Cara Membuat e-Faktur yang Mudah dan Praktis Bisa di Klikpajak

Cara Membuat e-Faktur yang Mudah dan Praktis Bisa di Klikpajak

Setiap pengusaha yang statusnya Pengusaha Kena Pajak (PKP) pasti diwajibkan membuat faktur pajak. Demi memudahkan pembuatan faktur pajak dan pelaporan pajaknya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menerbitkan e-Faktur. Buat e-Faktur bisa di Klikpajak.

Dengan e-Faktur, pembuatan dan pelaporan faktur pajak bisa dilakukan secara elektronik, di mana pun dan kapan saja. Tapi meski urusan faktur pajak sudah bisa dilakukan secara daring, tetap saja tidak sesederhana yang dibayangkan untuk melakukan aktivitas yang satu ini.

Bagaimana cara membuat faktur pajak elektronik yang mudah praktis? Berikut ulasan Klikpajak by Mekari untuk Anda.

Pengertian Faktur

Faktur sendiri artinya kuitansi atau tagihan penjualan. Jadi pengertian faktur adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) sebagai pelaporan barang/jasa untuk informasi dalam Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Oleh karena itu, setiap pengusaha yang statusnya PKP perlu menerbitkan faktur pajak dalam setiap transaksinya yang berfungsi sebagai bukti bahwa PKP telah memungut, menyetor, dan melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN.

Faktur Pajak Harus Benar

Membuat faktur pajak sering kali butuh perhatian dan penanganan khusus. Maksudnya, pembuatannya harus benar agar faktur pajak yang diterbitkan itu merupakan faktur pajak sah dan diakui oleh Ditjen Pajak.

Jika faktur pajak itu tidak sesuai, PKP bisa dikenai sanksi berupa denda sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau PKP tidak bisa memanfaatkan pajak masukan yang dikreditkan untuk mengurangi beban PPN yang harus dibayar.

Beberapa kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan faktur pajak adalah:

  • Bentuk faktur atau cara pengisian faktur pajak salah
  • Faktur tidak lengkap atau penggunaan nomor seri faktur tidak tepat
  • Pengisian Surat Setoran Pajak (SSP) tidak sesuai
  • Terlambat melakukan pelaporan faktur pajak
  • Tidak melaporkan ekspor dalam SPT PPN (jika melakukan kegiatan ekspor)

Kesalahan-kesalahan tersebut sangat mungkin terjadi ketika pembuatan faktur pajak dilakukan secara manual atau tidak ditunjang dengan teknologi yang memungkinkan pengerjaannya lebih mudah dan sederhana.

Note: Jika Anda importir, berikut Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

Selain perlunya memahami ketentuan dalam pembuatan faktur pajak dan pelaporannya, wajib pajak PKP juga membutuhkan pengelolaan pajak, mulai dari pembetulan hingga pengarsipan atau dokumentasi faktur pajak yang telah diterbitkan.

Karena urusan perpajakan cukup kompleks, tapi bukan berarti tidak bisa dikerjakan dengan cara yang mudah dan sesederhana mungkin. Tentunya bukan hal asing lagi permasalahan yang sering muncul saat membuat atau menerbitkan maupun pengelolaan faktur pajak.

Tak jarang masalah faktur pajak ini pun bisa memengaruhi kinerja perusahaan. Ketika pembuatan faktur pajak tidak lengkap atau salah memasukkan data, maka faktur pajak yang diterbitkan pun bisa dianggap tidak sah.

Terbaru! Kini Anda Dapat Membuat ID Billing Langsung Melalui eBilling di Klikpajak

Membuat e-Faktur di Aplikasi Klikpajak

Untuk memudahkan mengelola faktur pajak, fitur e-Faktur Klikpajak by Mekari bisa Anda manfaatkan. Klikpajak adalah aplikasi pajak online mitra resmi DJP yang membantu proses bayar, lapor, hingga pengelolaan pajak.

“Di Klikpajak, Anda dipandu langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana. Fitur e-Faktur Klikpajak memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai data yang diunggah ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP).”

Klikpajak memungkinkan Anda jadi lebih mudah mengelola administrasi perpajakan perusahaan, mulai dari membuat dan mengelola faktur pajak masukan, faktur pajak keluaran, hingga faktur pajak retur. Berikut panduan cara membuat faktur pajak yang mudah praktis di Klikpajak:

Note: Ketahui Bagaimana Cara Pembulatan PPN di e-Faktur yang Benar?

Aktivasi Pajak

1. Cara aktivasi e-Faktur adalah dengan mengajukan sertifikat elektronik pajak bagi yang belum memilikinya.

2. Jika permohonan sertifikat elektronik pajak sudah disetujui, unduh di situs resmi DJP di efaktur.pajak.go.id.

Pendaftaran Akun di Klikpajak

1. Daftarkan akun Anda di Klikpajak dengan mencantumkan informasi yang terdiri dari Profil Pajak, NPWP, Nama Perusahaan, dan Jabatan

2. Kemudian aktifkan fitur e-Filing dengan mencantumkan NPWP dan EFIN

3. Aktifkan e-Faktur dengan cara impor sertifikat elektronik pajak Anda ke Klikpajak, dengan cara masuk ke aplikasi Klikpajak, kemudian tab “e-Faktur > NSFP, Faktur, Dokumen Lain atau SPT”, maka akan diarahkan ke halaman “Lengkapi informasi sertifikat elektronik”.

4. Lengkapi semua informasi yang ada di formulir pendaftaran e-Faktur tersebut, lalu impor sertifikat elektronik yang sudah diperoleh dari e-Nofa dan klik tombol “Daftarkan”.

Membuat Pengaturan Awal

1. Masuk pada pengaturan dan “Pilih Pajak”

2. Jika ingin menggunakan Nomor Invoice sebagai referensi di faktur pajak, masuk pada pengaturan lalu “e-Faktur”, kemudian “Referensi”

3. Jika ingin menambahkan NSFP yang diperoleh dari aplikasi e-Nofa, masuk ke pengaturan, pilih “e-Faktur”, kemudian “Nomor Seri Faktur Pajak”

Membuat Faktur PPN

1. Catat faktur pajak masukan sesuai rinciannya di “e-Faktur”, masuk ke “Faktur Masukan”

2. Apabila melakukan retur faktur masukan, pilih di “e-Faktur”, kemudian masuk ke “Faktur Masukan”

3. Jika ingin menerbitkan faktur pajak atas penjualan, masuk ke “e-Faktur”, pilih “Faktur Keluaran” dan “Impor”

4. Input data retur faktur keluaran di “e-Faktur”, kemudian pilih fatur yang akan diretur di “Faktur Keluaran”, dan “Retur”

5. Apabila perlu memasukkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), masuk ke “e-Faktur”, pilih “Dokumen Lain Masukan”

6. Jika ingin memposting SPT Masa sebelum memvalidasi ke DJP, masuk ke “e-Faktur”, pilih “SPT”, dan “Posting SPT”

Buat Kode Billing

1. Saat ingin menyetor PPN Keluaran ke negara perlu ID Billing, maka masuk ke “Buat Kode Billing”, lalu “Buat ID Billing dan Lanjutkan”, kemudian “Catat ID Billing”

2. Ketika ingin mengarsipkan pembayaran PPN Keluaran tersebut, masuk ke “NTPN Terlampir”, lalu “Buat Kode Billing”, dilanjutkan “Buat ID Billing dan Lanjutkan”, serta “Catat ID Billing”

Note: Jangan lupa bayar pajak penghasilan, ketahui Bagaimana Cara Menghitung PPh Pengusaha?

Cara untuk mendapatkan berbagai kemudahan melakukan urusan perpajakan sangat mudah. Cukup mendaftarkan alamat e-mail di www.klikpajak.id dan langsung bisa menggunakan semua fitur pajak, mulai dari buat dan kelola faktur pajak lewat e-Faktur secara simpel, menggunakan fitur e-Billing dan lapor SPT Pajak secara online dengan e-Filing hanya dalam satu aplikasi Klikpajak.


PUBLISHED15 May 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: