Klikpajak by Mekari

Cara Rekonsiliasi Pajak Masukan Lebih Mudah dan Cepat

Mengecek satu per satu dari ratusan bahkan ribuan faktur atau invoice dari transaksi pembelian barang dan jasa kena pajak untuk melakukan rekonsiliasi Pajak Masukan?

Itu cara lama yang menyita banyak waktu dan tenaga. Kini Anda dapat melakukan rekonsiliasi Pajak Masukan otomatis lebih praktis melalui eFaktur terbaru Klikpajak yang langsung menarik data dari laporan keuangan online.

Lalu, bagaimana cara rekonsiliasi Pajak Masukan di e-Faktur? Mekari Klikpajak akan menunjukkan langkah-langkahnya untuk Anda.

Sebagai Wajib Pajak (WP), baik WP Badan maupun WP Pribadi yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP), tidak akan terlepas dari aktivitas transaksi barang atau jasa kena PPN/PPnBM berupa Pajak Keluaran dan Pajak Masukan.

Pajak Keluaran merupakan transaksi PPN maupun PPnBM ketika PKP menjual barang/jasa kena pajak, sedangkan pada saat PKP tersebut membeli BKP/JKP, maka transaksinya menjadi Faktur Pajak Masukan.

Keduanya, baik Faktur Pajak Keluaran maupun Masukan harus dilakukan rekonsiliasi pajak setiap bulannya (Masa Pajak) sebelum menghitung PPN terutang dan menyetorkannya serta melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN.

Begini gambaran Pajak Masukan:

Contoh kasus 1,

PT AAA merupakan WP Badan PKP bergerak di industri tekstil. Pada 1 November 2022 membeli bahan baku tekstil dari PT BBB.

Dari transaksi tersebut, PT AAA menerima bukti pembelian atau invoice dan Faktur Pajak Keluaran yang diterbitkan PT BBB.

Faktur Pajak yang diberikan PT BBB tersebut, menjadi Faktur Pajak Masukan bagi PT AAA.

Contoh kasus 2,

Pak Kelik sebagai WP Pribadi berstatus PKP membeli perangkat mesin giling untuk usahanya pada 1 November 2022 dari CV DDD.

Kemudian Pak Kelik menerima invoice dan Faktur Pajak Keluaran dari CV DDD.

Faktur Pajak yang dibuat oleh CV DDD ini menjadi Faktur Pajak Masukan bagi Pak Kelik.

Mengingat rekonsiliasi pajak merupakan agenda wajib setiap bulannya, sudah seharusnya aktivitas yang satu ini dilakukan dengan cara yang efektif.

Melalui fitur rekonsiliasi Pajak Masukan Klikpajak.id, melakukan rekonsiliasi Pajak Masukan jadi lebih mudah dan cepat karena sistem e-Faktur Klikpajak terintegrasi dengan akuntansi online Jurnal.id.

Mekari Klikpajak adalah penyedia jasa aplikasi pajak online mitra DJP resmi, yang berkomitmen membantu dunia usaha mencapai ‘Powering Business Growth‘ setiap perusahaan.


Klikpajak hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam mengembangkan dan memajukan bisnis melalui penyediaan support system perpajakan online lengkap dan terintegrasi dengan akuntansi online Jurnal.id, serta didukung dengan sistem Application Programming Interface (API), seperti e-Faktur API dan e-Bupot API yang membuat pengelolaan pajak bisnis makin praktis.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!


Apa itu Rekonsiliasi Pajak Masukan?

Rekonsiliasi Pajak Masukan adalah proses mencari perbedaan antara nilai transaksi yang ada pada Faktur Pajak Masukan dengan nilai transaksi yang terdapat pada invoice pembelian (Faktur Pembelian).

Rekonsiliasi Pajak Masukan diperlukan untuk mencocokkan data antara Faktur Masukan dengan Faktur Pembelian atau invoice.

Apa tujuan rekonsiliasi Pajak Masukan?

Dari penjelasan apa itu rekonsiliasi Pajak Masukan, maka pada dasarnya rekonsiliasi Faktur Masukan ini bertujuan untuk menyamakan transaksi pembelian yang tercatat pada laporan keuangan dan transaksi Faktur Masukan yang tercatat di e-Faktur.

Baca juga: Deret Poin Penting Perubahan Regulasi Pajak di UU HPP

A. Bagaimana Proses Rekonsiliasi Pajak Masukan?

Proses rekonsiliasi Pajak Masukan tak ubahnya seperti melakukan rekonsiliasi Pajak Keluaran. Bedanya, yang direkonsiliasi yaitu Faktur Pajak Masukan dengan invoice Pembelian.

Jadi, jika rekonsiliasi Pajak Keluaran, maka yang dicocokkan datanya yaitu Faktur Penjualan dengan Faktur Pajak Keluaran.

Sedangkan dalam proses rekonsiliasi Pajak Masukan, maka yang dilakukan pencocokan data yakni antara Faktur Pembelian dan Faktur Pajak Masukan.

Setidaknya, setiap data yang ada pada Faktur Pembelian dengan Faktur Pajak Masukan harus sama atau ada kecocokan, baik yang tertera pada invoice dengan Faktur Pajak Masukan, di antaranya:

  • Nama, Alamat dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Nomor invoice atau Faktur Pembelian
  • Jumlah nominal transaksi
  • Tanggal transaksi
  • Dan detail transaksi lainnya

Baca Juga : Error ETAX 40001 eFaktur: Penyebab dan Solusi Mengatasinya

B. Pentingnya Rekonsiliasi Pajak Masukan Otomatis

Namanya juga mencocokkan data, artinya berapa pun jumlah Faktur Pajak Masukan dan Faktur Pembelian harus bisa dipastikan sesuai.

Bisa dibayangkan jika jumlah Faktur Pajak Masukan dan Faktur Pembelian yang direkonsiliasi bukan lagi ratusan, melainkan ribuan atau puluhan ribu bahkan mencapai ratusan ribu.

Tentu proses rekonsiliasi ini jadi aktivitas yang sangat menyita banyak waktu dan tenaga jika dilakukan secara manual.

Untuk itulah dibutuhkan fitur yang dapat membantu memudahkan proses rekonsiliasi Pajak Masukan dan Faktur Pembelian dengan mudah dan cepat.

Semua kemudahan melakukan rekonsiliasi Pajak Masukan dan Faktur Pembelian dapat Anda temukan hanya di Klikpajak.id.

Melalui fitur rekonsiliasi PPN Masukan otomatis Klikpajak, Anda dapat mudah menemukan perbedaan data dan melakukan tindakan yang diperlukan seperti upload Faktur Pajak Masukan ataupun mengubah data yang sesuai antara Pajak Masukan dan invoice pembelian.

Ketahui juga Cara Rekonsiliasi Pajak Keluaran Otomatis di e-Faktur Klikpajak.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur MasukanContoh rekonsiliasi pajak masukan di eFaktur Klikpajak

Cara Mudah Rekonsiliasi Pajak Masukan Terbaru 2022 di eFaktur Klikpajak

Seperti yang sudah diuraikan di atas, dengan fitur rekonsiliasi otomatis di Klikpajak.id, artinya Anda dapat mencocokkan data Faktur Pajak Masukan yang ada di e-Faktur dengan data Faktur Pembelian yang ada di laporan keuangan online Jurnal.id.

Melalui fitur rekonsiliasi Pajak Masukan otomatis di Klikpajak ini, Anda mudah melakukan berbagai kebutuhan dalam proses rekonsiliasi, seperti:

1. Rekonsiliasi Pajak Masukan dengan Faktur Pembelian dari Jurnal

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk melakukan rekonsiliasi Pajak Masukan tentunya Anda harus sudah melakukan aktivitas pembukuan di akuntansi online Mekari Jurnal.

Pada saat akan melakukan proses rekonsiliasi Pajak Masukan, Anda harus masuk/login ke akun pajak Klikpajak Anda.

2. Manual Rekonsiliasi

Jika terdapat perbedaan data antara invoice Pembelian dan Pajak Masukan, misalnya selisih nilai karena perbedaan pembulatan desimal antara pihak bagian accounting dan perpajakan, Anda dapat melakukan rekonsiliasi manual.

3. Download Rekonsiliasi Data

Anda juga dapat mengunduh hasil rekonsiliasi dalam format excel.

4. Update Rekonsiliasi Data

Selain itu, Anda juga dapat menarik ulang data invoice Pembelian dari Jurnal.id, sehingga Anda dapat mengetahui jika ada perubahan data pada Faktur Pembelian atau Faktur Masukan.

5. Mencari dan Cocokkan Pajak Masukan

Ketika ada transaksi tidak ditemukan yang mungkin disebabkan karena Faktur Pajak Masukan dibuat dengan Masa Pajak yang berbeda dengan tanggal transaksi, Anda tetap bisa melakukan rekonsiliasi manual dengan fitur Cari & Cocokkan Faktur.

6. Bulk Upload Faktur Masukan

Pada rekonsiliasi, Anda dapat mengupload Pajak Masukan yang sudah terekonsiliasi ke server DJP secara bulk.

7. Membatalkan Rekonsiliasi

Apabila Anda ingin melakukan perubahan data pada Pajak Masukan yang sudah terekonsiliasi, Anda harus membatalkan status rekonsiliasinya terlebih dahulu.

Hal ini untuk mencegah perubahan data pada transaksi yang sudah terekonsiliasi.

Klikpajak.id akan menunjukkan satu per satu proses melakukan rekonsiliasi Pajak Masukan di e-Faktur.

Baca juga tentang Pembuatan Faktur Pajak Masukan dan Regulasinya

A. Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan dengan Faktur Pembelian dari Jurnal

Setelah login ke akun Klikpajak Anda, berikutnya Anda tinggal mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Masuk ke halaman rekonsiliasi melalui menu “E-Faktur”, lalu pilih “Rekonsiliasi”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

2. Anda akan diarahkan ke halaman “Daftar Rekonsiliasi”. Halaman ini menampilkan daftar transaksi yang sudah pernah dilakukan rekonsiliasi sesuai dengan Masa Pajaknya.

Kemudian klik tombol “Mulai Rekonsiliasi” dan pilih “Faktur Masukan”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

3. Anda akan diarahkan ke halaman rekonsiliasi Faktur Masukan. Pilih Masa Pajak yang ingin Anda rekonsiliasi.

4. Pilih jenis PPN dan PPnBM yang tercatat pada Faktur Pembelian di Jurnal.id, lalu klik tombol “Mulai Rekonsiliasi”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

5. Sistem Klikpajak akan menarik transaksi pembelian yang tercatat di Jurnal sesuai dengan jenis pajak dan periode transaksi yang dipilih.

Lalu sistem juga akan mencocokkan data pembelian dengan Pajak Masukan yang tercatat di Klikpajak.

Setelah proses penarikan dan pencocokan data selesai dilakukan, maka sistem akan menampilkan daftar transaksi dari Jurnal dan Klikpajak beserta hasil rekonsiliasinya.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

6. Anda akan melihat transaksi pembelian dari Jurnal di kiri dan transaksi Pajak Masukan Klikpajak di kanan.

Pada transaksi yang sesuai, sistem akan melakukan pencocokan otomatis.

a. Pencocokan ini dilihat dari data: No. Referensi Supplier, Tanggal, Nomor Identitas (NPWP/KTP) dan Nominal (DPP & PPN).

b. Jenis transaksi pembelian yang dicocokkan dari Jurnal meliputi: Purchase invoice, Expense, Journal Entry dan Bank Deposit yang mengandung pajak PPN/PPnBM.

7. Transaksi yang sudah terekonsiliasi akan dapat dilihat secara lengkap pada informasi Faktur Masukan ditandai adanya keterangan “Terekonsiliasi”.

Catatan:

a. Transaksi yang sudah terekonsiliasi tidak dapat diubah atau dihapus jika statusnya “Belum Approved” dari DJP, dan tidak bisa dibuat menjadi Faktur Pajak engganti maupun pembatalan faktur jika statusnya “Sudah Approved” oleh DJP.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

b. Apabila Anda ingin mengubah faktur tersebut menjadi Faktur Pajak Pengganti dan pembatalan faktur, Anda perlu melakukan pembatalan rekonsiliasi terlebih dahulu, dengan klik “Tanggal Rekonsiliasi”.

Baca juga: Syarat dan Cara Membatalkan Faktur Pajak Keluaran bagi Perusahaan

B. Cara Manual Rekonsiliasi

Berikut cara untuk melakukan rekonsiliasi manual saat diperlukan karena ada selisih nilai:

1. Pada halaman rekonsiliasi Pajak Masukan, pilih transaksi yang ingin direkonsiliasi masukan.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

2. Klik button “Cocokkan” di antara Faktur Pembelian dan Pajak Masukan.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

3. Setelah itu, sistem akan memperbarui status rekonsiliasi transaksi dari Faktur Pembelian dan Pajak Masukan yang sebelumnya “Belum Terekonsiliasi” menjadi “Terekonsiliasi”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

Baca juga Mengenal Utang Pajak Penjualan dengan Contoh Pencatatan Jurnalnya

C. Cara Batalkan Rekonsiliasi

Untuk melakukan pembatalan rekonsiliasi Pajak Masukan yang sudah dilakukan karena berbagai sebab, berikut cara membatalkannya:

1. Pada halaman rekonsiliasi Pajak Masukan, pilih transaksi yang ingin dibatalkan status rekonsiliasinya.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

2. Klik button “Batalkan Pencocokan” di antara Faktur Pembelian dan Pajak Masukan.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

3. Pilih “Batalkan Rekonsiliasi” untuk konfirmasi batalkan status rekonsiliasi.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

4. Setelah itu, sistem akan memperbarui status rekonsiliasi transaksi dari Faktur Pembelian dan Pajak Masukan yang sebelumnya “Terekonsiliasi” menjadi “Belum Terekonsiliasi”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

Baca juga: Cara Input Dokumen Lain Pajak Masukan di e-Faktur

D. Cara Download Rekonsiliasi Data

Ketika ingin mengunduh rekonsiliasi data, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Pada halaman rekonsiliasi Faktur Masukan, klik icon “Download”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

2. Sistem akan meng-export hasil rekonsiliasi ke dalam format excel.
Berikut contoh hasil rekonsiliasi yang berhasil di-download:

E. Cara Update Rekonsiliasi Data

Untuk melakukan update rekonsiliasi data agar mengetahui apabila ada perubahan data di Faktur Pembelian maupun di Faktur Pajak Masukan, berikut cara memperbarui atau menarik ulang data rekonsiliasi:

1. Pada halaman detail rekonsiliasi Pajak Masukan, klik button “Update Data”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

2. Sistem Klikpajak akan menarik ulang transaksi pembelian yang tercatat di Jurnal sesuai dengan jenis pajak dan periode transaksi yang sedang direkonsiliasi.

Lalu sistem juga akan mencocokkan kembali Faktur Pembelian dengan Pajak Masukan yang tercatat di Klikpajak.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

3. Setelah proses penarikan dan pencocokan data selesai dilakukan, maka sistem akan menampilkan daftar transaksi dari Jurnal dan Klikpajak beserta hasil rekonsiliasinya.

4. Sistem memberi tanda warna kuning pada baris transaksi yang ada perubahan serta memberi warna merah pada data yang berubah.

Baca juga: Cara Input PIB di e-Faktur 3.0 untuk Importir

F. Cara Mencari & Cocokkan Pajak Masukan dengan Faktur Pembelian

Ketika akan melakukan pencarian dan pencocokan data, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Pada halaman rekonsiliasi Pajak Masukan, pilih Faktur Pembelian yang tidak ditemukan, lalu klik “Cari & Cocokkan Faktur”.

2. Sistem akan menampilkan Faktur Masukan dari Klikpajak sebagai referensi data yang ingin dicocokkan dan daftar Faktur Pembelian dari Jurnal sesuai dengan Masa Pajak yang sedang direkonsiliasi.

3. Jika Anda ingin mencari Faktur Pembelian yang dibuat pada Masa Pajak yang berbeda, pilih “Masa Pajak”.

Anda juga bisa mencari berdasarkan ‘Nama Supplier’ dengan menginput pada field “Nama Supplier”, lalu klik “Cari”.

4. Sistem akan melakukan pencarian transaksi sesuai dengan kriteria Anda.

5. Setelah itu, pilih Faktur Pembelian dan klik “Impor Faktur”.

6. Setelah itu Faktur Pembelian akan muncul di sisi kiri.

Bagaimana jika ingin Cari & Cocokkan dengan Pajak Masukan dari Prepopulated DJP?

Ketika ada transaksi yang tidak ditemukan, mungkin disebabkan karena Faktur Pajak Masukan belum dibuat di Klikpajak.

Sehingga Anda masih bisa mengimpor Pajak Masukan dari prepopulated DJP (e-Faktur 3.0), dengan menggunakan fitur “Cari & Cocokkan Faktur”.

Untuk melakukan pencarian & pencocokan data dari prepopulated DJP saat rekonsiliasi Pajak Masukan, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Pada halaman rekonsiliasi Pajak Masukan, pilih Faktur Masukan yang tidak ditemukan, lalu klik “Cari & Cocokkan Faktur”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

2. Sistem akan menampilkan Faktur Pembelian dari Jurnal sebagai referensi data yang ingin dicocokkan dan daftar Pajak Masukan.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

3. Pilih sumber data, Masa Pajak dan nama supplier (optional), lalu klik “Cari”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

4. Sistem akan melakukan pencarian transaksi sesuai dengan kriteria Anda.

5. Setelah itu pilih Faktur Masukan dan klik “Impor Faktur”.

Rekonsiliasi Pajak Masukan: Cara Rekonsiliasi Faktur Masukan

6. Setelah itu Faktur Pajak Masukan akan muncul di sisi kanan.

Baca juga: Pajak Perusahaan Go Public & Pentingnya e-Bupot Unifikasi untuk Perseroan Tbk

G. Cara Melakukan Bulk Upload Faktur Masukan

Ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan cara bulk upload melalui halaman rekonsiliasi Pajak Masukan:

1. Pada halaman rekonsiliasi Faktur Masukan detail, klik “Cek Hasil Rekonsiliasi”.

2. Anda akan diarahkan ke halaman Hasil Rekonsiliasi Faktur Masukan.

Pada halaman ini akan ditampilkan daftar Faktur Masukan yang sudah terekonsiliasi, baik yang sudah approved atau belum approved oleh DJP.

3. Kemudian pilih transaksi yang ingin di-upload e DJP dan klik “Upload”.

Catatan: Anda hanya dapat memilih transaksi yang status approvalnya “Belum Approved”.

4. Apabila upload ke DJP berhasil, status approval akan langsung berubah menjadi “Approved”.

5. Jika sudah selesai, Anda kembali ke halaman daftar history rekonsiliasi dengan klik “Selesai Rekonsiliasi”.

Catatan yang Perlu Diperhatikan

Apabila menghadapi beberapa kendala dalam proses rekonsiliasi pajak masukan, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Periksa kembali detail invoice dan pajak masukan untuk memastikan kesesuaian data.

2. Periksa kembali data seperti nomor invoice, nama perusahaan, jumlah barang, dan jumlah dasar pengenaan pajaknya.

3. Periksa bagian kategori tidak sesuai sebagai penyebabnya, seperti:

  • Pembulatan pada pajak masukan (rounding difference)
  • Nilai pada invoice dan pajak masukan berbeda, yang umumnya terjadi karena ada pembatalan/penggantian eFaktur yang belum disetujui kembali (amount difference)
  • Faktur Pajak Masukan masih berstatus draft karena belum di-upload dan di-approve DJP (tax invoice need approval)
  • Faktur pajak belum dibuat (tax invoice missing)

Baca juga: Jenis Faktur Pajak yang Tidak Dapat Dikreditkan. Apa Penyebabnya?

Itulah cara mudah rekonsiliasi Pajak Masukan dengan Faktur Pembelian yang menjadi bagian aktivitas rutin PKP.

Melalui aplikasi pajak online Klikpajak yang terintegrasi sebagai mitra resmi DJP, bukan hanya mudah melakukan proses rekonsiliasi Pajak Masukan, Anda juga dimudahkan mengurus pajak lainnya.

Temukan di sini Fitur Lengkap Perpajakan Online Klikpajak yang Memudahkan Urusan Pajak Bisnis Anda.

Ingin mengetahui lebih lanjut pengelolaan pajak perusahaan dengan cara efektif dan efisien hanya di Klikpajak? Jangan segan menghubungi tim support Klikpajak.

Saya Mau Tanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Kategori : Produk

PUBLISHED13 Dec 2022
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: