SPT Badan: Lapor SPT PPh Badan dan Cara Mengisi Formulir 1771

Cara Lapor SPT Tahunan Badan & Pengisian Formulir 1771

Apakah Sobat Klikpajak masih bingung cara lapor SPT Badan? Temukan di sini cara lapor PPh Badan online di sini, Klikpajak by Mekari akan menunjukkannya cara melaporkan SPT PPh Badan berikut pengisian formulir 1771 untuk Sobat Klikpajak.

Bukan hanya Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi, perusahaan atau badan juga wajib lapor SPT Tahunan Badan dari penghasilan yang diperoleh Badan Usaha yang berada di Indonesia. Cara lapor SPT Badan juga harus dilakukan dengan cara yang benar.

Badan yang termasuk WP Badan seperti Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV), perseroan lainnya, BUMN/BUMD dengan nama atau bentuk apapun, Bentuk Usaha Tetap (BUT), dan lainnya, memiliki kewajiban menyampaikan SPT Badan.

Sebelum melanjutkan pembahasan cara lapor SPT Badan, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan Sobat Klikpajak pentingnya kelola pajak dan keuangan bisnis yang mudah dan cepat untuk meunjang efektivitas dan efisiensi bisnis.

Ingin tahu cara kelola pajak bisnis yang mudah?

SPT Badan: Lapor SPT PPh Badan dan Cara Mengisi Formulir 1771

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Kembali pada topik pembahasan cara lapor SPT Tahunan Badan, Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Badan atau SPT Badan  menjadi bukti bahwa perusahaan atau badan tersebut telah menunaikan kewajiban sebagai badan usaha yang taat pajak.

Tenggat atau batas waktu penyampaian SPT Tahunan Badan paling lambat 30 April setiap tahun pajak berikutnya.

Lebih jelasnya mengenai cara lapor SPT Badan dan cara mengisi Formulir 1771 SPT Tahunan PPh Badan, serta persiapan yang harus dilakukan, terus simak penjelasan ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Cara Mendapatkan & Cara Mengisi Formulir 1771 SPT Badan

Wajib Pajak Badan (WP Badan) harus menggunakan formulir 1771 saat menyampaikan SPT Tahunan Badan.

Bagaimana cara mendapatkan Formulir 1771 SPT Badan?

Untuk mendapatkan formulir jenis ini adalah:

  • Melalui e-SPT Direktorat Jenderal Pajak (DJ) Online

Untuk dapat mengakses software e-SPT dari DJP, berikut tahapannya: 

a. Pasang atau install e-SPT PPh Badan

Langkah pertama yang harus dilakukan agar dapat menggunakan e-SPT sebagai sarana untuk mendapatkan formulir 1771 dengan me-install e-SPT PPh Badan dengan cara mengunduh file instalasi terlebih dahulu di halaman DJP.

Unduh file instalasi e-SPT PPh Badan di https://pajak.go.id/index.php/id/aplikasi-pajak/e-spt-tahaunan-pph-badan-full-patch.

Berikut cara install e-SPT Tahunan PPh Badan:

  1. Terlebih dahulu install file “1.exe” => ini adalah installer e-SPT PPh Badan Tahun 2009
  2. Kemudian install file “2.msi” => file ini berisi update ke e-SPT PPh Badan Tahun 2010
  3. Lalu install file “3.exe” => ini merapakan file yang berisi patch e-SPT PPh Badan Tahun 2010
  4. Berikutnya lakukan proses instalasi sesuai urutan di atas

Lokasi aplikasi e-SPT Badan setelah ter-install ini biasanya terdapat pada direktori C:\Program Files\DJP\e-SPT…\ atau untuk Win7 pada direktori C:\Program Files(x86)\DJP\e-SPT…\.

b. Gandakan database

Ketika installer e-SPT Badan sudah berhasil diunduh, berikutnya gandakan database dengan melakukan ekstrak file hasil unduhan tersebut.

Jika unduhan installer terdiri dari beberapa part atau bagian, lakukan ekstrak part 1-nya saja.

c. Asosiasikan database baru ke e-SPT Badan

Kendati file database sudah diduplikat/digandakan, akan tetapi sistem pada aplikasi e-SPT Badan belum dapat membaca database itu.

Oleh karena itu, Sobat Klikpajak perlu menghubungkan database tersebut dengan aplikasi e-SPT PPh Badan melalui ODCB.

Berikut cara menghubungkan database ke aplikasi e-SPT melalui ODCB:

  1. ODBC Windows 32 dijalankan melalui Control Panel\All Control Panel Items\Administrative Tools
  2. ODBC Windodws 64 dijalankan melalui C:\Windows\SysWOW64, lalu klik odbcad32.exe
  3. Jalankan odbcad32.exe
  4. Pilih System DSN
  5. Klik Finish
  6. Ketikkan nama database yang diinginkan
  7. Pilih Select
  8. Tentukan lokasi penyimpanan database
  9. Pilih database yang sudah Sobat Klikpajak duplikat sebelumnya
  10. Pilih OK
  11. Kemudian pilih OK lagi pada jendela ODBC

Nah, proses menghubungkan database ke aplikasi e-SPT melalui ODCB sudah selesai

Berikutnya, database baru akan muncul pada pilihan database ketika aplikasi e-SPT Badan dijalankan.

Baca Juga: Ketentuan dan Syarat Lapor PPh 23 Online Terbaru

SPT Badan: Lapor SPT PPh Badan dan Cara Mengisi Formulir 1771Contoh formulir 1771 untuk lapor SPT Tahunan PPh Badan

Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Lapor SPT Tahunan PPh Badan

Selanjutnya, sebelum menyampaikan SPT Badan, Sobat Klikpajak harus menyiapkan beberapa dokumen yang diperlukan.

Berikut ini beberapa dokumen yang harus disiapkan sebelum lapor SPT Tahunan PPh Badan:

1. Formulir SPT Tahunan Badan 1771.

2. SPT Masa PPh Pasal 21 (periode pajak Januari-Desember).

3. Bukti potong PPh Pasal 23 (periode pajak Januari-Desember).

4. Bukti potong PPh Pasal 4 Ayat 1 (periode pajak Januari-Desember). Untuk WP Badan yang ingin melapor kewajiban pajak PPh Final 0,5%, lampirkan pula bukti pembayaran PPh Pasal 4 Ayat 2 Masa pajak Januari-Desember.

5. SPT Masa PPN (termasuk semua Faktur Pajak yang masuk [Pajak Masukan] dan Faktur Pajak yang keluar [Pajak Keluaran] periode Januari-Desember).

6. Bukti potong PPh Pasal 22 dan Surat Setoran Pajak (SSP) Pasal 22 Impor (periode pajak Januari-Desember).

7. Bukti pembayaran untuk Surat Tagihan Pajak (STP) PPh Pasal 25 (periode pajak Januari-Desember).

8. Bukti pembayaran PPh Pasal 25 (periode pajak Januari-Desember).

9. Laporan keuangan (neraca dan rugi laba), termasuk laporan hasil audit akuntan publik.

Baca juga tentang Ingat! Tahun Depan, CV Tidak Bisa Pakai PPh Final UMKM Lagi

Data-data pendukung seperti tersebut dibawah ini juga diperlukan:

  • Rekening koran/tabungan perusahaan
  • Akta pendirian perusahaan (badan) atau akte perubahannya
  • SPT tahunan badan, yang memuat informasi biaya promosi, biaya hiburan, daftar penyusutan, penghitungan kompensasi kerugian, dan lainnya
  • Bukti penerimaan dan pengeluaran, mulai dari kwitansi, nota, bon, dan lainnya
  • Buku besar pendukung laporan keuangan
  • Buku besar pembantu pendukung laporan keuangan

SPT Badan: Lapor SPT PPh Badan dan Cara Mengisi Formulir 1771

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

a. Mengisi Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan

Setelah menyiapkan beberapa dokumen yang diperlukan untuk lapor SPT Badan, Sobat Klikpajak juga harus mengisi transkrip kutipan elemen-elemen laporan keuangan yang ada.

Kolom yang harus diisi dalam transkrip kutipan elemen-elemen laporan keuangan tersebut adalah:

  • Neraca-Aktiva
  • Neraca-Kewajiban
  • Laba/Rugi
  • Hubungan Istimewa

b. Mengisi Lampiran Khusus

Apa saja lampiran khusus yang harus diisi dalam pelaporan SPT Badan?

  • Daftar cabang utama perusahaan

Lampiran daftar cabang utama perusahaan merupakan lampiran khusus 5A/5B, yang harus disaampaikan oleh WP Badan yang memiliki kantor cabang atau tempat usaha di luar kantor pusat.

  • Daftar penghitungana penyusutan/amortisasi

Sedangkan daftar penghitungan penyusutan atau amortisasi terdapat pada lampirsan khusus 1A/1B.

Ini harus disampaikan jika SPT PPh melakukan penyusutan atau amortisasi.

  • Pernyataan transaksi dalam hubungan istimewa

Pernyataan transaksi dalam hubungan istimewa dan/atau transaksi dengan pihak yang merupakan penduduk negara yang termasuk tax haven country menggunakan lampiran khusus 3A/3B, 3A-1/3B-1. 3A-2/3B-2).

Lampiran ini harus diisi dan disampaikan jika WP mengisi Induk SPT 1771 Bagian G Angka 16.a.

  • Daftar fasilitas penanaman modal

Daftar fasilitas penanaman modal ini merupakan lampiran khusus 4A/4B, dan harus disampaikan oleh Sobat Klikpajak yang memperoleh fasilitas penanaman modal.

  • Perhitungan kompensasi kerugian fiskal

Sedangkan perhitungan kompensasi kerugian fiskal ini terdapat dapat lampiran khusus 2A/2B, yang harus diisi dan disampaikan jika punya hak kompensasi kerugian fiskal dari tahun-tahun pajak sebelumnya.

  • Kredit pajak luar negeri

Kredit pajak luar negeri terdapat pada lampiran khusus 7A/7B, dan harus disampaikan serta diisi lengkap jika Sobat Klikpajak mendapatkan penghasilan dan telah dikenakan pajak luar negeri.

c. Dokumen Tambahan yang Harus Dilampirkan

Selain beberapa dokumen atau lampiran yang telah disebutkan di atas, ada sejumlah dokumen tambahan yang perlu dilampirkan dan disampaikan pada saat lapor SPT Badan tahunan.

Beberapa tambahan dokumen tersebut di antaranya:

  • Daftar nominatif pengeluaran biaya promosi
  • Daftar normatif biaya entertainment dan sejenisnya
  • Ikhtisar dokumen induk dan dokumen lokal (ikhtisar master file [MF] dan local file [LF])
  • Perhitungan besar perbandingan antara utang dan modal (DER/debt equity ratio)
  • Laporan utang swasta luar negeri

SPT Badan: Lapor SPT PPh Badan dan Cara Mengisi Formulir 1771

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Membuat File CSV / Cara Mengisi Formulir SPT 1771

Pelaporan SPT Tahunan Badan ini cukup berbeda dengan pengisian formulir pada penyampaian SPT Tahunan Pribadi.

Sebab ada banyak komponen yang harus dimasukan dan diisi pada lampiran formulir lapor SPT Tahunan Badan seperti yang sudah disinggung di atas.

Setidaknya ada enam pengisian lampiran formulir 1771, di antaranya:

  • Formulir 1771-I

Formulir 1771-I adalah formulir untuk penghitungan penghasilan neto fiskal.

  • Formulir 1771-II

Formulir 1771-II adalah untuk perincian harga pokok penjualan, biaya usaha lainnya dan biaya dari luar usaha.

  • Formulir 1771-III

Formulir 1771-III adalah formulir untuk pengisian pajak dalam negeri.

  • Formulir 1771-IV

Formulir 1771-IV adalah untuk pengisian yang dikenakan PPh Final dan yang tidak termasuk objek pajak.

  • Formulir 1771-V

Formulir 1771-V adalah daftar pemegang saham/pemilik modal dan jumlah dividen yang dibagikan serta susunan pengurus/komisaris

  • Formulir 1771-VI

Sedangkan formulir 1771-VI adalah daftar penyerahan modal pada perusahaan afiliasi dan pinjaman dari/kepada pemegang saham atau perusahaan afiliasi

SPT Badan: Lapor SPT PPh Badan dan Cara Mengisi Formulir 1771

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Berikut ini tahapan cara mengisi formulir SPT 1771 melalui e-SPT untuk pelaporan PPh Badan:

1. Isi profil wajib pajak

Caranya:

  • Masuk ke aplikasi e-SPT Tahunan Badan 
  • Buka database wajib pajak
  • Jika database masih baru, maka akan diminta untuk mengisi nomor NPWP
  • Dalam menu ‘Profil Wajib Pajak’, silakan diisi sampai halaman ke-2
  • Klik ‘Simpan’

2. Buat SPT

Setelah profil diisi dan disimpan, akan tampil dialog box untuk login e-SPT.

Silakan isi username dengan kata administrator dan passwordnya 123.

Selanjutnya buat SPT dengan cara berikut:

  • Klik ‘Program’, buat ‘SPT Baru’
  • pilih ‘Tahun Pajak’ dan ‘Status’ => status normal atau pembetulan ke-0 => klik ‘Buat’

3. Membuka SPT

  • Klik ‘program’ dan pilih ‘Buka SPT yang Ada’.
  • Pilih tahun pajak, pilih ‘Buka SPT Untuk Diedit Kembali/Revisi’, klik OK.

Note: Kenapa Laporan Keuangan Penting Saat Lapor SPT Tahunan PPh Badan?

4. Isi Laporan Keuangan

Dalam tahap ini, staf dari WP badan harus bersiap mengisi lampiran-lampiran, lalu dilanjutkan pada bagian induk SPT.

Pada lampiran pertama, isi Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan.

Transkrip ini berisi ringkasan dari akun-akun laporan neraca dan laporan laba rugi.

Nama-nama akun sudah ditentukan dan jika ada nama akun yang beda dengan yang ada di laporan keuangan, maka akan disesuaikan berdasarkan kategorinya supaya hasil akhirnya seimbang (balance).

Berikut ini contoh tahapan pengisian neraca tersebut:

  • Klik ‘SPT PPh’.
  • Pilih ‘Transkrip Kutipan Elemen Laporan Keuangan’.
  • Klik tab ‘Neraca-Aktiva’ dan ‘Neraca-Kewajiban’.
  • Isi akun-akun yang sesuai.
  • Ketika sudah terisi semua dan balance, kemudian klik ‘Simpan’.

5. Isi Lampiran V dan VI

Caranya seperti berikut:

  • Klik ‘Baru’ 
  • Isi data pemegang saham, klik ‘Simpan’ dan begitu seterusnya.
  • Untuk menambah daftar pengurus, klik ‘Baru’ lalu isikan data pengurus sesuai dengan akte perusahaan yang terbaru. 
  • Klik ‘Simpan’ maka data isian akan muncul pada daftar.
  • Kalau semua sudah terisi, klik ‘Tutup’.

6. Isi Lampiran Khusus dan SSP

Pada menu SPT PPh dapat ditemukan menu lampiran khusus dan SSP.

Lampiran ini bisa diisi atau tidak? Jika memang ada data yang terkait, maka lampiran ini perlu diisi.

Cara ‘Upload’ File CSV untuk Lapor SPT Badan Online Adalah?

7. Buat File CSV 

Caranya seperti berikut:

  • Klik ‘SPT Tools’
  • Lapor Data SPT ke KPP
  • Akses direktori penyimpanan databases yang terdapat di C:\Program Files (x86)\DJP\eSPT 1771 2010\Database untuk windows 64 bit
  • Klik ‘Tampilkan Data’
  • Klik tahun pajak, yang selanjutnya akan tampil ringkasan PPh kurang/lebih bayar
  • Klik ‘Create File’ dan simpan file CSV di folder yang diinginkan

SPT Badan: Lapor SPT PPh Badan dan Cara Mengisi Formulir 1771Ilustrasi lapor SPT Badan

Mulai Lapor SPT PPh Badan di e-Filing

Setelah formulir 1771 diisi dan semua dokumen pendukung dipersiapkan, berikut ini cara untuk melapor dan mengisi SPT Tahunan PPh Badan secara online lewat e-Filling.

Melalui cara ini pula, staf bagian keuangan dan pajak dapat menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan kapan saja dan di mana saja, tidak perlu lagi repot-repot melaporkan pajak secara manual ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Lalu bagaimana cara menggunakan layanan ini?

Syarat yang pertama, Sobat Klikpajak harus sudah punya nomor EFIN Badan dan membuat file CSV seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Jika kedua hal itu sudah siap, maka Sobat Klikpajak sudah bisa melakukan proses pelaporan SPT Badan di e-Filing Klikpajak.

EFIN adalah nomor identitas digital yang diterbitkan DJP bagi wajib pajak yang akan melakukan transaksi online, seperti e-Filing.

Maka jika Sobat Klikpajak belum memiliki nomor EFIN, silakan mengaktivasi EFIN (Electronic Filing Identification Number) di KPP tempat WP Badan dikukuhkan secara online.

Sudah tahu? Sertifikat Elektronik Pengganti EFIN Wajib untuk Semua WP Mulai 2022

Sekarang saatnya Sobat Klikpajak melaporkan SPT Badan di e-Filing Klikpajak.

Untuk dihetahui, melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Berikut cara lapor dan cara mengisi SPT Tahunan Badan secara online di e-Filing:

Perlu diingat, ketentuan pengenaan sanksi pajak terbaru diatur melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Sesuai UU Cipta Kerja ini, berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”.

Baca Juga: Solusi Ekspor-Impor yang Terhambat Masalah SPT Pajak

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Hindari Sanksi/Denda, Laporkan SPT Pajak Badan Tepat Waktu

Bicara sanksi pajak, besar tarif sanksi terbaru diatur dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berikut tarif bunga sanksi administrasi pajak sebagai komponen untuk menghitung besarnya sanksi atau denda pajak:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Sobat Klikpajak yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Baca Juga: PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dijatuhkan pada WP yang tidak mau melunasi pajak kurang bayar dan WP sudah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda terkait tindak pidana karena pengungkapan ketidakbenaran

Untuk tarif sanksi denda ini, tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Tarif sanksi dijatuhkan karena pengungkapan ketidakbenaran atau ketidaksesuaian data dalam konteks tindak pidana perpajakan, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Note: Tahapan Pengenaan Sanksi Pajak: Pemeriksaan & Penyelesaiannya

5. Penghentian Penyidikan

Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan cuma bisa dilakukan setelah melunasi semua utang pajak yang tidak/kurang bayar/seharusnya dikembalikan.

Sobat Klikpajak juga harus menyelesaikan sanksi administrasi berupa denda sebesar 3 kali jumlah pajak yang tidak/kurang dibayar, atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

Baca juga tentang Surat Ketetapan Pajak dalam Pemeriksaan Pajak, Pebisnis Wajib Tahu

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Kalender Pajak Terbaru

Kelola Pajak Mudah & Cepat dengan Fitur Lengkap Klikpajak by Mekari

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan cara yang simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar dan lapor pajak dalam satu platform.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.

Selain mudah untuk melaporkan dan cara mengisi SPT Badan, ketahui apa saja fitur lengkap Klikpajak lainnya yang semakin memudahkan urusan perpajakan perusahaan.

Temukan di sini Fitur Lengkap Aplikasi Pajak Online Terintegrasi Mitra Resmi DJP.

Sudah tahu, kan kalau membuat bukti potong dan lapor SPT PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26 dan PPh Pasal 15 akan diwajibkan menggunakan e-Bupot Unifikasi dan SPT Masa PPh Unifikasi?

Apa itu e-Bupot Unifikasi? Selengkapnya baca penjelasannya pada artikel berikut ini untuk memudahkan pemahaman penggunaan e-Bupot Unifikasi.

Bukan hanya mudah kelola e-Bupot PPh, Sobat Klikpajak juga akan merasakan bagaimana praktisnya mengelola e-Faktur.

Bahkan Sobat Klikpajak dapat melakukan rekonsiliasi pajak secara otomatis yang terhubungan dengan laporan keuangan online Jurnal.id.

Tunggu apalagi? Segera aktifkan akun Klikpajak Anda sekarang juga dan nikmati beragam kemudahan kelola pajak bisnis.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!


Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED04 Oct 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: