Cara Perpanjang Sertifikat Elektronik dan Cara Cek Masa Berlaku

Sama seperti dokumen penting lainnya yang punya batas waktu penggunaan atau kadaluarsa, Sertifikat Elektronik pajak juga bisa expired. Maka, penting untuk mengetahui cara mengecek dan perpanjang digital certificate. Bagaimana cara cek masa berlaku sertifikat elektronik e Faktur dan cara perpanjang Sertifikat Elektronik kedaluwarsa?

Sesuai ketentuan yang ada, penggunaan Sertifikat Elektronik pajak ada batasnya. Masa berlaku Sertifikat Elektronik atau sertifikat digital tidak sampai bertahun-tahun.

Oleh karena itu, penting bagi PKP untuk mengetahui cara mengecek masa berlaku digital certificate ini.

Berapa lama masa berlaku sertifikat digital atau Sertifikat Elektronik kedaluarsa? Mekari Klikpajak akan mengulasnya untuk Anda cara cek expired sertifikat elektronik dan cara perpanjang Sertifikat Elektronik kedaluwarsa.

Perlu diperhatikan, selalu mengetahui masa berlaku Sertifikat Elektronik dan tahu cara mengecek kadaluarsa Sertifikat Elektronik pajak sangat penting.

Sebab masa berlaku Sertifikat Elektronik ini akan memengaruhi proses pembuatan Faktur Pajak.

Seperti kita tahu, Faktur Pajak elektronik wajib dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan transaksi barang/jasa kena pajak.

Jika tidak cek expired Sertifikat Elektronik, dan ternyata masa berlakunya sudah kedaluwarsa, maka tidak akan bisa membuat Faktur Pajak.

Bagi yang baru berkecimpung di dunia perpajakan, mungkin masih cukup awam dengan istilah Sertifikat Elektronik pajak ini dan fungsinya.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang Sertifikat Elektronik dan cara mengecek masa berlaku hingga cara perpanjang Sertifikat Elektronik, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan Anda pentingnya kelola pajak dan keuangan bisnis yang efektif dan efisien untuk membantu pengembangan usaha.

Serahkan semua urusan perpajakan perusahaan melalui support system yang lengkap dan terintegrasi guna mendukung kinerja perusahaan dan perkembangan bisnis Anda bersama Mekari.

Apa itu Sertifikat Elektronik Pajak

Seperti yang sudah disinggung di atas, bagi pemula di dunia perpajakan mungkin masih asing dengan yang namanya Sertifikat Elektronik pajak ini.

Oleh karena itu, mengetahui pengertian sertififkat elektronik pajak dan keguanaan atau fungsinya jadi pemahaman dasar yang harus diketahui wajib pajak.

Berikut adalah penjelasan tentang apa itu Sertifikat Elektronik pajak dan fungsinya:

Sertifikat Elektronik pajak adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat tanda tangan elektronik dan identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam transaksi elektronik yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) atauu penyelenggara sertifikat elektronik.

Pengertian Sertifikat Elektronik pajak ini merujuk pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-20/PJ/2014 tentang Tata Cara Permohonan Kode Aktivasi dan Password, Permintaan Aktivasi Akun PKP dan Sertifikat Elektronik, serta Permintaan, Pengembalian NSFP, dan Pengawasan NSFP, sebagaimana telah diubah dengan SE-69/PJ/2015.

Baca juga Surat Kuasa Pajak: Contoh, Syarat Pembuatan dan Penggunaannya

a. Fungsi Sertifikat Elektronik Pajak

Sebelum ketahui cara perpanjang juga cek masa berlaku sertifikat elektronik e Faktur, perlu Anda ketahui dahulu fungsinya.

Sertifikat Elektronik diperlukan agar Wajib Pajak (WP) atau Pengusaha Kena Pajak (PKP) bisa terus mengakses layanan perpajakan secara elektronik.

Jadi, Sertifikat Elektronik ini digunakan untuk memperoleh layanan perpajakan secara elektronik, seperti:

  • Permintaan NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak)
  • Pembuatan e-Faktur ( Faktur Pajak Elektronik )
  • Pembuatan e-Bupot (Bukti Pemotongan Pajak Elektronik)
  • Pembuatan e-Objection (saluran penyampaian surat keberatan)
  • Pengajuan pengungkapan ketidakbenaran pengisian SPT
  • Pengajuan pengungkapan ketidakbenaran perbutan WP
  • Layanan perpajakan elektronik lainnya yang disediakan DJP
Masa Berlaku Sertifikat Elektronik e Faktur & Cara Mengecek KadaluarsaIlustrasi cara mengecek masa berlaku Sertifikat Elektronik e Faktur

b. Masa Berlaku Sertifikat Elektronik e Faktur

Cara perpanjang juga cek masa berlaku sertifikat elektronik e Faktur ini bisa dibilang cukup mudah.

Sesuai namanya, Sertifikat Elektronik pajak ini bersifat elektronik atau digital yang memuat identitas serta tanda tangan elektronik WP sebagai status subjek hukum pihak-pihak dalam sebuah transaksi elektronik.

Sertifikat Elektronik diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI atau penyelenggara Sertifikat Elektronik.

Dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-28/PJ/2015 pasal 6 ayat 2 dinyatakan masa berlaku Sertifikat Elektronik adalah 2 tahun terhitung sejak tanggal Sertifikat Elektronik diberikan oleh DJP.

Dalam peraturan itu disebutkan pula menjelang masa berlaku Sertifikat Elektronik habis, maka WP atau PKP harus mulai mengurus perpanjangan Sertifikat Elektronik yang baru.

Agar tetap bisa menggunakan Sertifikat Elektronik pajak ini, berikut ulasan dari Mekari Klikpajak tentang cara mengecek masa berlaku Sertifikat Elektronik e Faktur atau cara mengecek kadaluarsa Sertifikat Elektronik pajak.

Ketahui cara cek Sertifikat Elektronik di eFaktur atau cara cek expired Sertifikat Elektronik eFaktur yang mudah.

Sebelum mulai cara mengecek Sertifikat Elektronik eFaktur, bagi yang belum tahu cara mengajukan Sertifikat Elektronik, ketahui caranya berikut: Cara Mendapatkan Sertifikat Elektronik dan Syarat Pengajuannya

Ingin tahu cara kelola eFaktur lebih mudah dan cepat?

Baca juga: Digital Certificate e-Faktur: Cara Download dan Update Sertifikat Elektronik

Cara Mengecek Kadaluarsa atau Masa Berlaku Sertifikat Elektronik eFaktur

Sebagai WP atau PKP maupun profesional yang bekerja atau beraktivitas mengurus perpajakan, mungkin lupa sudah berapa lama usia Sertifikat Elektronik yang mereka miliki.

Tak perlu panik, ada cara mudah mengetahui apakah Sertifikat Elektronik yang dimiliki masih berlaku atau sudah masuk kedaluwarsa.

Bagaimana cara mengecek masa berlaku atau kadaluarsa Sertifikat Elektronik eFaktur yang mudah?

Berikut langkah-langkah cara mengecek kadaluarsa / masa berlaku Sertifikat Elektronik eFaktur:

1. Menggunakan ‘Google Chrome’

Berikut cara mengecek masa berlaku Sertifikat Elektronik eFaktur apakah sudah kedaluwarsa (expired) atau belum:

  • Klik menu di pojok kanan atas (titik 3 ke bawah).
  • Selanjutnya, pilih menu ‘Setting’ dan klik menu Show Advanced Setting’.
  • Setelah itu, pilih HTTPS/SSL dan klik Manage Certificate’.
  • Selanjutnya, klik tombol ‘Certificate’, dan Sertifikat Elektronik akan muncul dan Anda bisa melihat ‘Expiration Date’.

2. Jika Menggunakan ‘Mozilla Firefox’

Apabila Sobat Klikpajak akan mulai melakukan cara mengecek masa berlaku Sertifikat Elektronik eFaktur melalui Mozilla Firefox, ikuti langkah berikut ini:

  • Pilih menu ‘Option’ pada ujung kanan atas.
  • Selanjutnya pilih menu ‘Advance’ dan klik menu ‘View Certificate’.
  • Kemudian, pilih ‘Your Certificate’, dan Anda bisa langsung melihat masa kadaluarsa pada ‘Expired On’.

Baca Juga : SPT Masa PPN: Bentuk, Tata Cara Pengisian dan Pelaporan Pajaknya

3. Menggunakan ‘Internet Explorer’

Ketika Sobat Klikpajak ingin mengetahui cara mengecek masa berlaku Sertifikat Elektronik eFaktur melalui Internet Explorer, berikut caranya:

  • Pilih menu ‘Internet Option’, kemudian klik menu ‘Content’.
  • Selanjutnya klik tombol ‘Certificate’, dan lihat masa berlaku Sertifikat Elektronik e-Faktur Anda pada ‘Expiration Date’.

Masa Berlaku Sertifikat Elektronik e Faktur dan Cara Mengecek Masa Berlaku Sertifikat Elektronik eFakturIlustrasi cara mengecek masa berlaku sertifikat elektronik e Faktur di web browser

a. Cek Expired Sertifikat Elektronik Otomatis di Digital Certificate Expiry Notification e-Faktur

Untuk mengetahui expired sertifikat elektronik Anda sejatinya tidaklah sulit, karfena Anda dapat mengetahui masa berlaku sertifikat elektronik secara otomatis melalui aplikasi e-Faktur Klikpajak.

Sebab e-Faktur Klikpajak dilengkapi dengan digital certificate expiry notification. Sehingga Anda dapat mengetahui lebih awal untuk mempersiapkan perpanjang sertifikat elektronik.

b. Cara Mengecek Digital Certificate pada Akun PKP Anda

Langkah-langkah cara mengecek expired digital certificate pada akun PKP Anda adalah sebagai berikut:

  1. Masuk ke halaman efaktur.pajak.go.id
  2. Kemudian login dengan NPWP dan password Anda
  3. Setelah masuk ke halaman eFaktur, klik menu “DOWNLOAD SERTIFIKAT DIGITAL
  4. Lalu klik “Unduh”.
  5. Setelah itu akan muncul notifikasi ( digital certificate expiry notification ) atau masa berlaku sertifikat elektronik Anda.

Baca Juga : Cara ‘Install’ Sertifikat Elektronik Pajak

Cara Memperpanjang Masa Berlaku Sertifikat Elektronik e Faktur

Bagi WP khususnya PKP, memiliki Sertifikat Elektronik adalah sebuah keharusan untuk menunjang administrasi perpajakan dari aktivitas usahanya yang sangat berkaitan erat dengan pembuatan Faktur Pajak melalui e-Faktur maupun pembuatan bukti pemotongan pajak dengan e-Bupot.

Untuk memperpanjang masa berlaku Sertifikat Elektronik yang sudah kedaluwarsa pada dasarnya semua prosedurnya sama seperti ketika membuat Sertifikat Elektronik untuk pertama kalinya.

Perpanjangan Sertifikat Elektronik kadaluarsa ini harus diurus langsung oleh PKP atau staf yang ditunjuk oleh PKP, seperti direktur atau staf yang namanya tercantum dalam akta PKP.

Proses ini tidak bisa diwakilkan atau dikuasakan pada pihak lain kecuali pengurus (staf perusahaan tersebut).

Akan tetapi, menyusul terhentinya layanan tatap muka atau Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) demi mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), bagi yang masa berlaku Sertifikat Elektroniknya akan habis atau bahkan sudah habis, bisa memperpanjangnya secara online.

Berikut cara memperpanjang Sertifikat Elektronik e Faktur secara online:

  1. Pengusaha Kena Pajak melayangkan permohonan Sertifikat Elektronik pada laman e-Nofa (efaktur.pajak.go.id)
  2. Masukkan passphrase pada laman e-Nofa
  3. Hubungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar melalui saluran telepon, surat elektronik (email), atau aplikasi pengiriman pesan untuk mendapatkan persetujuan dari petugas khusus. Petugas khusus nantinya akan melakukan validasi identitas PKP tersebut sebagai berikut:
    • NPWP, nama, dan alamat tempat tinggal/kedudukan;
    • NIP (bagi PKP OP) atau NIK yang mengajukan (bagi PKP Badan);
    • Nomor telepon/HP yang terdaftar di akun pajak; dan
    • Alamat pos elektronik (email) yang terdaftar di akun pajak.
  4. Jika data-data tersebut sudah terkonfirmasi kebenarannya oleh petugas khusus, maka petugas pajak tersebut akan menerbitkan Sertifikat Elektronik
  5. Pengusaha Kena Pajak tinggal mengunduh Sertifikat Elektronik itu pada laman e-Nofa

Baca Juga : Cara Mendapatkan Sertifikat Elektronik e-Faktur

Bagi yang ingin mengajukan perpanjang digital certificate yang expired tersebut secara manual, dapat melakukan langkah-langkaha berikut:

  1. Pengurus pajak atau PKP membuat surat permintaan sertifikat elektronik yang sudah ditandatangani
  2. Menyertakan surat pernyataan persetujuan pengunaan surat elektronik Ditjen Pajak
  3. Menyertakan SPT Tahunan PPh Badan tahun terakhir dan salinannya
  4. Melampirkan bukti penerimaan tanda terima pelaporan SPT Tahunnan PPh Badan tahun terakhir berserta salinannya
  5. Melampirkan KTP/Pspor/KITAS/KITAP pengurus PKP dan salinannya
  6. Menyertakan Kartu Keluarga (KK) pengurus dan salinannya
  7. Melampirkan softcopy foto terbaru pengurus PKP

Perlu diperhatikan, pengurus yang mengajukan perpanjang digital certificate tersebut adalah orang atau pihak yang memiliki kewenangan dalam penentuan kebijakan perusahaan.

Selain itu, nama pengurus tersebut juga harus tertera pada SPT Tahunan PPh Badan tahun terakhir.

Ketika melakukan pembaruan digital certificate tersebut, PKP atau pengurus juga dapat menggunakan passphrase baru atau berbeda dengan passphrase sebelumnya.

Setelah perpanjangan digital certificate berhasil, PKP tidak perlu melakukan registrasi ulang pada aplikasi e-Faktur apabila menggunakan eFaktur desktop DJP, tinggal menggabungkan patch sertifikat elektronik yang sudah diperbarui dengan aplikasi e-Faktur.

a. Jika Sertifikat Elektronik Belum Ter-install

Selain disebabkan karena kedaluwarsa, jika Sobat Klikpajak menemukan Sertifikat Elektroniknya tidak dapat digunakan pada aplikasi pajaknya, padahal masih berlaku, bisa jadi karena belum terinstal dengan baik saat melakukan login.

Untuk mengatasi hal ini, cek browser.

Jika memang belum terinstal, maka lakukan instalasi Sertifikat Elektronik tidak valid seperti langkah berikut:

  1. Masuk ke setting pada browser 
  2. Masuk ke pilihan Advance, pilih certificates
  3. Atau bisa masuk ke setting, lalu cari pada bar pencarian
  4. Setelah itu cari tombol import pada Form certificates manager
  5. Cari file Sertifikat Elektronik Sobat Klikpajak, tekan tombol open
  6. Instalasi akan berjalan.

Masa Berlaku Sertifikat Elektronik e Faktur dan Cara Mengecek Masa Berlaku Sertifikat Elektronik eFakturIlustrasi install sertifikat elektronik dan cara mengecek masa berlaku Sertifikat Elektronik

Ketahui juga Cara Bayar e-Billing Pajak Online yang Mudah untuk Perusahaan Anda

b. Ketahui Syarat Mengajukan Sertifikat Digital Pajak

Sudah tahu ya cara perpanjang sertifikat elektronik, cara mengecek Sertifikat Elektronik eFaktur atau cara mengecek kadaluarsa Sertifikat Elektronik pajak?

Sekarang ketahui apa saja syarat mengajukan Sertifikat Elektronik ini.

Terkait Sertifikat Elektronik kadaluarsa atau sudah habis masa berlakunya dan mengingat proses perpanjangannya sama dengan pengajuan baru, berikut ini syarat memperoleh dokumen tersebut:

  • Buat surat permohonan Sertifikat Elektronik yang ditandatangani oleh PKP atau pengurus. Serahkan surat itu secara langsung ke KPP tempat PKP dikukuhkan dan tidak diperkenankan untuk dikuasakan ke pihak lain.
  • Pengurus sebagaimana dimaksud adalah:
    • Orang yang nyata-nyata mempunyai wewenang ikut menentukan kebijaksanaan dan/atau mengambil keputusan dalam menjalankan perusahaan sebagaimana di maksud dalam UU KUP; dan
    • Namanya tercantum dalam SPT tahunan PPh Badan tahun pajak sebelum tahun diajukannya surat permintaan Sertifikat Elektronik.
  • Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan yang telah jatuh tempo pada saat pengajuan surat permintaan Sertifikat Elektronik harus sudah disampaikan ke KPP dengan dibuktikan asli SPT Tahunan PPh Badan beserta bukti penerimaan surat/tanda terima pelaporan SPT.
  • Jika pengurus namanya tidak tercantum dalam SPT Tahunan PPh Badan, maka pengurus tersebut harus menunjukkan asli surat pengangkatan pengurus yang bersangkutan dan menunjukkan asli akta pendirian perusahaan atau asli penunjukan sebagai BUT/permanent establishment dari perusahaan induk di luar negeri dan menyerahkan fotokopi dokumen tersebut.
  • Pengurus harus menunjukkan asli kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan asli Kartu Keluarga (KK), serta menyerahkan fotokopi dokumen tersebut.
  • Dalam hal pengurus merupakan Warga Negara Asing (WNA) harus menunjukkan asli paspor, asli Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), atau asli Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), dan menyerahkan fotokopi dokumen tersebut.
  • Menyerahkan softcopy pas foto terbaru yang disimpan dalam compact disc (CD) sebagai kelengkapan surat permintaan Sertifikat Elektronik.
  • Seluruh berkas persyaratan di atas disampaikan ke Petugas Khusus yang bertugas di Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) di KPP tempat PKP dikukuhkan.

Baca juga tentang Mengurus Perpanjangan Sertifikat Elektronik yang Kedaluwarsa

Setelah Sertifikat Elektronik jadi, Sobat Klikpajak bisa kembali membuat e-Faktur ataupun e-Bupot dan layanan perpajakan elektronik lainnya.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Agar lebih mudah melakukan urusan perpajakan, mulai dari menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat e-Faktur, membuat bukti potong di e-Bupot, membuat Kode Billing dan bayar pajak di e-Billing, maupun lapor SPT pajak di e-Filling dengan cara yang mudah.

Untuk fitur Klikpajak selengkapnya baca disini.

Baca juga artikel tentang perpajakan lainnya di blog Mekari Klikpajak di bawah ini :

Kategori : Pajak Bisnis

PUBLISHED05 Aug 2022
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: