Syarat Lapor SPT Masa PPN Terbaru dan Persiapannya

Syarat Lapor SPT Masa PPN Terbaru dan Persiapannya

Seorang pengusaha yang sudah ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) memiliki kewajiban untuk menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) setiap akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak. Ketahui syarat lapor SPT Masa PPN terbaru dan persiapannya di sini.

Semenjak dirilisnya e-Faktur 3.0 pada 1 Oktober 2020, maka terhitung mulai Masa Pajak September 2020, ketentuan pelaporan SPT Masa PPN harus menggunakan e-Faktur Web Based.

Kendati begitu, PKP masih bisa lapor dan pembetulan SPT Masa PPN di e-SPT atau e-Filing, namun untuk masa pajak sebelum diberlakukannya e-Faktur 3.0, yakni Masa Pajak Agustus 2020 dan sebelumnya.

Sedangkan agar bisa menggunakan fitur e-Faktur 3.0 ini, PKP yang menggunakan e-Faktur Client Desktop harus memperbaruinya dengan mengunduh dan memasang patch update aplikasi e-Faktur 3.0 pada perangkat komputer.

Setelah aplikasi e-Faktur Client Desktop terupdate dengan e-Faktur 3.0, PKP bisa menikmati berbagai kemudahan pembuatan Faktur Pajak dan penyampaian SPT Masa PPN dengan fitur prepopulated.

Untuk lebih lengkapnya persiapan dan syarat lapor SPT Masa PPN terbaru ini seperti apa, berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Syarat Lapor SPT Masa PPN

Apa saja syarat dalam melaporkan SPT Masa PPN ini?

a. Syarat Umum Pelaporan SPT Masa PPN

Secara umum syarat untuk melaporkan SPT Masa PPN, WP atau PKP harus memiliki:

  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • EFIN  (Electronic Filing Identification Number)
  • Sertifikat Elektronik
  • Faktur Pajak Masukan/bukti pemotongan pajak
  • Faktur Pajak Keluaran/bukti pemungutan pajak

d. Syarat Khusus Lapor SPT Masa PPN

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa sejak mulai berlakunya aplikasi e-Faktur 3.0, pelaporan SPT Masa PPN wajib melalui e-Faktur, tidak lagi bisa menggunakan e-SPT atau e-Filing.

Bagi pengguna e-Faktur 3.0 Cient Desktop DJP, penyampaian SPT Masa PPN harus berpindah platform ke e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.go.id.

Lapor SPT Masa PPN

Persiapan Pelaporan SPT Masa PPN

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa pelaporan SPT Masa PPN harus melalui aplikasi e-Faktur, maka persiapan penting yang harus dilakukan WP adalah tersedianya sistem e-Faktur 3.0 dalam perangkat komputernya khusus bagi pengguna e-Faktu Client Desktop DJP.

e-Faktur 3.0 adalah sistem aplikasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) versi terbaru untuk membuat Faktur Pajak elektronik.

Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur otomasi atau tidak perlu input data Pajak Masukan secara manual, sekaligus digunakan untuk menyampaikan SPT Masa PPN.

Melalui e-Faktur versi 3.0, maka pelaporan SPT Masa PPN sudah tidak bisa lagi menggunakan e-Filing atau e-SPT, namun harus melalui e-Faktur.

PKP yang sudah terbiasa melaporkan SPT Masa PPN menggunakan e-Filing, mungkin masih agak bingung dengan pemberlakuan wajib lapor SPT Masa PPN melalui e-Faktur ini.

Note: Digital Certificate e-Faktur: Cara Download dan Update Sertifikat Elektronik

download e-certificate pajakIlustrasi persiapan lapor SPT Masa PPN

Bentuk Dokumen SPT Masa PPN

SPT Masa PPN bisa berbentuk formulir kertas (hard copy) atau dokumen elektronik. Namun sekarang ini, PKP harus menyerahkan SPT Masa PPN dalam bentuk dokumen elektronik.

Untuk membuat dokumen elektronik SPT Masa PPN, PKP harus menggunakan aplikasi e-Faktur. Aplikasi tersebut bisa diunduh dari website Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yaitu https://efaktur.pajak.go.id/login.

Bagi PKP yang diwajibkan membuat e-Faktur, maka ia wajib membuat SPT Masa PPN 1111 dengan menggunakan aplikasi e-Faktur yang telah disediakan oleh DJP.

Tata cara pengisiannya serta keterangan yang wajib diisi pada SPT Masa PPN 1111 harus sesuai petunjuk penggunaan aplikasi e­-Faktur.

Dalam e-Faktur untuk melaporkan SPT Masa PPN 1111, PKP akan menemukan menu profil PKP dan Administrasi SPT. Aplikasi ini dapat diakses pada alamat https://web-efaktur.pajak.go.id.

Untuk mengakses aplikasi ini, gunakanlah browser yang sudah terinstal dengan Sertifikat Elektronik yang dimiliki PKP, seperti pada saat mengakses efaktur.pajak.go.id ketika melakukan permohonan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP).

SPT Masa PPN 1111 yang disampaikan dalam bentuk dokumen elektronik, juga wajib dilampiri semua Lampiran SPT dalam bentuk dokumen elektronik, yang cara membuat lampiran ini juga sudah diatur DJP.

PKP diharuskan melaporkan Daftar Pajak Keluaran atas penyerahan dalam negeri dengan Faktur Pajak dalam SPT Masa PPN 1111 pada Formulir 1111 A2 untuk Masa Pajak yang sama dengan tanggal Faktur Pajak dibuat.

Sedangkan untuk Pajak Masukan yang berdasarkan peraturan perundang­ undangan perpajakan dapat dikreditkan namun tidak dilakukan pengkreditan, maka PKP harus melaporkan dalam bentuk Formulir 1111 B3.

Untuk PKP kategori Pedagang Eceran atau PKP yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang diatur secara khusus, boleh melaporkan Faktur Pajak dalam SPT Masa PPN 1111 dengan cara digunggung.

PKP yang tidak memenuhi ketentuan ini namun melaporkan Faktur Pajak dalam SPT Masa PPN 1111 dengan cara digunggung, maka dianggap menyampaikan SPT Masa PPN dengan tidak benar dan ia dapat dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan perpajakan.

Sekarang ini, SPT Masa PPN yang berlaku dan dapat digunakan oleh PKP dalam pelaporan adalah SPT Masa PPN 1111. Jenis SPT Masa PPN 1111 ini terdiri dari:

1. Induk SPT Masa PPN 1111 – Formulir 1111 (F.1.2.32.04)

2. Lampiran SPT Masa PPN 1111, yang terbagi atas:

  • Formulir 1111 AB – Rekapitulasi Penyerahan dan Perolehan (D.1.2.32.07);
  • Formulir 1111 A1 – Daftar Ekspor BKP Berwujud, BKP Tidak Berwujud atau JKP (D.1.2.32.08);
  • Formulir 1111 A2 – Daftar Pajak Keluaran atas Penyerahan Dalam Negeri dengan Faktur Pajak (D.1.2.32.09);
  • Formulir 1111 B1 – Daftar Pajak Masukan yang Dapat Dikreditkan atas Impor BKP dan Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud/ JKP dari Luar Daerah Pabean (D.1.2.32.10);
  • Formulir 1111 B2 – Daftar Pajak Masukan yang Dapat Dikreditkan atas Perolehan BKP/ JKP Dalam Negeri (D.1.2.32.11); dan
  • Formulir 1111 B3 – Daftar Pajak Masukan yang Tidak Dikreditkan atau yang Mendapat Fasilitas (D.1.2.32.12)

Note: Cara ‘Update’ e-Faktur 3.0

Ada sebuah pengecualian, yang berlaku bagi PKP yang menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan Pajak Masukan.

SPT Masa PPN yang berlaku dan dapat digunakan dalam pelaporan adalah SPT Masa PPN 1111 DM. Jenis SPT Masa PPN 1111 DM ini terdiri dari:

1. Induk SPT Masa PPN 1111 DM – Formulir 1111 DM (F.1.2.32.05)

2. Lampiran SPT Masa PPN 1111 DM, yang terbagi atas:

  • Formulir 1111 A DM (D.1.2.32.13) – Daftar Pajak Keluaran atas Penyerahan Dalam Negeri Dengan Faktur Pajak; dan
  • Formulir 1111 R DM (D.1.2.32.14) – Daftar Pengembalian BKP dan Pembatalan JKP oleh PKP yang Menggunakan Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan

SPT Masa PPNIlustrasi SPT Masa PPN

Proses Pelaporan SPT Masa PPN di e-Faktur 3.0 Web Based

Berikut ini proses Lapor SPT Masa PPN atau 1111 di e-Faktur 3.0 Web Based DJP:

  1. Tutorial Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur 3.0
  2. Cara Lapor SPT Masa PPN Kurang Bayar di e-Faktur 3.0
  3. Langkah-Langkah Lapor SPT Masa PPN Nihil di e-Faktur 3.0

Agar lebih mudah melakukan urusan pemungutan PPN dengan membuat Faktur Pajak elektronik dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN, gunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id.

Seiring pembaruan sistem ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mewajibkan pengguna e-Faktur harus melakukan update e-Faktur 3.0.

Artinya, Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi ini.

Namun, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Tanpa Install, Bisa Langsung Bikin e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur Klikpajak

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah PJAP atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

Seperti diketahui, sejak berlakunya e-Faktur 3.0 1 Oktober 2020, penyampaian SPT Masa PPN untuk Masa Pajak September 2020 dan seterusnya harus menggunakan e-Faktur.

DJP telah menututup saluran pelaporan SPT Masa PPN melalui e-SPT atau e-Filing, kecuali penyampaian dan pembetulan SPT Masa PPN untuk Masa Pajak Agustus 2020 dan sebelumnya.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 ini, artinya DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian WP PKP tinggal mencocokkan saja dan bisa langsung dibuat Faktur Pajaknya atau pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

e-Faktur 3.0 KlikpajakContoh fitur input Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0 Klikpajak

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur e.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, sehingga dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya.

Bukan hanya itu, Klikpajak juga memiliki fitur lengkap yang memudahkan Anda menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda hanya dalam satu platform.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak.id yang membuat Anda dapat menghemat waktu dan tenaga?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

buat dan kelola efaktur

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED20 Nov 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: