Klikpajak by Mekari

Aturan Terbaru Cara Lapor SPT Masa PPN Online di e-Faktur

Sudah tahu cara lapor SPT Masa PPN online menggunakan aplikasi e-Faktur? Ingat, DJP kembali menerbitkan ketentuan terbaru batas waktu upload eFaktur sebelum pelaporan SPT PPN 1111 secara daring.

Seperti kita tahu, sebelum eFaktur dilaporkan setiap bulannya, Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus mengunggah atau upload Faktur Pajak elektronik ke DJP untuk mendapatkan validasi dari Ditjen Pajak.

Tanpa persetujuan atau validasi DJP, maka Faktur Pajak tersebut dianggap tidak sah.

Namun untuk melakukan upload eFaktur ke Ditjen Pajak, kini diatur batas waktunya.

Jika melewati batas waktu unggah e Faktur yang ditetapkan DJP, maka pelaporan SPT Masa PPN 1111 akan gagal atau status reject oleh DJP.

Lalu, kapan batas waktu upload eFaktur sebelum melakukan pelaporan SPT Masa PPN atau lapor PPN bulanan?

Simak ulasannya dari blog Klikpajak.id berikut ini untuk mengetahui regulasi yang mengatur batas waktu upload eFaktur sebelum lapor SPT Masa PPN online sesuai ketentuan dan peraturan tata cara melaporkan e-Faktur terbaru ini.

Mekari Klikpajak adalah penyedia jasa aplikasi pajak online mitra DJP resmi, yang berkomitmen membantu dunia usaha mencapai ‘Powering Business Growth‘ setiap perusahaan.


Klikpajak hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam mengembangkan dan memajukan bisnis melalui penyediaan support system perpajakan online lengkap dan terintegrasi dengan akuntansi online Jurnal.id, serta didukung dengan sistem Application Programming Interface (API), seperti e-Faktur API dan e-Bupot API yang membuat pengelolaan pajak bisnis makin praktis.

Ingin langsung kelola pajak bisnis lebih mudah dan cepat? Gunakan aplikasi pajak online Klikpajak. Coba dan Buktikan Sekarang, Gratis!


Ketentuan Lapor SPT Masa PPN Online Harus di e-Faktur

Seiring berlakunya e-Faktur 3.0 DJP, pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak bisa lagi menggunakan e-SPT maupun e-Filing DJP, melainkan harus melalui aplikasi e-Faktur.

Seperti diketahui, dengan berlakunya sistem terbaru aplikasi e-Faktur, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2.

Artinya, tanpa update e-Faktur 3.0, pengguna aplikasi e-Faktur desktop tidak dapat menggunakan aplikasi e-Faktur untuk membuat bukti pungutan PPN elektronik ini, karena DJP telah menutup saluran e-Faktur 2.2.

Namun, setelah berhasil update e-Faktur 3.0 di perangkat komputer, pengguna e-Faktur 3.0 desktop tetap harus berpindah ke e-Faktur Web Based di web-efaktur.pajak.id untuk dapat menyampaikan SPT Masa PPN.

Fitur baru web eFaktur 3.0 yang ditawarkan serba otomatis ini salah satunya prepopulated eFaktur.

Apa itu prepopulated?

Keharusan update e-Faktur 3.0 DJP ini tidak hanya ditujukan pada Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini memilih menggunakan e-Faktur Client Desktop DJP saja.

Update eFaktur juga berlaku pada PJAP mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id agar memperbarui sistem e-Faktur versi terbaru ini pada servernya.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP (Direktorat Jenderal Pajak).

Tahukah Anda? Melalui e-Faktur Klikpajak.id, Anda tidak perlu install aplikasi e-Faktur 3.0 dan dapat membuat e-Faktur sekaligus lapor SPT Masa PPN online hanya dalam satu platform.

Terbaru, DJP kembali memperbarui sistem e-Faktur yakni update eFaktur 3.1 dan update 3.2 untuk mengakomodir layanan pengelolaan Faktur Pajak elektronik termasuk kenaikan tarif PPN 11% mulai 2022.

Jadi, langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.

Ingin langsung gunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install dan update aplikasi e-Faktur sendiri, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda sekarang juga di https://my.klikpajak.id/register.

Itulah sekilas tentang pembaruan sistem DJP pada aplikasi e-Faktur.

Sebelum mulai ke langkah-langkah cara lapor SPT Masa PPN online, sebaiknya pahami juga tentang jenis formulir SPT PPN terlebih dahulu.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

Pahami Jenis Formulir SPT Masa PPN Online Terlebih Dahulu

Dalam pelaporan SPT Masa PPN, PKP harus melaporkan Daftar Pajak Keluaran atas penyerahan dalam negeri dengan Faktur Pajak Masukan dalam SPT Masa PPN 1111, pada formulir:

  • Formulir 1111 A2 untuk Masa Pajak yang sama dengan tanggal Faktur Pajak dibuat
  • Formulir 1111 B3 untuk Pajak Masukan yang dapat dikreditkan, namun tidak dilakukan pengkreditan
  • Bagi PKP Pedagang Eceran, dapat melaporkan Faktur Pajak dalam SPT Masa PPN 1111 dengan cara digunggung
  • Jika PKP tidak termasuk pedagang eceran kemudian melaporkan Faktur Pajak dalam SPT Masa PPN 1111 dengan cara digunggung, maka dianggap tidak benar dan dapat dikenai sanksi

Baca juga: Jenis Dokumen yang Dipersamakan dengan Faktur Pajak Terbaru

a. Jenis Formulir SPT Masa PPN 1111

Berikut jenis-jenis formulir SPT Masa PPN 1111:

1. Induk SPT Masa PPN 1111 – Formulir 1111 (F.1.2.32.04)

2. Lampiran Form SPT Masa PPN 1111 Excel Terbaru, terdiri dari:

  • Formulir 1111 AB – Rekapitulasi Penyerahan dan Perolehan (D.1.2.32.07)
  • Formulir 1111 A1 – Daftar Ekspor BKP Berwujud, Barang Kena Pajak/BKP Tidak Berwujud atau Jasa Kena Pajak/JKP (D.1.2.32.08)
  • Formulir 1111 A2 – Daftar Pajak Keluaran atas Penyerahan Dalam Negeri dengan Faktur Pajak (D.1.2.32.09)
  • Formulir 1111 B1 – Daftar Pajak Masukan yang Dapat Dikreditkan atas Impor BKP dan Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dan/atau JKP dari Luar Daerah Pabean (D.1.2.32.10)
  • Formulir 1111 B2 – Daftar Pajak Masukan yang Dapat Dikreditkan atas Perolehan BKP/JKP Dalam Negeri (D.1.2.32.11)
  • Formulir 1111 B3 – Daftar Pajak Masukan yang Tidak Dikreditkan atau yang Mendapat Fasilitas (D.1.2.32.12)

Baca juga: Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

b. Pengecualian Jenis Formulir SPT Masa PPN

Terdapat pengecualian jenis formulir SPT Masa PPN berlaku bagi PKP yang menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan Pajak Masukan.

SPT Masa PPN yang berlaku dan dapat digunakan adalah SPT Masa PPN 1111 DM.

Jenis SPT Masa PPN 1111 DM ini terdiri dari:

1. Induk SPT Masa PPN 1111 DM – Formulir 1111 DM (F.1.2.32.05)

2. Lampiran SPT Masa PPN 1111 DM, yang terdiri atas:

  • Formulir 1111 A DM (D.1.2.32.13) – Daftar Pajak Keluaran atas Penyerahan Dalam Negeri dengan Faktur Pajak
  • Formulir 1111 R DM (D.1.2.32.13) – Daftar Pengembalian BKP dan Pembatalan JKP oleh PKP yang menggunakan Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFakturContoh formulir induk SPT Masa PPN 1111 untuk lapor SPT Masa PPN online terbaru di e-Faktur

Ketahui Batas Waktu Upload eFaktur untuk Lapor SPT PPN agar Tak Di-reject

Agar SPT Masa PPN berhasil dilaporkan, Anda harus mengetahui ketentuan terbaru kapan batas waktu unggah Faktur Pajak elektronik atau upload eFaktur.

Melalui Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2022 tentang Faktur Pajak, batas waktu upload eFaktur telah ditetapkan.

Artinya apabila melewati batas waktu upload e-Faktur yang sudah ditentukan Ditjen Pajak tersebut, maka PKP tidak dapat melaporkan SPT Masa PPN karena di-reject DJP.

Kapan batas waktu upload eFaktur biar enggak di-reject DJP?

Merujuk Pasal 18 ayat (1) PER-03/PJ/2022, e-Faktur yang dibuat wajib diunggah (di-upload) ke DJP menggunakan aplikasi e-Faktur dan memperoleh persetujuan dari DJP paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah tanggal pembuatan e-Faktur.

Artinya, jika PKP mengunggah atau upload eFaktur lewat dari tanggal 15 bulan berikutnya setelah Faktur Pajak elektronik dibuat, maka e-Faktur akan di-reject DJP.

Sehingga PKP tidak dapat melaporkan SPT Masa PPN dari e-Faktur yang dibuat tersebut, sebab Faktur Pajak elektronik dianggap tidak sah karena tidak mendapatkan persetujuan dari DJP.

Seperti diketahui, Faktur Pajak elektronik dianggap sah apabila e-Faktur dibuat dengan mencantumkan NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak) yang diberikan DJP dan eFaktur harus diunggah (di-upload) ke DJP dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan, yakni paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya sejak tanggal pembuatan eFaktur.

Baca Juga: Contoh Perhitungan PPN : Kurang Bayar, Lebih Bayar, Nihil

A. Contoh Kasus Upload eFaktur Di-reject DJP

Agar lebih mudah memahami ketentuan batas waktu upload eFaktur agar tidak di-reject DJP, simak contoh kasus berikut:

PT AAA merupakan PKP di bidang industri manufaktur. PT AAA melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) pada tanggal 25 Mei 2022.

Kemudian PT AAA membuat e-Faktur pada tanggal 25 Mei 2022 melalui aplikasi e-Faktur dengan mengisi kolom tanggal Faktur Pajak elektronik tersebut per tanggal 25 Mei 2022.

Akan tetapi, PT AAA baru mengunggah (upload) e-Faktur tersebut ke DJP menggunakan aplikasi e-Faktur pada tanggal 16 Juni.

Padahal, jika mengacu pada peraturan terbaru PER-03/PJ/2022 tersebut, batas waktu upload eFaktur adalah tanggal 15 bulan berikutnya setelah tanggal pembuatan Faktur Pajak.

Maka, Faktur Pajak elektronik atau e-Faktur yang diunggah PT AAA tersebut akan otomatis di-reject oleh sistem DJP.

Dengan demikian, PT AAA tidak dapat melaporkan SPT Masa PPN atas faktur pajak tersebut karena di-reject oleh Ditjen Pajak.

Jadi, itulah ketentuan batas waktu upload eFaktur agar tidak di-reject DJP sebelum lapor SPT Masa PPN.

Baca Juga: Bentuk, Contoh dan Tata Cara Pengisian SPT Masa PPN

B. Kapan Batas Waktu Lapor SPT PPN Online?

Batas waktu pelaporan SPT Masa PPN diatur dalam Pasal 10 dan 11 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 242/PMK.03/2014 tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak.

Kapan batas waktu lapor PPN Masa selengkapnya dapat Anda baca Batas Waktu Pembayaran Pajak dan Pelaporan SPT

Untuk mengetahui langkah-langkah tata cara lapor SPT Masa PPN online terbaru di e-Faktur Klikpajak, berikut Mekari Klikpajak berikan tutorialnya.

Tapi sebelum mulai ke cara lapor SPT Masa PPN bulanan, ketahui terlebih dahulu persiapan lapor SPT PPN terlebih dahulu.

Baca Juga: Tarif Denda PPN: Sanksi Telat Bayar & Terlambat Lapor PPN

Persiapan Lapor SPT Masa PPN

Sebelum melaporkan SPT Masa PPN online terbaru melalui e-Faktur, Anda harus menyiapkan beberapa hal yang menjadi syarat lapor SPT Masa PPN.

Berikut syarat yang diperlukan untuk lapor eFaktur atau menyampaikan SPT Masa PPN online:

1. Kartu NPWP Badan

Bagi Anda yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), ikuti cara daftar NPWP online berikut ini:

2. Memiliki EFIN Badan

Jika Anda belum memiliki EFIN (Electronic Filing Identification Number), berikut cara daftar EFIN Pajak online dan syarat-syaratnya:

3. Memiliki Sertifikat Elektronik

Syarat yang harus ada sebelum lapor SPT Masa PPN online terbaru berikutnya adalah memiliki Sertifikat Elektronik (Digital Certificate).

Apabila Anda belum memiliki Sertifikat Digital pajak, ikuti cara membuat Sertifikat Elektronik berikut ini:

4. Faktur Pajak Masukan

Faktur Pajak Masukan yang harus disiapkan ini artinya bahwa PKP benar-benar memiliki bukti pemotongan pajak atau bukti telah dipotong PPN oleh PKP lain.

5. Faktur Pajak Keluaran

Sedangkan syarat berikutnya berupa harus memiliki Faktur Pajak Keluaran artinya bukti pemungutan pajak atau bukti bahwa PKP benar-benar telah memotong PPN dari PKP lain.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online Terbaru di e-Faktur Klikpajak

Mulai Pelaporan SPT Masa PPN

Pelaporan SPT Masa PPN ini harus dilakukan setiap bulan atau Masa Pajak, meski tidak ada perubahan neraca maupun nilai rupiah pada Masa Pajak terkait atau nihil (0).

Kelengkapan SPT Masa PPN untuk lapor eFaktur

Dalam pelaporan SPT Masa PPN bulanan 1111 berbentuk dokumen elektronik harus dilampiri seluruh Lampiran SPT dalam bentuk dokumen elektronik yang dibuat sesuai ketentuan tata cara yang berlaku.

PKP wajib melaporkan daftar pajak keluaran atas penyerahan dalam negeri dengan Faktur Pajak dalam SPT Masa PPN 1111 pada Formulir 1111 A2 untuk masa pajak yang sama dengan tanggal eFaktur dibuat.

Sedangkan untuk Pajak Masukan yang sesuai ketentuan perundangan perpajakan dapat dikreditkan tapi tidak dilakukan pengkreditan PPN Masukan, maka harus dilaporkan dalam Formulir 1111 B3.

Bagi PKP Pedagang Eceran atau PKP yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP yang diatur secara khusus, boleh lapor eFaktur dalam SPT Masa PPN 1111 dengan cara digunggung.

Setelah semua persyaratan yang diperlukan lengkap, berikutnya Anda dapat mulai menyampaikan SPT Masa PPN online Anda dengan langkah-langkah lapor eFaktur sebagai berikut:

1. Mendaftarkan EFIN

Sebelum mulai lapor PPN online, Anda harus mendaftarkan EFIN yang didapat dari Ditjen Pajak ke Klikpajak untuk memiliki akun pajak.

Lakukan pendaftaran akun pajak Anda melalui tautan cara Registrasi EFIN di Klikpajak ini.

Setelah memiliki akun pajak di Klikpajak, Anda dapat melakukan login untuk melanjutkan proses pelaporan PPN online.

  • Login ke akun Klikpajak Anda melalui link https://my.klikpajak.id/login, lalu masukkan “email dan password yang telah Anda daftarkan di Klikpajak.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Jika Anda sudah masuk ke halaman utama (Home), klik pada tombol “Daftar EFIN” di kanan atas halaman utama.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Pada halaman Daftar EFIN, akan ditampilkan field NPWP, email, dan EFIN.
  • Harap perhatikan NPWP yang sudah terisi secara otomatis. Jika NPWP tidak sesuai, Anda bisa mengubahnya dengan klik tautan “Ubah NPWP”.
  • Masukkan email yang akan digunakan untuk kebutuhan pelaporan pajak Anda. Email yang digunakan bisa berbeda dengan username Anda.
  • Masukkan EFIN yang Anda miliki.

Cara Daftar EFIN

  • Jika data EFIN sudah dimasukkan dengan benar, klik button “Daftarkan”.

EFIN

  • Jika EFIN berhasil didaftarkan, Anda akan diarahkan ke halaman utama (Home) dan akan muncul informasi bahwa EFIN berhasil didaftarkan.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

Perhatikan: Jika EFIN yang sudah pernah terdaftar di PJAP lain, maka Anda harus membuat surat permohonan untuk pindah PJAP.

2. Cara Daftar EFIN jika Sudah Terdaftar di PJAP Lain

  • Ketika Anda daftar EFIN di Klikpajak, maka akan muncul informasi bahwa EFIN Anda sudah terdaftar di PJAP lain.
  • Klik link dengan keterangan “Klik di sini untuk petunjuk pemindahan EFIN”.

Petunjuk Pemindahan EFIN

  • Anda akan diarahkan ke halaman formulir pemindahan EFIN.
  • Langkah pertama adalah Anda harus mengisi data wajib pajak dengan lengkap dan benar, yang terdiri: Nama WP, EFIN,  Nama Penandatangan surat (Nama yang akan menandatangani surat permohonan pindah PJAP), Alamat NPWP (Alamat yang terdaftar pada NPWP Anda), ASP sebelumnya (Nama PJAP sebelumnya), Alasan pindah ke Klikpajak
  • Jika data sudah diisi dengan benar, lalu klik button “Submit”.

Profil Wajib Pajak

  • Sistem akan membuat permohonan Anda. Pada tahap ini, Anda dapat tinjau kembali apakah data yang ditampilkan sudah sesuai.
  • Jika surat permohonan sudah sesuai dengan data Anda, klik button “Download & Lanjutkan”.

Permohonan Pemindahan EFIN

  • Langkah selanjutnya adalah cetak dokumen dan tanda tangan dokumen. Harap Perhatikan: Dokumen harus ditandatangani oleh pemilik NPWP di atas Meterai Rp10.000.
  • Setelah itu, scan dokumen yang sudah ditandatangani dan simpan dalam format file PDF.
  • Lalu upload dokumen yang sudah ditandatangani ke aplikasi Klikpajak, dengan cara klik button “Pilih File” lalu klik button “Upload”.

Kirim Surat Pemindahan EFIN

  • Jika sudah berhasil di upload, akan muncul informasi bahwa permohonan Anda sedang diproses.
  • Sementara permohonan Anda sedang diproses, Anda perlu mengirimkan dokumen fisik surat permohonan pindah PJAP ke alamat kantor Klikpajak: Midplaza 2 Lantai 4, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 10-11, Jakarta 10220.

Submit Pemindahan EFIN

  • Anda akan menerima email, ketika permohonan pindah PJAP sudah di-approved dan EFIN Anda akan otomatis terdaftar di Klikpajak.

Langkah-langkah Lapor SPT Masa PPN Online Terbaru di eFaktur

Berikut tahapan lapor PPN masa dengan langkah-langkah tutorial cara lapor SPT Masa PPN online terbaru di e-Faktur:

A. Membuat Laporan SPT (Posting)

Langkah pertama dalam proses pelaporan SPT Masa PPN di e-Faktur adalah melakukan posting atau membuat laporan SPT terlebih dahulu.

Berikut cara posting SPT Masa PPN:

  • Klik menu “e-Faktur”, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian pada halaman SPT pilih “Posting”.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Setelah pilih Posting, akan ditampilkan popup Posting SPT, kemudian Anda harus melengkapi field yang tersedia.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Setelah field yang diminta dilengkapi, pilih “Cek Dokumen” untuk menghitung jumlah Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Masukan yang Anda miliki.
  • Setelah memilih Cek Dokumen, Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Masukan otomatis terhitung dan ditampilkan di popup Posting SPT.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Klik “Posting”, maka Anda akan diarahkan kembali ke halaman list SPT, yang mana SPT yang baru saja diposting akan muncul di list teratas, dengan Status SPT Mempersiapkan Data, kemudian Anda harus merefresh halaman tersebut, maka Status SPT akan berubah menjadi “Belum Approve”.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

B. Melihat Detail SPT Formulir Lampiran A1-A2 & B1-B2

Setelah melakukan posting SPT Masa PPN, Anda dapat melihat detail SPT Formulir Lampiran A1-A2 & B1-B3.

Untuk melihat detail SPT formulir lampiran tersebut, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Klik menu “e-Faktur”, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT, pilih SPT yang ingin dilihat detail formulir lampirannya, dengan cara klik “Masa/Tahun Pajaknya”, lalu Anda akan diarahkan ke halaman detail SPT yang defaultnya akan berada pada Formulir Lampiran AB.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Pada halaman detail SPT Formulir Lampiran AB, pilih “Formulir Lampiran” yang ingin dilihat, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Formulir Lampiran tersebut.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

C. Melihat Detail Formulir Lampiran AB

Anda juga dapat melihat detail formulir lampiran AB dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Klik menu “e-Faktur”, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT, pilih SPT yang ingin dilihat detail Formulir Lampiran AB-nya, dengan mengklik “Masa/Tahun Pajaknya”, lalu Anda akan diarahkan ke halaman detail SPT yang defaultnya akan berada pada Formulir Lampiran AB.

Detail Formulir 1111 AB

D. Melihat Detail SPT PPN Formulir Induk

Untuk melihat detail SPT formulir induk, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Klik menu “e-Faktur”, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT, pilih SPT yang ingin dilihat detail formulir induknya, dengan cara klik “Masa/Tahun Pajaknya”, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman detail SPT yang defaultnya akan berada pada Formulir Lampiran AB.

Formulir 1111 AB, Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Pada halaman detail SPT Formulir Lampiran AB, pilih “Formulir Induk“, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman “Formulir Induk“.

Formulir Induk eFaktur, Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

e. Mereview dan Mencocokkan Data SPT

Selangkah lagi ke tahap akhir proses pelaporan SPT Masa PPN, lakukan review dan penyesuaian data SPT terlebih dahulu.

Berikut langkah-langkah mereview dan pencocokan data SPT;

  • Klik menu e-Faktur, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT, pilih SPT yang ingin di-review, dengan cara mengklik “Masa/Tahun Pajaknya”, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman detail SPT yang defaultnya akan berada pada Formulir Lampiran AB.
  • Pada halaman Formulir Lampiran AB Anda dapat mereview formulir lampiran AB dan juga dapat menginput pada beberapa field (misalnya pajak digunggung).

Formulir Lampiran, Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Setelah melakukan review dan input, pilih “Lanjut ke Formulir Induk”, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Formulir Induk. Pada halaman Formulir Induk, Anda dapat mereview dan dapat juga menginput sesuai pada field yang enable saja.

Formulir Induk, Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Pada formulir induk Bagian II, III, V, ada bagian SSP untuk menyertakan NTPN atau bukti pembayaran. Jika Anda ingin menyertakan NTPN atau bukti pembayaran, pilih “SSP” pada bagian yang Anda ingin sertakan NTPN-nya. Kemudian muncul popup “Daftar SSP PPN Kurang Bayar”, Anda harus melengkapi field yang diminta.

PPN Kurang Bayar, Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Setelah melengkapi field, klik “Simpan“. Kemudian Anda akan diarahkan kembali ke halaman “Formulir Induk” dan setelah selesai mereview serta melakukan penyesuaian data pada formulir induk, pilih “Validasi SPT ke DJP”.

Validasi SPT Online, Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Setelah pilih Validasi SPT ke DJP, maka Anda akan diarahkan ke halaman list SPT dengan Status SPT Sedang Divalidasi. Jika data SPT dan NTPN yang dimasukkan valid, maka Status SPT akan berubah menjadi “Siap Lapor”.

Status SPT, Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

f. Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur

Setelah melakukan tahap-tahap di atas, berikutnya langsung saja melaporkan SPT Masa PPN tersebut hingga selesai dan mendapatkan Bukti Lapor.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Login kembali ke akun Klikpajak Anda di https://my.klikpajak.id/login, masukkan “email dan password” Anda yang terdaftar di Klikpajak
  • Klik menu e-Faktur, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT pilih dengan “Status SPT yang Siap Lapor”, masuk ke detail SPT kemudian pilih “Formulir Induk”, maka Anda akan diarahkan ke halaman formulir induk. Pada formulir induk pilih “Lapor SPT”.

Cara Lapor SPT Online

  • Setelah pilih “Lapor SPT”, Anda akan diarahkan kembali ke halaman list SPT dengan status SPT menjadi “Sedang Dilapor”. Jika laporan berhasil, maka status SPT akan menjadi “Berhasil” dan muncul NTTE (Nomor Tanda Terima Elektronik).

Tampilan SPT e-Faktur

  • Untuk mengunduh (download) Bukti Penerimaan Elektronik (BPE), klik nomor NTTE-nya, maka BPE akan otomatis terunduh.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur
BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

Lapor SPT Masa PPN online di e-Faktur Klikpajak mudah, bukan?

Bukan hanya lapor SPT Masa PPN online saja, melalui e-Faktur Klikpajak, Anda juga dapat lebih mudah membuat berbagai macam eFaktur, mulai dari Faktur Pajak Keluaran, Retur, Pembetulan, Penggantian dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Panduan Lengkap membuat berbagai jenis e-Faktur Online

Jangan Lupa Upload eFaktur sebelum Tanggal 15 ya!

Itulah ketentuan terbaru upload eFaktur sebelum melaporkan SPT Masa PPN agar tidak di-reject oleh DJP.

Sebaiknya, segera dapatkan validasi DJP dari eFaktur yang dibuat setelah membuatnya agar terhindar dari reject oleh DJP.

Selain mudah kelola eFaktur, melalui Mekari Klikpajak, Anda juga dapat mengelola pajak lainnya lebih efektif dan efisien.

Sebab Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan cara yang simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar dan lapor pajak dalam satu platform.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan Anda dengan akurat, sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan yang dapat berdampak pada sanksi dan denda yang merugikan Anda.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang memudahkan urusan perpajakan Anda jadi lebih efektif dan efisien?

Berikut Fitur Lengkap Pajak Online Klikpajak yang semakin memudahkan pengelolaan pajak bisnis.

Tunggu apalagi, hemat waktu dan tenaga Anda untuk mengurus pajak perusahaan dengan cara yang efektif sekarang juga!

Mau tahu cara kelola pajak bisnis lebih mudah dan cepat?

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Tanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Cara Lapor SPT Masa 1111 PPN Online di Web e-Faktur bagi Pengguna eFaktur Desktop DJP

Bagi wajib pajak yang masih menggunakan aplikasi eFaktur client desktop DJP, harus pindah ke web-eFaktur untuk dapat melaporkan SPT PPN-nya.

Sebelum melaporkan, penuhi persyaratannya seperti memiliki data login web E-Faktur DJP, memiliki sertifikat elektronik, menyiapkan password e-Nofa, dan data-data faktur di aplikasi E-Faktur.

Berikut prosedur dan langkah-langkah cara lapor eFaktur atau cara lapor PPN di web-eFaktur bagi pengguna e-Faktur desktop DJP Online:

  1. Akses situ DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ atau buka aplikasi e-Faktur dengan klik aplikasi ETaxInvoice, pilih lokal database dan klik connect.
  2. Sebelum login, pastikan terlebih dahulu untuk menginstal sertifikat elektronik yang telah dimiliki.
  3. Kemudian masukan nama user dan password akun PKP (sesuai dengan saat daftar e-Faktur).
  4. Lalu mengisi profil PKP untuk mengisi nama dan jabatan penandatangan faktur dan SPT.
  5. Setelah masuk ke web-Faktur DJP online, pilih menu SPT dan klik administrasi SPT, lalu klik posting SPT.
  6. Pilih masa pajak dan tahun pajak, sesuai demgan masa pajak yang akan dilaporkan.
  7. Apabila mau melakukan pembetulan laporan ke-1 maka pada kolom pembetulan diisi angka 1.
  8. Jika bukan pembetulan, pada kolom pembetulan diisi dengan kode 0.
  9. Kemudian pilih ‘Cek Jumlah Dok PKPM’ untuk proses pengecekan data sudah benar atau belum.
  10. Lalu klik posting sehingga muncul kotak dialog ‘Data SPT Berhasil Dibentuk’.
  11. Jika termasuk PKP yang belum melakukan kegiatan usaha dan belum menerbitkan Faktur Pajak, maka SPT yang terbentuk adalah SPT PPN Nihil.
  12. Kemudian klik menu SPT dan pilih buka SPT.
  13. Pilih masa pajak yang akan dibuka dan klik menu ‘Buka SPT untuk Diubah’, klik SPT dan pilih formulir induk, klik menu 1111.
  14. Berikutnya klik bagian VI, isikan ‘Tempat dan Tanggal Laporan’ lalu klik simpan.
  15. Apabila muncul ‘Data Berhasil Disimpan’ lanjutkan klik OK.
  16. Selanjutnya pilih menu SPT dan buka SPT, pilih masa pajak yang akan dilaporkan.
  17. Setelah memasukan masa pajak, klik ‘Buat File SPT (CSV)’, klik OK jika muncul kota dialog ‘SPT berhasil dibuat’.
  18. Cetak SPT induk dan lampiran AB.
  19. Kemudian simpan file PDF di folder Document pada komputer yang digunakan, caranya kik save hingga muncul pesan ‘PDF SPT Induk dan AB Berhasil Dibuat’, lalu klik OK.
  20. Cetak file PDF yang sudah tersimpan di document, dan copy file CSV yang disimpan di document tersebut sebagai backup atau cadangan saat dilaporkan.
  21. Untuk melaporkan SPT induk yang berhasil dibuat tersebut, pada web-eFaktur, pilih induk, kemudian isi NTPN.
  22. Selanjutnya pilih metode pembayaran NTPN atau Pbk.
  23. Jika NTPN, maka isi NTPN sesuai dengan nomor di bukti pembayaran elektronik.
  24. Lalu isi jumlah sesuai dengan PPN yang telah dibayarkan.
  25. Apabila merupakan PBk, maka isi nomor Pbk yang dikeluarkan oleh KPP dan isikan jumlahnya.
  26. Setelah terisi, klik ‘tambah’, lalu pilih kolom pernyataan dan submit SPT.
  27. Apabila dokumen telah lengkap diposting, wajib pajak akan mendapatkan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) sebagai bukti telah melaporkan SPT Masa PPN 1111, dan proses pelaporan PPN online pun selesai.

Apabila Anda mengalami kendala pada saat melakukan administrasi perpajakan di laman DJP Online, dapat melakukan pengaduan layanan melalui:

  • Telepon : 1500200
  • Faksimile : (021) 5251245
  • Email : pengaduan@pajak.go.id
  • Twitter : @kring_pajak
  • Website : pengaduan.pajak.go.id
  • Chat pajak : www.pajak.go.id
  • Penyampaian surat atau datang langsung ke Direktorat P2Humas atau unit kerja lainnya.
Kategori : Produk

PUBLISHED28 Nov 2022
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: