Begini Langkah-langkah Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak

Langkah-langkah Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak

Membuat Faktur Pajak, Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus memiliki yang namanya NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak). Ketahui langkah-langkah cara meminta Nomor Seri Faktur Pajak ini.

NSFP merupakan nomor seri yang terdiri dari 13 digit dan diterbitkan satu kali per satu tahun pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada PKP sebagai syarat pembuatan e-Faktur. Nomor seri ini dapat berupa kumpulan angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf.

NSFP dalam Faktur Pajak dilampirkan dengan kode Faktur Pajak yang diletakkan di awal nomor seri. Kode Faktur Pajak terdiri dari dua digit kode transaksi dan satu digit kode status.

Bagaimana langkah-langkah cara meminta Nomor Seri Faktur Pajak ini, berikut ulasan Klikpajak by Mekari untuk Anda.

Tata Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak

Terdapat dua cara untuk mendapatkan NSFP bagi PKP, yakni:

Cara ‘Offline’

Cara pertama mengajukan permintaan NSFP adalah secara offline yakni :

  • Langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), atau;
  • Melalui Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP)
  • Dengan menyampaikan surat permintaan NSFP.

Note: Biar pembuatan e-Faktur tak bermasalah, begini Cara Mengatasi Nomor Faktur Pajak Tidak Urut dan Ketentuannya

Cara ‘Online’

Cara kedua pengajuan NSFP adalah secara online yakni:

  • Lewat aplikasi e-Nofa Pajak di situs web https://efaktur.pajak.go.id.
  • Permintaan NSFP secara online biasa disebut Elektronik Nomor Faktur (e-Nofa)

e nofa klikpajakIlustrasi laman aplikasi e-Nofa DJP untuk permintaan Nomor Seri Faktur Pajak

Langkah Permintaan NSFP

Untuk bisa mendapatkan NSFP melalui e-Nofa, PKP perlu meminta kode aktivasi dan kata sandi (password) terlebih dahulu. Bagaimana langkah-langkahnya?

Kode Aktivasi dan Password’

Cara mendapatkan ‘kode aktivasi dan kata sandi adalah sebagai berikut.

  • Datang ke KPP terdekat dengan membawa KTP
  • Isi formulir surat permintaan kode aktivasi dan kata sandi
  • Jika sudah disetujui, kode aktivasi akan dikirimkan melalui pos, dan kata sandi akan dikirim melalui surel/email
  • Setelah menerima kode aktivasi dan kata sandi, PKP dapat langsung login e-Nofa

Note: Ada beberapa macam jenis Faktur Pajak, ketahui jenis-jenis Faktur Pajak di SINI

Instal Sertifikat Elektronik

Langkah selanjutnya setelah login e-Nofa adalah menginstal sertifikat elektronik. Cara menginstal sertifikat elektronik adalah sebagai berikut:

  • Login e-Nofa di laman efaktur.pajak.go.id/login
  • Pilih menu Download Sertifikat Digital. Setelah itu klik “OK”
  • Pada halaman Download Sertifikat Elektronik, akan muncul informasi mengenai masa berlaku Sertifikat Elektronik
  • Klik “Unduh”
  • Hasil unduhan berupa berkas ekstensi P12 dengan nama 15 digit NPWP
  • Klik dua kali berkas tersebut untuk menginstalnya
  • Lalu pilih Current User dan klik “Next”
  •  Masukkan passphrase sertifikat elektronik dan klik“Next”
  • Pilih opsi Automatically Select The Certificate Store Based On The Type Of Certificate dan klik“Next”
  • Pada halaman Completing the Certificate Import Wizard klik“Finish”
  • Sertifikat elektronik selesai diinstal

Ilustrasi permintaan Nomor Seri Faktur Pajak

Permintaan NSFP

Setelah memasang sertifikat elektronik pada perangkat komputer atau laptop, masuk tahap permintaan NSFP. Berikut adalah langkah-langkah meminta NSFP:

  • Login e-Nofa di laman efaktur.pajak.go.id/login
  • Pilih menu Permintaan NSFP
  • Akan muncul pemberitahuan untuk memilih sertifikat elektronik yang sudah diinstal
  • Pilih sertifikat elektronik dan klik “OK”
  • Jika muncul pemberitahuan Your connection is not private, pilih “Advanced”
  • Setelah itu pilih Proceed to efaktur.pajak.go.id (unsafe)
  • Lalu di halaman selanjutnya isi tahun pajak, nama pemohon (nama PKP), jabatan pemohon (jabatan PKP), dan jumlah NSFP yang diminta. Klik “Proses”
  •  Masukkan kata sandi e-Nofa dan klik “Ya”
  • Akan muncul pemberitahuan Permohonan NSFP telah disetujui dan surat akan dicetak. Pilih “OK”
  • Setelah itu muncul pemberitahuan bahwa browser akan mengunduh otomatis Nomor Seri Faktur Pajak
  • Seandainya NSFP tidak terunduh, buka menu Riwayat Permintaan NSFP dan unduh secara manual

Contoh membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Kemudahan Membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Sekarang waktunya membuat Faktur Pajak. Untuk mempermudah pembuatan Faktur Pajak hingga Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN), gunakan e-Faktur Klikpajak.

Klikpajak adalah Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan DJP Nomor KEP-169/PJ/2018.

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Klikpajak adalah aplikasi pajak online berbasis cloud yang bisa Anda akses di mana saja dan kapan saja setiap kali ada kesempatan serta membutuhkan mengurus perpajakan.

Anda bisa membuat ID Billing sebagai syarat untuk membayar pajak ini melalui fitur e-Billing. Klikpajak dapat menerbitkan ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Arsip riwayat Surat Setoran Pajak (SSP) dan ID Billing juga tersimpan aman sesuai dengan jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Di Klikpajak, Anda semakin mudah mengelola administrasi perpajakan perusahaan, seperti:

  • Faktur Pajak Masukan
  • Faktur Pajak Keluaran
  • Faktur Pajak Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana. Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Contoh pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Buat Bukti Potong di e-Bupot

Anda juga bisa membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 melalui dituf e-Bupot Klikpajak. Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot yang berlaku mulai 1 Agustus 2020 yang ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

Selain bisa menghemat waktu dan biaya karena pengelolaan pajak hanya dilakukan dalam satu platform, kelebihan Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah dengan pemakain Klikpajak.id. Sehingga proses pembuatan, pembayaran, pelaporan pajak jadi makin gampang dan tepat.

Laporkan SPT Masa di e-Filing

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui fitur e-Filing Klikpajak kapan pun dan di mana pun. Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Semua jenis SPT bisa dilaporkan melalui e-Filing di Klikpajak, yakni:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Semua itu bisa dilakukan dengan mudah dan cepat karena panduan pengisian SPT yang simpel.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin karena Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED14 Aug 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: