Memahami 3 Jenis Eskpor Jasa Kena Pajak dengan Tarif 0%

Memahami 3 Jenis Eskpor Jasa Kena Pajak dengan Tarif 0%

Kegiatan usaha tak selamanya dilakukan dalam daerah pabean atau kawasan suatu negara. Era globalisasi memungkinkan usaha Anda dapat berkembang hingga melampaui batas-batas negara. Terlebih jika Anda merasa sudah cukup percaya diri dengan usaha yang Anda kelola saat ini. Hal ini membuka peluang bagi usaha Anda untuk berinteraksi dengan Wajib Pajak Luar Negeri, salah satunya melalui kegiatan ekspor jasa. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.03/2011, berikut jenis ekspor Jasa Kena Pajak dengan tarif 0%.

Jasa Maklon

Jasa maklon merupakan bentuk jasa yang diberikan untuk menyelesaikan suatu barang tertentu. Penyelesaian barang tersebut dilakukan oleh penyedia jasa (disubkontrakkan), yang dalam hal ini berada di daerah pabean. Pengguna jasa yang berada di luar negeri menetapkan spesifikasi barang yang akan dikerjakan oleh penyedia jasa. Tidak hanya menentukan spesifikasi hasil akhir, bahan baku pembuatan barang juga wajib disediakan oleh pengguna jasa.

Selain bahan baku, pengguna jasa juga menyiapkan bahan-bahan lain apabila sekiranya diperlukan, baik berupa barang setengah jadi atau bahan tambahan lainnya. Dengan demikian, kepemilikan barang jadi ada pada pihak yang menggunakan jasa tersebut. Syarat bagi pihak pengguna jasa maklon adalah tidak boleh memiliki Badan Usaha Tetap (BUT) di daerah pabean.

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh implementasi jasa maklon.

Sebuah perusahaan tas kulit AB yang berasal dari Italia (luar daerah pabean) mengirimkan rancangan serta bahan baku pembuatan tas ke PT X di  Bandung, Indonesia. Kemudian, PT X sebagai penerima jasa mengerjakan tas tersebut berdasarkan rancangan dengan waktu pengerjaan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Hasil akhir berupa tas kulit kemudian dikirim kembali kepada AB di Italia selaku pengguna jasa. Pengiriman barang dari kegiatan ekspor jasa maklon ini tidak perlu dilaporkan sebagai ekspor Barang Kena Pajak melalui SPT Masa Pajak.

Jasa Perbaikan dan Perawatan

Jasa ini dilakukan pada barang bergerak yang dimanfaatkan di luar daerah pabean.

Sebagai contoh, perusahaan otomotif C yang berada di Amerika tengah mengalami kerusakan mesin produksi. Perusahaan C lantas memesan jasa perbaikan pada PT R yang berlokasi di kawasan Jawa Barat. PT R kemudian mengirimkan teknisi untuk melakukan perbaikan mesin di Perusahaan C.

Jasa Konstruksi

Meliputi berbagai layanan berupa jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, serta layanan jasa konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi. Seluruh jasa tersebut tentunya juga dilakukan di luar daerah pabean.

Sebagai contoh, Perusahaan F yang berada di Sydney, Australia bermaksud melakukan pembangunan gedung baru. Perusahaan F kemudian meminta jasa konsultan kepada PT. Z selaku konsultan di bidang konstruksi yang berkantor di Yogyakarta. Selanjutnya, PT Z mengirimkan konsultannya ke lokasi konstruksi yang berada di Sydney, Australia untuk menjalankan tugas.

Jenis pajak yang dibebankan pada ketiga macam eskpor jasa di atas adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Untuk kegiatan berupa ekspor jasa kena pajak, Wajib Pajak bukan merupakan perseorangan, melainkan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Adapun waktu terutang PPN terhadap ekspor Jasa Kena Pajak adalah ketika penggantian jasa yang diekspor dicatat serta diakui sebagai penghasilan.

Sejauh ini, penerapan tarif PPN sebesar 0% untuk kegiatan Eskpor Jasa Kena Pajak di Indonesia memang masih sebatas pada ketiga jenis kegiatan di atas. Hal tersebut karena karakter Jasa Kena Pajak tidak dapat disamakan dengan kegiatan ekspor barang yang diawasi oleh Bea Cukai. Sebagaimana kita tahu, jasa tidak memiliki bentuk secara fisik sehingga dari segi pengawasan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Pemerintah masih perlu menentukan instrumen pengawasan yang tepat agar jasa tersebut betul-betul diekspor dan dimanfaatkan di luar daerah pabean. Hal ini mengingat penerapan tarif 0% untuk ekspor jasa kena pajak memiliki beragam manfaat yakni dapat mengingkatkan daya saing sektor jasa Indonesia di dunia internasional.


PUBLISHED17 Sep 2018
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: