eFaktur 3.0: Ketentuan dan Cara Update e Faktur 3.0

Cara Update e-Faktur 3.0 untuk Pengusaha Kena Pajak

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah melakukan beberapa kali perusahaan sistem e-Faktur. Terbaru, DJP telah mewajibkan update eFaktur 3.0 untuk kelola Faktur Pajak elektronik. Klikpajak adakan menunjukkan ketentuan cara update e Faktur 3.0 dan cara update eFaktur versi 3.0 bagi pengguna Client Desktop DJP.

Sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) atau yang berkecimpung di bidang perpajakan, tentunya harus tahu kewajiban update sistem eFaktur versi 3.0 ini.

DJP telah resmi memberlakukan secara nasional eFaktur 3.0 pada 1 Oktober 2020 bagi seluruh PKP.

Bagi PKP yang menggunakan e-Faktur client desktop DJP, wajib update eFaktur versi 3.0 pada perangkat komputernya.

Namun pada saat akan melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PKP harus pindah ke e-Faktur web DJP.

Update eFaktur 3.0 juga diwajibkan terhadap Penyerdia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak by Mekari.

Tahukah? Melalui eFaktur 3.0 Klikpajak by Mekari, Sobat Klikpajak dapat langsung menggunakan e-Faktur tanpa install aplikasi & dapat langsung lapor SPT Masa PPN pada platform yang sama.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Seperti apa cara update e Faktur 3.0 atau download patch terbaru eFaktur 3.0?

Bagaimana juga ketentuan cara update eFaktur versi 3.0?

Simak di bawah ini penjelasan lengkap seputar e-Faktur versi terbaru ini dari Klikpajak by Mekari.

Penggunaan eFaktur 3.0 & Ketentuan Cara Update e Faktur 3.0

Setelah resmi diberlakukan secara nasional bagi seluruh PKP, pembuatan e-Faktur melalui DJP Online harus melakukan pembaruan (update) sistem eFaktur 3.0 pada komputer.

Cara menggunakannya, tentu saja PKP harus terdaftar terlebih dahulu sebagai pengguna e-Faktur 3.0.

Tentu saja, jika menggunakan e-Fakgtur client desktop DJP namun tidak melakukan update eFaktur 3.0, tidak akan bisa menggunakan e-Faktur untuk membuat Faktur Pajak elektronik.

Tapi Sobat Klikpajak tetap bisa membuat Faktur Pajak elektronik tanpa install aplikasi atau update eFaktur 3.0 hanya dengan e-Faktur 3.0 Klikpajak.

Ingin tahu caranya?

Hubungi tim konsultan kami untuk kemudahan kelola e-Faktur lebih cepat dan praktis.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Selengkapnya temukan di sini Apa Saja Kemudahan Cara Membuat Faktur Pajak Keluaran di e-Faktur Klikpajak?

Tahapan Implementasi e-Faktur 3.0 secara Nasional

Seperti diketahui, DJP melakukan uji coba eFaktur versi 3.0 secara bertahap, yakni:

  • Tahap I

Februari 2020: Uji coba e-Faktur 3.0 secara terbatas pada 4 PKP di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) WP Besar

  • Tahap II

10 Juni 2020: Perluasan uji coba e-Faktur 3.0 pada 27 PKP di KPP WP Besar dan KPP Madya Jakarta

  • Tahap III

1 Agustus 2020: Uji coba e-Faktur 3.0 diperluas pada 4.617 PKP terdaftar di seluruh KPP WP Besar, KPP Madya Jakarta dan 19 PKP di KPP Madya dan Pratama luar wilayah Jakarta

  • Tahap IV

1 September: Tahap akhir uji coba e-Faktur 3.0 untuk 5.445 PKP yang terdaftar di 159 KPP Pratama yang telah menyampaikan usulan

  • Tahap V

1 Oktober 2020: Implementasi e-Faktur 3.0 secara nasional untuk semua PKP alias wajib e-Faktur 3.0

Sudah tahu? Begini Cara Menggunakan Prepopulated Pajak Masukan e-Faktur 3.0 Klikpajak

eFaktur 3.0: Ketentuan dan Cara Update e Faktur 3.0Ilustrasi membuat Faktur Pajak elektronik di eFaktur 3.0

Seperti Apa Sistem pada eFaktur 3.0?

Apa yang ditawarkan dalam sistem eFaktur versi 3.0 ini?

Membuat Faktur Pajak wajib memiliki Nomor Seri Faktur Pajak. Ketahui Tata Cara Permohonan NSFP dengan e-Nofa Online.

a. Perubahan pada e-Faktur 3.0 Dibanding e-Faktur 2.2

  • e-Faktur 3.0 bekerja dalam sistem otomasi (tidak lagi input data secara manual seperti dalam e-Faktur 2.2)
  • e-Faktur 3.0 akan mengintegrasikan data DJP dengan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk mengakomodasi kegiatan ekspor-impor
  • e-Faktur 3.0 dilengkapi dengan tambahan fitur prepopulated

b. Fitur Tambahan di e-Faktur 3.0

Pada sistem e-Faktur versi terbaru ini terdapat sejumlah fitur tambahan dalam melakukan administrasi Faktur Pajak elektronik, yaitu:

PKP wajib tahu, begini Cara Lapor SPT Masa PPN Online Terbaru di e-Faktur 

Apa itu prepopulated?

Sederhananya, sistem prepopulated sendiri artinya penyediaan data yang kelanjutan prosesnya hanya dibutuhkan konfirmasi oleh yang bersangkutan terhadap data yang dipilihnya.

Jadi, fitur prepopulated adalah fitur yang pengisian informasinya berdasarkan database yang telah ada sebelumnya.

Prepopulated pada e-Faktur 3.0 adalah sistem DJP yang akan menyediakan data Pajak Masukan yang dapat dikreditkan oleh PKP secara otomatis melalui sistem yang tersedia, tanpa melakukan input secara manual ke aplikasi e-Faktur seperti sebelumnya pada e-Faktur versi 2.2.

Pada aplikasi e-Faktur 2.2, saat mendapatkan Faktur Pajak dari lawan transaksi, PKP harus melakukan input secara manual (key-in), input melalui skema impor, dan melalui aplikasi scanner e-Faktur ke aplikasi e-Faktur.

eFaktur 3.0: Ketentuan dan Cara Update e Faktur 3.0

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Bagaimana Cara Kerja eFaktur 3.0?

Melalui sistem terbaru eFaktur 3.0 ini, mengakomodasi mekanisme prepulated untuk data PM dan PIB.

Sehingga pengisian data Pajak Masukan maupun PIB pada saat membuat SPT Masa PPN tidak lagi manual, tapi sudah otomatis.

Melalui e-Faktur versi 3.0 ini, data Pajak Masukan dan PIB otomatis tersedia dalam sistem untuk proses mengkreditkan Faktur Pajak Keluaran, dengan terlebih dahulu menentuan Masa Pajak dan status pengkreditannya.

Namun untuk dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak untuk selain PIB, masih menggunakan skema upload seperti sebelumnya sesuai tata cara di PER 29/PJ/2015.

Ketahui begini Cara Input Data Dokumen Lain di e-Faktur

Jadi, melalui sistem e-Faktur 3.0 ini semua data dari Faktur Masukan dan PIB yang telah diunggah sebelumnya akan tersedia dan otomatis bisa digunakan saat menyampaikan SPT Masa PPN.

Melalui prepopulated SPT pada e-Faktur 3.0 ini pula, pelaporan SPT Masa PPN tidak lagi dilakukan melalui Client Desktop, tapi menggunakan e-Faktur Web based.

Seluruh data Pajak Keluaran dan Pajak Masukan yang tersedia untuk dilaporkan di SPT Masa PPN disediakan melalui e-Faktur Web Based.

“PKP yang menggunakan e-Faktur 3.0 wajib menggunakan e-Faktur 3.0 untuk pelaporan SPT Masa PPN,” tulis DJP seperti dikutip.

Note: Ketahui bagaimana Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

Dokumen Selain PIB yang Dipersamakan dengan Faktur Pajak

Dokumen selain PIB yang dipersamakan dengan Faktur Pajak adalah Surat Penetapan Bea Masuk, Cukai, dan Pajak (SPPBMCP), yang termasuk dokumen kepabeanan terkait impor yang dapat diinput ke aplikasi e-Faktur melalui mekanisme prepopulated PIB.

Dokumen-dokumen PIB yang dapat diprepopulated di aplikasi e-Faktur sesuai PER-13/PJ/2019 yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak adalah:

  • BC20
  • BC24
  • BC28
  • Surat Penetapan Pembayaran Bea Masuk, Cukai dan/atau Pendapatan Pajak (SPPBMCP)
  • Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK) Barang Penumpang
  • Surat Penetapan tarif dan Nilai Pabean (SPTNP)
  • Surat Penetapan Pabean (SPP)
  • Surat Teguran
  • Surat Penetapan Kembali Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPKTNP)

eFaktur 3.0: Ketentuan dan Cara Update e Faktur 3.0Ilustrasi Host-to-Host sytem yang berlum didukung dengan eFaktur 3.0

Ketahui Perbedaan e-Faktur ‘Host-to-Host’, ‘Web Based’ dan ‘Client Desktop’

Faktur Pajak elektronik atau e-Faktur merupakan terobosan DJP sebagai reformasi di bidang administrasi perpajakan yang diperkenalkan pada 2014 dan berlaku secara nasional sejak 1 Juli 2016.

Sistem elektronik pembuatan Faktur Pajak ini tersedia dalam tiga versi yakni:

a. Aplikasi e-Faktur Client Desktop

Aplikasi pembuat Faktur Pajak elektronik Client Desktop adalah aplikasi e-Faktur yang bisa dioperasikan secara offline, tapi harus menginstal sendiri aplikasi e-Faktur pada laptop atau komputer.

Aplikasi e-Faktur Client Desktop ini untuk membuat e-Faktur dalam jumlah kecil.

b. Aplikasi e-Faktur Web Based

Kebalikan dari versi Client Desktop, untuk aplikasi e-Faktur Web Based  adalah aplikasi e-Faktur berbasis web yang pengoperasiannya harus terkoneksi dengan internet.

Aplikasi e-Faktur Web Based ini bisa untuk membuat e-Faktur juga dalam jumlah kecil.

Pembuatan e-Faktur berbasis Web Based ini juga bisa dilakukan oleh PKP sendiri melalui saluran DJP Online atau melalui pihak penyelenggara e-Faktur web based mitra resmi DJP.

c. Aplikasi e-Faktur Host-to-Host (H2H)

Aplikasi e-Faktur H2H adalah sistem elektronik pembuatan e-Faktur untuk PKP yang membuat Faktur Pajak dalam jumlah besar.

Melalui e-Faktur H2H ini, PKP bisa menggunakan sendiri aplikasi tersebut, atau membuat e-Faktur melalui pihak penyelenggara jasa e-Faktur H2H.

eFaktur 3.0: Ketentuan dan Cara Update e Faktur 3.0

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Kelebihan & Kekurangan Aplikasi Berbasis Desktop dan Web

Seiring berkembangnya teknologi, aplikasi berbasis desktop sudah mulai berkurang pamornya karena harus melakukan install aplikasi terlebih dahulu pada komputer/laptop.

Meski aplikasi basis desktop ini bisa digunakan secara offline alias tidak membutuhkan jaringan internet, tapi membutuhkan perangkat keras (hardware) yang memiliki spesifikasi tinggi atau tertentu.

Dan setiap melakukan install aplikasi, harus menyertakan lisensi pada setiap komputer. Lalu, tidak bisa membuka aplikasi yang telah diinstal tersebut di komputer lain tanpa menginstalnya terlebih dahulu.

Note: Kelebihan e-Faktur 3.0 Dibanding e-Faktur 2.2

Bagaimana dengan aplikasi berbasis web?

Sistem aplikasi ini membutuhkan jaringan internet untuk mengaksesnya, maka sudah pasti tidak bisa digunakan secara offline.

Karena sistemnya berbasis web inilah aplikasi bisa langsung digunakan kapanpun dan dimanapun tanpa menginstal terlebih dahulu.

Juga tidak perlu memikirkan soal lisensi karena hak cipta aplikasi pada Web Based tersebut sudah menjadi tanggung jawab web penyedia aplikasi.

Sistem operasi aplikasi web juga bisa digunakan di berbagai browser manapun, entah itu Linux, Windows, ataupun MacOS.

Sistem web yang praktis ini pula, maka aplikasi dapat diakses di banyak perangkat elektronik, seperti komputer/laptop, tablet, hingga ponsel (smartphone) standar WAP (Wireless Application Protocol).

Tentu saja, tidak perlu spesifikasi komputer yang tinggi untuk menggunakan aplikasi berbasis web. Karena sebagian besar proses dalam sistem ini sudah dilakukan oleh penyedia aplikasi berbasis web ini.

Namun, karena aplikasi ini dijalankan secara terpusat melalui web server, maka dibutuhkan sistem keamanan yang baik. Karena aplikasi tidak bisa dijalankan jika server di pusat mengalami gangguan (down).

eFaktur 3.0: Ketentuan dan Cara Update e Faktur 3.0Ilustrasi update eFaktur versi 3.0

Cara Update eFaktur 3.0 atau Download Patch Versi Terbaru

Ada beberapa tahapan untuk melakukan pembaruan e-Faktur versi terbaru DJP ini.

Berikut langkah-langkah upgrade atau download patch e-Faktur versi terbaru 3.0:

1. Lakukan pencadangan (backup) data e-Faktur 2.2 sebelum mulai melakukan update e-Faktur versi 3.0 untuk menghindari kegagalan pembaruan.

2. Siapkan nomor Sertifikat Elektronik (SE). Unduh (download) e-Faktur 3.0 di https://efaktur.pajak.go.id. Klik bagian keterangan ‘Aplikasi e-Faktur terbaru dapat diunduh di sini’.

eFaktur 3.0: Ketentuan dan Cara Update e Faktur 3.0

3. Pilih aplikasi yang sesuai dengan OS (Operating System) atau sistem operasi pada perangkat yang Anda gunakan untuk mengunduh.

eFaktur 3.0: Ketentuan dan Cara Update e Faktur 3.0

4. Setelah berhasil diunduh, extract file aplikasi e-Faktur 3.0. Anda akan melihat hasil extract file tersebut berupa ETaxInvoice, ETaxInvoiceMain, dan ETaxInvoiceUp

5. Berikutnya salin (copy) ketiga file tersebut dan tempel (paste) ke folder e-Faktur 2.2 yang akan diperbarui. Lalu akan muncul notifikasi, klik replace the files.

6. Lanjutkan dengan klik ETaxInvoice, setelah itu akan diarahkan untuk memilih database. Kemudian klik local database, lalu klik connect.

7. Berikutnya, login pada aplikasi e-Faktur.

8. Jika update berhasil, akan terlihat menu baru pada aplikasi e-Faktur yang baru saja diupdate ini yaitu prepopulated data.

9. Setelah berhasil update e-Faktur 3.0, jangan lupa melakukan pengaturan (setting) referensi Sertifikat Elektronik sebelum menggunakannya

eFaktur 3.0: Ketentuan dan Cara Update e Faktur 3.0Ilustrasi update e-Faktur 3.0 gagal

Tidak Mau ‘Ribet’ Update e-Faktur? Pakai Saja e-Faktur Klikpajak

“Kebayang repotnya update e-Faktur 3.0 yang harus download patch versi terbaru?”

Sobat Klikpajak tidak perlu melakukan update sendiri untuk bisa memanfaatkan fitur e-Faktur 3.0 ini.

Langsung saja gunakan fitur e-Faktur 3.0 melalui aplikasi e-Faktur Klikpajak.id. Anda tinggal menggunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempercepat pembuatan e-Faktur Anda.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat fokus menjalankan perusahaan dan mengembangkan bisnis, tanpa membuang-buang waktu dan tenaga untuk memperbarui sistem pada e-Faktur yang berlaku.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP.

Sebagai penyedia jasa aplikasi perpajakan yang ditunjuk oleh DJP, Klikpajak memiliki kewenangan untuk memproses permintaan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan Sobat Klikpajak dapat memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Melalui e-Faktur Klikpajak, juga dapat membuat Faktur Masukan, Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Retur.

Hal ini semakin memudahkan pengelolaan e-Faktur dan mengarsipkan dokumen perpajakan dalam satu aplikasi.

Keuntungan lain menggunakan Klikpajak adalah juga dapat menerbitkan Kode Billing dan langsung bayar pajaknya melalui virtual account bank tanpa harus keluar masuk aplikasi yang berbeda.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Fitur Lengkap Aplikasi Pajak Online Klikpajak

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang bekerja pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sobat Klikpajak dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Semua transaksi perpajakan akan tersimpan aman dalam Fitur Arsip Pajak Klikpajak yang memudahkan Sobat Klikpajak menemukan kembali dokumen yang dibutuhkan sewaktu-waktu tanpa khawatir file hilang saat kehilangan laptop atau komputer rusak.

Selain e-Faktur, apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak dalam melakukan aktivitas perpajakan?

Temukan di sini Fitur Lengkap Aplikasi Pajak Online Terintegrasi untuk Kemudahan Urus Pajak Perusahaan

Untuk mengetahui lebih lanjut cara kelola pajak bisnis yang mudah dan cepat?

Jangan segan hubungi tim konsultan kami sekarang juga!

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED26 Aug 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: