Pengusaha Pemula, Wajib Pahami Laporan Keuangan dan Fungsinya dalam Pelaporan Pajak

Apa sih kaitannya laporan keuangan dengan pelaporan pajak? Sebagai pengusaha pemula wajib memahaminya. Untuk lebih jelasnya, Klikpajak by Mekari akan mengulas seputar laporan keuangan dan fungsinya dalam pelaporan pajak demi kelancaran bisnis Anda.

Financial statements atau laporan keuangan adalah sebuah laporan yang berisi informasi kondisi finansial suatu entitas atau perusahaan pada suatu periode tertentu. 

Lewat laporan keuangan, perusahaan dan investor dapat dengan mudah memantau perkembangan bisnisnya.

Sebab dalam menjalankan bisnis tidak bisa sembarangan tanpa perencanaan.

Diperlukan pengetahuan yang mumpuni terkait usaha serta aktivitas dalam menjalankan roda bisnis, salah satunya memantau laporan keuangan.

Keberadanaan laporan keuangan juga tak lepas dari urusan kewajiban pajak yang harus dibayarkan ke kas negara.

Jika laporan keuangan yang dibuat tidak benar atau keliru, akibatnya menimbulkan sanksi denda pajak.

Keuangan merupakan unsur terpenting di dalam bisnis. Sebab, ini menjadi penentu usaha apakah akan berkembang atau mengalami kemunduran.

Dengan begitu itu, ketika membangun sebuah usaha diperlukan operator keuangan yang cakap.

Akan tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara membuat dan mengelola laporan keuangan perusahaan atau badan.

Walhasil, kadang laporan keuangan hanya dibuat sekadarnya saja atau ada data keliru yang dimasukkan.

Untuk lebih memahami tentang laporan keuangan dan fungsinya dalam pelaporan pajak yang harus dipahami pelaku usaha atau Wajib Pajak (WP) Badan, khususnya pengusaha pemula, berikut ulasannya yang Klikpajak.id sajikan untuk Anda.

Sekelumit tentang Laporan Keuangan

Secara umum laporan keuangan adalah berkas yang berisi pencatatan lalu-lintas keuangan sebuah perusahaan.

Transaksi keuangan itu meliputi pembelian, penjualan dan kredit.

Laporan ini dibuat dalam periode tertentu.

Waktu atau periode laporan keuangan ditentukan oleh kebijakan perusahaan, apakah dibuat setiap bulan atau satu tahun sekali.

Kadang, ada juga perusahaan yang menggunakan kedua periode tersebut.

Tujuan laporan keuangan untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan supaya pemilik usaha bisa mengevaluasi ketika kondisi keuangan usaha mengalami masalah dan untuk memproyeksikan kelangsungan perusahaan.

Untuk itu, laporan keuangan harus dibuat dengan tepat dan cermat.

Sebuah laporan keuangan ada pertanggungjawabannya, yang diserahkan secara mutlak kepada manajer keuangan.

Dia selanjutnya mempresentasikan laporan keuangan tersebut kepada pemilik usaha atau atasan dan pemangku kepentingan lain.

Hal ini biasanya dilakukan saat evaluasi kinerja perusahaan.

Untuk menjadi perhatian,informasi dalam laporan keuangan, tidak hanya digunakan oleh pemilik atau manajemen, melainkan juga beberapa pihak yang ditunjuk untuk dapat menggunakannya.

Sebab dalam buku Praktis Menyusun Laporan Keuangan dengan penulis Hery (2015), dijelaskan laporan keuangan dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Secara sederhana, laporan keuangan merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis.

Note: Klikpajak, Aplikasi Pajak ‘Online’ yang Terintegrasi dengan Laporan Keuangan

Fungsi Dibuatnya Laporan Keuangan

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, laporan keuangan bertujuan memberikan informasi kepada investor dan kreditor sehingga bisa membantu mereka dalam pengambilan keputusan investasi dan kredit.

Secara khusus, fungsi laporan keuangan adalah menginformasikan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya dalam sebuah perusahaan.

Laporan keuangan dibuat dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.

Untuk lebih mendetail, berikut ini fungsi laporan keuangan dalam bisnis:

1. Memberikan informasi yang terpercaya

Dalam laporan keuangan, akan tersaji informasi tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban perusahaan, yang dimaksud untuk:

  • Menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan
  • Menunjukkan posisi keuangan dan investasi perusahaan
  • Menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya
  • Menunjukkan kemampuan sumber daya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan

2. Memberikan informasi sumber kekayaan

Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang diperoleh dari hasil kegiatan usaha. Hal ini dengan maksud:

  1. Memberikan gambaran jumlah dividen, yang diharapkan pemegang saham.
  2. Mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada kreditur, supplier, pegawai, pemerintah, dan potensi untuk ekspansi perusahaan.
  3. Memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan dan pengendalian.
  4. Mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba jangka panjang.

Note: Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan yang Diperlukan untuk Administrasi Perpajakan

3. Menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

4. Memberikan informasi tentang perubahan aset dan kewajiban.

5. Menilai kondisi usaha, yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan

6. Sebagai bahan evaluasi kinerja perusahaan

7. Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan oleh para pemakai laporan.

8. Sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan.

Note: Bagaimana Cara Membuat Laporan Laba Rugi yang Mudah untuk Administrasi Perpajakan?

Macam-Macam Laporan Keuangan

Selanjutnya, berikut ini empat macam laporan keuangan berdasarkan proses penyajian informasi:

1. Laporan laba rugi (income statement)

Ini merupakan laporan yang sistematis mengenai pendapatan dan beban perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Laporan laba rugi memuat informasi mengenai hasil kinerja atau hasil kegiatan operasional perusahaan, yakni untung (laba) atau rugi. Laba bersih yang diperoleh merupakan hasil dari pendapatan dan keuntungan dikurangi dengan beban dan kerugian.

2. Laporan ekuitas pemilik (statement of Owner’s Equity)

Ini adalah laporan yang menyajikan ikhtisar perubahan dalam ekuitas pemilik suatu perusahaan untuk satu periode tertentu. Laporan ini sering disebut laporan perubahan modal.

Note: Benefit Perusahaan Korporasi Menggunakan Klikpajak

3. Laporan Neraca (balance sheet)

Seperti namanya, ini adalah laporan yang sistematis tentang posisi aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada tanggal-tanggal tertentu.

Tujuan dari laporan ini adalah untuk menggambarkan posisi keuangan perusahaan.

4. Laporan arus kas (statement of cash flows)

Ini merupakan laporan yang menggambarkan arus kas masuk dan arus kas keluar, yang ditulis secara detail dari masing-masing aktivitas.

Aktivitas laporan arus kas diantaranya aktivitas operasional, investasi, sampai aktivitas pendanaan atau pembiayaan dalam satu periode waktu tertentu.

Laporan arus kas ditujukan untuk menunjukkan besarnya kenaikan atau penurunan bersih kas dari seluruh aktivitas selama periode berjalan.

Laporan ini juga untuk memperlihatkan saldo kas yang dimiliki perusahaan sampai dengan akhir periode.

Setiap laporan keuangan biasanya dilengkapi dengan catatan, yang menjadi bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari laporan keuangan.

Fungsi catatan ini, untuk memberikan penjelasan yang lebih lengkap mengenai informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

Ketahui cara lapor SPT Tahunan Badan dan dokumen yang harus disiapkan.

Laporan Keuangan dalam Pelaporan Pajak yang Pengusaha Wajib Tahu

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Kenapa Laporan Keuangan Penting Saat Lapor SPT Tahunan Badan?

Bicara soal laporan keuangan dan kaitannya dengan perpajakan, dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) disebutkan bahwa laporan keuangan itu harus dilampirkan pada SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak (WP) Badan.

Tanpa laporan keuangan, perusahaan atau WP Badan juga tidak akan dapat melaporkan pajaknya.

Itulah poin penting dari keberadaan laporan keuangan dalam perpajakan.

Berdasarkan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Nomor 1, ada empat karakter kualitatif pokok yang harus dimiliki sebuah laporan keuangan, detailnya sebagai berikut :

1. Bisa dipahami

Laporan keuangan harus menunjukkan item-item atau akun serta maksud yang jelas supaya dapat dimengerti dan dipahami oleh pembaca laporan keuangan.

Ketika laporan keuangan digunakan dalam lampiran SPT Tahunan, maka laporan keuangan itu harus menunjukkan akun-akun yang dijadikan dasar sebagai perhitungan pajak. Ini penting untuk menghindari kesalahpahaman antara fiskus dengan WP. 

2. Relevan

Laporan keuangan memiliki relevansi ketika dapat digunakan oleh pihak berkepentingan dalam mengevaluasi keuangan atas transaksi atau peristiwa yang sudah lewat, yang sedang berlangsung atau yang akan datang. 

Relevansi laporan keuangan juga untuk menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi sebelumnya, yang akan menentukan pengambilan keputusan.

3. Keandalan

Informasi keuangan memiliki kualitas andal jika bebas dari informasi yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang jujur. 

4. Dapat diperbandingkan

Laporan keuangan perusahaan antar periode harus dapat diperbandingkan baik secara time series maupun antar perusahaan. Ini penting supaya kecenderungan posisi dan kinerja keuangan perusahaan dapat diidentifikasi.

Oleh sebab itu, pengukuran serta data yang disajikan harus konsisten, baik antar periode maupun untuk perusahaan yang berbeda. Lebih jauh mengenai hal ini, wajib pajak dapat mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan.

Jika laporan keuangan sudah disiapkan dengan baik, berikutnya tinggal menyertakannya pada saat lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Badan.

Agar urusan membuat laporan keuangan dan administrasi perpajakan lancar, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak, Anda dapat menarik data laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajak maupun Bukti Potong pajaknya dan langsung bisa mengambil datanya saat diperlukan untuk lapor SPT Pajak dengan cepat dalam satu platform.

Sebab situs pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Note: Panduan Penghitungan PPh 21 Karyawan, Contoh, Cara Bayar dan Lapor SPT

Fitur Lengkap Klikpajak yang Semakin Memudahkan Administrasi Perpajakan Anda

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang memudahkan Anda melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar pajak, hingga melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh dengan mudah.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak Anda secara akurat untuk menghindari sanksi denda akibat kesalahan penghitungan.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang membuat administrasi perpajakan Anda efefktif dan efisien:

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED21 Jan 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: