Daftar Isi
10 min read

Cara Pelaporan Pajak Online SPT Tahunan-Masa PPh & PPN

Tayang 06 Dec 2023
cara lapor pajak online
Cara Pelaporan Pajak Online SPT Tahunan-Masa PPh & PPN

Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) pajak harus benar sesuai ketentuan. Ketahui cara pelaporan pajak online untuk SPT Tahunan, SPT Masa PPh dan laporan SPT PPN.

Mekari Klikpajak akan menunjukkan bagaimana cara pelaporan pajak online dari masing-masing jenis SPT agar terhindar dari kesalahan yang menyebabkan kegagalan pelaporan pajak.

Jenis Aplikasi untuk Pelaporan Pajak Online

Baik Wajib Pajak Badan ( WP Badan ) maupun Wajib Pajak Orang Pribadi ( WP Pribadi ) diharuskan melaporkan perpajakan secara daring.

Secara umum ada dua jenis SPT pajak, yakni jenis SPT Pajak Penghasilan (SPT PPh) dan jenis SPT Pajak Pertambahan Nilaia (SPT PPN).

Keduanya memiliki ketentuan dan tata cara pelaporan pajak yang berbeda dan penggunaan fitur atau aplikasi yang berbeda pula, di antaranya:

1. Aplikasi Lapor SPT Tahunan PPh

Tata cara pelaporan SPT Tahunan PPh antara Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) dengan Wajib Pajak Badan (WP Badan) tidaklah sama.

Jika cara lapor SPT Tahunan online WP Pribadi bisa melalui e-Filing, sedangkan cara laporan SPT Tahunan online WP Badan melalui aplikasi perpajakan online e-SPT Tahunan Badan.

Cara laporan SPT online WP Pribadi dan WP Badan melalui aplikasi pelaporan perpajakan mitra resmi Ditjen Pajak e-Filing dan eSPT Tahunan Badan Klikpajak.

2. Aplikasi Lapor SPT Masa PPh

Baik WP Badan maupun WP Pribadi pengusaha yang melakukan pemungutan PPh Pasal 21 dapat melaporkan SPT Masa PPh 21 melalui e-Filing.

Sementara itu, apabila pelaporan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2, PPh 15, PPh 22, PPh 23, PPh 26 melalui  e-Bupot Unifikasi.

3. Aplikasi Lapor SPT Masa PPN

Sedangkan untuk cara pelaporan pajak SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai harus dilaporkan melalui e-Faktur.

Lalu, apa saja persiapan yang harus dilakukan dalam cara pelaporan pajak online?

Baca juga tentang Lapor SPT Tahunan Pribadi Online, Jangan Lupa Siapkan Dokumen ini

Persiapan Pelaporan SPT

Sebagai WP Badan atau WP Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha tentunya berbeda dengan cara pelaporan perpajakan online pada karyawan.

Sebab pelaporan SPT PPh perusahaan atau WP Badan dan WP Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha (WP Pengusaha) relative lebih kompleks dibanding pelaporan perpajakan bagi pekerja.

Belum lagi jika melakukan pemungutan/pemotongan pajak, maka selain harus membuat bukti potong pajak, setiap bulannya juga harus melaporkan SPT pajaknya (SPT Masa).

Oleh karena itu, ketahui apa saja ketentuan dalam cara pelaporan SPT Pajak online bagi perusahaan maupun pengusaha dengan baik agar pelaporan perpajakan dilakukan benar dan sah.

Karena pelaporan perpajakan ini tidak dilakukan secara offline dengan datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), tapi dilakukan cara online, maka dibutuhkan pendaftaran terlebih dahulu untuk dapat melakukan transaksi perpajakan secara daring.

Persiapan teknis cara pelaporan SPT online di antaranya:

  • Untuk WP Pribadi karyawan maupun pengusaha wajib memiliki EFIN
  • Sedangkan untuk WP Badan atau perusahaan harus punya Sertifikat Elektronik

Kewajiban terbaru bagi WP Badan/Perusahaan dalam melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak adalah tidak memerlukan EFIN, tapi harus mendaftarkan Sertifikat Elektronik Pajak pada e-SPT Tahunan Badan.

Berikut hal-hal yang harus diketahui dan dipersiapkan pada cara pelaporan pajak online:

A. Persiapan Lapor SPT Tahunan Pribadi

Jika bagi WP Orang Pribadi karyawan atau pekerja diperlukan dokumen bukti pemotongan PPh Pasal 21 berupa formulir 17 dari pemberi kerja.

Sebelum mulai pelaporan SPT Pajak bagi wajib pajak pribadi, Sobat Klikpajak harus menyiapkan apa saja yang diperlukan.

Nah, apa saja yang harus disiapkan untuk lapor SPT Pajak Pribadi antara karyawan dan pekerja bebas atau pengusaha ini berbeda.

Bahkan, bagi yang berstatus karyawan saja juga ada perbedaan dari segi formulir SPT yang digunakan.

Berikut apa saja yang harus diketahui dan disiapkan sebelum mulai ke tahapan cara lapor spt pajak online atau SPT Tahunan Pribadi karyawan dan pengusaha:

1. Jenis Formulir Lapor SPT Pajak Pribadi

Pelaporan SPT Pajak Pribadi terbagi menjadi tiga jenis formulir SPT, yaitu:

a. Formulir 1770SS untuk Karyawan (Penghasilan < Rp60 juta/tahun)

Bagi Wajib Pajak (WP) yang memiliki penghasilan atau gaji dalam 1 tahun kurang dari Rp60.000.000 atau di bawah Rp5.000.000 sebulan, maka harus menggunakan Formulir 1770SS untuk melaporkan SPT Tahunan Pribadi.

Formulir SPT 1770SS (Sangat Sederhana) ini memiliki cara pengisian yang paling sederhana dibanding Formulir 1770S.

b. Formulir 1770S untuk Karyawan (Penghasilan > Rp60 juta/tahun)

Sedangkan bagi Wajib Pajak yang memiliki penghasilan di atas Rp60.000.000 dalam 1 tahun atau lebih dari Rp5.000.000 sebulan, maka pelaporan SPT Pajak Pribadi harus menggunakan Formulir 1770S.

Pengisian Formulir 1770S (Sederhana) ini sedikit lebih kompleks dibanding Formulir 1770SS, karena harus memasukkan keterangan harta dan lainnya pada kolom yang tersedia namun masih dalam kategori sederhana.

Dokumen yang harus disiapkan sebelum lapor SPT Tahunan Pribadi bagi karyawan atau pegawai adalah:

– Formulir 1721 A1 / A2

Bukti Potong PPh Pasal 21/Formulir 1721 A1 bagi karyawan/pegawai swasta.

Bukti Potong PPh 21/Formulir 1721 A2 bagi karyawan/pegawai negeri seperti PNS, TNI, Polri, dan pensiunan.

– Punya NPWP

Memmiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan persyaratan yanag mutlak untuk dapat melaporkan SPT Tahunan.

Tentu saja, sebagai Wajib Pajak, ketika dipotong pajak penghasilan oleh pemberi kerja/perusahaan, artinya karyawan sudah pasti memiliki NPWP.

– Memiliki EFIN

EFIN atau Electronic Identification Number adalah nomor identitas untuk melakukan transaksi elektronik perpajakan.

c. Formulir 1770 untuk Pengusaha/Pekerja Bebas

Bagi yang melakukan pekerjaan bebas atau memiliki usaha, harus menggunakan Formulir 1770 untuk melaporkan SPT Pajak Pribadi.

Tentu saja, pelaporan SPT Tahunan Pribadi dengan Formulir 1770 ini lebih kompleks dibanding Formulir 1770S karena ada sejumlah komponen yang harus dilampirkan dalam pelaporan pajak.

Jadi, lebih rincinya Formulir 1770 ini digunakan bagi Sobat Klikpajak yang memperoleh penghasilan dari berikut ini:

  • Penghasilan dari usaha
  • Penghasilan dari pekerjaan
  • Penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja
  • Penghasilan yang dikenakan PPh Final
  • Penghasilan dari dalam negeri maupun luar negeri lainnya seperti bunga, royalti, dan lain-lain

Bagi yang berstatus pengusaha atau memiliki pekerjaan bebas, maka dokumen yang harus disiapkan untuk melaporkan SPT pajaknya adalah:

– Formulir 1721 A1

Bukti Potong PPh 21 atau Formulir 1721 A1 ini harus dilampirkan jika Sobat Klikpajak sebagai pengusaha sekaligus bekerja di perusahaan atau tempat lain atau sebagai pekerja bebas yang dipotong pajak oleh perusahaan pemberi kerja.

– Memiliki NPWP

Sama seperti karyawan, sebagai pengusaha atau pekerja bebas tentunya juga harus memiliki NPWP untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan PPh Pribadi.

Jika belum punya NPWP, begini Cara Membuat NPWP Pribadi secara online.

– Punya EFIN

Sebagai Wajib Pajak Pengusaha atau pekerja bebas pun Sobat Klikpajak sudah pasti harus punya EFIN terlebih dahulu untuk dapat melaporkan SPT Tahunan Pribadi.

Jika belum memiliki EFIN, begini cara membuat EFIN pajak online.

– Dokumen laporan keuangan usaha

Neraca dan laporan laba rugi (jika menggunakan metode pembukuan)

Rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya (jika menggunakan mekanisme norma atau NPPN)

Daftar perhitungan peredaran bruto (jika menggunakan perhitungan sesuai PPh 46/2018 dan PP 23/2018)

  • Lembar penghitungan pajak penghasilan terutang bagi yang berstatus PH (Pisah Harta) atau MT (Manajemen Terpisah)

Baca juga tentang Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi PPh Pasal 21 Bukan Karyawan

2. Bagaimana cara mendapatkan Bukti Potong 1721 A1/A2?

Bukti potong atau Formulir SPT 1721 A1 atau 1721 A2 dapat diperoleh dari masing-masing perusahaan atau instansi pemberi kerja atau yang memberikan penghasilan pada karyawan/pegawai maupun pekerja bebas/pengusaha.

Biasanya, perusahaan/instansi akan memberikan Bukti Potong 1721 A1/A2 pada awal masa pelaporan SPT Tahunan, yakni setiap awal tahun seperti di Januari atau Februari.

Bagi instansi atau perusahaan yang memungut PPh 21, maka wajib membuat Bukti Potong 1721 A1/A2.

Baca Juga: Pajak Tahunan : Apa Saja yang Harus Disiapkan untuk Lapor SPT

B. Persiapan Lapor SPT Tahunan Badan

Bagi WP Badan atau perusahaan, ada banyak hal yang harus disiapkan sebelum melaporkan SPT perpajakan, salah satunya dokumen laporan keuangan.

Sedangkan bagi WP Orang Pribadi yang menjalankan usaha, juga diharuskan melampirkan dokumen yang diperlukan terkait keuangan dari kegiatan usahanya.

C. Persiapan Lapor SPT Masa PPh

Seperti yang sudah disebutkan di atas, tidak semua jenis SPT PPh dapat dilaporkan dalam satu aplikasi yang sama.

Dua jenis aplikasi untuk lapor SPT Masa PPh dan jenis PPh yang dapat dilaporkan dalam aplikasi tersebut adalah:

1. Lapor SPT Masa PPh di e-Filing

Untuk jenis SPT Masa PPh yang harus dilaporkan di e-Filing adalah SPT PPh 21 atau disebut laporan pajak e Filing.

2. Lapor SPT Masa PPh di e-Bupot Unifikasi

Sedangkan jenis SPT Masa PPh yang wajib dibuat melalui aplikasi e-Bupot Unifikasi adalah jenis SPT Masa PPh Pasal 4 ayat 2, PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26.

Sebelum menyampaikan SPT Masa PPh tersebut, terlebih dahulu harus membuat bukti potong pajaknya yang diserahkan ke pihak yang telah dipungut/dipotong pajak penghasilannya.

Ingat, untuk dapat membuat bukti potong pajak, Anda harus memiliki Sertifikat Elektronik terlebih dahulu. Berikut tutorial Cara Membuat Bukti Potong PPh di e-Bupot Unifikasi.

D. Persiapan Lapor SPT Masa PPN

Sebelum dapat menyampaikan SPT Masa PPN, hal yang arus disiapkan yakni memiliki Sertifikat Elektronik dan telah menerbitkan Faktur Pajak Keluaran maupun telah melakukan rekonsiliasi pajak.

Berikut langkah-langkah pengelolaan eFaktur sebelum lapor SPT Masa PPN:

Cara Pelaporan Pajak Online

Setelah mengetahui persiapan apa saja yang harus dipenuhi sebelum menyampaian SPT pajak, hal berikutnya yang bisa dilakukan adalah mulai melaporkan sesuai dengan jenisnya.

Berikut langkah-langkah cara pelaporan pajak dari masing-masing jenis pajak yang harus disampaikan ke Ditjen Pajak secara online:

A. SPT Tahunan PPh Pribadi

Lapor SPT Tahunan PPh Pribadi, baik bagi yang berstatus karyawan/pegawai maupun pengusaha/pekerja bebas, sama-sama harus dilakukan secara elektronik melalui e-Filing. dengan cara berikut:

1. Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi Formulir 1770SS

2. Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi Formulir 1770S

3. Cara Lapor SPT Tahunan Pribadi Formulir 1770

B. SPT Tahunan PPh Badan

Setelah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk lapor pajak penghasilan tahunan badan, lanjukan dengan mengikuti langkah-langkah menyampaikan SPT Tahunan Badan berikut ini:

Baca juga tentang Berkas yang Harus Disiapkan Jadi Persyaratan Lapor SPT Badan Terbaru

C. SPT Masa PPh

Khusus untuk pelaporan pajak SPT Masa PPh terdapat dua jenis platform yang digunakan, yaitu e-Filing dan e-Bupot.

Aplikasi eFiling digunakan untuk melaporkan SPT Masa PPh 21 atau disebut laporan pajak e Filing, sedangkan eBupot Unifikasi digunakan untuk lapor SPT Masa PPh Unifikasi yang terdiri dari PPh 4 Ayat 2, PPh 15, PPh 22, PPh 23, PPh 26.

Berikut tutorial langkah-langkah penyampaian SPT Masa PPh:

D. SPT Masa PPN

Untuk mengetahui langkah-langkah melaporkan SPT Masa PPN, ikuti tutorial berikut:

Jika Lapor SPT Hasilnya Kurang Bayar

Berikutnya, bagaimana jika hasil laporan pajak e Filing dan SPT Tahunan PPh secara online terjadi kurang bayar?

Jika hasil dari penyampaian SPT Tahunan PPh maupun laporan pajak e Filing ternyata terjadi kurang bayar, maka harus melakukan pembayaran terlebih dahulu.

Setelah itu, barulah Sobat Klikpajak melanjutkan penyampaian SPT Pajak hingga hasilnya NIHIL

Begitu juga dengan pelaporan SPT Masa PPN, apabila ternjadi Pajak Keluaran lebih besar dari Pajak Masukan, maka harus dilakukan pembayaran PPN Terutang.

Agar lebih mudah melakukan pembayaran pajak kurang bayar, lanjutkan bayar pajak di e-Billing Mekari Klikpajak.

Melalui e-Billing Mekari Klikpajak, Anda dapat langsung membuat Kode Billing sekaligus bayar billing-nya pada virtual account bank persepsi DJP tanpa keluar platform.

Selain bisa melalui aplikasi Klikpajak, cara membuat kode billing pajak via WA kini bisa dipilih untuk mendapatkan ID Billing.

Setelah melakukan pembayaran pajak, Anda langsung mendapat Bukti Pembayaran Elektronik (BPE) resmi dari Ditjen Pajak.

Begini tutorial langkah-langkah Cara Bayar e-Billing Pajak dengan Mekari Klikpajak.

Lapor Pajak Lebih Mudah dan Cepat hanya di Mekari Klikpajak

Bukan hanya kemudahan dalam laporan pajak e Filing untuk SPT Masa PPh dan SPT Masa PPN serta cara laporan SPT Tahunan Badan online saja, fitur lengkap Mekari Klikpajak akan membuat administrasi perpajakan lainnya juga semakin efektif dan efisien.

Seperti membuat bukti pemotongan perpajakan dari berbagai jenis transaksi PPh, maupun membuat Faktur Pajak elektronik dan pengisian formulir pelaporan SPT Masa PPN dengan mudah.

Mekari Klikpajak adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak secara online dalam satu platform.

Berikut Fitur Lengkap Klikpajak yang Terintegrasi memudahkan urusan perpajakan bisnis lebih efektif dan efisien.

Kategori : Lapor

Mekari Klikpajak_Promo

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Klikpajak

Mekari Klikpajak_Promo

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Klikpajak