Bagaimana Cara Lapor Pajak UMKM? Simak di Sini

Bagaimana Cara Lapor Pajak UMKM?

Selain Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi dan WP Badan, pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga harus lapor pajak. Pahami cara lapor pajak UMKM beserta aturannya.

UMKM merupakan usaha bebas yang berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi, baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha besar.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah, penggolongan UMKM dibedakan berdasarkan jumlah aset dan total omzet penjualan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), penggolongan tersebut termasuk jumlah karyawan.

Seperti apa penjelasan terkait pajak UMKM dan cara pelaporan pajak penghasilannya, berikut Klikpajak by Mekari ulas untuk Anda.

Pajak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Jika sebuah usaha menyewa gedung/kantor, memiliki aset dan omzet penjualan, maka pajak yang dikenakan adalah PPh Final.

Ketentuan PPh Final ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha.

Menurut beleid tersebut, PPh Final ini dikenakan pada UMKM adalah pajak atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto atau omzet di bawah Rp4,8 miliar dalam setahun.

Note: Manfaatkan insentif pajak demi kelangsungan usaha Anda. Terdampak Corona, UMKM Bisa Ajukan Bebas PPh Final

Pajak Usaha Mikro

Usaha yang termasuk golongan mikro adalah usaha yang dimiliki orang perorangan. Kriteria usaha mikro di antaranya jumlah karyawan kurang dari 4 orang, memiliki aset di bawah Rp50 juta, dan omzet penjualan tahunan kurang dari Rp300 juta.

Pajak Usaha Kecil

Lalu untuk usaha yang termasuk golongan kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha, yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan.

Kriterianya jumlah karyawan antara 5 sampai 19 orang, jumlah aset Rp50 juta sampai Rp500 juta, dan omzet tahunan berkisar antara Rp300 juta sampai Rp2,5 miliar dalam setahun.

Note: Biar tak jadi bisnis lebih menguntungkan dan berjalan lancar, ketahui Cara Menyiasati ‘Tax Expense’ Biar Tak Jadi Beban Usaha

Pajak Usaha Menengah

Untuk usaha menengah pada dasarnya sama dengan usaha kecil. Hal yang membedakan adalah kriterianya, yaitu jumlah karyawan antara 20 sampai 99 orang, asetnya berjumlah Rp500 juta sampai Rp10 miliar, dan omzet tahunan antara Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar per tahun.

Ilustrasi lapor pajak UMKM

Cara Lapor Pajak UMKM

Sebelum melaporkan pajak UMKM, lakukan registrasi ke aplikasi atau situs web DJP Online.

Jangan lupa juga untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk lapor pajak.

Note: Ketahui besar pajak penghasilan pengusaha kelas UMKM, selengkapnya baca Pembayaran PPh Final: Tarif 0,5% Khusus UMKM.

Pastikan semua dokumen sudah dipindai ke dalam komputer. Setelah semua siap, berikut cara lapor pajak bagi UMKM:

  1. Buka situs DJP Online https://djponline.pajak.go.id
  2. Masukkan NPWP, kata sandi, serta kode keamanan untuk login
  3. Klik “Buat SPT”. Pilih “Ya” untuk wajib pajak yang menjalankan usaha bebas
  4. Klik “e-Form SPT 1770”. Pilih tahun pajak kemudian klik “Kirim Permintaan”
  5. Setelah itu, dokumen e-form otomatis terunduh dan kode verifikasi akan dikirim ke surel
  6. Klik “Download Viewer” pada halaman unduh formulir elektronik. Lalu klik “windows (24mb)”. Setelah proses unduh selesai, instal form viewer tersebut
  7. Siapkan dokumen e-form yang sudah diunduh dan daftar peredaran bruto selama satu tahun. Buka dokumen e-form melalui program Viewer lalu pilih “Pencatatan”
  8. Isi jumlah harta yang dimiliki pada tahun pajak tersebut di lampiran 1770-IV bagian A
  9. Isi jumlah utang yang dimiliki pada tahun pajak tersebut di lampiran 1770-IV bagian B
  10. Isi nama anggota keluarga di lampiran 1770-IV bagian C
  11. Isi PPh Final. Pada lampiran 1770-III, klik kolom PP 23. Klik box PP 23 yang muncul di atas. Kemudian isi peredaran atau penjualan bruto setiap bulan sesuai dengan dokumen yang ada Setelah selesai mengisi peredaran bruto, klik “Ya” kemudian klik halaman berikutnya
  12. Klik halaman berikutnya pada Lampiran II dan Lampiran I. Lalu akan masuk ke halaman induk 1770. Isi status kewajiban pajak sesuai kondisi
  13. Pada bagian B, pilih penghasilan tidak kena pajak (PTKP) sesuai dengan kondisi. Setelah itu isi kolom tanggal, lalu klik “submit”
  14. Klik “unggah lampiran” pada halaman berikutnya. Pastikan ukuran berkas tidak lebih dari 40 MB dan berbentuk PDF. Buka surel dan salin kode verifikasi
  15. Kembali lagi ke form viewer. Kemudian tempel kode verifikasi, klik “submit”. Klik “Yes” pada kotak dialog yang muncul. Tunggu proses submit sampai selesai. Setelahnya akan ada pemberitahuan “submit SPT berhasil”
  16. Bukti penerimaan elektronik akan dikirim ke surel

Ilustrasi lapor pajak UMKM di Klikpajak

Lapor SPT Pajak di Klikpajak

Demi menghindari keterlambatan dan agar pelaporan SPT Pajak UMKM menjadi lebih mudah, Anda dapat menggunakan Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) Klikpajak.id yang mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan DJP No. KEP-169/PJ/2018.

Klikpajak adalah aplikasi perpajakan online berbasis cloud dengan fitur perpajakan yang lengkap, sehingga memungkinkan Anda mengelola administrasi perpajakan dengan mudah dan praktis.

Anda tidak perlu khawatir saat menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin lantaran Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

e-Filing Klikpajak

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui fitur e-Filing Klikpajak kapan saja dengan mudah.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Langkah-langkah membuat ID Billing dan Lapor SPT Pajak melaluie-Filing selengkapnya bisa dilihat di SINI

Semua jenis SPT bisa dilaporkan melalui e-Filing di Klikpajak, di antaranya:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Semua itu bisa dilakukan dengan mudah dan cepat karena panduan pengisian SPT yang simpel.

Ketahui Batas Waktu Lapor SPT Tahunan/Masa

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak

 

Klikpajak berbasis cloud yang memudahkan Anda mengelola administrasi perpajakan dengan baik kapan pun dan di mana pun.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

e-Billing

Anda juga bisa membuat ID Billing sebagai syarat yang harus dipenuhi pada saat Anda akan melakukan pembayaran pajak. Buat ID Billing di e-Billing Klikpajak, karena Klikpajak.id juga menerbitkan ID Billing resmi dari DJP

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

e-Faktur

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memungkinkan Anda bisa mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Membuat Faktur Pajak Masukan
  • Membuat Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Contoh membuat bukti potong di e-Bupot Klikpajak

e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot yang berlaku mulai 1 Agustus 2020 yang ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot juga semakin mudah dan cepat karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Ilustrasi tim support Klikpajak yang selalu siap membantu Anda

Tim Support Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED21 Aug 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: