kriminal penggelapan atau kecurangan pajak lainnya pun akan hilang seiring tingginya pengetahuan pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.

Mudah bikin eFakturPajak, bangga bayar pajak!

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Baca Juga : Cara Membuat e-Faktur yang Mudah & Praktis

c. Tahapan Cara Pembuatan eFakturPajak

Merujuk Pasal 13 UU PPN Nomor 42 Tahun 2009 bahwa kewajiban membuat Faktur Pajak ini tetap berlaku meski lawan transaksi atau pembeli tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (PKP).

Namun sesuai Perdirjen-pajak No. PER-16/PJ/2014 tersebut, NPWP pembeli BKP/JKP jadi salah satu persyaratan formal yang harus dicantumkan dalam Faktur Pajak.

Maka, melalui Perdirjen-pajak No. PER-26/PJ/2017, kolom NPWP bagi pembeli orang pribadi yang tidak memiliki NPWP bisa diisi dengan angka 00.000.000.0-000.000.

Dengan demikian, isian eFakturPajak model seperti ini sering disebut Faktur Pajak 000.

Lalu, seperti apa tahapan cara pembuatan eFakturPajak ini?

1. Terdaftar sebagai PKP

Cara mendaftar untuk menjadi PKP adalah melaporkan usaha di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan, tempat kegiatan usahanya.

Ketika sudah dikukuhkan sebagai PKP, maka memiliki kewajiban memungut, menyetor dan melaporkan PPN terutang ke DJP.

Syarat pengajuan menjadi PKP sesuai Pasal 3A UU PPN adalah omzet bruto mencapai Rp4,8 miliar setahun, lulus survei yang dilakukan KPP atau KP2KP, dan melengkapi dokumen syarat pengajuan PKP.

2. Memiliki Sertifikat Elektronik

Setelah terdaftar sebagai PKP, Sobat Klikpajak harus memiliki Sertifikat Elektronik pajak.

Sertifikat Elektronik pajak ini digunakan untuk memperoleh NSFP.

Guna memudahkan mendapatkan NSFP, PKP akan diberikan kode aktivasi beserta password untuk melakukan aktivasi akun PKP sebagai proses mendapatkan Sertifikat Elektronik pajak.

Sertifikat Elektronik pajak berisi tanda tangan digital dan identitas PKP resmi dari DJP.

3. Mendapatkan NSFP

Ada 2 cara untuk mendapatkan NSFP, yakni melalui aplikasi e-Nofa dan dengan cara datang langsung ke KPP setempat.

Namun cara mengajaukan NSFP dengan datang ke KPP tentunya akan menyita banyak waktu karena harus mengantre tentunya.

Cara mendapatkan NSFP secara online melalui e-Nofa. eNofa adalah akronim dari elektronik penomoran Faktur Pajak.

Untuk mendapatkan NSFP yang akan digunakan pada e-Faktur, perlu mengakses e-Nofa DJP.

Ada cara lain untuk mendapatkan Nomor Seri Faktur Pajak selain secara daring, yakni dengan mendatangi langsung ke KPP setempat.

Dalam pembuatan Faktur Pajak secara umum, setidaknya harus mencantumkan data seperti berikut:

  • NPWP, alamat, nama PKP yang menyerahkan BKP/JKP
  • NPWP, alamat, nama PKP yang membeli BKP/JKP
  • Memasukkan informasi barang atau jasa, dengan jumlah harga jual atau penggantian dan pemotongan harga
  • Jumlah PPN atau PPnBM yang dipungut
  • Nomor seri, kode dan tanggal pembuatan Faktur Pajak
  • Jabatan, nama belakang, dan tanda tangan pihak terkait

Ingat! NSFP hanya Berlaku Setahun. Ini Cara Kembalikan NSFP saat Akhir Tahun

d. Contoh Faktur Pajak & Petunjuk Pengisian eFakturPajak

Dari penjelasan di atas tentunya tidak bisa sembarangan soal e-FakturPajak.

Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dengan mengetahui ketentuan dan aturan dalam menerbitkan Faktur Pajak yang benar juga tepat.

Sehingga terhindar dari sanksi denda pembuatan eFakturPajak tidak sah.

Agar terhindar dari berbagai masalah dalam pembuatan Faktur Pajak, Sobat Klikpajak dapat memanfaatkan fitur e-Faktur Klikpajak.

Melalui eFakturPajak Klikpajak, tidak hanya mudah membuat berbagai jenis Faktur Pajak elektronik, namun juga mudah kelola Pajak Masukan, bayar PPN terutang dengan cara yang praktis hingga rekonsiliasi pajak otomatis.

Di bawah ini adalah contoh eFaktur yang bisa Sobat Klikpajak dapatkan dengan mudah melalui Klikpajak by Mekari.

Lalu bagaimana cara pengisiannya? Simak selengkapnya tentang eFakturPajak di bawah ini.

eFakturPajak: Apa itu Penjelasan dan Fungsi Faktur Pajak Adalah Sebagai Berikut Disini!Contoh bentuk Faktur Pajak elektronik atau eFakturPajak.

Baca Juga : Ketahui Cara Mudah Bayar dan Lapor PPN Jasa Luar Negeri

Bayar & Lapor Pajak Lebih Mudah dengan Klikpajak by Mekari

Jika bisa praktis, kenapa harus menggunakan cara-cara yang dapat menyita banyak waktu dan tenaga Sobat Klikpajak untuk urusan perpajakan?

Sobat Klikpajak dapat menemukan semua kemudahan mengurus dan melakukan administrasi perpajakan ini melalui Klikpajak.

“Karena Klikpajak didukung dengan teknologi cloud yang memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform dan mengaksesnya di mana pun serta kapan saja Sobat Klikpajak inginkan.”

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Sobat Klikpajak dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Melalui Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan dengan mudah dan cepat karena dapat dilakukan dalam satu platfrom, sebab Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Klikpajak by Mekari adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak dalam satu platform.

“Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.”

Tentu saja bukan hanya menghitung, membayar dan melaporkan pajak saja, fitur lengkap Klikpajak by Mekari yang semakin memudahkan aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak mulai dari membuat e-Faktur hingga Bukti Potong elektronik.

Baca juga Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Temukan kemudahan urus perpajakan lainnya dengan Klikpajak by Mekari di bawah ini:

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Nah, lalu urus pajak lainnya lebih cepat dengan fitur lengkap Klikpajak by Mekari, fitur Klikpajak selengkapnya baca disini.

Baca Juga Artikel Blog Klikpajak Lainnya Ini :

Kategori : Pajak Bisnis

PUBLISHED27 Oct 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: