Klikpajak by Mekari

Rumus dan Cara Menghitung Pajak PPh Badan Terutang

Bagaimana cara menghitung PPh Badan terutang? Seperti apa rumus pajak penghasilan terutang wajib pajak badan? Temukan juga contoh soal perhitungan pajak PPh Badan terutang untuk lapor SPT Tahunan Badan dalam blog Mekari Klikpajak.id berikut.

Baru menjadi Wajib Pajak Badan dan kesulitan menghitung Pajak Penghasilan?

Mungkin bagi sebagian orang beranggapan, menghitung pajak itu jadi hal yang membosankan, rumit dan jelimet.

Sejatinya jika tahu caranya, urusan hitung-menghitung pajak bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Syaratnya, harus paham mengenai seluk beluk perpajakan, mulai dari objek pajak, subjek pajak, kategori wajib pajak, rumus dan lainnya.

Sebab masing-masing kategori WP, apakah itu WP Pribadi maupun Wajib Pajak Badan memiliki perlakuan pajak yang berbeda.

Artinya, kewajiban perpajakan dari sisi tarif pajak hingga perhitungannya pun tidak sama.

Ingat, menghitung pajak itu merupakan hal yang sangat krusial dan harus diperhatikan oleh Wajib Pajak (WP) terlebih lagi bagi Wajib Pajak Badan yang nilai perhitungannya tidaklah kecil.

Kenapa? Keliru sedikit saja, hasil perhitungan pajaknya pasti salah.

Jangan sampai hanya karena salah hitung, Anda harus membayar lebih besar dari yang seharusnya dan repot mengurus pengajuan pengembalian/ restitusi pajak.

Atau sebaliknya, membayar PPh Badan lebih kecil dari yang seharusnya. Bisa-bisa harus bayar denda atau sanksi akibat kekeliruan penghitungan pajaknya setelah bayar dan lapor pajak.

Agar terhindar dari kesalahan penghitungan kewajiban perpajakan, Anda dapat menggunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id untuk membayar pajak secara online.

Melalui Klikpajak, Anda akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah dan penghitungan pajak secara akurat sesuai peraturan pajak terbaru.

Mengingat sebagai Wajib Pajak Badan, Anda memiliki kewajiban perpajakan yang lebih kompleks dibanding WP Pribadi, sehingga Anda harus memahaminya dari awal.

Lalu, bagaimana cara menghitung Pajak Penghasilan ( PPh ) Badan yang benar? Seperti apa pula rumus pajak penghasilan dalam perhitungan PPh Badan terutang?

Ingin mengetahui cara mencari PPh Badan terutang serta contoh soal menghitung pajak terutang, terus simak ulasan dari Mekari Klikpajak berikut ini.

Mekari Klikpajak adalah penyedia jasa aplikasi pajak online mitra DJP resmi, yang berkomitmen membantu dunia usaha mencapai ‘Powering Business Growth‘ setiap perusahaan.


Klikpajak hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam mengembangkan dan memajukan bisnis melalui penyediaan support system perpajakan online lengkap dan terintegrasi dengan akuntansi online Jurnal.id, serta didukung dengan sistem Application Programming Interface (API), seperti e-Faktur API dan e-Bupot API yang membuat pengelolaan pajak bisnis makin praktis.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!


Siapa dan Apa Wajib Pajak Badan itu?

PPh Badan adalah sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha.

Sebelum menghitung PPh Badan terutang dan bagaimana rumus pajak penghasilan untuk mengetahui pajak terutang, ketahui terlebih dahulu bentuk usaha dari Wajib Pajak Badan terlebih dahulu.

Selengkapnya Anda dapat membaca Bentuk Badan Usaha dan Jenis Pajaknya.

Sebagai Wajib Pajak Badan, memiliki banyak kewajiban perpajakan.

Namun secara umum kewajiban Wajib Pajak Badan adalah sama dengan WP Pribadi, yakni:

Bedanya, ada kewajiban lain yang diemban oleh Wajib Pajak Badan, yaitu:

  • Memungut dan menyetor pajak penghasilan
  • Memungut atau memotong dan menyetor PPN ke kas negara
  • Melaporkan SPT Masa PPN
  • Menyampaikan SPT Masa/Tahunan PPh

Rumus Pajak Penghasilan Terutang, Contoh Soal Menghitung Pajak Terutang, Cara Mencari PPh Terutang, PPh Badan TerutangIlustrasi Wajib Pajak Badan yang dikenakan PPh Badan terutang sesuai rumus

Ketentuan Menghitung PPh Badan Terutang

Penghasilan sendiri merupakan objek pajak, yakni setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun.

Sebagai Wajib Pajak Badan, harus mengikuti ketentuan perhitungan pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangkan dengan rumus pajak penghasilan terutang yang sudah ditetapkan sesuai tarif pajaknya.

Dalam penghitungan Pajak Penghasilan Badan, Wajib Pajak Badan biasanya tak luput dari yang namanya pembukuan.

Hal ini sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) Pasal 28 ayat (1), bahwa Wajib Pajak badan diwajibkan menyelenggarakan pembukuan.

Sebab untuk menghitung PPh Badan, terlebih dahulu harus mengetahui berapa besar Penghasilan Kena Pajak tersebut dan hal ini yang perlu menyelenggarakan pembukuan.

Ingat, di Indonesia diberlakukan untuk berbagai dokumen dan buku catatan maupun data elektronik yang menjadi dasar pembukuan harus disimpan selama 10 tahun.

Hal ini sesuai dengan batas kedaluwarsa penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan.

Berikut langkah-langkah untuk mengetahui Penghasilan kena Pajak bagi Wajib Pajak Badan dalam menghitung PPh Badan:

a. Menghitung penghasilan setahun

Hitung seluruh penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu Tahun Pajak.

Penghasilan yang bukan merupakan objek pajak dan penghasilan yang dikenakan PPh Final tidak perlu dimasukkan dalam penghitungan penghasilan setahun.

Jika penghasilan yang tidak dapat dikurangkan itu terlanjur masuk dalam pembukuan, maka perlu mengeluarkan terlebih dahulu dari laporan rugi/laba terlebih dahulu melalui koreksi fiskal.

Note: Daftar Subjek dan Objek Pajak yang Dikecualikan dari PPh

b. Mengurangi dengan biaya-biaya

Berikutnya, untuk mengetahui Penghasilan Kena Pajak, Wajib Pajak Badan harus mengurangkan biaya-biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan kegiatan usaha, baik itu pengeluaran langsung maupun tidak langsung.

Biaya-biaya tersebut diantaranya; biaya sewa, pembelian bahan, biaya perjalanan, biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa ( gaji, tunjangan, honorarium, dan lainnya ), biaya bunga, royalti, premi asuransi, biaya promosi dan penjualan, biaya pengolahan limbah, biaya administrasi dan lainnya.

Tak ketinggalan juga adalah harus mengurangkan biaya penyusutan atau amortisasi.

Baca Juga: Peredaran Bruto Wajib Pajak Badan, Perhitungan dan Biaya Pengurang Penghasilan Bruto

c. Biaya yang tidak dapat dikurangkan

Dalam menghitung Penghasilan Kena Pajak, Wajib Pajak Badan juga harus mengeluarkan biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan.

Biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan itu adalah pembagian laba/dividen, sisah hasil usaha koperasi atau biaya untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota maupun biaya lainnya yang diatur dalam peraturan perpajakan.

Jika biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan tersebut terlanjur dimasukkan dalam pembukuan, maka harus dikeluarkan terlebih dahulu melalui koreksi fiskal.

Catatan:

Jika penghasilan bruto setelah dilakukan pengurangan biaya-biaya ternyata hasilnya mengalami kerugian, sehingga tidak terdapat Penghasilan Kena Pajak, maka kerugian tersebut dapat dikompensasikan dengan penghasilan mulai Tahun Pajak berikutnya.

Kompensasi dengan penghasilan di Tahun Pajak berikutnya tersebut berlaku secara berturut-turut hingga 5 tahun.

Baca Juga: Cara Menghitung DPP (Dasar Pengenaan Pajak) PPh dan PPN

A. Rumus Perhitungan PPh Badan Terutang Sesuai dengan Tarifnya

Tarif Pajak Penghasilan dalam rumus pajak penghasilan terutang diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) Pasal 17.

Tarif PPh Badan terutang yang berlaku secara umum diatur dalam Pasal 17 ayat (2a), yakni Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan BUT dikenakan PPh Badan sebesar 25%.

Tarif PPh Badan ini berlaku mulai 2010.

1. Tarif untuk Perusahaan Tbk

Diketahui, dari tarif umum PPh Badan terutang sebesar 25% tersebut terdapat kebijakan penurunan tarif PPh Wajib Pajak Badan dengan ketentuan khusus.

Ketentuan khusus ini diatur dalam PPh Pasal 17 ayat (2b), yakni bagi Wajib Pajak Dalam Negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka (Tbk) dan memenuhi persyaratan tertentu, akan mendapatkan penurunan tarif PPh sebesar 5% lebih rendah dari tarif normalnya.

Selengkapnya baca di sini penurunan Tarif PPh Badan Terbaru sesuai UU HPP.

b. Tarif untuk Peredaran Bruto Tertentu

Selain Pasal 17 ayat (b), fasilitas penurunan tarif PPh WP Badan dalam negeri diatur dalam Pasal 31E UU PPh.

Fasilitas pengurangan tarif ini digunakan oleh WP Badan dalam negeri yang memiliki pendapatan bruto tidak melebihi Rp50 miliar setahun.

Penurunan tarif 50% dari tarif PPh Badan sebagaimana dimaksud pada Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas penghasilan kena pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4,8 miliar.

Jadi, apabila suatu badan dalam negeri memiliki peredaran bruto tidak melebihi Rp50 miliar, perhitungan PPh Badan dilakukan dalam 2 bagian, yang pertama:

  1. Untuk penghasilan kena pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4,8 miliar akan dikenakan tarif 50% x 25%.
  2. Sedangkan bagian kena pajak sisanya akan dikenakan 25%.

Lalu, bagaimana cara menentukan penghasilan bruto?

Ketentuan mengenai peredaran bruto diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-02/PJ/2015.

Bahwa peredaran bruto dihitung dari penghasilan yang diterima/diperoleh setelah dikurangi dengan retur/potongan penjualan/potongan tunai yang berasal dari semua usaha dari Indonesia maupun luar Indonesia, yakni:

  1. Dari kegiatan utama
  2. Dari luar kegiatan usaha

Penghasilan ini meliputi seluruh penghasilan yang diterima oleh WP Badan dalam negeri, yakni:

Penghasilan yang merupakan objek pajak, baik dikenakan PPh Final maupun PPh Tidak Final serta penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak.

Dalam SPT Tahunan PPh Badan, peredaran bruto adalah penjumlahan dari nomor 1a, 1e, dan nomor 2, yang terdapat pada Formulir 1771 angka I.

Baca Juga: Panduan Penghitungan PPh 21 Karyawan, Contoh, Cara Bayar dan Lapor SPT

B. Cara Menentukan PPh Badan Terutang

Dengan demikian, untuk menentukan tarif PPh Badan bagi Wajib Pajak Badan ini harus memperhatikan hal berikut ini:

1. Bentuk Badan

Apakah WP Badan tersebut memenuhi syarat perseroan terbuka tertentu atau bukan?

2. Besarnya peredaran bruto apakah melebihi Rp50 miliar atau tidak

Untuk WP Badan yang tidak melebihi Rp50 miliar, terdapat bagian penghasilan kena pajak yang memperoleh fasilitas dan bagian yang tidak mendapat fasilitas pengurangan tarif PPh Badan.

Baca juga: Pajak Restoran: Pengertian, Tarif, Hitung, Bayar dan Lapor PB1

Berikut alur penghitungan PPh Badan untuk Wajib Pajak Badan Perseroan Terbuka:

Jenis Usaha Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4
Perusahaan Tarif Pasal 17 ayat (2b) Selesai
Perusahaan Hitung Peredaran bruto > Rp50 miliar Tarif Pasal 17 ayat (2a) Selesai
Perusahaan Hitung Peredaran bruto < Rp50 miliar Tarif Pasal 31E Selesai

Cara Menghitung PPh Badan Terutang

Dengan mengetahui bagaimana cara mencari pajak terutang sesuai rumus pajak penghasilan terutang, maka berapa besar PPh Badan terutang yang kewajiban wajib pajak badan dapat diketahui dan dipenuhi pembayaran pajak terutangnya dengan benar.

Berikut cara mencari PPh terutang dan cara menghitung PPh Badan terutang sesuai rumus pajak penghasilan terutang WP Badan.

WP Badan AA berdomisi di dalam negeri dan memiliki peredaran bruto hingga Rp50 miliar.

AA juga berhak menerima pengurangan tarif hingga setengah persen atau 50% dari tarif pajak badan yang diatur dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) UU PPh.

Seperti diketahui, WP Badan yang bisa mendapatkan pengurangan tarif pajak penghasilan setengah persen itu untuk perusajaan dengan pedapat bruto hingga Rp4,8 miliar.

A. Cara mencari PPh terutang perusahaan dengan pendapatan bruto kurang dari Rp4,8 miliar

Dari contoh kasus di atas, maka rumus pajak penghasilan terutang wajib pajak badan AAA adalah: (50% x 20% x Penghasilan Kena Pajak).

Maka contoh menghitung PPh Badan terutang adalah:

PT AAA pada 2022 memiliki peredaran bruto sebesar Rp4,5 miliar.

Sementara, jumlah penghasilan kena pajak adalah Rp900 juta.

Maka perhitungan PPh Badan terutang dari PT AAA ini adalah:

= (50% x 20% x Rp900 juta)
= Rp90 juta

B. Cara mencari PPh terutang perusahaan dengan pendapatan bruto lebih dari Rp4,8 miliar hingga kurang dari Rp50 miliar

Untuk cara menghitung pajak terutang PPh Badan terutang berikutnya dapat menggunakan rumus pajak penghasilan terutang sebagai berikut: [(50% x 25%) x Penghasilan Kena Pajak memperoleh fasilitas] + [25% x Penghasilan Kena Pajak tidak memperoleh fasilitas].

Berikut contoh perhitungan PPh badan terutang dari jenis penghasilan tersebut:

PT BBB pada 2022 memiliki peredaran bruto sebesar Rp25 miliar dan mendapatkan fasilitas, maka perhitungan PPh Terutang adalah:

= (Rp4,8 miliar : Rp25 miliar) x Rp2 miliar
= 384 juta

 

Maka, jumlah penghasilan kena pajak dari bagian peredaran bruto dan tidak mendapatkan fasilitas, maka jumlah PPh terutangnya adalah:

= Rp2 miliar – Rp384 juta
= Rp1,616 miliar

 

Maka PPh terutang PT BBB adalah:

= (50% x 20%) x Rp384 juta = 38,4 juta
= 20% x Rp1,616 miliar = 323,2 juta
Jumlah PPh Terutang adalah:
= Rp38,4 juta + 323,2 juta
= 361,6 juta

C. Cara mencari PPh terutang perusahaan dengan pendapatan bruto di atas Rp50 miliar

Bagaimana cara mencari PPh terutang jika peredaran bruto di atas Rp50 miliar?

Ada ketentuan umum pengenaan pajak penghasilan terutang wajib pajak badan tanpa pengurangan tarif dan dengan tarif tunggal yakni 20% untuk 2022 sesuai UU HPP.

Contoh mencari PPh terutang ini adalah PT CCC pada 2022 mencatatkan peredaran bruto sebesar Rp70 miliar.

Maka, perhitungan PPh Badan terutang PT CCC adalah:

= 20% x Rp70 miliar
= Rp14 miliar

D. Cara mencari PPh terutang atau cara menghitung PPh Badan terutang perusahaan berbentuk Perseroan Terbuka

Bagi wajib pajak badan berbentuk Perseroan Terbuka, mendapatkan pengurangan 5% lebih rendah dari wajib pajak dalam negeri sesuai dalam ketentuan UU HPP.

Namun ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi wajib pajak badan berbentuk Perseroan Terbuka tersebut untuk dapat menikmati pengurangan tarif 5% dari tarif WP Badan umum.

Syaratnya adalah:

  • Memiliki 40% saham yang dicatat dalam Bursa Efek Indonesia untuk diperdagangkan.
  • Paling tidak memiliki kepemilikan saham oleh 300 pihak publik, baik itu badan maupun pribadi.
  • Saham yang dimiliki masing-masing pihak hanya boleh kurang dari 5% dari keseluruhan saham yang disetor penuh dan harus dipenuhi dalam waktu 183 hari kalender dalam jangka satu tahun pajak.

Contoh cara mencari pajak terutang Perseroan Terbuka seperti berikut:

PT DDD Tbk memiliki modal 10 miliar yang ditepatkan dan disetorkan secara penuh senilai Rp9 miliar.

Nilai nominal untuk setiap lembar sahamnya adalah Rp5000. Maka, total saham yang ditempatkan maupun disetor penuh adalah 1,8 juta lembar saham.

Kemudian PT DDD Tbk mencatatkan 40% saham, yakni 720 ribu lembar saham di Bursa Efek Indonesia yang dimiliki oleh 310 pihak dengan persentase kepemilikan maksimal 3,50%.

Kondisi ini dilakukan selama 183 hari kalender dalam satu Tahun Pajak.

Maka, PT DDD Tbk berhak mendapatkan penurunan tarif PPh Badan 5% lebih rendah dari tarif PPh Badan umum yang sebesar 20% dari Penghasilan Kena Pajak.

Rumus Pajak Penghasilan Terutang, Contoh Soal Menghitung Pajak Terutang, Cara Mencari PPh Terutang, PPh Badan TerutangIlustrasi laporan keuangan Wajib Pajak Badan untuk menghitung pajak terutang

Contoh Soal Menghitung Pajak Terutang PPh Badan

Berikut contoh soal menghitung pajak terutang atau cara mencari PPh terutang WP Badan atau PPh Badan terutang dengan tarif yang berlaku dan sesuai pada kondisi masing-masing Wajib Pajak Badan.

Mekari Klikpajak akan memberikan beberapa ilustrasi cara mencari PPh terutang dalam contoh soal menghitung pajak terutang atau PPh Badan terutang untuk Anda.

Baca Juga: Cara Menghitung PPh Pengusaha

A. Contoh soal menghitung pajak terutang sesuai rumus pajak penghasilan terutang 1:

PT AAA merupakan Perusahaan Tbk dengan penghasilan bruto sebesar Rp80.000.000.000 dengan Penghasilan Kena Pajak dari hasil pembukuannya sebesar Rp5.000.000.000.

Karena Peredaran Bruto PT AAA telah melebihi Rp50 miliar, maka ketentuan penghitungan PPh sesuai Pasal 17 ayat (2a) yaitu menggunakan tarif sebesar 25%.

Maka, PPh Badan Terutang PT AAA adalah:

Peredaran Bruto = Rp80.000.000.000
Penghasilan Kena Pajak = Rp5.000.000.000
PPh Badan = (20% x Penghasilan Kena Pajak)
= 20% x Rp5.000.000.000
= Rp1.000.000.000

B. Contoh soal menghitung pajak terutang sesuai rumus pajak penghasilan terutang 2:

PT BBB memiliki peredaran bruto sebesar Rp4.500.000.000. Penghasilan Kena Pajak adalah sebesar Rp800.000.000.

PT BBB tidak termasuk WP yang dikenakan PPh Final atas peredaran Bruto Tertentu.

Karena Peredaran Bruto PT BBB tidak melebihi Rp50 miliar, maka penghitungan PPh Badan PT BBB dilakukan sesuai Pasal 31E.

Untuk ketentuan tarif menggunakan Pasal 31E, perlu diperhatikan bahwa peredaran bruto sampai dengan Rp4,8 miliar, memperoleh fasilitas pengurangan tarif sebesar Rp50%.

Karena Peredaran Bruto PT BBB tidak melebihi Rp4,8 miliar, maka seluruh bagian peredaran bruto memperoleh fasilitas pengurangan tarif.

Berikut perhitungan PPh Badan Terutang PT BBB:

Peredaran Bruto = Rp4.500.000.000
Penghasilan Kena Pajak = Rp800.000.000
PPh Badan = (Pengurang Tarif x Tarif PPh x Penghasilan Kena Pajak)
= 50% x 20% x Rp800.000.000
= Rp80.000.000

C. Contoh soal menghitung pajak terutang sesuai rumus pajak penghasilan terutang 3:

PT CCC memiliki peredaran bruto sebesar Rp45.000.000.000 dan Penghasilan Kena Pajak adalah sebesar Rp4.500.000.000.

Karena peredaran bruto PT CCC tidak melebihi Rp50 miliar, maka penghitungan PPh Badan PT CCC dilakukan sesuai ketentuan Pasal 31E.

PPh Badan Terutang PT CCC adalah:

1. Langkah pertama

Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan bagian penghasilan kena pajak yang memperoleh fasilitas pengurangan tarif dan menghitung besar PPh untuk bagian tersebut.

Peredaran Bruto = Rp45.000.000.000
Penghasilan Kena Pajak = Rp4.500.000.000
Bagian Penghasilan Kena Pajak dengan Fasilitas:
= ([Batas Penghasilan Bruto yang mendapat fasilitas tarif : Peredaran Bruto] x Penghasilan Kena Pajak)
= (Rp4.800.000.000/Rp45.000.000.000) x Rp4.500.000.000
= Rp480.000.000
PPh Terutang untuk Bagian dengan Fasilitas:
= (Pengurang Tarif x Tarif PPh x Penghasilan Kena Pajak dengan Fasilitas)
= 50% x 20% x Rp480.000.000
= Rp48.000.000

 

2. Langkah kedua

Langkah kedua adalah menentukan bagian Penghasilan Kena Pajak yang tidak memperoleh fasilitas pengurangan tarif dan menghitung PPh atas bagian tersebut.

Bagian Penghasilan Kena Pajak tidak memperoleh fasilitas diperoleh dari pengurangan seluruh penghasilan kena pajak dengan bagian penghasilan kena pajak yang memperoleh fasilitas.

Peredaran Bruto = Rp45.000.000.000
Penghasilan Kena Pajak = Rp4.500.000.000
Bagian Penghasilan Kena Pajak Tanpa Fasilitas:
= (Penghasilan Kena Pajak – Penghasilan Kena Pajak dengan Fasilitas)
= Rp4.500.000.000 – Rp480.000.000
= Rp4.020.000.000
PPh Terutang untuk Bagian Tanpa Fasilitas:
= (Tarif PPh x Penghasilan Kena Pajak Tanpa Fasilitas)
= 20% x Rp4.020.000.000
= Rp840.000.000

 

3. Langkah ketiga

Dengan demikian, besarnya PPh Badan Terutang PT CC adalah:

= (PPh Bagian dengan Fasilitas) + (PPh Bagian Tanpa Fasilitas)
= Rp60.000.000 + Rp505.000.000
= Rp565.000.000

 

Nah, diatas adalah langkah langkahnya, apakah Anda sudah paham?

Cara buat id billing gratis di Klikpajak!

Baca di sini Tutorial Cara Bayar Pajak Online.

Lakukan Perhitungan PPh Terutang untuk SPT Tahunan Badan dengan Benar

Setelah mengetahui rumus pajak penghasilan terutang dan cara mencari PPh Badan terutang beserta contoh soal menghitungnya, tentunya sudah dapat melakukan perhitungan PPh terutang untuk melaporkan SPT Tahunan Badan dengan benar.

Selanjutnya, Anda dapat melakukan pembayaran PPh Badan terutang tersebut sesuai ketentuan peraturan peundang-undangan ketentuan umum perpajakan.

Agar lebih mudah melakukan pembayaran dan pelaporan SPT PPh Badan, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Mengapa mengurus perpajakan lebih mudah di Klikpajak.id?

Karena Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi, mulai dari menghitung, membayar dan melaporkan pajak hanya dalam satu platform yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana pun Anda berada.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan Anda dengan akurat, sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan yang dapat merugikan.

Berikut tata cara pembayaran dan pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Badan:

Bukan hanya itu, Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur lain yang semakin membuat urusan perpajakan Anda efektif dan efisien. Fitur apa sajakah itu?

Temukan di sini Fitur Lengkap Aplikasi Pajak Online Terintegrasi dari Klikpajak sebagai Mitra Resmi DJP.

Ingin langsung gunakan aplikasi pajak online Mekari Klikpajak untuk kelola pajak bisnis lebuh mudah cepat?

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Kategori : Perhitungan

PUBLISHED17 Nov 2022
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: