Perbedaan e SPT Masa PPN dan eSPT Masa PPh

Surat Pemberitahuan elektronik atau e-SPT dibuat untuk melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) dan dilaporkan setiap Masa Pajak atau tiap bulan (e SPT Masa).

Seiring perkembangan teknologi, Ditjen Pajak telah mengembangkan layanan perpajakan salah satunya pelaporan pajak dalam bentuk Surat Pemberitahuan elektronik atau e SPT pajak, baik e SPT Masa PPN maupun e-SPT Masa PPh.

Lalu, apa perbedaan surat pemberitahuan elektronik Masa PPN dan eSPT Masa PPh? Mekari Klikpajak akan mengulasnya untuk Anda.

Kendati sama-sama Surat Pemberitahuan Elektronik pajak, antara e SPT Masa PPN dan e-SPT Masa PPh jauh berbeda.

Perbedaan keduanya bukan hanya bentuk formulirnya, tapi juga fitur aplikasi pajak yang digunakan untuk membuat form e SPT Masa tersebut.

Bahkan objek pajak PPN dan PPh sudah jelas sangat berbeda. Ingin mengetahui perbedaan keduanya, terus simak ulasannya di bawah ini.

Perbedaan e SPT Masa PPN dan PPh

Bicara e-SPT, kali ini tidak membahas tentang aplikasi eSPT yang sebelumnya digunakan untuk membuat SPT Pajak, karena e SPT DJP sudah tidak digunakan lagi.

Seperti diketahui aplikasi e-SPT DJP ditutup mulai 28 Februari untuk Formulir SPT 1770S, 1770, dan 1771.

Berikutnya, aplikasi e-SPT DJP ditutup mulai 30 Maret 2022 untuk Formulir SPT PPh Badan dalam satuan mata uang dolar AS atau 1771$ dan lampiran khusus WP Migas.

Sebagai gantinya, pelaporan SPT melalui e-Filing atau e-Form DJP dan aplikasi yang disediakan PJAP mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Pembahasan surat pemberitahuan elektronik masa ini lebih ditekankan pada bentuk formulir pelaporan pajak itu sendiri, yakni Surat Pemberitahuan Elektronik Pajak (e-SPT Pajak).

Seperti yang sudah disebutkan di atas, selain jenis objek pajaknya yang berbeda, pembuatan pun juga tidak sama.

Jika surat pemberitahuan elektronik Masa PPN dibuat melalui aplikasi e-Faktur, sedangkan e SPT Masa PPh dibuat melalui e-Filing atau e-Bupot Unifikasi tergantung jenis pajak penghasilan yang akan dilaporkan.

Perbedaan berikutnya adalah jika e SPT Masa PPN adalah surat pemberitahuan elektronik atas transaksi barang/jasa kena pajak yakni PPN dan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah).

Sedangkan e SPT Masa PPh adalah surat pemberitahuan elektronik atas pemungutan/pemotongan atau pun pembayaran Pajak Penghasilan (PPh).

Surat Pemberitahuan elektronik Masa PPh yang dibuat melalui e-Filing hanya diperuntukkan jenis eSPT PPh Pasal 21.

Untuk pembuatan e SPT Masa PPh untuk jenis PPh Pasal 22, 23, 26, 15, dan Pasal 4 ayat (2) dilakukan menggunakan e-Bupot Unifikasi.

Baca Juga Daluwarsa Pajak & Jatuh Tempo SKPKB yang WP Badan Wajib Tahu

Pembuatan e-SPT Masa PPN dan PPh

Seperti yang sudah disinggung di atas, sebelum WP Badan mulai melaporkan SPT pajaknya, terlabih dahulu harus membuat SPT dengan mengisi form yang sudah disiapkan, salah satunya form SPT PPh 23 di masing-masing fitur sebagaimana sudah ditentukan, yakni e-Faktur, e-Filing, dan e-Bupot Unifikasi.

SPT berfungsi sebagai formulir untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak terutang.

SPT juga berfungsi untuk melaporkan mengenai pembayaran pajak atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam satu tahun pajak.

Selain itu, penghasilan objek pajak atau bukan objek pajak, harta dan kewajiban, pemungutan pajak orang atau badan lain dalam satu masa pajak juga masuk ke dalam SPT.

Kemudian berbagai transaksi Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) juga harus dilaporkan melalui SPT Masa PPN.

Baca juga: Daftar Perusahaan Pemungut PPN PMSE Terbaru dan Cara Input Data Dokumen Lain Transaksi PMSE di e-Faktur

a. Cara Membuat SPT Masa PPN

Pembuatan surat pemberitahuan elektronik Masa PPN merupakan serangkaian dalam proses melakukan pelaporan SPT PPN.

e-SPT Masa PPN ini dibuat melalui aplikasi e-Faktur dengan mengisi form SPT Masa PPN 1111 Excel terbaru setelah melakukan rekonsiliasi pajak untuk kemudian dilakukan perlaporan SPT PPN. Formulir ini khusus digunakan untuk SPT Masa PPN lebih bayar

Pengembangan aplikasi e-Faktur dilatarbelakangi oleh kondisi penggunaan Faktur Pajak manual yang banyak disalahgunakan oleh oknum PKP yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu juga karena beban pengadministrasian yang cukup besar baik bagi PKP sebagai Wajib Pajak maupun DJP.

Oleh karena itu, tujuan pengembangan aplikasi e-Faktur adalah untuk menghilangkan penyalahgunaan Faktur Pajak fiktif serta dapat memberikan kemudahan pengadministrasian Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Selain digunakan untuk membuat Faktur Pajak elektronik, e-Faktur juga dapat digunakan untuk membuat eSPT PPN yang digunakan untuk melaporkan SPT Masa PPN & PPnBM terutang.

eSPT PPN atau e-Faktur juga berfungsi untuk mengkreditkan Pajak Masukan setelah proses pambayaran PPN terutang dilakukan.

Khusus untuk pembayaran PPN terutang harus menggunakan Formulir SPT Masa PPN 1107 Excel. Adapun pemungut yang menggunakan formulir tersebut seperti bendahara pemerintah pusat, daerah, desa, dan badan yang ditunjuk sebagai pemungut PPN.

Baca Juga: Makin Praktis! Fitur Baru Klikpajak: Cara Bayar Pajak Terutang dari Halaman SPT PPN

Bicara soal e-Faktur, DJP telah melakukan serangkaian pembaruan sistem aplikasi pembuatan Faktur Pajak elektronik ini.

Terbaru adalah e-Faktur 3.1 yang merupakan permbaruan sistem dari versi sebelumnya yakni eFaktur 3.0.

b. Cara Membuat e SPT Masa PPh

Berbeda dengan e SPT Masa PPN, untuk eSPT Masa PPh dibuat melalui e-Filing untuk PPh 21 dan e-Bupot Unifikasi untuk jenis PPh lainnya seperti lapor pelaporan PPh 26.

Buat Surat Pemberitahuan elektronik pajak masa Anda di e-Filing Klikpajak dan e-Bupot Unifikasi.

Bukan hanya mudah membuat surat pemberitahuan elektronik Masa pajak saja, Anda juga dapat membuat eSPT Tahunan Badan Formulir 1771 dengan mudah di eSPT Badan Online Klikpajak.

Mau tahu cara lapor SPT PPh Badan yang mudah dan cepat?

Segera hubungi konsultan Klikpajak by Mekari, dengan senang hati kami akan membantu mengurus pajak bisnis Sobat Klikpajak.

Baca Juga : e-SPT PPh Badan: Cara Lapor SPT Tahunan Badan 1771

Segera Bayar Pajak Terutang

Setelah pembuatan e SPT Masa PPh dan e SPT Masa PPN dan pelaporan pajaknya selesai dilakukan, berikutnya setor atau bayarkan PPh terutang atau PPN terutang yang jadi kewajiban Anda.

Tahukah Anda kalau lebih mudah membuat Kode Billing langsung Bayar Billing dalam tanpa keluar platform hanya di e-Biilling Klikpajak, bahkan buat billing pajak tanpa EFIN bisa dilakukan secara mudah di Klikpajak.

Sudah paham tentang e SPT Masa, ya?

Itulah penjelasan tentang SPT Masa PPN juga eSPT PPN dan perbedaannya serta cara membuatnya yang berbeda.

Bukan hanya mudah membuat e SPT Masa PPN dan PPh saja, tapi Anda juga dapat memanfaatkan Fitur Lengkap Pajak Online lainnya semakin memudahkan Sobat Klikpajak kelola pajak bisnis.

Sebab melalui Klikpajak.id sebagai mitra resmi DJP, Anda akan merasa aman dan nyaman karena dilengkapi dengan Fitur Arsip Pajak.

Sehingga Anda dapat dengan mudah menemukan semua file dari transaksi perpajakan yang pernah dilakukan.

Bukan hanya itu, mengelola banyak NPWP sekaligus dalam satu akun pajak dan berbagi tugas mengerjakan pajak perusahaan dengan rekan internal juga dapat dilakukan karena Klikpajak.id dilengkapi dengan Fitur Multi User & Multi Company.

Tunggu apalagi? Segera hubungi tim konsultan kami untuk kelancaran urusan pajak bisnis sekarang juga.

e SPT adalah bagian fitur aplikasi pajak online yang digunakan wajib pajak badan. Apa itu e SPT, perbedaan e-SPT & e Filing atau eSPT PPN?

Baca juga artikel tentang perpajakan lainnya di blog Klikpajak by Mekari di bawah ini :

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED31 Aug 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: