SPT Tahunan Online 2021, Cara Lapor SPT UMKM di e-SPT Formulir 1770

Cara Lapor SPT Tahunan Online 2021 UMKM di e-SPT Formulir 1770

Menyikapi perkembangan penyebaran Virus Corona di Indonesia serta dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19, lapor SPT Tahunan online 2021 merupakan menjadi pilihan yang tepat. Begini cara lapor pajak bagi UMKM di e-SPT Formulir 1770.

DJP sendiri sebetulnya telah membuka lagi pelayanan perpajakan tatap muka per 15 Juni 2020 lalu dengan beberapa pembatasan.

Di antara pembatasan itu adalah konsultasi tatap muka harus terlebih dahulu membuat janji.

Dengan pembatasan tersebut, maka Wajib Pajak (WP) diharapkan bisa mengoptimalkan layanan perpajakan secara elektronik.

Terutama saat penyampaian Surat Penberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) untuk Tahun 2020 yang harus dilaporkan mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2021 bagi SPT Pribadi dan 1 Januari hingga 30 April untuk SPT Badan.

Penyampaian SPT Tahunan maupun Masa PPh secara elektronik dapat melalui e-Filing ataupun e-Form dan e-SPT di situs resmi Ditjen Pajak atau PJAP (Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan) mitra DJP yakni Klikpajak.id.

Layanan Daring DJP Lainnya

Wajib pajak tetap dapat berkonsultasi dengan Account Representative melalui telepon, email, chat, maupun saluran komunikasi daring lainnya.

Alamat unit kerja, alamat email, nomor telepon kantor maupun nomor telepon seluler unit kerja DJP dapat dilihat di www.pajak.go.id/unit-kerja.

Sedangkan Call center Direktorat Jenderal Pajak (Kring Pajak) melayani konsultasi melalui nomor telepon 1500200.

Bagi WP yang sudah akrab dengan media sosial, juga bisa melakukan konsultasi pajak lewat akun Twitter @kring_pajak dan Live Chat pada situs web www.pajak.go.id.   

Untuk WP yang lebih memilih koresponden lewat email, bisa menghubungi alamat email: informasi@pajak.go.id untuk informasi perpajakan. Sedangkan untuk layanan pengaduan: pengaduan@pajak.go.id 

Ketentuan lain terkait pelayanan perpajakan pada masa pencegahan penyebaran Covid-19 ada di laman www.pajak.go.id/covid19.

Kembali pada penyampaian SPT Tahunan untuk Tahun Pajak 2020 yang harus dilaporkan pada awal 2021, bagi Anda pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), dapat melaporkan SPT secara daring melalui platform yang tersedia, baik dari DJP maupun PJAP mitra Ditjen Pajak.

Kali ini, Klikpajak by Mekari akan membahas cara lapor SPT Tahunan online 2021 untuk UMKM di e-SPT Formulir 1770.

Penjelasan Umum UMKM Sebelum Lapor SPT Tahunan Online 2021

Tidak semua usaha dapat dikategorikan UMKM. Ada kriteria tertentu jenis usaha itu termasuk tergolong sebagai UMKM.

Golongan UMKM ini pun harus dilihat dari berbagai aspek, mulai dari jumlah pendapatan usahanya, hingga bagaimana operasional dari bisnis tersebut.

Baca Juga: Panduan Lengkap Membuat NPWP Badan: Syarat, Formulir, Cara Daftar NPWP Online

Berikut kategori usaha yang tergolong sebagai UMKM:

a. Kategori UMKM Berdasarkan Omzet

Kategori UMKM didasarkan dari berapa besar jumlah omzet yang didapatkan setiap tahunnya tertera dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

1. Kriteria Usaha Mikro

  • Kekayaan bersih/aset (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) maksimal Rp50.000.000 setahun
  • Hasil penjualan/omzet maksimal Rp300.000.000 setahun

2. Kriteria Usaha Kecil

  • Kekayaan bersih/aset (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) maksimal >Rp50.000.000 – Rp500.000.000
  • Hasil penjualan/omzet maksimal >Rp300.000.000 – Rp2.500.000.000

3. Kriteria Usaha Menengah

  • Kekayaan bersih/aset (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) maksimal >Rp500.000.000 – Rp10.000.000.000
  • Hasil penjualan/omzet maksimal >Rp2.500.000.000 – Rp50.000.000.000

Note: Selengkapnya mengenai kewajiban pajak UMUM, tarif pajak UMKM dan cara menghitung pajak UMKM, baca di SINI.

b. Kategori UMKM Berdasarkan Skala Usaha

Kategori UMKM juga dapat dibedakan berdasarkan skala usahanya, diantaranya:

1. Kategori Skala Usaha Mikro

  • Tempat usaha tidak menetap atau bisa berpindah-pindah
  • Jenis produk yang dijual dapat berubah sewaktu-waktu
  • Belum memiliki izin usaha
  • Tidak memiliki NPWP
  • Belum melakukan pencatatan keuangan
  • Masih mencampur keuangan pribadi dan hasil usaha
  • Belum ada akses ke bank, tapi memanfaatkan pinjaman non-bank

Baca Juga: Belum Punya NPWP? Begini Cara Membuat NPWP Online

2. Kategori Skala Usaha Kecil

  • Tempat usaha sudah menetap
  • Jenis produk yang dijual tidak mudah berubah
  • Sudah memiliki pengalaman berusaha
  • Memiliki izin usaha
  • Memiliki NPWP
  • Mengelola administrasi keuangan sederhana
  • Memisahkan keuangan pribadi dan uang hasi usaha
  • Dapat mengakses modal ke bank maupun non-bank

Ingat, lapor SPT Tahunan online harus pakai EFIN. Belum punya EFIN? Begini cara mendapatkan EFIN Pajak online.

3. Kategori Skala Usaha Menengah

  • Tempat usaha sudah menetap
  • Jenis produk sudah tetap
  • Memiliki NPWP perusahaan
  • Memiliki izin usaha atau mendirikan perusahaan
  • Punya SDM yang berpendidikan
  • Memiliki manajemen SDM sesuai fungsi dan tugas masing-masing
  • Melakukan administrasi keuangan dengan sistem akuntansi
  • Memiliki akses modal ke perbankan maupun non-bank
  • Melakukan pengelolaan organisasi perburuhan

SPT Tahunan Online 2021, Cara Lapor SPT UMKM di e-SPT Formulir 1770Ilustrasi UMKM yang bisa lapor SPT Tahunan online 2021 melalui e-SPT menggunakan formulir 1770

Jenis SPT Formulir 1770 untuk Lapor SPT Tahunan Online UMKM

SPT Tahunan Orang Pribadi (OP) formulir 1770 adalah jenis SPT yang digunakan oleh WP yang memiliki penghasilan:

  • Dari usaha/pekerjaan bebas
  • Dari satu atau lebih pemberi kerja
  • Dikenakan PPh Final dan/atau bersifat Final dan/atau
  • Dalam negeri lainnya dan luar negeri

Note: Berkas yang Harus Disiapkan Jadi Persyaratan Lapor SPT Badan Terbaru

Surat Pemberitahuan atau yang disebut SPT adalah surat yang oleh WP gunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak atau bukan objek pajak dan harta.

Kewajiban ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan Pasal 1 angka 4 PER-02/PJ/2019 tentang Tata Cara Penyampaian, Penerimaan, dan Pengolahan Surat Pemberitahuan.

SPT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk dokumen elektronik, atau formulir kertas (hard copy).

Pasal 3 ayat (2) PER-02/PJ/2019 tentang Tata Cara Penyampaian, Penerimaan, dan Pengolahan Surat Pemberitahuan.

Jika Anda bertanya, apakah perbedaan antara e-Filing dan e-SPT?

Kalau e-Filing juga digunakan untuk penyampaian spt secara online, mengapa WP masih menggunakan e-SPT?

Jawabnya, e-SPT adalah aplikasi pengisian SPT yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Sedangkan e-Filing adalah suatu cara penyampaian SPT yang dilakukan secara online yang real time melalui laman Ditjen Pajak atau ASP mitra DJP yakni Klikpajak.id.

Singkatnya, e-SPT adalah medianya. Adapun e-Filing adalah cara penyampaiannya. Jadi antara e-SPT dan e-Filing saling berkaitan erat.

e-SPT digunakan untuk mengolah data WP, dan e-Filing hanya digunakan untuk penyampaian.

Dengan begitu e-Filing memudahkan WP dalam penyampaian tidak perlu ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). 

e-SPT atau e-Form berbentuk file dengan ekstensi .xfdl yang pengisiannya dapat dilakukan secara offline menggunakan aplikasi Form Viewer yang DJP.

Setelah SPT tahunan dibuat secara offline, WP bisa langsung mengunggah atau upload SPT secara online via DJP Online.

SPT Tahunan Online 2021, Cara Lapor SPT UMKM di e-SPT Formulir 1770Contoh formulir SPT Tahunan onlien 2021 UMKM formulir 1770

Cara Lapor SPT Tahunan Online 2021 UMKM di e-SPT Formulir 1770

Sebelum melaporkan SPT Tahunan online 2021 UMKM di e-SPT DJP Online, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan dan diperhatikan, yakni:

a. Menginstal e-SPT

Agar WP bisa mengakses e-SPT dengan lancar, pastikan perangkat mumpuni dengan kondisi seperti berikut:

  • Perangkat keras (hardware)
  • Processor: minimal Pentium III 
  • RAM: 32 Mb RAM 
  • Harddisk: Free Space 40 Mb 
  • Flashdisk/Harddisk Eksternal 
  • Koneksi internet yang menunjang
  • Perangkat lunak (software)   
  • Microsoft Windows: minimal XP 
  • Microsoft Access: minimal Microsoft Office 2003 

b. Kebutuhan sistem 

  1. Pastikan Kebutuhan Sistem sudah dipenuhi oleh komputer/ laptop WP
  2. Silakan unduh file installer e-SPT dari situs www.pajak.go.id atau dari KPP Pratama/KP2KP terdekat
  3. Jalankan file-file installer sampai selesai (installation complete) sesuai dengan urutannya
  4. Pastikan Regional Setting komputer/laptop Anda sudah Indonesia
  5. e-SPT sudah siap untuk dijalankan

c. Setting awal e-SPT 

  1. Koneksi ke Database Pilih DSN dengan nama “db1771_2010”
  2. Input NPWP Hanya dilakukan pada saat database dibuka untuk pertama kali
  3. Input Profil WP Data Profil WP bisa di-update kecuali untuk bagian NPWP
  4. Login Aplikasi User Name: Administrator Password: 123
  5. Memutakhirkan Tarif Pilih “Setting Tarif” dari menu “Utility”. Pastikan Tarif PPh Badan yang tercantum 25%.

Note: Lapor SPT Pajak Lebih Mudah dan Terintegrasi dengan Aplikasi Bayar Pajak Online

Langkah selanjutnya, silakan input data e-SPT. WP Orang Pribadi (OP) yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan WP Badan di Indonesia wajib menyelenggarakan pembukuan.

Untuk sumber data SPT: 

  • Neraca/Laporan Posisi Keuangan  
  • Data mengenai harta, kewajiban, dan modal  

Dalam e-SPT, WP diwajibkan memasukkan laporan Laba – Rugi. yakni data mengenai penghasilan dan biaya, serta penjualan dan pembelian.

Sumber data lainnya yang harus dimasukkan ke e-SPT misalnya data susunan Pengurus/Komisaris.

Setelah sumber data SPT tersedia maka sudah bisa dilakukan input data pada e-SPT. Petunjuk pengisian bisa dilihat pada file user manual e-SPT dalam format PDF yang termasuk dalam paket instalasi.

Langkah-langkah pelaporan e-SPT

  1. Pilih Tahun Pajak yang akan dibuat file CSV-nya  
  2. Simpan file CSV pada folder khusus untuk mempermudah pengarsipan  Disarankan untuk TIDAK mengubah nama file CSV hasil dari e-SPT

Tutorial lapor SPT PPh Pribadi selengkapnya dapat dilihat pada video berikut ini:

Untuk lapor SPT PPh Badan, lebih mudah Anda juga dapat melihat video tutorial berikut:

Lebih Mudah Lapor SPT Tahunan di e-Filing Klikpajak.

Melalui Klikpajak, Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak. Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Aturan Baru Sanksi Tidak/Telat Lapor SPT Pajak

DJP telah menentukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelaporan SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Note: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan 

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

3. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan

4. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

5. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Lebih Mudah Urus Perpajalan Lainnya di Klikpajak.id

Karena Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi, mulai dari menghitung, membayar dan melaporkan pajak hanya dalam satu platform yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana pun Anda berada.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan Anda dengan akurat, sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan yang dapat merugikan.

Berikut fitur lengkap Klikpajak lainnya yang semakin membuat urusan administrasi perpajakan Anda lebih efektif dan efisien.

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

SPT Tahunan Online 2021, Cara Lapor SPT UMKM di e-SPT Formulir 1770

B. Menggunakan Fitur e-Faktur 3.0 dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

SPT Tahunan Online 2021, Cara Lapor SPT UMKM di e-SPT Formulir 1770

C. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

SPT Tahunan Online 2021, Cara Lapor SPT UMKM di e-SPT Formulir 1770

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja

dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

SPT Tahunan Online 2021, Cara Lapor SPT UMKM di e-SPT Formulir 1770

E. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya

maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI

SPT Tahunan Online 2021, Cara Lapor SPT UMKM di e-SPT Formulir 1770

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Keamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat

Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

SPT Tahunan Online 2021, Cara Lapor SPT UMKM di e-SPT Formulir 1770

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED26 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: