Contoh Faktur Pajak dan Tata Cara Pembuatannya

Contoh Faktur Pajak dan Tata Cara Pembuatannya

Apakah Anda sudah mengetahui apa itu faktur pajak? Memahami faktur pajak beserta contoh dan fungsinya itu penting, apalagi ketika Anda berprofesi sebagai pengusaha. Negara lewat Direktorat Jenderal Pajak akan mengatur wajib pajak kepada pengusaha. Pajak nantinya akan dipakai untuk membangun sarana dan prasarana yang dapat melancarkan bisnis para pengusaha di Indonesia.

Bila Anda kena pajak, jangan berburuk sangka dulu. Anda akan memperoleh status sebagai pengusaha kena pajak. Pengenaan pajak bukan semata-mata hanya menarik uang dan sebenarnya tidak membebani karena peraturan pajak disusun melewati proses menimbang kepentingan pengusaha sehingga dapat benar-benar sesuai kebutuhan.

Ini dikarenakan Jenderal Pajak menyusun peraturan Direktur Jenderal Pajak dan aturan perpajakan yang memikirkan berbagai aspek kebutuhan para pengusaha. Contoh pajak yang dikenakan ke pengusaha dan perusahaannya seperti pajak badan. Penyusunannya juga dikoordinasikan dengan menteri keuangan dan diselaraskan bersama peraturan menteri keuangan di mana melibatkan peraturan pajak internasional atau tax treaty. Jadi pajak benar-benar dilaksanakan untuk kepentingan bersama. Maka tidak usah ragu untuk lapor pajak dan bayar pajak, karena Anda akan turut menikmati manfaatnya ke depan.

Bukti pungutan pajak pengusaha kena pajak (PKP) adalah faktur pajak. Fungsi faktur meliputi seluruh penyerahan barang kena pajak (BKP) atau penyerahan jasa kena pajak (JKP). Dua jenis produk bisnis yaitu barang dan jasa, merupakan item yang menjadi dasar pengenaan pajak dan dikenakan pajak secara pasti. Pengertian faktur itu sendiri, merupakan perhitungan penjualan dengan perhitungan pembelian setelahnya. Biasanya dibuat dalam bentuk rangkap tiga. Begitu juga dengan faktur pajak.

Faktur pajak wajib dibuat pengusaha sehingga bila profesi Anda adalah seorang pengusaha, Anda wajib mengenal faktur pajak dan mengisi faktur pajak. Lebih lanjut lagi adalah membayar pajak seperti ketentuan yang berlaku. Saat pengusaha kena pajak (PKP) berhasil menjual barang atau jasa wajib pajak, faktur pajak hadir sebagai tanda bukti pengusaha tersebut telah mengambil pajak dari pembeli. Faktur pajak wajib dibuat PKP pada semua penyerahan BKP atau JKP kena pajak dan atau, ekspor BKP tidak berwujud juga JKP. Pembuatan faktur pajak bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi e-Faktur Desktop. Aplikasi ini diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang pemakaiannya mematuhi pedoman media siber. Otomatis informasi Anda atau PKP lain yang menggunakannya akan terjamin kerahasiaannya. Untuk mengetahui contoh faktur pajak dan tata cara pembuatan secara lebih dalam, mari menyimak poin-poin berikut.

Ada Apa Saja Jenis-jenis Faktur Pajak?

  1. Faktur Pajak Keluaran. Faktur ini dibuat PKP ketika berhasil melakukan penyerahan BKPJKP, dan atau  BKP yang tergolong barang mewah.
  2. Faktur Pajak Masukan. Faktur ini diperoleh PKP saat membeli BKP atau JKP dari PKP lain.
  3. Faktur Pajak Pengganti. Sesuai namanya, faktur ini dikeluarkan untuk membenarkan kekeliruan informasi dari faktur yang dibuat sebelumnya. Misalnya kesalahan pengisian, kecuali kesalahan pengisian NPWP pembeli atau penjual.
  4. Faktur Pajak Gabungan. Faktur yang dibuat PKP dan melingkupi seluruh penyerahan BKPJKP pada pembeli yang sama dalam satu bulan kalender.
  5. Faktur Pajak Digunggung. Faktur ini tidak diisi informasi soal identitas pembeli, nama, juga tanda tangan penjual. Faktur Pajak Digunggung hanya boleh diisi pedagang retail.
  6. Faktur Pajak Cacat. Faktur jenis ini merupakan faktur pajak yang memiliki informasi tidak lengkap, jelas, benar, dan atau tidak ditandatangani. Cacat lain biasanya ada di kesalahan pengisian kode juga nomor seri.
  7. Faktur Pajak Batal. Faktur pajak yang dibatalkan karena transaksi gagal. Termasuk dalam kategori gagal adalah pembatalan atau penyalahan kesepakatan pembelian. Salah satu penyebab pembatalan adalah kesalahan isi NPWP.
  8. Dokumen lain dengan status sama seperti faktur pajak juga ada. Contohnya tagihan listrik, PAM, pesawat telepon, dan lainnya.

Fungsi Faktur Pajak bagi Penjual dan Pembeli

  1. Tanda pungutan pajak yang dibuat PKP dan berdasarkan Pasal 1 Poin 23 UU PPN.
  2. Sebagai bukti pembayaran pajak oleh pembeli kepada PKP.
  3. Alat mengkreditkan PPN yang dipungut PKP sewaktu pembelian BKP atau JKP, juga sesuai dengan Pasal 13 Ayat 5 UU PPN.

Bentuk-bentuk Faktur Pajak yang Banyak Digunakan & Cara Pembuatannya

Akan ada banyak sekali contoh bentuk-bentuk faktur pajak yang beredar di internet. Hanya saja Anda perlu memilih yang sekiranya sesuai dengan urusan Anda. Biasanya untuk urusan faktur pajak PKP seperti ini, ada tiga bentuk yang banyak digunakan.

  • Faktur Pajak Standar. Faktur pajak yang dibuat di kertas ukuran kuarto oleh PKP. Pasal 1 / 3 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-159/PJ/2006, menjelaskan tentang waktu, bentuk, ukuran, pengadaan, tata cara penyampaian, dan bentuk faktur pajak standar harus memiliki informasi lengkap seputar:
    • Nama, alamat, dan NPWP dari PKP.
    • Nama alamat, dan NPWP dari pembeli BKP atau JKP.
    • Jenis barang kena pajak atau jasa kena pajak JKP. Termasuk menjelaskan tentang kuantitas, harga jual, penggantian dan potongan harga (diskon) jika ada.
    • Pajak Pertambahan Nilai PPN yang dipungut berdasarkan transaksi tersebut.
    • Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM yang dipungut.
    • Kode, nomor seri, dan tanggal ketika faktur pajak tersebut dibuat.
    • Nama, jabatan, juga tanda tangan pihak-pihak terkait yang berhak atau memiliki kepentingan dalam transaksi tersebut.
    • Adapun cara pembuatan dan pengisian faktur pajak standar adalah sebagai berikut (diatur dalam Peraturan Jenderal Pajak Nomor Per24PJ2012).
    • Kode faktur diisi 6 digit angka. Dua digit pertama adalah kode transaksi, 1 digit kode status, dan sisanya kode cabang.
    • Kode nomor seri, diisi 10 digit angka. Dua digit pertama tahun penerbitan, sisanya nomor urutan.
    • Kolom pengusaha kena pajak, diisi identitas PKP.
    • Kolom pembeli (penerima) BKP atau JKP, diisi identitas pembeli (penerima).
    • Kolom tentang BKP atau JKP diisi dengan detail transaksi. Mulai dari nomor urut barang/jasa, keterangan, harga jual sebelum dikurangi uang muka, jumlah harga jual atau penggantian, diskon, nilai uang muka yang diterima, dasar dikenakannya pajak, jumlah PPN yang terutang, PPnBM, tempat juga tanggal pembuatan faktur pajak, sampai identitas pejabat yang dipilih PKP untuk penandatanganan faktur tersebut.
  • Faktur Pajak Gabungan. Gabungan faktur pajak yang wajib mencantumkan semua penyerahan kepada pembeli barang atau penerima jasa yang dalam kurun waktu satu bulan kalender. Termasuk di dalamnya dokumen-dokumen seperti yang diatur UU Perpajakan, yaitu:
    • Surat Setoran Pajak untuk pembayaran PPN atas penyerahan barang/jasa lewat juru lelang dilengkapi risalah.
    • Bukti tagihan penyerahan jasa dari perantara efek.
    • Bukti tagihan penyerahan jasa dari perbankan.
    • Tagihan PAM.
    • Surat Setoran Pajak untuk pembayaran PPN atas penggunaan barang tidak berwujud, juga jasa selain pabean.
    • Pembelian impor barang.
    • Notifikasi Ekspor BKP/JKP tidak berwujud.
    • Tagihan listrik.
    • Nota penjualan jasa lewat pelabuhan.
    • Tagihan perusahaan telekomunikasi.
    • Faktur Nota Bon Penyerahan dari PERTAMINA.
    • Surat Perintah Penyerahan Barang oleh BULOG untuk distribusi tepung terigu.
    • Pemberitahuan Ekspor Barang yang telah disetujui pihak berwenang.
  • Faktur Pajak Sederhana. Pengertian sederhana adalah penyederhanaan dokumen, di mana faktur pajak dan fungsinya disamakan dengan dokumen-dokumen dalam format lain. Biasanya diserahkan oleh PKP kepada pembeli atau penerima jasa dengan bentuk sobekan kertas kecil. Misalnya saja karcis, bon, juga faktur penjualan barang atau pengguna jasa.

Itulah penjelasan mengenai pajak dan faktur pajak, bersama cara pengisiannya. Gunakan aplikasi Klikpajak untuk mendapat kemudahan seputar mengurus perpajakan. Klikpajak merupakan aplikasi pengelolaan pajak yang telah resmi menjadi salah satu ASP (Application Service Provider) dari Direktorat Jenderal Pajak Indonesia. Klikpajak bisa digunakan oleh siapapun dalam mengelola pajak pribadi maupun bisnis yang bisa diakses secara online. Dengan ASP ini, pengguna Klikpajak bisa melakukan perhitungan pajak, bayar pajak, lapor pajak, membuat e-faktur, hingga menyimpan laporan atau arsip pajak.

Bersama Klikpajak, permasalahan seputar pajak akan teratasi dengan baik dan akurat. Untuk informasi lebih lanjut seputar fitur yang tersedia dalam Klikpajak, Anda bisa melihatnya melalui tautan ini. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, sudah seharusnya kita menunaikan wajib pajak kepada negara. Dengan membayar pajak, maka Anda sudah turut andil dalam memajukan negara Indonesia.


PUBLISHED28 Jan 2020
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: