Klikpajak by Mekari

Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak atau NSFP Online

Lagi butuh NSFP untuk membuat Faktur Pajak elektronik? Begini cara meminta Nomor Seri Faktur Pajak melalui e-Nofa online yang mudah.

Cara mendapatkan NSFP di e-Nofa online tidaklah sulit. Begitu juga syarat permintaan Nomer Seri Faktur Pajak secara daring ini mudah untuk dipenuhi.

Nomor Seri Faktur Pajak atau NSFP merupakan salah satu syarat pembuatan Faktur Pajak. NSFP tersebut dikeluarkan secara resmi melalui mekanisme khusus penomoran faktur pajak.

Perlu diketahui, jumlah nomor Faktur Pajak yang dapat diminta wajib pajak tergantung dari jumlah invoice atau faktur komersial yang diterbitkan dalam 3 bulan terakhir.

Pelajari lebih lanjut mengenai cara minta no seri Faktur Pajak atau syarat maupun ketentuan tata cara mendapatkan NSFP online lewat e Nofa faktur dalam uraian dari Mekari Klikpajak berikut ini.

Mekari Klikpajak adalah penyedia jasa aplikasi pajak online mitra DJP resmi, yang berkomitmen membantu dunia usaha mencapai #Powering Business Growth setiap perusahaan.


Klikpajak hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam mengembangkan dan memajukan bisnis melalui penyediaan support system perpajakan elektronik lengkap dan terintegrasi dengan akuntansi online Jurnal.id, serta didukung dengan sistem Application Programming Interface (API), seperti e-Faktur API dan e-Bupot API yang membuat pengelolaan pajak bisnis makin praktis.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!


Ketentuan dan Syarat Permintaan NSFP

Kasus Faktur Pajak tiktif atau Faktur Pajak ilegal menimbulkan masalah besar bagi negara karena dapat merugi hingga triliunan rupiah per tahun.

Maka dari itu, kini terdapat faktur pajak yang berbasis digital yang disebut Faktur Pajak elektronik atau eFaktur, yang pembuatannya harus terdapat NSFP yang diterbitkan DJP.

Untuk dapat meminta nomor seri faktur pajak, terlebih dahulu Anda harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

1. Harus Terdaftar & Dikukuhkan sebagai PKP

Wajib pajak yang ingin menggunakan aplikasi e Nofa harus menjadi wajib pajak yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan memiliki akun PKP.

PKP adalah sebutan bagi pengusaha yang berbisnis melakukan jual-beli Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Ketentuan ini telah diatur dalam Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) Tahun 1984.

Dalam pengertian hematnya, Pengusaha Kena Pajak merupakan badan atau perseorangan yang menjual barang atau jasa dengan pengenaan PPN.

Persyaratan Pengajuan sebagai PKP:

  1. Menerima atau mendapatkan omzet dalam setahun mencapai Rp4,8 Miliar.
  2. Dinyatakan lulus survei yang dilakukan KPP atau KP2KP.
  3. Telah melengkapi dokumen yang disyaratkan untuk pengajuan PKP.

Untuk diketahui, pengusaha yang memiliki omzet di bawah Rp4,8 miliar setahun juga dapat mengajukan sebagai PKP namun bukanlah suatu keharusan.

2. Memiliki Sertifikat Elektronik Pajak

Telah memiliki sertifikat elektronik yang sebelumnya telah diajukan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Anda terdaftar dan telah disetujui DJP.

Masa berlaku Sertifikat Digital atau Sertifikat Elektronik adalah 2 tahun sejak diberikan. PKP dapat meminta Sertifikat Eigital baru sebelum kadaluarsa.

Sertifikat elektronik pajak adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat tanda tangan elektronik dan identitas yang menujukkan status subjek hukum para pihak dalam transaksi elektronik yang dikeluarkan oleh penyelenggara sertifikasi elektronik.

Sertifikat Elektronik ini diberikan kepada PKP sebagai bukti otentifikasi pengguna layanan pajak elektronik berupa:

  1. Layanan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak melalui laman (website) yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
  2. Penggunaan aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk pembuatan e-Faktur Pajak.

Sertifikat elektronik pajak berisikan tanda tangan digital beserta identitas wajib pajak yang resmi dikeluarkan oleh Ditjen Pajak.

Sobat Klikpajak dapat langsung mengunduh, install dan memasang Sertifikat Elektronik pajak pada laptop atau komputer.

3. Kode Aktivasi dan Password

Pengusaha kena Pajak harus mempunyai kode aktivasi beserta password yang diberikan oleh DJP, untuk dapat mengakses layanan e Nofa online.

Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak atau NSFP Melalui e-Nofa OnlineIlustrasi cara mendapatkan NSFP online

Perbedaan Cara Minta Nomor Seri Faktur Pajak Online dan Offline

Karena kewenangan untuk mengeluarkan NSFP ada di tangan Ditjen Pajak, maka PKP harus meminta NSFP kepada DJP.

Cara minta Kode Nomor Seri Faktur Pajak ini, PKP harus melalui beberapa proses.

Jika zaman dahulu, cara mendapatkan NSFP harus datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (PKP) dan mengajukan permohonan NSFP secara offline, kini Anda bisa mengajukan permintaan NSFP ini secara daring melalui aplikasi e-Nofa online.

e-Nofa yang merupakan aplikasi Ditjen Pajak yang disediakan sejak tahun 2013, guna memudahkan pengawasan sekaligus pencegahan pada Faktur Pajak ilegal.

Di bawah ini perbedaan antara cara minta Nomor Seri Faktur Pajak secara offline dan online.

Ingat, untuk bisa melakukan permintaan NSFP, Anda harus memiliki Sertifikat Elektronik Pajak pajak terlebih dahulu.

Berikut dua cara meminta nomor seri faktur pajak:

A. Cara Mendapatkan NSFP secara Offline

Sebelum adanya e-Faktur, Anda harus meminta NSFP ke KPP di bawah ini:

  1. Anda harus mengajukan surat permohonan kode aktivasi dan password ke KPP tempat PKP dikukuhkan. Surat permohonan ini harus diisi lengkap dan disampaikan kembali ke KPP.
  2. Pastikan Anda telah melaporkan SPT Masa PPN untuk 3 masa pajak terakhir yang telah jatuh tempo secara berurutan pada tanggal PKP mengajukan permintaan NSFP.
  3. Kode aktivasi dan password diberikan kepada PKP yang telah memenuhi syarat, antara lain:
    • Sudah melakukan registrasi ulang PKP oleh KPP tempat PKP dikukuhkan berdasarkan Peraturan Ditjen Pajak No.PER-05/PJ/2012.
    • PKP telah melakukan verifikasi berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.73/PMK.03/2012
  4. Setelah PKP telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut, maka berikut ini hal-hal yang wajib dilakukan oleh KPP:
    • KPP wajib menerbitkan surat pemberitahuan kode aktivasi yang sudah ditandatangani kepala seksi pelayanan atas nama kepala KPP. Di mana, surat tersebut bisa dikirimkan melalui kantor pos/kurir yang dimasukan dalam amplop tertutup ke alamat PKP.
    • Kemudiam, KPP akan mengirimkan password melalui e-mail ke alamat email PKP yang tertera di surat permohonan kode aktivasi dan password yang dibuat oleh PKP.
  5. Setelah menerima kode aktivasi dan password, Anda bisa meminta NSFP dengan formulir yang sudah disediakan oleh KPP.

Baca Juga: e-Nofa dan Solusi Error Permintaan NSFP Elektronik

B. Cara Mendapatkan NSFP Online

Merujuk PENG-4/PJ.02/2014 yang ditetapkan oleh Ditjen Pajak sebagai jawaban seputar tata cara permohonan Nomor Seri Faktur Pajak, permintaan NSFP secara online hanya dapat dilakukan melalui e-Nofa Pajak Online.

Cara meminta nomor seri faktur pajak dengan mengunduh Sertifikat Elektronik e-Faktur terlebih dahulu.

1. Mengunduh Sertifikat Elektronik pada Browser Komputer

Pada proses mengunduh sertifikat elektronik untuk mendapatkan NSFP tersebut ada dua jenis sistem operasi (OS/system operation) pada komputer yang digunakan.

Anda bisa pilih OS komputer yang Anda gunakan untuk mengunduh / impor Sertifikat Elektroniknya, yakni:

a. Browser Chrome

  • Masuk ke menu “Pengaturan/Settings“, yang terletak pada kanan atas layar
  • Daftar “Pengaturan”, klik “Pengaturan Lanjutan/Advanced Settings di bawah
  • Kemudian klik “Kelola Sertifikat/Manage Certificates
  • Selanjutnya, klik “Impor” dan ikuti langkah-langkahnya

b. Browser Firefox

  • Klik tombol “Pilihan/Options, yang berada pada menu kanan atas layar
  • Pilih menu “Lanjutan/Advanced dan klik tab “Sertifikat/Certificates
  • Selanjutnya, pada tab “Sertifikat Anda/Your Certificates, dan klik Import

Baca juga: e-Nofa Online: Cara Install Sertifikat Elektronik di e-Nofa Pajak

2. Langkah Meminta Nomor Seri Faktur Pajak melalui e-Nofa Online

Setelah selesai melakukan proses impor Sertifikat Elektronik Anda, segera akses dan masuk pada situs e-Nofa faktur untuk mengajukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak online.

  1. Akses dan login pada situs e-Nofa Online efaktur.pajak.go.id/pkp/home
  2. Setelah masuk website e-Nofa, klik pada tombol “Permintaan NSFP”
  3. Pilih Sertifikat Elektronik yang baru saja Anda impor dari browser
  4. Lakukanlah permintaan rentang Nomor Seri Faktur Pajak Anda

Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak selengkapnya baca di ini Cara Mendapatkan NSFP Online.

Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak atau NSFP Melalui e-Nofa Online

Baca Juga: Fitur Klikpajak Multi User & Multi Company: Cara Efektif Kelola Pajak Bisnis, Gratis!

Solusi Sulit Login ke e-Nofa Online saat Minta Nomor Surat Faktur Pajak

Berbagai penyebab menjadi alasan utama kenapa para wajib pajak gagal login pada aplikasi e-Nofa.

Pertama-tama, terdapat kesalahan saat memasukkan password dan username, maka dari itu, simpan baik-baik mengenai kedua hal tersebut.

Hal yang dapat dilakukan adalah mengecek email dari [email protected]

Namun jika sudah pernah diganti, Anda dapat mengklik tombol “lupa password”, kemudian Anda akan diminta mengisi NPWP, selanjutnya akan mendapat email untuk perbaruan password. 

Selain itu, server juga dapat menjadi masalah kenapa Anda tidak dapat login e-Nofa online, antara sedang diperbaiki atau memang sedang down.

Jika hal ini terjadi, mau tidak mau, Anda perlu menunggu hingga dapat diakses kembali.

Setelah mengetahui dan memahami mudahnya cara minta Nomor Seri Faktur Pajak melalui aplikasi e-Nofa online, sebagai Pengusaha Kena Pajak, Anda akan merasakan banyak keuntungannya.

Keuntungan permintaan NSFP melalui e-Nofa online itu, baik dari segi waktu maupun biaya dalam mengurus permintaan Nomor Seri Faktur Pajak.

NSFP disertakan dalam penerbitan Faktur Pajak yang wajib diurus oleh Pengusaha Kena Pajak dalam segala transaksinya.

Selain itu, Pengusaha Kena Pajak juga diwajibkan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) yang telah dicantumkan di dalam Faktur Pajak.

Penyampaian SPT PPN melalui eFaktur merupakan terobosan DJP untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam melaporkan jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Anda tidak perlu lagi mengantre untuk membuat Faktur Pajak dan melakukan pelaporan SPT Masa PPN.

Tata cara pembuatan Faktur Pajak elektronik dan pembuatan SPT PPN secara prosedur sama dengan tata cara pembuatan Faktur Pajak dan SPT Masa PPN manual.

Secara umum, tahapan yang harus dilalui adalah: Register Aplikasi, Registrasi User, Administrasi Faktur dan Pembuatan SPT Masa PPN.

Pembayaran dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) baik Masa maupun Tahunan, dapat dilakukan melalui Klikpajak.

Layanan Perpajakan Klikpajak.id membantu para Pengusaha Kena Pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara mudah, cepat, dan praktis.

Begini cara bayar PPN terutang langsung dari halaman SPT Masa PPN.

Setelah Punya NSFP, Buat Faktur Pajak Tanpa Install Aplikasi

Seperti diketahui, Ditjen Pajak telah memperbarui sistem eFaktur dari sebelumnya sistem e-Faktur 2.2 menjadi e-Faktur 3.0 mulai 1 Oktober 2020.

Dengan adanya pembaruan sistem e-Faktur terbaru ini, maka PKP yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP Online, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa membuat Faktur Pajak menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Namun perlu diperhatikan, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP Online di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. DJP memindahkan platform pelaporan SPT Masa PPN ke aplikasi e-Faktur.

Jadi, ingat ya… lapor SPT Masa PPN tidak bisa lagi di e-Filing. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak tanpa install aplikasi dan update eFaktur, tapi juga bisa langsung lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

Terbaru, DJP kembali memperbarui sistem eFaktur yang mengharuskan PKP melakukan update e-Faktur 3.1 dan update eFaktur 3.2 untuk dapat menggunakan layanan pengelolaan eFaktur.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur tanpa install aplikasinya maupun update e-Faktur 3.2?

Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda dengan klik banner di bawah ini.

Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak atau NSFP Melalui e-Nofa Online

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bulk impor eFaktur, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Bukan hanya eFaktur, Anda juga dapat mengelola pajak lainnya lebih mudah karena didukung dengan Fitur Lengkap Aplikasi Pajak Online Klikpajak.

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED30 Dec 2022
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: