NSFP dan Cara Minta Nomor Seri Faktur Pajak Online di eNofa

Cara Minta Nomor Seri Faktur Pajak Online Melalui e-Nofa

Lagi butuh NSFP untuk membuat Faktur Pajak elektronik? Sobat bisa mendapatkan NSFP online atau secara daring. Klikpajak by Mekari akan menunjukkan bagaimana cara minta Nomor Seri Faktur Pajak dan cara permintaan NSFP online yang benar.

Cara minta NSFP online tidak sulit. Begitu juga syarat permintaan NSFP secara daring mudah untuk dipenuhi.

Sebenarnya, apa itu NSFP? Apa pula fungsi Nomor Seri Faktur Pajak ini? Dan siapakah yang bisa minta NSFP?

Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) adalah nomor seri yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Nomor Seri Faktur Pajak atau NSFP merupakan salah satu syarat dalam pembuatan Faktur Pajak. NSFP tersebut dikeluarkan secara resmi melalui mekanisme khusus penomoran faktur pajak.

Perlu diketahui, jumlah nomor Faktur Pajak yang dapat diminta wajib pajak tergantung dari jumlah invoice atau faktur komersial yang diterbitkan dalam 3 bulan terakhir.

Pelajari lebih lanjut mengenai cara minta NSFP atau syarat permintaan NSFP maupun ketentuan tata cara mendapatkan NSFP atau cara minta Nomor Seri Faktur Pajak online lewat e-nofa dalam uraian dari Klikpajak.id berikut ini.

Temukan cara mudah & cepat kelola e-Faktur dengan tarik data langsung dari laporan keuangan online hanya di e-Faktur Klikpajak by Mekari. Coba & buktikan sekarang!

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Ketentuan Cara Mendapatkan NSFP & Cara Minta Nomor Seri Faktur Pajak Online

Menurut PENG-4/PJ.02/2014 yang ditetapkan oleh Ditjen Pajak sebagai jawaban seputar tata cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak berikut ketentuan permintaan NSFP:

  1. Pengusaha Kena Pajak (PKP) diharuskan membuat Faktur Pajak dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) yang terdiri dari 16 digit. Rinciannya 2 digit Kode Transaksi, 1 digit Kode Status, dan 13 digit nomor Faktur Pajak yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
  2. NSFP dapat diperoleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) sesuai tata cara yang telah ditentukan. Contoh: untuk tahun 2021, nomor Faktur Pajak akan dimulai dari 21.00000001 dan seterusnya.
  3. Nomor Faktur Pajak yang digunakan untuk penerbitan Faktur Pajak dalam tahun yang sama dengan 2 digit tahun penerbitan yang tertera dalam NSFP.

Seperti telah diuraikan di atas, kini untuk memudahkan wajib pajak mendapatkan NSFP, selain di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat PKP dikukuhkan, wajib pajak juga dapat melakukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak online melalui e-NOFA Pajak Online.

Elektronik Nomor Faktur Online (e-Nofa) merupakan aplikasi yang disediakan DJP bagi wajib pajak untuk melakukan permintaan nomor Faktur Pajak secara online.

Kehadiran e-NOFA sangat mempermudah Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam meminta NSFP yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Cara mudah mendapatkan NSFP Online adalah dengan mengakses situs e-Nofa pajak dari DJP di http://efaktur.pajak.go.id dan sebelumnya harus memiliki Sertifikat Digital atau Sertifikat Elektronik.

NSFP dan Cara Minta Nomor Seri Faktur Pajak Online di eNofa

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Syarat Menggunakan Aplikasi e-Nofa untuk Cara Mendapatkan NSFP

E-nofa adalah aplikasi yang disediakan oleh Ditjen Pajak dari tahun 2013, guna memudahkan pengawasan sekaligus pencegahan pada Faktur Pajak ilegal.

Kasus Faktur Pajak tiktif atau Faktur Pajak ilegal menimbulkan masalah besar bagi negara karena dapat merugi hingga triliunan rupiah per tahun. Maka dari itu, kini terdapat faktur pajak yang berbasis digital.

Dalam permintaan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) secara online, hanya dapat dilakukan melalui e-Nofa Online.

Sebelum menggunakan aplikasi e-Nofa Online sebagai cara mendapatkan NSFP, terlebih dahulu Sobat Klikpajak harus memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

1. Terdaftar & Dikukuhkan sebagai PKP

Wajib pajak yang ingin menggunakan aplikasi e-Nofa harus menjadi wajib pajak yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan memiliki akun PKP.

Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha yang memiliki usaha dengan omzet di atas Rp4,8 miliar per tahun.

PKP adalah sebutan bagi pengusaha yang berbisnis melakukan jual-beli Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Ketentuan ini telah diatur dalam Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) Tahun 1984. Dalam pengertian hematnya, Pengusaha Kena Pajak merupakan badan atau perseorangan yang menjual barang atau jasa dengan pengenaan PPN.

Persyaratan Pengajuan sebagai PKP:

  1. Menerima atau mendapatkan omzet dalam setahun mencapai Rp4,8 Miliar.
  2. Dinyatakan lulus survei yang dilakukan KPP atau KP2KP.
  3. Telah melengkapi dokumen yang disyaratkan untuk pengajuan PKP.

Pengusaha yang memiliki perusahaan di bawah omzet tersebut, maka dapat memilih menjadi PKP atau pengusaha Non-PKP.

Temukan cara mudah & cepat buat Bukti Potong PPh 23/26 dengan tarik data langsung dari laporan keuangan online hanya di e-Bupot Klikpajak by Mekari. Coba & buktikan sekarang!

2. Memiliki Sertifikat Elektronik Pajak

Telah memiliki sertifikat elektronik yang sebelumnya telah diajukan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Sobat Klikpajak terdaftar dan telah disetujui DJP.

Masa berlaku Sertifikat Digital atau Sertifikat Elektronik adalah 2 tahun sejak diberikan. PKP dapat meminta Sertifikat Eigital baru sebelum kadaluarsa.

Sertifikat elektronik pajak adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat tanda tangan elektronik dan identitas yang menujukkan status subjek hukum para pihak dalam transaksi elektronik yang dikeluarkan oleh penyelenggara sertifikasi elektronik.

Sertifikat Elektronik ini diberikan kepada PKP sebagai bukti otentifikasi pengguna layanan pajak elektronik berupa:

  1. Layanan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak melalui laman (website) yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
  2. Penggunaan aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk pembuatan e-Faktur Pajak.

Sertifikat elektronik pajak berisikan tanda tangan digital beserta identitas wajib pajak yang resmi dikeluarkan oleh Ditjen Pajak.

Sobat Klikpajak dapat langsung mengunduh dan memasang Sertifikat Elektronik pajak pada laptop atau komputer.

3. Kode Aktivasi dan Password

Pengusaha kena Pajak harus mempunyai kode aktivasi beserta password yang diberikan oleh DJP.

NSFP dan Cara Minta Nomor Seri Faktur Pajak Online di eNofaIlustrasi cara mendapatkan NSFP online

Perbedaan Cara Minta Nomor Seri Faktur Pajak Offline & Online

Karena kewenangan untuk mengeluarkan NSFP ada di tangan DJP, maka PKP harus meminta NSFP kepada DJP. Cara minta Nomor Seri Faktur Pajak ini, PKP harus melalui beberapa proses.

Jika zaman dahulu, cara mendapatkan NSFP harus datang langsung datang ke KPP dan mengajukan permohonan NSFP secara offline, kini Sobat Klikpajak bisa mengajukannya secara online lewat aplikasi e-Nofa.

Di bawah ini adalah perbedaan antara cara minta Nomor Faktur Pajak secara offline dan online.

1. Cara Mendapatkan NSFP Secara Offline

Sebelum adanya e-Faktur, Sobat Klikpajak harus meminta NSFP ke KPP di  bawah ini:

  1. Anda harus mengajukan surat permohonan kode aktivasi dan password ke KPP tempat PKP dikukuhkan. Surat permohonan ini harus diisi lengkap dan disampaikan kembali ke KPP.
  2. Pastikan Anda telah melaporkan SPT Masa PPN untuk 3 masa pajak terakhir yang telah jatuh tempo secara berurutan pada tanggal PKP mengajukan permintaan NSFP.
  3. Kode aktivasi dan password diberikan kepada PKP yang telah memenuhi syarat, antara lain:
    • Sudah melakukan registrasi ulang PKP oleh KPP tempat PKP dikukuhkan berdasarkan Peraturan Ditjen Pajak No.PER-05/PJ/2012.
    • PKP telah melakukan verifikasi berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.73/PMK.03/2012
  4. Setelah PKP telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut, maka berikut ini hal-hal yang wajib dilakukan oleh KPP:
    • KPP wajib menerbitkan surat pemberitahuan kode aktivasi yang sudah ditandatangani kepala seksi pelayanan atas nama kepala KPP. Di mana, surat tersebut bisa dikirimkan melalui kantor pos/kurir yang dimasukan dalam amplop tertutup ke alamat PKP.
    • Kemudiam, KPP akan mengirimkan password melalui e-mail ke alamat email PKP yang tertera di surat permohonan kode aktivasi dan password yang dibuat oleh PKP.
  5. Setelah menerima kode aktivasi dan password, Anda bisa meminta NSFP dengan formulir yang sudah disediakan oleh KPP.

NSFP dan Cara Minta Nomor Seri Faktur Pajak Online di eNofa

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

2. Cara Mendapatkan NSFP Online lewat e-Nofa

Selain mendatangi langsung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat PKP dikukuhkan, sebagai wajib pajak Sobat Klikpajak juga dapat mengajukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) secara online melalui aplikasi e-Nofa.

Berikut ini adalah penjelasan cara meminta nomor seri faktur pajak dengan mengunduh Sertifikat Elektronik e-Faktur.

a. Browser Chrome

  1. Masuk ke menu “Pengaturan/Settings“, yang terletak pada kanan atas layar
  2. Daftar “Pengaturan”, klik “Pengaturan Lanjutan/Advanced Settings” di bawah
  3. Kemudian klik “Kelola Sertifikat/Manage Certificates
  4. Selanjutnya, klik “Impor” dan ikuti langkah-langkahnya

b. Browser Firefox

  1. Klik tombol “Pilihan/Options“, yang berada pada menu kanan atas layar
  2. Pilih menu “Lanjutan/Advanced” dan klik tab “Sertifikat/Certificates
  3. Selanjutnya, pada tab “Sertifikat Anda/Your Certificates, dan klik Import

Langkah Meminta Nomor Seri Faktur Pajak melalui e-Nofa Online

Setelah selesai melakukan proses impor Sertifikat Elektronik Anda, segera akses dan masuk pada situs e-Nofa Online untuk mengajukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak online.

  1. Akses dan login pada situs e-Nofa Online efaktur.pajak.go.id/pkp/home
  2. Setelah masuk website, klik pada tombol “Permintaan NSFP
  3. Pilih Sertifikat Elektronik yang baru saja Sobat Klikpajak impor dari browser
  4. Lakukanlah permintaan rentang Nomor Seri Faktur Pajak Sobat Klikpajak

Ketahui juga tentang e-Nofa Online: Cara Install Sertifikat Elektronik di e-Nofa Pajak

Solusi Sulit Login ke e-Nofa saat Cara Minta Nomor Surat Faktur Pajak

Berbagai penyebab menjadi alasan utama kenapa para wajib pajak gagal login pada aplikasi e-Nofa.

Pertama-tama, terdapat kesalahan saat memasukan password dan username, maka dari itu, simpan baik-baik mengenai kedua hal tersebut.

Hal yang dapat dilakukan adalah mengecek email dari efaktur@pajak.go.id.

Namun jika sudah pernah diganti, Sobat Klikpajak dapat mengklik tombol “lupa password”, kemudian Sobat klikpajak akan iminta mengisi NPWP dan selanjutnya akan mendapat email untuk perbaruan password. 

Selain itu, server juga dapat menjadi masalah kenapa Sobat Klikpajak tidak dapat login e-Nofa, antara sedang diperbaiki atau memang sedang down.

Jika hal ini terjadi, mau tidak mau, Sobat Klikpajak perlu menunggu hingga dapat diakses kembali.

Setelah mengetahui dan memahami mudahnya cara meminta Nomor Seri Faktur Pajak melalui aplikasi e-Nofa, sebagai Pengusaha Kena Pajak, Sobat Klikpajak akan merasakan banyak keuntungannya.

Baik dari segi waktu maupun biaya dalam mengurus permohonan Nomor Seri Faktur Pajak.

NSFP disertakan dalam penerbitan faktur pajak yang wajib diurus oleh Pengusaha Kena Pajak dalam segala transaksinya.

Selain itu, Pengusaha Kena Pajak juga diwajibkan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah dicantumkan di dalam Faktur Pajak.

Penyampaian faktur pajak melalui eFaktur merupakan terobosan DJP untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam melaporkan jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Sobat Klikpajak tidak perlu lagi mengantre untuk membuat faktur pajak dan melakukan pelaporan SPT Masa PPN.

Tata cara pembuatan faktur pajak elektronik dan pembuatan SPT Masa PPN secara prosedur sama dengan tata cara pembuatan Faktur Pajak dan SPT Masa PPN manual.

Secara umum, tahapan yang harus dilalui adalah: Register Aplikasi, Registrasi User, Administrasi Faktur dan Pembuatan SPT Masa PPN.

Pembayaran dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) baik Masa maupun Tahunan, dapat dilakukan melalui Klikpajak.

Layanan Perpajakan Klikpajak membantu para Pengusaha Kena Pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara mudah, cepat, dan praktis.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Buat Faktur Pajak Tanpa Install Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Perhatikan, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT untuk melaporkan SPT Masa PPN.

DJP memindahkan platform pelaporan SPT Masa PPN ke aplikasi e-Faktur.

Jadi, ingat ya… lapor SPT Masa PPN tidak bisa lagi di e-Filing. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Bayat PPN Terutang dari Halaman SPT
  4. Cara Rekonsiliasi Pajak Keluaran di e-Faktur Klikpajak
  5. Cara Rekonsiliasi Pajak Masukan di e-Faktur

Cara Minta Nomor Seri Faktur Pajak Online di e-Nofa

Kelola Pajak Lainnya dengan Fitur Lengkap Klikpajak by Mekari. fitur Klikpajak selengkapnya baca disini.

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED10 Jun 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: