Apa Itu Rasio Pajak dan Bagaimana Perkembangannya di Indonesia?

Apa Itu Rasio Pajak dan Bagaimana Perkembangannya di Indonesia?

Apabila kita membaca berita seputar keuangan dan pajak, pembicaraan tentang rasio perpajakan mungkin banyak kita lihat. Mungkin saja Wajib Pajak masih belum mengerti atau bahkan tidak tahu sama sekali yang dinamakan rasio pajak, kenapa penting dan bagaimana perkembangannya di Indonesia. Maka berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Rasio Pajak

Rasio pajak adalah alat persentase atau indikator penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto (PDB). Lewat tax ratio ini maka suatu negara mendapat kesimpulan apakah jumlah pajak yang dikumpulkan pada suatu masa berbanding dengan pendapatan nasional.

Jenis Acuan dalam Rasio Pajak

1. Menurut IMF

Menurut IMF, acuan tax ratio adalah seluruh penerimaan pajak baik dari pusat dan daerah, Bea Cukai, penerimaan negara dari sumber daya alam.  Apabila diaplikasikan untuk standar Indonesia, memang masih jauh. Rasio perpajakan Indonesia masih berada di level 10% sementara syarat yang ditetapkan IMF adalah minimal sebesar 12,5%.

2. Menurut OECD

Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD menggunakan acuan yang lebih luas lagi yaitu menetapkan kontribusi jaminan sosial sebagai bagian dari tax ratio. 

3. Rasio Pajak dalam Definisi Sempit dan Luas

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia mengenal rasio perpajakan dalam definisi atau artian luas dan sempit.

Rasio pajak dalam definisi atau artian sempit membandingkan total nilai penerimaan pajak yang dikumpulkan oleh pemerintah pusat, antara lain dari PPh, PPN/PPnBM, PBB, Bea dan Cukai, dan pajak lainnya. Sedangkan dalam definisi atau artian luas, acuannya dari total nilai penerimaan negara bukan pajak (PNBP), sumber daya alam (SDA) Migas dan pertambangan mineral dan batubara (minerba) dengan PDB nominal.

Mengapa Rasio Pajak Penting?

Ada banyak faktor kenapa tax ratio menjadi hal yang sangat penting untuk suatu negara:

1. Menjadi indikator tingkat kepatuhan pajak di Indonesia. Apabila rasio pajak tergolong kecil berarti kepatuhan pajak masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

2. Rasio pajak yang rendah menjadi penghambat untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

3. Rasio pajak dapat menciptakan sistem perpajakan yang adil.

Perkembangan Rasio Pajak di Indonesia

Setiap tahunnya target tax ratio selalu bertambah dan meningkat. Bagi Indonesia yang mengacu pada tax ratio dalam arti luas dan sempit, terdapat kondisi yang naik dan turun terkait perkembangannya. Contohnya pada tahun 2012, tax ratio dalam arti luas adalah 14,6% sementara dalam arti sempit adalah 11,9%. Pada tahun 2013, tax ratio dalam arti luas adalah 14,3% sementara dalam arti sempit adalah 11,9%. Pada tahun 2014, tax ratio dalam arti luas adalah 13,7% sementara dalam arti sempit adalah 11,4%. Pada tahun 2017, tax ratio dalam arti luas adalah 11,5% sementara dalam arti sempit adalah 10,9%. Di tahun ini, diharapkan ada peningkatan sebesar 11,6%.

Dengan mengenal dan memahami pentingnya rasio perpajakan, diharapkan Wajib Pajak menjadi lebih peduli dan mau berkontribusi membayar pajak secara berkelanjutan. Semoga perkembangan tax ratio semakin tinggi dan kemudian dapat membuka manfaat nyata bagi masyarakat dan negara!


PUBLISHED20 Nov 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: