Cara Lapor SPT Tahunan UMKM dan Panduan Mengisi Formulir e-Form

Bagi para UMKM, mengisi dan mengurus pelaporan SPT Tahunan UMKM kadang terasa rumit dan prosedural, apalagi bagi mereka yang baru memulai usaha. Ketahui cara lapor Surat Pemberitahuan (SPT) pajak untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengan (UMKM) di sini.

Wajib Pajak (WP) pelaku usaha UMKM yang tergolong WP Orang Pribadi dengan omzet tidak lebih dari Rp4,8 miliar setahun dapat menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) menggunakan Formulir 1770.

Formulir 1770 adalah SPT yang diperuntukkan bagi WP Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas, memperoleh penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, memperoleh penghasilan yang dikenai PPh Final dan/atau bersifat Final, dan/atau memperoleh penghasilan dalam negeri lainnya/luar negeri.

Pelaporan SPT Tahunan UMKM ini selain dapat dilakukan melalui aplikasi e-Filing Pajak, juga dapat menggunakan e-Form.

Lalu, seperti apa cara lapor SPT Tahunan UMKM dan panduan mengisi formulir e-Form ini? Simak juga ulasan lainnya tentang SPT Tahunan UMKM ini dari Klikpajak by Mekari berikut ini.

Pajak UMKM

Awalnya, pajak penghasilan UMKM pertama kali dikenal dengan istilah PPh Final atas omzet, yakni 1% dari omzet yang diatur dalam Peraturan pemerintah (PP) No. 46 Tahun 2013.

Kemudian tarif pajak penghasilan UMKM ini diturunkan menjadi 0,5% dari omzet melalui PP No. 23 Tahun 2018, yang berlaku pada 1 Juli 2013.

Tarif PPh Final UMKM 0,5% ini berlaku dengan ketentuan, diantaranya:

  • WP Orang Pribadi bisa menikmati tarif PPh Final 0,5% hanya dalam jangka waktu 7 tahun
  • WP Badan seperti Koperasi, Persekutuan Komanditer (CV), dan Firma hanya bisa menikmati tarif PPh Final 0,5% dalam jangka waktu 4 tahun
  • WP Perseroan Terbatas (PT), hanya bisa menikmati tarif PPh Final 0,5% dalam jangka waktu 3 tahun

Dengan adanya syarat dan ketentuan tersebut di atas, maka ada beberapa jasa profesi/pekerjaan bebas yang mendapat pengecualian, seperti pengacara, artis, olahragawan, konsultan, penulis, dan lainnya.

Untuk menghitung PPh Final PP 23/2018 ini, caranya sangat mudah. Sebab semua transaksi penjualan atau jasa bruto per bulan cukup dikali 0,5%.

Hasil perhitungan PPh Final ini nantinya disetor ke kas negara setiap tanggal 15 bulan berikutnya dengan mencantumkan kode akun pajak 411128 kode jenis setoran 420 atas penghasilan yang memiliki peredaran bruto. 

WP nanti akan mendapatkan bukti bayar pajak atau Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) setelah melakukan pembayaran.

Note: Cara Menghitung Pajak UMKM dan Cara Bayar Pajaknya

UMKM yang lapor SPT TahunanIlustrasi UMKM yang lapor SPT Tahunan

Ketentuan Pelaporan SPT PPh oleh UMKM

Sebagai UMKM, pelaku usaha harus melakukan penyetoran PPh dengan penghasilan bruto tertentu wajib menyampaikan SPT Masa PPh paling lambat 20 hari setelah Masa Pajak berakhir atau setiap bulannya.

Setelah melakukan pelaporan SPT Masa PPh, maka UMKM akan dianggap telah menyampaikan SPT Masa PPh sesuai dengan tanggal validasi NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) yang tercantum pada SSP (Surat Setoran Pajak) atau sarana administrasi lain yang dipersamakan dengan SSP.

Namun, jika pelaku UMKM tidak memiliki peredaran usaha pada bulan tertentu, maka tidak wajib menyampaikan SPT Masa PPh.

Baca Juga: Cara Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Kecil atau UMKM

Akan tetapi, jika pelaku UMKM tersebut merupakan Pemotong atau Pemungut pajak, maka wajib menyampaikan SPT Masa PPh atas pemotongan atau pemungutan PPh ke KPP tempat terdaftar paling lama 20 hari setelah Masa Pajak berakhir.

Ketentuan penyampaian SPT Tahunan PPh bagi UMKM dengan penghasilan bruto tertentu mengikuti Tata Cara Penyampaian SPT Tahunan secara umum.

Tapi yang harus diperhatikan adalah terkait penyampaian informasi penghasilan bruto dan PPh yang telah dibayar atas penghasilan tersebut.

DJP menekankan, informasi tersebut harus diisi pada bagian PPh Final yang terdapat pada masing-masing SPT Tahunan PPh, serta dilengkapi dengan Lampiran Khusus Daftar Rekap Penghitungan Peredaran Bruto dan Pembayaran PPh.

Contoh Daftar Peredaran Bruto Selama 1 Tahun Pajak:

pajak UMKMContoh daftar peredaran bruto 1 tahun pajak UMKM

Mereka yang masuk kategori UMKM dari aspek perpajakan adalah:

  1. Hanya memiliki sumber penghasilan dari usaha dengan Peredaran Bruto Tertentu
  2. Tidak ada pemotongan/pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) oleh pihak lain 

Secara sederhana berikut tahapan perpajakan bagi UMKM:   

No. Keterangan Kewajiban Pilihan Cara
1. Pertama kali buka usaha Mendaftar NPWP – Langsung ke KPP/KP2KP

– Melalui ereg.paja.go.id

2. Bulanan 1) Hitung Omzet Bulanan

2) Hitung Pajak Penghasilan

3) Membuat Kode Billing (tagihan pajak)

4) Membayar PPh sesuai Kode Billing

Hitung omzet bulanan:

– Rekap penghasilan manual (pencatatan)

– Omzet harian Pembukuan (akuntansi)

Hitung pajak penghasilan:

– Omzet bulanan x 0,5%

Membuat Kode Billing:

– di djponline.pajak.go.id atau PJAP Klikpajak.id

– Customer service bank/pos persepsi

Membayar Pajak:

– di e-Billing Klikpajak.id

– Teller Bank/Pos persepsi

– ATM

– Internet Banking

3. Tahunan Lapor SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (UKMK) – ke KPP atau PK2KP

– e-Filing atau e-SPT dengan sambungan internet secara online

– Tanpa internet melalui e-Form

SPT Tahunan UMKM harus dilaporkan sebelum akhir Maret setiap tahunnya untuk tahun pajak sebelumnya.

Persisnya batas waktu penyampaian SPT Tahunan adalah 31 Maret setiap tahun, atau 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak, kecuali untuk OP yang selama satu tahun menerima atau memperoleh penghasilan neto tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) alias nihil.

Sedangkan untuk kekurangan pembayaran pajak yang terutang berdasarkan SPT Tahunan harus dilunasi dengan SSP sebelum SPT PPh tersebut dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Perlu diketahui, Tahun Pajak adalah jangka waktu satu tahun kalender, kecuali tahun buku yang digunakan Wajib Pajak berbeda dengan tahun kalender.

lapor SPT TahunanIlustrasi UMKM yang harus lapor SPT Tahunan

Panduan Cara Lapor SPT Tahunan UMKM

Tahukah, Anda juga dapat lebih mudah melaporkan SPT Tahunan UMKM dengan cara yang simpel melalui e-Filing Klikpajak.id karena Anda dapat langsung menarik data keuangan/pembukuan online dari Jurnal.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Untuk mengetahui cara lapor SPT Tahunan Pribadi dan SPT Tahunan Badan:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Fitur Lengkap Klikpajak yang Terintegrasi

Bukan hanya mudah lapor SPT Tahunan UMKM dengan menarik data laporan keuangan online Jurnal.id, Anda juga dapat mengurus berbagai kewajiban perpajakan lainnya karena Klikpajak memiliki fitur lengkap.

Fitur lengkap apa sajakah yang ada di Klikpajak untuk memudahkan urus perpajakan Anda?

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED11 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: