Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

Kenalkan! Fitur Baru Klikpajak by Mekari: Cara Mudah & Cepat Rekonsiliasi Pajak

Harus lembur dan begadang hanya untuk melakukan rekonsiliasi pajak? Hemat waktu & tenaga Anda dengan fitur rekonsiliasi Faktur Pajak Klikpajak by Mekari, yang membuat proses rekonsiliasi pajak lebih mudah & cepat. Ketahui juga penjelasan umum tentang rekonsiliasi Faktur Pajak adalah dan ketentuan rekonsiliasi Faktur Keluaran.

Melakukan rekonsiliasi akan menjadi agenda rutin bagian Tax & Accounting Officer perusahaan.

Rekonsiliasi pajak dilakukan sebagai bagian dari proses untuk membayar pajak maupun penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Oleh karena itu, proses rekonsiliasi Faktur Pajak yang simpel sangat diperlukan agar proses administrasi perpajakan dapat dilakukan dengan gampang dan cepat.

Melalui fitur rekonsiliasi Faktur Pajak Klikpajak.id, melakukan rekonsiliasi pajak jadi lebih mudah dan praktis karena sistem yang terintegrasi dengan akuntansi online Jurnal.id.

Selengkapnya tentang rekonsiliasi Faktur Pajak dan penjelasan umum tentang rekonsiliasi Faktur Pajak adalah serta cara mudah melakukan rekonsiliasi Faktur Keluaran melalui fitur rekonsiliasi pajak dari Klikpajak by Mekari, temukan di bawah ini.

Apa itu Rekonsiliasi Faktur Pajak?

Secara harfiah, dalam konteks data pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rekonsiliasi adalah penetapan pos-pos yang diperlukan untuk mencocokkan saldo masing-masing dari dua akun atau lebih yang mempunyai hubungan satu dengan lainnya.

Singkatnya, rekonsiliasi adalah pencocokan data.

Bisa diartikan, rekonsiliasi Faktur Pajak adalah aktivitas yang dilakukan wajib pajak untuk mencari penyebab perbedaan antara nilai transaksi menurut Faktur Pajak dengan nilai transaksi yang terdapat pada Faktur Penjualan (invoice).

Jadi, rekonsiliasi ini dilakukan untuk mencocokkan apakah pembuatan Faktur Pajak Keluaran itu datanya sudah sama dengan faktur penjualan atau tidak.

Data ini dibutuhkan setiap kali akan membayar PPN terutang dan lapor SPT Masa PPN.

Artinya, proses melakukan rekonsiliasi Faktur Pajak ini akan selalu dilakukan setiap bulannya atau setiap masa pajak.

Tahukah? Kini bayar PPN terutang makin praktis dengan fitur baru Klikpajak Cara Bayar Pajak Terutang dari Halaman SPT PPN

Pentingnya Fitur Rekonsiliasi Faktur Pajak

Apa sih pentingnya fitur rekonsiliasi Faktur Pajak ini?

Seperti yang sudah disinggung di atas, Klikpajak by Mekari memahami bagaimana rumitnya proses rekonsiliasi Faktur Pajak dengan Faktur Penjualan jika dilakukan secara manual, mencocokkan data keduanya satu per satu.

Atas dasar itulah aplikasi pajak online mitra resmi DJP Klikpajak.id yang terintegrasi dengan akuntansi online Jurnal.id menyediakan fitur rekonsiliasi Faktur Pajak.

Sehingga proses rekonsiliasi Faktur Pajak bisa dilakukan secara otomatis, tidak perlu cek satu per satu antara data Faktur Keluaran dengan Faktur Penjualan (invoice).

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

PKP Butuh Rekonsiliasi Pajak Otomatis

Sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) tentunya banyak melakukan transaksi barang/jasa kena pajak.

Sehingga akan ada banyak Faktur Pajak elektronik yang diterbitkan sebagai Faktur Keluaran seiring jumlah faktur penjualan atau invoice yang dibuat.

Katakanlah ada 1000 Faktur Keluaran yang diterbitkan setiap bulannya.

Bisa dibayangkan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengecek satu per satu jika rekonsiliasi Faktur Pajak masih dilakukan secara manual.

Jika itu yang terjadi, maka prosesnya adalah harus menarik data penjualan dari laporan keuangan dan Faktur Keluaran dengan export ke excel terlebih dahulu, lalu dilanjutkan pengecekan dalam proses rekonsiliasi.

Selain boros waktu, juga akan menguras banyak tenaga hanya untuk melakukan rekonsiliasi yang seharusnya bisa lebih cepat, jika sistem pajak online yang digunakan dilengkapi dengan fitur rekonsiliasi pajak yang mumpuni.

Klikpajak.id dirancang untuk memudahkan Anda melakukan rekonsiliasi Faktur Pajak karena dilengkapi dengan fitur rekonsiliasi, bahkan langsung terhubung dengan akuntansi online Jurnal.id.

Sistem fitur rekonsiliasi Klikpajak akan menunjukkan bagian mana yang harus dibetulkan atau penyebab tidak cocoknya data antara Faktur Keluaran dan invoice secara otomatis.

Sehingga proses rekonsiliasi pajak pun jauh lebih cepat lagi, yang semakin menghemat waktu juga tenaga.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalahIlustrasi melakukan rekonsiliasi Faktur Pajak

Penyebab Data dalam Rekonsiliasi Tidak Cocok

Bagi yang sudah terbiasa melakukan rekonsiliasi pajak tentu penyebab tidak cocoknya data sudah sering terdengar.

Namun bagi Sobat Klikpajak yang baru menekuni bidang perpajakan, tidak perlu berkecil hati, Klikpajak by Mekari akan menjelaskan penyebab perbedaan data yang bisa saja terjadi dalam proses rekonsiliasi pajak ini.

Seperti diketahui, ada banyak pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan pajak dan keuangan perusahaan, seperti bagian account payable, account receivable, salesperson, dan lainnya.

Dari masing-masing divisi tersebut terkadang mengelola tugas dan tanggung jawabnya dengan rule yang berbeda antara satu dan lainnya.

Hal inilah yang menjadi penyebab utama perbedaan data antara invoice dan Faktur Pajak dalam proses rekonsiliasi.

Sudah tahu? Mitra resmi DJP adalah Klikpajak, Aplikasi Pajak ‘Online’ yang Terintegrasi dengan Laporan Keuangan

Berikut adalah penyebab data dalam rekonsiliasi pajak tidak cocok dengan data invoice:

1. Belum membuat Faktur Keluaran

Salah satu penyebab tidak cocoknya data dalam proses rekonsiliasi Faktur Pajak adalah adanya kemungkinan Faktur Penjualan atau invoice sudah dibuat, namun ternyata transaksi tersebut belum dibuatkan Faktur Pajaknya.

Sehingga hal itu menyebabkan terdapat data Faktur Pajak Keluaran tidak muncul dalam proses rekonsiliasi.

2. Ada perubahan data dalam invoice

Penyebab lainnya adalah kemungkinan adanya perubahan data pada invoice, namun tidak dilakukan perubahan yang sama pada Faktur Pajaknya.

Tentu saja hal ini membuat data yang tertera pada invoice dan Faktur Pajak akan mengalami perbedaan.

Baca juga selengkapnya tentang Fitur Baru Klikpajak ‘Multi User & Multi Company’ Gratis dan ‘Unlimited’ untuk Anda

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

3. Karena pembulatan angka desimal

Penyebab data pajak dan invoice berbeda selanjutnya adalah karena pembulatan (rounding) nominal angka desimal pada Faktur Pajak dan invoice yang beda.

Misal pada invoice dilakukan pembulatan angka desimal adalah ke atas, sedangkan angka desimal dalam Faktur Pajak adalah dibulatkan ke bawah mengikuti ketentuan perpajakan.

Contoh:

Pada invoice angka desimal 0,5 dibulatkan ke atas menjadi Rp1, sedangkan pada Faktur Pajak angka desimal 0,5 dibulatkan ke bawah menjadi Rp0.

Jadi, penyebab lain data rekonsiliasi pajak itu tidak cocok adalah karena pembulatan yang dilakukan pada invoice dan Faktur Pajaknya.

Baca selengkapnya tentang Bagaimana Cara Pembulatan PPN di e-Faktur yang Benar?

Perbedaan yang Sering Ditemukan dalam Rekonsiliasi Faktur Pajak Adalah…

Apa saja yang sering ditemukan dalam proses rekonsiliasi pajak?

Hal yang sering ditemukan dalam proses rekonsiliasi Faktur Pajak adalah perbedaan-perbedaan data yang tertera pada faktur penjualan/invoice dan Faktur Pajak.

Berikut adalah perbedaan yang sering ditemukan dalam rekonsiliasi Faktur Pajak dengan data Faktur Penjualan atau invoice:

  • Nominal Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau PPN-nya berbeda
  • Nama wajib pajak antara di invoice dan Faktur Pajak beda
  • Tanggal transaksi berbeda
  • Nomor NPWP lawan transaksi
  • Nomor invoice lawan transaksi
  • Alamat wajib pajak lawan transaksi
  • Detail transaksi, dan lainnya

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Bukti Fitur Rekonsiliasi Pajak di Klikpajak.id Lebih Efektif

Aplikasi pajak online yang terhubung dengan akuntansi online sudah menjadi nilai tambah suatu sistem perpajakan.

Ditambah lagi adanya fitur rekonsiliasi di dalamnya, tentu ini akan menjadi keuntungan berlipat bagi Anda dalam mengelola pajak bisnis.

Inilah yang akan Anda dapatkan dalam penggunaan Klikpajak.id yang telah terintegrasi dengan Jurnal.id.

Proses rekonsiliasi Faktur Pajak yang simpel.

Sebab, fitur rekonsiliasi ini untuk mencocokkan data antara Faktur Penjualan atau sales invoice dari Jurnal.id dengan Faktur Keluaran yang dibuat di Klikpajak.id secara otomatis.

Artinya semua data Faktur Pajak dan faktur penjualan sudah tersedia dalam fitur rekonsiliasi, berikutnya Anda tinggal mencocokkan keduanya dalam satu halaman yang sama.

Dalam proses pencocokan data yang otomatis tersebut, Anda dapat mudah mengetahui perbedaan data antara keduanya.

Sehingga memudahkan Anda dalam mengambil tindakan yang diperlukan, seperti:

  • Membuat Faktur Pajak Keluaran untuk transaksi yang sudah ada invoice tapi belum dibuatkan Faktur pajaknya
  • Melakukan pembetulan pada data credential seperti nama dan NPWP, nomor invoice, jumlah nominal transaksi, tanggal transaksi, hingga detail transaksi yang menyebabkan data invoice dan Faktur Pajak tidak cocok

Ketahui di sini panduan lengkap Tutorial Cara Membuat Faktur Pajak dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur

Cara Kerja Fitur Rekonsiliasi Pajak Klikpajak.id

Itulah penjelasan umum tentang rekonsiliasi Faktur Pajak dan hal-hal yang menghambat proses rekonsiliasi pajak untuk kebutuhan pembayaran pajak serta lapor SPT PPN.

Rekonsiliasi Faktur Keluaran bertujuan untuk menyamakana transaksi penjualan yang tercatat di Jurnal.id dan transaksi Faktur Keluaran yang tercatat di Klikpajak.id pada halaman yang sama.

Sehingga Anda tidak perlu mengexport dan menyamakan secara manual transaksi penjualan dari Jurnal dan Faktur Keluaran di Klikpajak.

Lalu, bagaimana cara kerja fitur rekonsiliasi pajak Klikpajak dengan faktur penjualan dari Jurnal?

Baca juga tentang Cara Membuat Bukti Potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

a. Mulai Rekonsiliasi Faktur Keluaran dengan Faktur Penjualan dari Jurnal

Untuk melakukan rekonsiliasi Faktur Keluaran dengan Faktur Penjualan, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Masuk ke halaman rekonsiliasi melalui menu “e-Faktur”, lalu pilih “Rekonsiliasi”.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

2. Anda akan diarahkan ke halaman Daftar Rekonsiliasi”.

Halaman ini menampilkan daftar transaksi yang sudah pernah dilakukan rekonsiliasi sesuai dengan masa pajaknya.

Kemudian klik tombol Mulai rekonsiliasi” dan pilih “Faktur keluaran”.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

3. Anda akan diarahkan ke halaman rekonsiliasi Faktur Keluaran. Pilih masa pajak yang ingin Anda rekonsiliasi.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

4. Pilih jenis PPN dan PPnBM yang tercatat pada Faktur Penjualan di Jurnal.id, lalu klik tombol “Mulai rekonsiliasi”.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

5. Sistem Klikpajak akan menarik transaksi penjualan yang tercatat di Jurnal.id sesuai dengan jenis pajak dan periode transaksi yang dipilih.

Lalu sistem juga akan mencocokan data penjualan dengan Faktur Keluaran yang teracatat di Klikpajak.

Setelah proses penarikan dan pencocokan data selesai dilakukan, maka sistem akan menampilkan daftar transaksi dari Jurnal dan Klikpajak beserta hasil rekonsiliasinya.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

6. Anda akan melihat transaksi penjualan dari Jurnal pada sisi kiri dan transaksi Faktur Keluaran Klikpajak pada sisi kanan.

Jika transaksi yang sesuai, maka sistem akan melakukan pencocokan otomatis.

    1. Pencocokan ini dilihat dari data: Nomor invoice, tanggal, nomor identitas (NPWP/ KTP) dan nominal (DPP & PPN) transaksi Anda.
    2. Jenis transaksi penjualan yang dicocokkan dari Jurnal meliputi: Sales invoice, Journal entry, Bank withdrawal yang mengandung pajak PPN/PPnBM
    3. Jenis Faktur Keluaran yang dicocokkan dari Klikpajak meliputi: Faktur Keluaran, Dokumen lain keluaran, Retur keluaran, Retur dokumen lain keluaran.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

b. Cara Manual Rekonsiliasi

Jika terdapat perbedaan data antara Faktur Penjualan dan Faktur Pembelian, misalnya selisih nilai dikarenakan perbedaan pembulatan desimal antara accounting dan perpajakan, Anda dapat melakukan rekonsiliasi manual.
Berikut cara untuk melakukan rekonsiliasi manual:

1. Pada halaman rekonsiliasi Faktur Keluaran, pilih transaksi yang ingin direkonsialiasi manual.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

2. Klik button “Cocokkan” di antara Faktur Penjualan dan Faktur Keluaran.

Hanya Faktur Keluran yang status approvalnya “Approved” atau sudah approved oleh DJP yang bisa dilakukan rekonsiliasi manual.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

3. Setelah itu, sistem akan memperbarui status rekonsiliasi transaksi dari Faktur Penjualan dan Faktur Keluaran yang sebelumnya “Belum terekonsilias” menjadi “Terekonsiliasi”.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

c. Cara Membuat Faktur Keluaran dari Faktur Penjualan

Jika terdapat perbedaan data antara Faktur Penjualan dan Faktur Pembelian, misalnya terdapat Faktur Penjualan di Jurnal tetap Faktur Keluarannya belum dibuat di Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Keluarannya berdasarkan data Faktur Penjualan dari Jurnal, tanpa harus keluar dari halaman rekonsiliasi.
Berikut cara untuk membuat Faktur Keluaran dari halaman rekonsiliasi:

1. Pada halaman rekonsiliasi Faktur Keluaran, pilih transaksi yang ingin dibuat Faktur Keluarannya.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

2. Klik button “Buat Faktur Keluaran”.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

3. Sistem akan mengisi detail Faktur Keluaran sesuai dengan data Faktur Penjualan dari Jurnal.

Jika data sudah terisi dengan lengkap dan benar, klik button “Simpan & Upload” untuk membuat faktur dan mengupload ke DJP atau klik button “Simpan sebagai draft” untuk membuat draft Faktur Keluaran tanpa upload ke DJP.

Rekonsiliasi Faktur Pajak: Rekonsiliasi Faktur Pajak adalah

4. Setelah itu, detail Faktur Keluaran akan muncul pada sisi kanan.

d. Cara Download Rekonsiliasi Data

Anda juga dapat mengunduh hasil rekonsiliasi dalam format excel.
Berikut cara untuk mengunduh hasil rekonsiliasi Faktur Keluaran:

1. Pada halaman rekonsiliasi Faktur Keluaran, klik icon “Download”.

2. Sistem akan mengexport hasil rekonsiliasi ke dalam format excel.

Berikut adalah contoh hasil rekonsiliasinya:

Temukan juga cara mudah lapor SPT Tahunan PPh Badan di e-Filing Klikpajak.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

e. Cara Membatalkan Rekonsiliasi

Jika Anda ingin melakukan perubahan data pada Faktur Keluaran yang sudah terekonsiliasi, Anda harus membatalkan status rekonsiliasnya dahulu.
Hal ini untuk mencega perubahan data pada transaksi yang yang sudah direkonsiliasi.
Berikut cara untuk melakukan pembatalan rekonsiliasi:

1. Pada halaman rekonsiliasi Faktur Keluaran, pilih transaksi yang ingin dibatalkan status rekonsiliasinya.

2. Klik button “Batalkan pencocokan” diantara Faktur Penjualan dan Faktur Keluaran.

3. Pilih “Batalkan rekonsiliasi” untuk konfirmasi batalkan status rekonsiliasi.

4. Setelah itu, sistem akan memperbarui status rekonsiliasi transaksi dari Faktur Penjualan dan Faktur Keluaran yang sebelumnya “Terekonsilias” menjadi “Belum terekonsiliasi”.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

f. Cara Update Rekonsiliasi Data

Anda juga dapat menarik ulang data Faktur Penjualan dari Jurnal, sehingga Anda dapat mengetahui jika ada perubahan data di Faktur Penjualan dan Faktur Keluaran.
Berikut ini cara untuk memperbarui atau menarik ulang data rekonsiliasi:

1. Pada halaman detail rekonsiliasi Faktur Keluaran, klik button “Update data”.

2. Sistem Klikpajak akan menarik ulang transaksi penjualan yang tercatat di Jurnal sesuai dengan jenis pajak dan periode transaksi yang sedang direkonsiliasi.

Lalu sistem juga akan mencocokan kembali Faktur Penjualan dengan Faktur Keluaran yang teracatat di Klikpajak.

3. Setelah proses penarikan dan pencocokan data selesai dilakukan, maka sistem akan menampilkan daftar transaksi dari Jurnal dan Klikpajak beserta hasil rekonsiliasinya.

4. Sistem memberi tanda warna kuning pada baris transaksi yang ada perubahan serta memberi warna merah pada data yang berubah.

Ingin tahu lebih banyak cara kelola pajak bisnis yang efektif dan efisien?

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Kategori : Produk

PUBLISHED24 Aug 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: