Cara Membuat e-Faktur yang Mudah dan Praktis Bisa di Klikpajak

Cara Membuat e-Faktur yang Mudah dan Praktis Bisa di Klikpajak

Setiap Wajib Pajak (WP) yang statusnya Pengusaha Kena Pajak (PKP) pasti diwajibkan membuat Faktur Pajak. Demi memudahkan pembuatan Faktur Pajak dan pelaporan SPT Masa PPN, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menerbitkan aplikasi e-Faktur. Tahukah, membuat e-Faktur lebih mudah di Klikpajak.

Dengan e-Faktur, pembuatan dan pelaporan Faktur Pajak bisa dilakukan secara elektronik, di mana pun dan kapan saja.

Tapi meski urusan Faktur Pajak sudah bisa dilakukan secara daring, tetap saja tidak sesederhana yang dibayangkan untuk melakukan aktivitas yang satu ini.

Sebab, seperti diketahui mulai 1 Oktober 2020 DJP telah merilis pembaruan sistem e-Faktur 3.0 yang memiliki fitur prepopulated, yakni pembuatan Faktur Pajak hingga penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak pertambahan Nilai (PPN) secara otomatis.

Apa sih perbedaan e-Faktur 3.0 dengan e-Faktur 2.2?

Selengkapnya baca perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2

Tapi sayangnya, untuk dapat menggunakan e-Faktur versi terbaru ini, PKP yang selama ini menggunakan e-Faktur Client Desktop DJP, harus melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 dengan cara install dan download patch terbaru di perangkat komputernya.

Namun Anda tidak perlu repot-repot install dan download partch e-Faktur 3.0 jika menggunakan e-Faktur Klikpajak.id.

“Gunakan aplikasnya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Bagaimana cara membuat Faktur Pajak elektronik yang mudah praktis di e-Faktur? Simak langkah-langkah di sini, Klikpajak by Mekari akan menunjukkan cara mudahnya untuk Anda.

Pengertian Faktur

Faktur sendiri artinya kuitansi atau tagihan penjualan. Faktur tersebut akan menjadi Faktur Pajak ketika sudah sah tertera pengenaan pajaknya dari transaksi yang dilakukan.

Jadi pengertian Faktur Pajak adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) sebagai pelaporan barang/jasa kena pajak untuk informasi dalam Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Oleh karena itu, setiap pengusaha yang statusnya PKP perlu menerbitkan Faktur Pajak dalam setiap transaksinya yang berfungsi sebagai bukti bahwa PKP telah memungut dan menyetor PPN terutang ke negara, serta melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN.

Contoh Faktur Pajak

Faktur Pajak Harus Benar

Ingat, membuat Faktur Pajak sering kali butuh perhatian dan penanganan khusus.

Maksudnya, pembuatannya harus benar agar Faktur Pajak yang diterbitkan itu merupakan Faktur Pajak sah dan diakui oleh Ditjen Pajak.

Jika Faktur Pajak itu tidak sesuai, PKP bisa dikenai sanksi berupa denda sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau PKP tidak bisa memanfaatkan Pajak Masukan yang dikreditkan untuk mengurangi beban PPN yang harus dibayar.

Beberapa kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan Faktur Pajak adalah:

  • Bentuk faktur atau cara pengisian Faktur Pajak salah
  • Faktur tidak lengkap atau penggunaan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) tidak tepat
  • Pengisian Surat Setoran Pajak (SSP) tidak sesuai
  • Terlambat melakukan pelaporan Faktur Pajak (SPT Masa PPN)
  • Tidak melaporkan ekspor dalam SPT PPN (jika melakukan kegiatan ekspor)

Kesalahan-kesalahan tersebut sangat mungkin terjadi ketika pembuatan Faktur Pajak dilakukan secara manual atau tidak ditunjang dengan teknologi yang memungkinkan pengerjaannya lebih mudah dan sederhana.

Note: Jika Anda importir, berikut Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

Selain perlunya memahami ketentuan dalam pembuatan Faktur Pajak dan pelaporannya, Wajib Pajak PKP juga membutuhkan pengelolaan pajak, mulai dari pembetulan hingga pengarsipan atau dokumentasi Faktur Pajak yang telah diterbitkan.

Karena urusan perpajakan cukup kompleks, tapi bukan berarti tidak bisa dikerjakan dengan cara yang mudah dan sesederhana mungkin.

Tentunya bukan hal asing lagi permasalahan yang sering muncul saat membuat atau menerbitkan maupun pengelolaan Faktur Pajak.

Tak jarang masalah Faktur Pajak ini pun bisa memengaruhi kinerja perusahaan. Ketika pembuatan Faktur Pajak tidak lengkap atau salah memasukkan data, maka Faktur Pajak yang diterbitkan pun bisa dianggap tidak sah.

Ilustrasi membuat Faktur Pajak elektronik

Membuat e-Faktur di Aplikasi Klikpajak

Untuk memudahkan mengelola Faktur Pajak, fitur e-Faktur Klikpajak.id bisa Anda manfaatkan.

Bukan hanya pembuatan e-Faktur saja, Klikpajak juga dilengkapi fitur lain yang membantu menghitung, membayar dan melaporkan pajak hingga pengelolaan pajak.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Apikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

“Di Klikpajak, Anda dipandu langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana. Fitur e-Faktur Klikpajak memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPPN sesuai data yang diunggah ke DJP.”

Klikpajak memungkinkan Anda jadi lebih mudah mengelola administrasi perpajakan perusahaan, mulai dari membuat dan mengelola Faktur Pajak Masukan, Faktur Pajak Keluaran, hingga Faktur Pajak Retur.

Note: Ketahui Bagaimana Cara Pembulatan PPN di e-Faktur yang Benar?

Berikut panduan cara membuat Faktur Pajak yang mudah praktis di Klikpajak:

a. Aktivasi Pajak

1. Cara aktivasi e-Faktur adalah dengan mengajukan Sertifikat Elektronik pajak bagi yang belum memilikinya.

2. Jika permohonan Sertifikat Elektronik pajak sudah disetujui, unduh di situs resmi DJP di efaktur.pajak.go.id.

Note: Cara Mendapatkan Sertifikat Elektronik dan Syarat Pengajuannya

b. Daftar Akun di Klikpajak

1. Daftarkan akun Anda di my.klikpajak.id dengan mencantumkan informasi yang terdiri dari Profil Pajak, NPWP, Nama Perusahaan, dan Jabatan

2. Klik menu e-Faktur, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar e-Faktur.

3. Pada halaman Daftar e-Faktur Anda akan diminta untuk mengupload Sertifikat Elektronik e-Faktur yang dikeluarkan oleh DJP, masukan Passphrase, dan checklist “Dengan menekan tombol daftarkan, Anda menyetujui syarat & ketentuan Klikpajak, dan mengizinkan Klikpajak untuk menyimpan sertifikat elektronik Anda.”

4. Setelah melengkapi data yang diminta klik Daftarkan maka pendaftaran berhasil, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman e-Faktur.

c. Menambahkan NSFP

Langkah berikutnya adalah menambahkan Nomor Seri Faktur Pajak sebelum bersiap untuk membuat e-Faktur.

Berikut langkah-langkah menambahkan NSFP di e-Faktur Klikpajak:

1. Klik menu e-Faktur pada Klikpajak, lalu ke sub menu Nomor Seri Faktur Pajak

2. Kemudian klik button Tambahkan NFSP.

3. Akan muncul pop-up form Tambahkan NSFP.

4. Isikan Tanggal terbit, Nomor awal, dan Jumlah nomor yang didapatkan dari aplikasi e-Nofa

5. Centang pada “Pastikan nomor yang sudah diisi sudah benar karena anda tidak dapat mengubahnya.”

6. Klik button Submit. Anda akan diarahkan ke halaman menu e-Faktur sub menu Nomor Seri Faktur Pajak, dan NSFP yang telah ditambahkan akan berada pada list NSFP.

7. Untuk melihat detail NSFP yang baru saja ditambahkan, klik range NSFP tersebut yang ada pada list.

8. Anda akan diarahkan ke bagian detail dari NSFP yang Anda pilih.

d. Mulai Membuat e-Faktur

Melalui e-Faktur Klikpajak Anda dapat lebih mudah mengelola administrasi perpajakan perusahaan, mulai dari:

  • Membuat dan mengelola Faktur Pajak Masukan
  • Membuat Faktur Pajak Keluaran
  • Faktur Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Menghapus draft Faktur Pajak
  • Membuat Faktur Pajak Pengganti

Untuk mengetahui selengkapnya langkah-langkah membuat berbagai macam Faktur Pajak tersebut, lihat tutorialnya di SINI.

Melaporkan SPT Masa PPN

Setelah membuat Faktur Pajak sesuai dengan transaksi Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP), kewajiban PKP berikutnya adalah melaporkan SPT Masa PPN.

Untuk mengetahui selengkapnya bagaimana alur pembuatan e-Faktur hingga penyampaian SPT Masa PPN, selengkapnya dapat dilihat di SINI.

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Menyetorkan atau Membayar PPN

Sesuai ketentuan perundang-undangan PPN, kewajiban PKP harus menyetorkan PPN terutang ke negara ketika hasil pengurangan Pajak Keluaran dengan Pajak Masukan ternyata lebih besar Pajak Keluaran.

PPN terutang tersebut harus dibayarkan dengan cara membuat kode billing terlebih dahulu sebagai syarat untuk dapat membayar pajak online.

Pembuatan Kode Billing dan membayar billing dapat langsung dilakukan di e-Billing Klikpajak. Anda tidak perlu keluar masuk platform hanya untuk membuat kode billing dan membayar pajaknya.

Sebab e-Billing Klikpajak sudah terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk Menteri Keuangan untuk menerima pembayaran pajak.

Tutorial cara membuat Kode Biling dan bayar pajak di e-Billing Klikpajak, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat kode billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

Fitur Lengkap Klikpajak: Hitung, Bayar dan Lapor Pajak dalam Satu Platform

Bukan hanya e-Faktur, Klikpajak.id memiliki fitur lengkap yang memudahkan urusan perpajakan Anda, mulai dari menghitung, membayar pajak, hingga melaporkan berbagai jenis pajak hanya dalam satu platform.

Berikut fitur-fitur Klikpajak.id yang memudahkan Anda melakukan administrasi perpajakan menggunakan aplikasi pajak online mitra resmi DJP ini.

a. Anda Bisa Membuat Bukti Potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun pelaporan SPT PPh 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh Pasla 23/26 di e-Bupot Klikpajak

b. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Anda juga dapat melihat tutorial penyampaian SPT Tahunan PPh Badan melalui video berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Dilengkapi Fitur ‘Multi User & Multi Company’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur multi user dan multi company yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi User’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses aplikasi Klikpajak di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi User dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur multi user dan multi company di aplikasi pajak online Klikpajak

Bagaimana dengan keamanan data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Ilustrasi keamanan data dan sistem keamanan cloud yang berlapis

Terintegrasi dengan Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin mempermudah urusan Anda, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak onlinne Klikpajak.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Kategori : ProdukTips Pajak

PUBLISHED15 May 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: