Tutorial Cara 'Input' PIB di e-Faktur 3.0, Cek di Sini

Tutorial Cara Input PIB di e-Faktur 3.0

Wajib Pajak (WP) yang masuk kategori Pengusaha Kena Pajak (PKP), baik itu badan atau perorangan, penting untuk mengetahui bagaimana input Pemberitahuan Impor Barang (PIB) di e-Faktur. Cari tahu tutorial cara input PIB di e-Faktur 3.0 di sini.

Apa itu PIB?

PIB adalah dokumen pemberitahuan yang diajukan PKP yang melakukan kegiatan impor barang.

Dokumen ini ditujukan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Akan tetapi karena adanya Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan/atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang harus dipungut, maka PIB juga harus dilaporkan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Oleh sebab itu, PKP atau staf yang ditunjuknya harus tahu bagaimana cara input PIB di e-Faktur.

Apalagi terhitung sejak 2016, PKP wajib menggunakan aplikasi e-Faktur karena pembuatan Faktur Pajak harus berupa elektronik.

Lalu, bagaimana cara input PIB di e-Faktur, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Apa Fungsi PIB?

Sama seperti faktur, fungsi PIB adalah sebagai bukti sah atas transaksi impor yang dilakukan terkait dengan perpajakan. Secara rinci, fungsi PIB sebagai berikut:

  • Bukti tagihan untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menyerahkan barang/jasa kena pajak
  • Bukti pembayaran PPN yang dilakukan pemberi barang/jasa kena pajak pada PKP
  • Sebagai sarana Kredit Pajak Masukan bagi PKP yang membeli barang/jasa kena pajak
  • Bukti pemungutan pajak seperti PPN/PPnBM terhadap barang kena pajak yang dilakukan DJBC

Note: Solusi Ekspor-Impor yang Terhambat Masalah SPT Pajak

Jenis-Jenis PIB

PKP Importir perlu juga mengetahui jenis-jenis PIB yang kedudukannya disamakan dengan Faktur Pajak.

Tepatnya pada 2 Juli 2019, pemerintah resmi memberlakukan perluasan jenis dokumen yang kedudukannya disamakan dengan Faktur Pajak.

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nomor PER-13/PJ/2019 tentang Dokumen Tertentu yang Kedudukannya Dipersamakan dengan Faktur Pajak.

Dalam peraturan tersebut juga mengatur tentang PIB yang PPN-nya dapat dikreditkan.

Melalui beleid tersebut, jumlah jenis dokumen yang kedudukannya sama dengan Faktur Pajak menjadi 16 jenis dokumen, salah satunya dokumen PIB, dari sebelumnya hanya 14 dokumen saja.

Diantara 16 jenis dokumen yang sama dengan Faktur Pajak itu adalah tiket, tagihan Surat Muatan Udara (airway bill), atau delivery bill, yang dibuat atau dikeluarkan untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri.

Sementara itu, jenis-jenis PIB sendiri di antaranya:

  1. Pemberitahuan Impor Barang
  2. Pemberitahuan Impor Barang Khusus
  3. Pemberitahuan atas Barang Pribadi Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut (Customs Declaration)
  4. Pemberitahuan Impor Barang untuk Ditimbun di tempat Penimbunan Berikat
  5. Pemberitahuan Penyelesaian Barang asal Impor yang Mendapatkan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)
  6. Pemberitahuan Impor Barang dari Tempat Penimbunan Berikat
  7. Surat penetapan pembayaran Bea Masuk, Cukai, dan/atau Pajak atas barang kiriman
  8. Pemberitahuan Impor Barang lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan

Ilustrasi dokumen impor atau PIB

 

Syarat PIB yang Sama dengan Faktur Pajak

Sebagai bukti keabsahan, transaksi jual-beli akan selalu disertai lembar legalitas seperti halnya kuitansi, faktur, dan lainnya termasuk dokumen PIB.

Bagi importir, penting memerhatikan tata cara pengisian PIB yang benar agar fungsinya sama dengan faktur pajak, yakni bisa sebagai pengurang pajak.

Agar PIB kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak, selengkapnya baca Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

Cara Lama Mengisi PIB di e-Faktur

Berikut cara pengisian PIB pada Aplikasi e-Faktur:

  1. Masuk ke menu “Dokumen Lain” => “Pajak Masukan” => sub-menu “Rekam”
  2. Di kolom “Rekam”, is dokumen PIB => klik “Simpan”

Supaya PIB bisa digunakan sebagai Faktur Pajak oleh PKP, maka cantumkan identitas pemilik barang seperti nama, alamat, dan NPWP, yang dilampiri dengan SSP atau surat penetapan tarif atau nilai pabean.

Untuk memastikan PIB yang diinput PKP sudah memenuhi persyaratan, maka perlu dilakukan validasi PIB pada aplikasi e-Faktur.

Terkait hal ini, DJP telah memberikan contoh untuk meminimalisasi kesalahan input yang biasanya terjadi pada saat mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN 1111 khususnya form 1111 B1.

Detail informasinya sebagai berikut:

1. Untuk Pengisian PIB dalam Kolom Nomor pada Formulir 1111 B1 

Isi dengan Nomor yang tercantum dalam PIB ditambah dengan tanda tagar (#) diikuti dengan Kode KPPBC tanpa spasi.

Misalnya, nomor dokumen PIB 000121 dengan Kode KPPBC 020400 maka pada nomor dokumen tertentu diisi 000121#020400.

2. Untuk pengisian Kolom Tanggal pada Formulir 1111 B1 

Isi sesuai tanggal di SSP, dengan format dd-mm-yyyy. Untuk impor Barang Kena Pajak (BKP), kolom ini diisi dengan tanggal SSP untuk pembayaran PPN atas impor BKP tersebut.

Apabila terjadi kesalahan saat input PIB di e-Faktur, cara mengatasinya cukup mudah dengan langkah-langkah seperti berikut:

  1. Klik “Dokumen Lain” yang salah input
  2. Klik “Ubah” dalam halaman “Dokumen Lain” yang harus dibetulkan itu
  3. Ubah nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) dan PPN menjadi “0”
  4. Input  dokumen yang benar

Dalam proses pengisian data PIB, seorang PKP Importir harus menambahkan keterangan “#KodeKPPBC” setelah nomor PIB pada saat melakukan input Dokumen Lain Pajak Masukan dalam aplikasi e-Faktur.

Ilustrasi input PIB di e-Faktur

Kode Eror ‘Input’ PIB di e-Faktur

DJP juga telah membuat daftar permasalahan berupa kode eror dan solusi untuk mengatasinya agar memudahkan PKP Importir saat melakukan validasi data PIB pada aplikasi e-Faktur.

Kode eror input PIB di e-Faktur via dokumen DJP

Cara ‘Input’ PIB di e-Faktur 3.0

Seiring berlakunya e-Faktur 3.0 menggantikan versi e-Faktur 2.2, pembuatan Faktur Pajak dalam hal ini juga termasuk input data PIB telah melalui sistem e-Faktur terbaru yang memiliki fitur prepopulated Pajak Masukan dan PIB.

e-Faktur 3.0 adalah aplikasi DJP versi terbaru untuk membuat Faktur Pajak elektronik yang dilengkapi dengan fitur otomasi sehingga PKP tidak perlu input data Pajak Masukan secara manual.

Note: e-Faktur 3.0 Eror, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dengan sistem terbaru e-Faktur 3.0 ini, seluruh aktivitas FP maupun PIB bisa dilakukan dalam waktu yang sebenarnya (real time).

Berikut alur penggunaan e-Faktur 3.0:

1. Untuk permintaan PIB dan FP Masukan

  • Gunakan e-Faktur desktop atau e-Faktur basis web (web-based) di https://web-efaktur.pajak.go.id/
  • Lakukan permintaan (request) Faktur Masukan dan PIB
  • Masukkan permintaan ke sistem e-Faktur
  • Database e-Faktur sudah tersedia di DJP
  • Kirim PIB dan FP Masukan

Note: Cara Mudah Urus Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0 bagi Eksportir-Importir

2. Untuk merekam PIB

  • Gunakan e-Faktur desktop atau e-Faktur basis web di https://web-efaktur.pajak.go.id/
  • Lakukan validasi dengan database DJBC
  • Kirim data batch/hari yang sudah divalidasi pembayarannya, masuk ke database e-Faktur DJP
  • Kembali ke e-Faktur

Contoh kasus petunjuk prepopulated PIB di e-Faktur 3.0

a. Jika ingin input PIB setelah update e-Faktur 3.0, apakah tetap masuk di menu dokumen lain, Pajak Masukan, Prepopulated Data atau dok.impor (PIB)?

Jawabnya, pilih menu prepopulated data => dokumen impor (PIB) => masukkan informasi PIB yang akan diinput.

b. Bagaimana cara mengunggah PIB? 

Jawabnya, cukup mudah. Tinggal block PIB yang ingin di-upload. Namun pastikan Nomor PIB dan NTPN-nya sudah sesuai. Terakhir klik upload di pojok kiri bawah.

e-Faktur 3.0 juga bisa untuk menyampaikan SPT Masa PPN.

Dengan begitu, PKP bisa membuat Faktur Pajak dan melaporkan SPT Masa PPN dalam aplikasi e-Faktur 3.0 dan pelaporan SPT Masa PPN tidak lagi menggunakan aplikasi e-Filing.

Note: Gagal Lapor SPT Masa PPN, Begini Cara Baru untuk Lapor

Ilustrasi input PIB dan membuat Faktur Pajak di e-Faktur

Lebih Mudah Input PIB dan Membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

Jika selama ini Anda membuat Faktur Pajak melalui DJP Online menggunakan aplikasi e-Faktur client desktop, maka sudah pasti harus memperbarui sistemnya dari versi e-Faktur 2.2 ke e-Faktur 3.0 pada perangkat komputer Anda untuk bisa menggunakan aplikasi e-Faktur terbaru ini.

Sudah tahu cara install e-Faktur 3.0?

Untuk mengetahui langkah-langkah cara update e-Faktur 3.0 atau download patch terbaru, selengkapnya bisa Anda lihat tutorialnya di SINI.

Agar lebih mudah menggunakan aplikasi e-Faktur versi terbaru ini, Anda bisa menggunakan e-Faktur Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

a. Anda Dapat Menggunakan e-Faktur Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat memanfaatkan fitur prepopulated pada e-Faktur 3.0 tanpa harus repot-repot melakukan instalasi dengan download patch terbaru untuk update fitur DJP ini.

“Bisa langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Anda pun dapat melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan saja dan di mana saja.

Di e-Faktur Klikpajak, Anda juga dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by MekariSimple Online Accounting Software.

Anda dapat menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Untuk mengetahui bagaimana cara membuat e-Faktur, bayar PPN dan melaporkan SPT Masa PPN, lihat tutorialnya di SINI.

Lebih jelasnya bagaimana cara membuat:

  • Cara membuat Faktur Keluaran
  • Membuat Faktur Pengganti
  • Cara membuat Faktur Pajak Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Cara menghapus ‘Draft’ Faktur Pajak

Berikut panduan langkah-langkah membuat berbagai jenis Faktur Pajak melalui e-Faktur ‘Online’.

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

b. Bisa Membuat Bukti Potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun pelaporan SPT PPh 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat Bukti Pemotongan PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

c. Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa harus keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing dan Bayar Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

d. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Bagaimana dengan keamanan data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Ilustrasi keamanan data dan sistem keamanan cloud yang berlapis

Administrasi Perpajakan Makin Mudah karena Terhubung Jurnal.id

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin mempermudah urusan Anda, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED10 Nov 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: