Faktur Pajak: Fungsi, Jenis, dan Contoh Pembuatannya

Faktur Pajak: Fungsi, Jenis, dan Contoh Pembuatannya

Dalam perpajakan dikenal istilah faktur pajak. Pengusaha Kena Pajak (PKP)  harus mengerti serta memahami tentang faktur pajak ini. Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat PKP atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP).

Sewaktu Anda melakukan transaksi jual-beli, Anda harus menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti telah memungut pajak dari pembeli barang/jasa kena pajak tersebut. Perlu diketahui bahwa barang/jasa kena pajak yang diperjualbelikan, telah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya.

Pemahaman yang baik tentang faktur pajak juga akan memudahkan Anda memenuhi kewajiban pajak atas usaha yang sedang Anda geluti. Mari kenali apa saja fungsi dan jenis faktur pajak berikut.

Apa itu Faktur Pajak?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai fungsi dan jenis-jenis faktur pajak, sudahkah Anda memahami apa itu Faktur Pajak? Banyak orang yang menganggap faktur pajak sama dengan faktur penjualan atau invoice. Padahal, kedua istilah ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan.

Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak PKP yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Di mana, ketika PKP menjual barang atau jasa kena pajak, PKP harus menerbitkan Faktur Pajak sebagai tanda bukti dirinya telah memungut pajak dari orang yang telah membeli barang/jasa kena pajak tersebut. 

Perlu diketahui juga bahwa BKP/JKP yang diperjualbelikan telah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya. Selain itu, faktur pajak ini dibuat untuk setiap penyerahan BKP dan/atau JKP, ekspor BKP tidak berwujud, dan ekspor JKP.

Fungsi Faktur Pajak

Dengan adanya faktur pajak, maka PKP (Pengusaha Kena Pajak) memiliki bukti taat hukum dengan telah melakukan penyetoran, pemungutan hingga pelaporan SPT masa PPN sesuai dengan peraturan perundang-undangan PPN yang berlaku. Faktur pajak juga sebagai alat bantu ketika auditor memeriksa pajak yang dibayarkan PKP.

Faktur pajak menjadi bagian dari tanggungan PKP yang harus ditunaikan agar terjadi transparansi perpajakan. Saat ini pemerintah telah meluncurkan e-faktur untuk semakin menghindari penerbitan faktur pajak fiktif.

Jenis-Jenis Faktur Pajak

a. Faktur Pajak Standar

Faktur ini berbentuk kuarto yang dibuat sesuai dengan aturan yang berlaku dan memenuhi syarat formal maupun material. Faktur ini paling sedikit harus memuat:

  • Nama, Alamat, dan NPWP yang melakukan penyerahan atau pembelian BKP atau JKP.
  • Informasi jenis Barang atau Jasa, Jumlah harga jual atau penggantian, dan potongan harga.
  • PPN dan PPnBM yang dipungut.
  • Kode, Nomor seri dan tanggal pembuatan faktur, dan
  • Nama, Jabatan, dan tanda tangan yang berhak.

b. Faktur Pajak Gabungan

Faktur Pajak buatan PKP meliputi semua penyerahan BKP atau JKP selama satu bulan takwim kepada pembeli atau penerima barang kena pajak yang sama. Jika pembayaran dilakukan sebelum penyerahan BKP/JKP atau pembuatan faktur pajak gabungan, maka pada saat diterima pembayaran dicatat di faktur pajak. Jadi selama satu bulan, dapat diketahui barang apa saja yang dijual ke konsumen dengan dicatat secara gabungan ke dalam faktur pajak.

c. Faktur Pajak Sederhana

Faktur ini diterbitkan PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP kepada pembeli BKP/JKP yang tidak diketahui secara lengkap identitasnya atas penyerahan BKP/JKP. Faktu jenis ini diserahkan dalam bentuk sobekan kecil seperti karcis, bon kontan, atau faktur bukti penjualan. Faktur jenis ini tidak dapat digunakan pembeli BKP atau penerima JKP sebagai dasar untuk pengkreditan Pajak Masukan. Dalam pembuatan faktur ini paling sedikit harus memuat:

  • Nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan BKP atau JKP.
  • Jenis dan kuantum BKP atau JKP yang diserahkan.
  • Jumlah Harga Jual atau Peggantian yang sudah termasuk pajak atau besarnya pajak dicantumkan secara terpisah.
  • Tanggal pembuatan Faktur Pajak Sederhana.

d. Faktur Pajak Cacat

Faktur yang tidak diisi dengan lengkap dan jelas atau terdapat kesalahan dalam pengisian kode dan nomor seri. Faktur ini dapat dibetulkan dengan faktur pajak pengganti.

e. Faktur Pajak Pengganti

Faktur ini sebagai pengganti untuk mengoreksi apabila terjadi ketidaksesuaian laporan dengan kenyataan. Misalnya jumlah barang lebih banyak sehingga nominal pajak yang harus dibayarkan juga berubah.

f. Faktur Pajak Batal

Faktur yang telah diterbitkan juga bisa dibatalkan. Penyebabnya karena kesalahan NPWP yang diisikan atau ketika konsumen membatalkan transaksi dengan Anda.

Kehadiran e-faktur Makin Memudahkan Wajib Pajak

Mengenal jenis dan fungsi dari Faktu Pajak menjadikan Anda pengusaha lebih paham dunia pajak. Kini pemerintah telah menghadirkan e-faktur atau faktur elektronik untuk semakin memudahkan para pengusaha membayarkan PPN sehingga menjadi tertib pajak. Perlu diingat, untuk dapat memungut dan membayarkan PPN konsumen, Anda harus dikukuhkan sebagai pengusaha Kena Pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Pilihan Pembuatan e-Faktur

Sebelum Anda menerbitkan faktur pajak, berikut adalah pembuatan e-faktur yang dapat Anda pilih.

  • Pajak Keluaran: pembuatan e-Faktur ketika Anda menjual BKP/JKP yang tergolong mewah.
  • Pajak Masukan: pembuatan e-Faktur ketika Anda membeli barang. Contoh, ketika Anda membeli barang dari pemasok sebelum menjual kembali.
  • Retur Pajak Keluaran: untuk pembatalan e-Faktur Pembelian barang yang dikembalikan
  • Retur Pajak Masukan: untuk pembatalan e-Faktur Penjualan Barang yang dikembalikan

Segala kemudahan membayar pajak kini tidak lagi menjadi alasan keterlambatan dalam melakukan pembayaran pajak. Pajak sebagai pilar membangun perekonomian bangsa terus digemborkan. Segala bentuk kriminal penggelapan atau kecurangan pajak lainnya pun akan hilang seiring tingginya pengetahuan pajak oleh Pengusaha Kena Pajak. Bangga Bayar Pajak! 

Contoh Faktur Pajak & Petunjuk Pengisiannya

Di bawah ini adalah contoh faktur pajak yang bisa Anda dapatkan dengan mudah melalui Klikpajak. Lalu bagaimana cara pengisiannya? Simak selengkapnya di bawah ini.

contoh faktur pajak

Untuk memudahkan Anda dalam pengisian, Anda bisa mengikuti beberapa langkah sesuai dengan nomor yang telah ditandai oleh kami.

  1. Tuliskan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang telah didapat dari DJP.
  2. Pada kolom Pengusaha Kena Pajak, masukkan nama, alamat, dan NPWP Perusahaan yang menyerahkan Barang/Jasa Kena Pajak.
  3. Pada kolom Pembeli Barang Kena Pajak/Penerima Jasa Kena Pajak dapat Anda masukkan nama, alamat, dan NPWP Perusahaan yang membeli atau menerima Barang/Jasa Kena Pajak.
  4. Masukkan nomor urut sesuai urutan jumlah BPK/JKP yang diserahkan (1, 2, 3, 4, dan setetrusnya).
  5. Tuliskan nama BPK/JKP yang diserahkan.
  6. Pada kolom tersebut, Anda bisa memasukkan nominal harga atas BPK/JKP yang dibeli/diserahkan.
  7. Total keseluruhan harga ditulis pada kolom Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin.
  8. Total nilai potongan harga Barang atau Jasa Kena Pajak ditulis (jika ada potongan) pada kolom Dikurangi Potongan Harga
  9. Jika sudah menerima uang muka setelah penyerahan BKP/JKP, maka nominal uang tersebut dapat ditulis pada kolom Nilai Uang Muka yang telah diterima.
  10. Jumlah Harga Jual/Penggantian/Uang Muka/Termin dikurangi dengan Potongan Harga dan Uang muka yang telah diterima, kemudian ditulis pada kolom Dasar Pengenaan Pajak
  11. Jumlah PPN yang terutang sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ditulis pada kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak
  12. Pada kolom Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), hanya diisi apabila terjadi penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah. Dapat diisi dengan cara, besar tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak
  13. Masukkan Tempat dan Tanggal pada saat membuat Faktur Pajak tersebut
  14. Masukkan Nama dan Tanda Tangan dari Nama Pejabat yang telah ditunjuk oleh Perusahaan (harus sesuai dengan Nama Pejabat pada saat Perusahaan resmi menjadi Pengusaha Kena Pajak/PKP

Itulah beberapa penjelasan mengenai faktur pajak yang harus Anda ketahui sebelum mengelolanya dengan baik. Untuk kamu yang ingin mengelola faktur pajak dengan mudah, Anda bisa menggunakan Klikpajak sebagai salah satu aplikasi perpajakan yang membantu Anda menghitung, menyimpan, membayar, melapor, hingga membuat faktur pajak secara cepat dan realtime. Daftar Klikpajak sekarang secara gratis dan dapatkan kemudahan dalam mengelola perpajakan Anda.


PUBLISHED02 Aug 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: