Awas Di-reject! Ini Aturan Terbaru Cara Lapor SPT Masa PPN Online di e-Faktur

Bukan hanya keharusan cara lapor SPT Masa PPN menggunakan aplikasi e-Faktur, DJP kembali menerbitkan ketentuan terbaru batas waktu upload eFaktur untuk pelaporan SPT PPN.

Mekari Klikpajak akan mengulas regulasi terbaru ketentuan pengelolaan Faktur Pajak elektronik atau eFaktur sebelum melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Mmasa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau lapor e-Faktur.

Seperti kita tahu, sebelum eFaktur dilaporkan setiap bulannya, Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus mengunggah atau upload Faktur Pajak elektronik yang dibuat atau yang diterbitkan ke DJP untuk mendapatkan validasi dari Ditjen Pajak.

Tanpa persetujuan atau validasi DJP, maka Faktur Pajak tersebut dianggap tidak sah.

Namun untuk melakukan upload eFaktur ke DJP itu pun kini diatur batas waktunya.

Jika melewati batas waktu upload eFaktur yang ditetapkan DJP, maka pelaporan SPT Masa PPN akan gagal atau status reject oleh DJP.

Lalu, kapan batas waktu upload eFaktur sebelum cara lapor SPT Masa PPN itu?

Terus simak ulasan blog Klikpajak.id berikut ini untuk mengetahui batas waktu upload eFaktur sebelum melaporkan SPT PPN sesuai ketentuan dan peraturan tata cara melaporkan e-Faktur terbaru ini.

Pahami Dahulu Ketentuan Lapor SPT Masa PPN Harus di e-Faktur

Seiring berlakunya e-Faktur 3.0 DJP, pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak bisa lagi menggunakan e-SPT maupun e-Filing DJP, melainkan harus lewat aplikasi e-Faktur.

Seperti diketahui, dengan berlakunya sistem terbaru aplikasi e-Faktur, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2.

Artinya, tanpa update e-Faktur 3.0, pengguna aplikasi e-Faktur desktop tidak dapat menggunakan aplikasi e-Faktur untuk membuat Faktur Pajak elektronik ini, karena DJP telah menutup saluran e-Faktur 2.2.

Namun, setelah berhasil update e-Faktur 3.0 di perangkat komputer, pengguna e-Faktur 3.0 desktop tetap harus berpindah ke e-Faktur Web Based di web-efaktur.pajak.id untuk dapat menyampaikan SPT Masa PPN.

Fitur baru e-Faktur 3.0 yang ditawarkan serba otomatis ini salah satunya prepopulated eFaktur.

Apa itu prepopulated?

Keharusan update e-Faktur 3.0 DJP ini tidak hanya ditujukan pada Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini memilih menggunakan e-Faktur Client Desktop DJP saja.

Update eFaktur ini juga berlaku pada PJAP mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id agar memperbarui sistem e-Faktur versi terbaru ini pada servernya.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP (Direktorat Jenderal Pajak).

Tahukah Anda? Melalui e-Faktur Klikpajak.id, Anda tidak perlu install aplikasi e-Faktur 3.0 dan dapat membuat e-Faktur sekaligus lapor SPT Masa PPN online hanya dalam satu platform.

Terbaru, DJP kembali memperbarui sistem e-Faktur yakni update eFaktur 3.1 dan update 3.2 untuk mengakomodir layanan pengelolaan Faktur Pajak elektronik termasuk kenaikan tarif PPN 11% mulai 2022.

Jadi, langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.

Ingin langsung gunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install dan update aplikasi e-Faktur sendiri, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda sekarang juga di https://my.klikpajak.id/register.

Itulah sekilas tentang pembaruan sistem DJP pada aplikasi e-Faktur.

Sebelum mulai ke langkah-langkah cara lapor SPT Masa PPN online, sebaiknya pahami juga tentang jenis formulir SPT PPN terlebih dahulu.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

Pahami Jenis Formulir SPT Masa PPN Terlebih Dahulu

Dalam pelaporan SPT Masa PPN, PKP harus melaporkan Daftar Pajak Keluaran atas penyerahan dalam negeri dengan Faktur Pajak Masukan dalam SPT Masa PPN 1111, pada formulir:

  • Formulir 1111 A2 untuk Masa Pajak yang sama dengan tanggal Faktur Pajak dibuat
  • Formulir 1111 B3 untuk Pajak Masukan yang dapat dikreditkan, namun tidak dilakukan pengkreditan
  • Bagi PKP Pedagang Eceran, dapat melaporkan Faktur Pajak dalam SPT Masa PPN 1111 dengan cara digunggung
  • Jika PKP tidak termasuk pedagang eceran kemudian melaporkan Faktur Pajak dalam SPT Masa PPN 1111 dengan cara digunggung, maka dianggap tidak benar dan dapat dikenai sanksi

Baca juga: Jenis Dokumen yang Dipersamakan dengan Faktur Pajak Terbaru

a. Jenis-Jenis Formulir SPT Masa PPN

Berikut jenis-jenis formulir SPT Masa PPN 1111:

1. Induk SPT Masa PPN 1111 – Formulir 1111 (F.1.2.32.04)

2. Lampiran Form SPT Masa PPN 1111 Excel Terbaru, terdiri dari:

  • Formulir 1111 AB – Rekapitulasi Penyerahan dan Perolehan (D.1.2.32.07)
  • Formulir 1111 A1 – Daftar Ekspor BKP Berwujud, Barang Kena Pajak/BKP Tidak Berwujud atau Jasa Kena Pajak/JKP (D.1.2.32.08)
  • Formulir 1111 A2 – Daftar Pajak Keluaran atas Penyerahan Dalam Negeri dengan faktur Pajak (D.1.2.32.09)
  • Formulir 1111 B1 – Daftar Pajak Masukan yang Dapat Dikreditkan atas Impor BKP dan Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dan/atau JKP dari Luar Daerah Pabean (D.1.2.32.10)
  • Formulir 1111 B2 – Daftar Pajak Masukan yang Dapat Dikreditkan atas Perolehan BKP/JKP Dalam Negeri (D.1.2.32.11)
  • Formulir 1111 B3 – Daftar Pajak Masukan yang Tidak Dikreditkan atau yang Mendapat Fasilitas (D.1.2.32.12)

Note: Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

b. Pengecualian Jenis Formulir SPT Masa PPN

Terdapat pengecualian jenis formulir SPT Masa PPN berlaku bagi PKP yang menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan Pajak Masukan.

SPT Masa PPN yang berlaku dan dapat digunakan adalah SPT Masa PPN 1111 DM.

Jenis SPT Masa PPN 1111 DM ini terdiri dari:

1. Induk SPT Masa PPN 1111 DM – Formulir 1111 DM (F.1.2.32.05)

2. Lampiran SPT Masa PPN 1111 DM, yang terdiri atas:

  • Formulir 1111 A DM (D.1.2.32.13) – Daftar Pajak Keluaran atas Penyerahan Dalam Negeri dengan Faktur Pajak
  • Formulir 1111 R DM (D.1.2.32.13) – Daftar Pengembalian BKP dan Pembatalan JKP oleh PKP yang menggunakan Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFakturContoh formulir induk SPT Masa PPN 1111 untuk lapor SPT Masa PPN online terbaru di e-Faktur

Ketahui Batas Waktu Upload eFaktur untuk Lapor SPT PPN agar Tak Di-reject

Seperti yang sudah disebutkan di atas, agar SPT Masa PPN berhasil dilaporkan, Anda harus mengetahui ketentuan terbaru kapan batas waktu unggah Faktur Pajak elektronik atau upload eFaktur.

Melalui Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2022 tentang Faktur Pajak, batas waktu upload eFaktur telaha ditetapkan.

Artinya apabila melewati batas waktu upload e-Faktur yang sudah ditentukan DJP tersebut, maka PKP tidak dapat melaporkan SPT Masa PPN karena di-reject DJP.

Kapan batas waktu upload eFaktur biar enggak di-reject DJP?

Merujuk Pasal 18 ayat (1) PER-03/PJ/2022, e-Faktur yang dibuat wajib diunggah (di-upload) ke DJP menggunakan aplikasi e-Faktur dan memperoleh persetujuan dari DJP paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya setelah tanggal pembuatan e-Faktur.

Artinya, jika PKP mengunggah atau upload eFaktur lewat dari tanggal 15 bulan berikutnya setelah  Faktur Pajak elektronik dibuat, maka e-Faktur akan di-reject DJP.

Sehingga PKP tidak dapat melaporkan SPT Masa PPN dari e-Faktur yang dibuat tersebut, sebab Faktur Pajak elektronik tersebut dinggap tidak sah karena tidak mendapatkan persetujuan dari DJP.

Seperti diketahui, Faktur Pajak elektronik dianggap sah apabila e-Faktur dibuat dengan mencantumkan NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak) yang diberikan DJP dan eFaktur harus diunggal (di-upload) ke DJP dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan, yakni paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya sejak tanggal pembuatan eFaktur.

Contoh Kasus Upload eFaktur Di-reject DJP

Agar lebih mudah memahami ketentuan batas waktu upload eFaktur agar tidak di-reject DJP, simak contoh kasus berikut:

PT AAA merupakan PKP di bidang industri manufaktur. PT AAA melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) pada tanggal 25 Mei 2022.

Kemudian PT AAA membuat e-Faktur pada tanggal 25 Mei 2022 melalui aplikasi e-Faktur dengan mengisi kolom tanggal Faktur Pajak elektronik tersebut per tanggal 25 Mei 2022.

Akan tetapi, PT AAA baru mengunggah (upload) e-Faktur tersebut ke DJP menggunakan aplikasi e-Faktur pada tanggal 16 Juni.

Padahal, jika mengacu pada peraturan terbaru PER-03/PJ/2022 tersebut, batas waktu upload eFaktur adalah tanggal 15 bulan berikutnya setelah tanggal pembuatan Faktur Pajak.

Maka, Faktur Pajak elektronik atau e-Faktur yang diunggah PT AAA tersebut akan otomatis di-reject oleh sistem DJP.

Dengan demikian, PT AAA tidak dapat melaporkan SPT Masa PPN atas faktur pajak tersebut karena di-reject oleh Ditjen Pajak.

Jadi, itulah ketentuan batas waktu upload eFaktur agar tidak di-reject DJP sebelum lapor SPT Masa PPN.

Untuk mengetahui langkah-langkah tata cara lapor SPT Masa PPN online terbaru di e-Faktur Klikpajak, berikut Mekari Klikpajak berikan tutorialnya.

Tapi sebelum mulai ke cara lapor SPT Masa PPN, ketahui terlebih dahulu persiapan lapor SPT PPN terlebih dahulu.

Persiapan Lapor SPT Masa PPN

Sebelum melaporkan SPT Masa PPN online terbaru melalui e-Faktur, Anda harus menyiapkan beberapa hal yang menjadi syarat lapor SPT Masa PPN.

Berikut syarat yang diperlukan untuk menyampaikan SPT Masa PPN online:

1. Kartu NPWP Badan

Bagi Anda yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), ikuti cara daftar NPWP online berikut ini:

2. Memiliki EFIN Badan

Jika Anda belum memiliki EFIN (Electronic Filing Identification Number), berikut cara mendapatkan EFIN Pajak online:

3. Memiliki Sertifikat Elektronik

Syarat yang harus ada sebelum lapor SPT Masa PPN online terbaru berikutnya adalah memiliki Sertifikat Elektronik (Digital Certificate).

Apabila Anda belum memiliki Sertifikat Elektronik, ikuti cara membuat Sertifikat Elektronik berikut ini:

4. Faktur Pajak Masukan

Faktur Pajak Masukan yang harus disiapkan ini artinya bahwa PKP benar-benar memiliki bukti pemotongan pajak atau bukti telah dipotong PPN oleh PKP lain.

5. Faktur Pajak Keluaran

Sedangkan syarat berikutnya berupa harus memiliki Faktur Pajak Keluaran artinya bukti pemungutan pajak atau bukti bahwa PKP benar-benar telah memotong PPN dari PKP lain.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online Terbaru di e-Faktur Klikpajak

Mulai Melaporkan SPT Masa PPN

Pelaporan SPT Masa PPN ini harus dilakukan setiap bulan atau Masa Pajak, meski tidak ada perubahan neraca maupun nilai rupiah pada Masa Pajak terkait atau nihil (0).

Setelah semua persyaratan yang diperlukan lengkap, berikutnya Anda dapat mulai menyampaikan SPT Masa PPN online Anda dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mendaftarkan EFIN

Sebelum mulai lapor SPT Masa PPN online, Anda harus mendaftarkan EFIN yang didapat dari Ditjen Pajak ke Klikpajak.

Berikut cara registrasi EFIN di Klikpajak:

  • Login ke akun Klikpajak Anda melalui link https://my.klikpajak.id/login, lalu masukkan “email dan password yang telah Anda daftarkan di Klikpajak.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Jika Anda sudah masuk ke halaman utama (Home), klik pada tombol “Daftar EFIN” di kanan atas halaman utama.

Daftar EFIN

  • Pada halaman Daftar EFIN, akan ditampilkan field NPWP, email, dan EFIN.
  • Harap perhatikan NPWP yang sudah terisi secara otomatis. Jika NPWP tidak sesuai, Anda bisa mengubahnya dengan klik tautan “Ubah NPWP”.
  • Masukkan email yang akan digunakan untuk kebutuhan pelaporan pajak Anda. Email yang digunakan bisa berbeda dengan username Anda.
  • Masukkan EFIN yang Anda miliki.

Cara Daftar EFIN

  • Jika data EFIN sudah dimasukkan dengan benar, klik button “Daftarkan”.

EFIN

  • Jika EFIN berhasil didaftarkan, Anda akan diarahkan ke halaman utama (Home) dan akan muncul informasi bahwa EFIN berhasil didaftarkan.

Berhasil Daftar EFIN

Perhatikan: Jika EFIN yang sudah pernah terdaftar di PJAP lain, maka Anda harus membuat surat permohonan untuk pindah PJAP.

2. Cara Daftar EFIN jika Sudah Terdaftar di PJAP Lain

  • Ketika Anda daftar EFIN di Klikpajak, maka akan muncul informasi bahwa EFIN Anda sudah terdaftar di PJAP lain.
  • Klik link dengan keterangan “Klik di sini untuk petunjuk pemindahan EFIN”.

Petunjuk Pemindahan EFIN

  • Anda akan diarahkan ke halaman formulir pemindahan EFIN.
  • Langkah pertama adalah Anda harus mengisi data wajib pajak dengan lengkap dan benar, yang terdiri: Nama WP, EFIN,  Nama Penandatangan surat (Nama yang akan menandatangani surat permohonan pindah PJAP), Alamat NPWP (Alamat yang terdaftar pada NPWP Anda), ASP sebelumnya (Nama PJAP sebelumnya), Alasan pindah ke Klikpajak
  • Jika data sudah diisi dengan benar, lalu klik button “Submit”.

Profil Wajib Pajak

  • Sistem akan membuat permohonan Anda. Pada tahap ini, Anda dapat tinjau kembali apakah data yang ditampilkan sudah sesuai.
  • Jika surat permohonan sudah sesuai dengan data Anda, klik button “Download & Lanjutkan”.

Permohonan Pemindahan EFIN

  • Langkah selanjutnya adalah cetak dokumen dan tanda tangan dokumen. Harap Perhatikan: Dokumen harus ditandatangani oleh pemilik NPWP di atas Meterai Rp10.000.
  • Setelah itu, scan dokumen yang sudah ditandatangani dan simpan dalam format file PDF.
  • Lalu upload dokumen yang sudah ditandatangani ke aplikasi Klikpajak, dengan cara klik button “Pilih File” lalu klik button “Upload”.

Kirim Surat Pemindahan EFIN

  • Jika sudah berhasil di upload, akan muncul informasi bahwa permohonan Anda sedang diproses
  • Sementara permohonan Anda sedang diproses, Anda perlu mengirimkan dokumen fisik surat permohonan pindah PJAP ke alamat kantor Klikpajak: Midplaza 2 Lantai 4, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 10-11, Jakarta 10220

Submit Pemindahan EFIN

  • Anda akan menerima email, ketika permohonan pindah PJAP sudah di-approved dan EFIN Anda akan otomatis terdaftar di Klikpajak.

3. Langkah-langkah Lapor SPT Masa PPN Online Terbaru di eFaktur

Berikut tahapan langkah-langkah tutorial cara lapor SPT Masa PPN online terbaru di e-Faktur:

a. Membuat Laporan SPT (Posting)

Langkah pertama dalam proses pelaporan SPT Masa PPN di e-Faktur adalah melakukan posting atau membuat laporan SPT terlebih dahulu.

Berikut cara posting SPT Masa PPN:

  • Klik menu “e-Faktur”, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian pada halaman SPT pilih “Posting”.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Setelah pilih Posting, akan ditampilkan popup Posting SPT, kemudian Anda harus melengkapi field yang tersedia.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Setelah field yang diminta dilengkapi, pilih “Cek Dokumen” untuk menghitung jumlah Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Masukan yang Anda miliki.
  • Setelah memilih Cek Dokumen, Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Masukan otomatis terhitung dan ditampilkan di popup Posting SPT.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Klik “Posting”, maka Anda akan diarahkan kembali ke halaman list SPT, yang mana SPT yang baru saja diposting akan muncul di list teratas, dengan Status SPT Mempersiapkan Data, kemudian Anda harus merefresh halaman tersebut, maka Status SPT akan berubah menjadi “Belum Approve”.

Status SPT

b. Melihat Detail SPT Formulir Lampiran A1-A2 & B1-B2

Setelah melakukan posting SPT Masa PPN, Anda dapat melihat detail SPT Formulir Lampiran A1-A2 & B1-B3.

Untuk melihat detail SPT formulir lampiran tersebut, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Klik menu “e-Faktur”, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT, pilih SPT yang ingin dilihat detail formulir lampirannya, dengan cara klik “Masa/Tahun Pajaknya”, lalu Anda akan diarahkan ke halaman detail SPT yang defaultnya akan berada pada Formulir Lampiran AB.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

  • Pada halaman detail SPT Formulir Lampiran AB, pilih “Formulir Lampiran” yang ingin dilihat, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Formulir Lampiran tersebut.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur

c. Melihat Detail Formulir Lampiran AB

Anda juga dapat melihat detail formulir lampiran AB dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Klik menu “e-Faktur”, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT, pilih SPT yang ingin dilihat detail Formulir Lampiran AB-nya, dengan mengklik “Masa/Tahun Pajaknya”, lalu Anda akan diarahkan ke halaman detail SPT yang defaultnya akan berada pada Formulir Lampiran AB.

Detail Formulir 1111 AB

d. Melihat Detail SPT PPN Formulir Induk

Untuk melihat detail SPT formulir induk, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Klik menu “e-Faktur”, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT, pilih SPT yang ingin dilihat detail formulir induknya, dengan cara klik “Masa/Tahun Pajaknya”, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman detail SPT yang defaultnya akan berada pada Formulir Lampiran AB.

Formulir 1111 AB

  • Pada halaman detail SPT Formulir Lampiran AB, pilih “Formulir Induk:, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman “Formulir Induk”.

Formulir Induk eFaktur

e. Mereview dan Mencocokkan Data SPT

Selangkah lagi ke tahap akhir proses pelaporan SPT Masa PPN, lakukan review dan penyesuaian data SPT terlebih dahulu.

Berikut langkah-langkah mereview dan pencocokan data SPT;

  • Klik menu e-Faktur, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT, pilih SPT yang ingin di-review, dengan cara mengklik “Masa/Tahun Pajaknya”,, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman detail SPT yang defaultnya akan berada pada Formulir Lampiran AB.
  • Pada halaman Formulir Lampiran AB Anda dapat mereview formulir lampiran AB dan juga dapat menginput pada beberapa field (misalnya pajak digunggung).

Formulir Lampiran

  • Setelah melakukan review dan input, pilih “Lanjut ke Formulir Induk”, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Formulir Induk. Pada halaman Formulir Induk, Anda dapat meriview dan dapat juga menginput sesuai pada field yang enable saja.

Formulir Induk

  • Pada formulir induk Bagian II, III, V, ada bagian SSP untuk menyertakan NTPN atau bukti pembayaran. Jika Anda ingin menyertakan NTPN atau bukti pembayaran, pilih “SSP” pada bagian yang Anda ingin sertakan NTPN-nya. Kemudian muncul popup “Daftar SSP PPN Kurang Bayar”, Anda harus melengkapi field yang diminta.

PPN Kurang Bayar

  • Setelah melengkapi field, klik “Simpan”. Kemudian Anda akan diarahkan kembali ke halaman “Formulir Induk” dan setelah selesai mereview serta melakukan penyesuaian data pada formulir induk, pilih “Validasi SPT ke DJP”.

Validasi SPT Online

  • Setelah pilih Validasi SPTke DJP, maka Anda akan diarahkan ke halaman list SPT dengan Status SPT Sedang Divalidasi. Jika data SPT dan NTPN yang dimasukkan valid, maka Status SPT akan berubah menjadi “Siap Lapor”.

Status SPT

f. Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur

Setelah melakukan tahap-tahap di atas, berikutnya langsung saja melaporkan SPT Masa PPN tersebut hingga selesai dan mendapatkan Bukti Lapor.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Login kembali ke akun Klikpajak Anda di https://my.klikpajak.id/login, masukkan “email dan password” Anda yang terdaftar di Klikpajak
  • Klik menu e-Faktur, setelah itu pilih submenu SPT, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman SPT yang berisi list SPT.
  • Pada list SPT pilih dengan “Status SPT yang Siap Lapor”, masuk ke detail SPT kemudian pilih “Formulir Induk”, maka Anda akan diarahkan ke halaman formulir induk. Pada formulir induk pilih “Lapor SPT”.

Cara Lapor SPT Online

  • Setelah pilih “Lapor SPT”, Anda akan diarahkan kembali ke halaman list SPT dengan status SPT menjadi “Sedang Dilapor”. Jika laporan berhasil, maka status SPT akan menjadi “Berhasil” dan muncul NTTE (Nomor Tanda Terima Elektronik).

Tampilan SPT e-Faktur

  • Untuk mengunduh (download) Bukti Penerimaan Elektronik (BPE), klik nomor NTTE-nya, maka BPE akan otomatis terunduh.

Cara Lapor SPT Masa PPN Online, batas waktu upload eFaktur
BPE yang diterbitkan Klikpajak resmi dari DJP

Lapor SPT Masa PPN online di e-Faktur Klikpajak mudah, bukan?

Bukan hanya lapor SPT Masa PPN online saja, melalui e-Faktur Klikpajak, Anda juga dapat lebih mudah membuat berbagai macam e-Faktur, mulai dari Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Masukan, Faktur Pajak Retur, Faktur Pajak Pembetulan, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Panduan Lengkap membuat berbagai jenis e-Faktur Online

Bayar dan Lapor Pajak

Jangan Lupa Upload eFaktur sebelum Tanggal 15, ya?

Itulah ketentuan terbaru upload eFaktur sebelum melaporkan SPT Masa PPN agar tidak di-reject oleh DJP.

Sebaiknya, segera dapatkan validasi DJP dari eFaktur yang dibuat setelah membuatnya agar terhindar dari reject oleh DJP.

Selain mudah kelola eFaktur, melalui Mekari Klikpajak, Anda juga dapat mengelola pajak lainnya lebih efektif dan efisien.

Sebab Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan cara yang simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar dan lapor pajak dalam satu platform.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan Anda dengan akurat, sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan yang dapat berdampak pada sanksi dan denda yang merugikan Anda.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang memudahkan urusan perpajakan Anda jadi lebih efektif dan efisien?

Berikut Fitur Lengkap Pajak Online Klikpajak yang semakin memudahkan pengelolaan pajak bisnis.

Tunggu apalagi, hemat waktu dan tenaga Anda untuk mengurus pajak perusahaan dengan cara yang efektif sekarang juga!

Mau tahu cara kelola pajak bisnis lebih mudah dan cepat?

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Tanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Kategori : Produk

PUBLISHED30 May 2022
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: