NPWP Perusahaan atau Badan: Panduan Lengkap 2020 - Klikpajak

NPWP Perusahaan atau Badan: Panduan Lengkap 2020

NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak memang tidak asing di telinga Anda bahkan kebanyakan dari Anda memahami fungsi dari NPWP itu sendiri. NPWP sejatinya bukan hanya digunakan untuk wajib pajak pribadi, namun juga wajib pajak badan atau perusahaan.

Apa itu NPWP?

NPWP sendiri seperti yang telah disebutkan merupakan Nomor Pokok Wajib Pajak dimana nomor tersebut diberikan kepada Wajib Pajak (WP) sebagai tanda pengenal atau identitas bagi seluruh wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.

Fungsi dari NPWP sendiri adalah sebagai media atau sarana administrasi perpajakan. Selain itu NPWP seringkali digunakan sebagai sarana administratif untuk pelayanan umum.

Manfaat Memiliki NPWP Secara Umum

Secara umum baik Wajib Pajak pribadi maupun badan atau perusahaan, NPWP memiliki manfaat sebagai berikut.

Menghindari sanksi pidana

Memiliki NPWP merupakan kewajiban dan diatur dalam pasal 39 UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa warga yang memenuhi persyaratan subyektif dan obyektif tetapi tidak memiliki NPWP terancam pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun.

Pengajuan dan Pembuatan SIUP

Tidak mungkin Anda mendirikan usaha tanpa adanya SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan sebagai bukti  sah berdirinya suatu usaha. Sehingga baik perusahaan atau badan, NPWP merupakan syarat wajib yang harus dimiliki.

Sebagai Standarisasi Pengenaan Pajak

NPWP juga berfungsi sebagai alat ukur pengenaan pajak sesuai dengan penghasilan. Berbeda jika Anda tidak memiliki NPWP yang PPh pasal 21 dikenakan lebih besar 20% dan PPh pasal 23 bahkan dikenakan dua kali lipat.

Mengurus restitusi pajak

Seringkali para Wajib Pajak mengalami salah perhitungan pajak yang akhirnya mengharuskan untuk membayar lebih dari angka seharusnya.

Untuk mengembalikan kelebihan bayar pajak itu, Anda harus melakukan restitusi pajak. Untuk melakukan restitusi pajak, Anda diwajibkan memiliki NPWP.

Membuat rekening koran

Rekening koran sangat dibutuhkan bagi Anda yang memiliki usaha. Rekening koran sendiri adalah laporan saldo dan mutasi rekening nasabah yang memiliki fungsi selayaknya buku tabungan. Untuk mengajukan rekening koran, pengaju harus memiliki NPWP.

Pengajuan kredit bank

NPWP juga dibutuhkan apabila Anda ingin mengajukan kredit bank. Bagi bank, NPWP merupakan syarat bukti untuk memeriksa kelayakan taat pajak debitur.

Baca juga: Begini Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan bagi Pengusaha Kena Pajak

Persyaratan Umum NPWP Perusahaan atau Badan

Sebagai wajib pajak dan memiliki usaha, Anda diwajibkan untuk mendapatkan NPWP. Adapun syarat pengajuan NPWP bagi badan usaha atau perusahaan sebagai berikut:

  1. Wajib Pajak Badan yang memiliki kewajiban perpajakan sebagai pembayar, pemotong dan/atau pemungut pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, termasuk bentuk usaha tetap dan kontraktor atau/dan operator di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi.
  2. Wajib pajak badan yang harus memiliki kewajiban perpajakan sebagai pemotong dan/atau pemungut pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan, termasuk bentuk kerjasama operasi (joint operation)

Untuk NPWP perusahaan atau badan sendiri, memiliki tiga kategori persyaratan yang ditentukan dalam (Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor PER-04/PJ/2020). Adapun tiga kategori tersebut meliputi;

Badan Usaha Berorientasi Laba

Wajib Pajak badan yang termasuk dalam kategori berorientasi laba adalah kontraktor dan/atau operator di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi. Syarat-syarat yang harus dimiliki yaitu;

  1. Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian dan perubahannya, bagi wajib pajak badan dalam negeri atau;
  2. surat keterangan penunjukan kantor pusat bagi bentuk usaha tetap atau kantor perwakilan perusahaan asing.
  3. Dokumen identitas diri salah satu petugas usaha dimana untuk WNI berupa fotokopi KTP dan fotokopi kartu NPWP;
  4. Sedangkan untuk WNA berupa fotokopi paspor dan fotokopi kartu NPWP (dalam hal ini WNA bersangkutan harus sudah terdaftar sebagai wajib pajak).
  5. Surat pernyataan yang bermaterai dari salah satu petugas pengurus wajib pajak badan yang menyatakan kegiatan usaha yang dilakukan di tempat atau lokasi dimana usaha beroperasi.

Badan Usaha Tidak Berorientasi Laba

Berbeda dengan usaha berorientasi pada laba, badan usaha non-profit tidak memerlukan akta pendirian usaha. Persyaratannya sebagai berikut;

  1. Dokumen identitas diri salah satu petugas usaha dimana untuk WNI berupa fotokopi KTP dan fotokopi kartu NPWP;
  2. Sedangkan untuk WNA berupa fotokopi paspor dan fotokopi kartu NPWP (dalam hal ini WNA bersangkutan harus sudah terdaftar sebagai wajib pajak).
  3. Surat pernyataan yang bermaterai dari salah satu petugas pengurus wajib pajak badan yang menyatakan kegiatan usaha yang dilakukan di tempat atau lokasi dimana usaha beroperasi.

Badan Usaha Operasi Kerjasama (Joint Operation)

Bagi wajib pajak badan yang usahanya berbentuk operasi kerjasama, syarat dokumen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut;

  1. Fotokopi perjanjian kerjasama atau akta pendirian sebagai bentuk kerjasama.
  2. Fotokopi kartu NPWP masing-masing perwakilan anggota usaha yang bekerja sama.
  3. Dokumen identitas diri salah satu pengurus perusahaan anggota bentuk kerjasama operasi. Untuk WNI berupa fotokopi KTP dan kartu NPWP; sedangkan
  4. WNA berupa fotokopi paspor dan kartu NPWP.
  5. Surat pernyataan yang bermaterai dari salah satu petugas pengurus wajib pajak badan yang menyatakan kegiatan usaha yang dilakukan di tempat atau lokasi dimana usaha beroperasi.

Badan Usaha untuk Wajib Pajak Status Cabang

Adapun syarat pendaftaran NPWP badan untuk wajib pajak status cabang adalah;

  1. Fotokopi kartu NPWP pusat atau induk
  2. Surat pernyataan bermaterai dari pimpinan caban yang menyatakan kegiatan usaha dilakukan di tempat atau lokasi dimana usaha beroperasi.

Cara Daftar NPWP Badan atau Perusahaan

Ada dua metode atau cara untuk mendaftar NPWP badan atau perusahaan. Pertama adalah dengan cara online dan cara offline.

Lalu bagaimana caranya?

Mendaftar NPWP Badan atau Perusahaan Secara Online

Berikut langkah-langkah mendaftarkan NPWP Badan secara online.

Daftar dan Aktivasi Akun

  • Kunjungi website ereg.pajak.go.id/daftar untuk melakukan pendaftar NPWP baru. Anda juga bisa mengunjungi situ www.pajak.go.id, lalu pilih menu e-registration.
  • Isi data pengguna dengan benar seperti nama, alamat email, kata sandi (password) dan lainnya. Setelah semua terisi, klik Save”.
  • Lakukan aktivasi akun dengan memasukkan kode yang telah dikirimkan Dirjen Pajak melalui email terdaftar. Dan ikuti petunjuk yang ada di dalam email tersebut untuk melakukan aktivasi.

Isi Formulir Pendaftaran

Setelah proses aktivasi berhasil, selanjutnya Anda harus login ke sistem e-registration dengan memasukkan email dan password akun yang telah Anda buat. Anda juga dapat mengklik tautan yang terdapat di dalam email aktivasi kedua dari Dirjen Pajak.

Selanjutnya Anda akan menuju Registrasi Data Wajib Pajak untuk memulai proses pembuatan NPWP dengan cara mengisi seluruh data dengan baik dan teliti.

Setelah berhasil mengisi formulir dengan baik, Anda akan mendapatkan surat keterangan terdaftar sementara.

Berikut contoh formulir pengajuan NPWP badan berdasarkan Kementrian Keuangan RI: Contoh formulir pengajuan NPWP badan Anda juga bisa mengunduh formatnya dalam bentuk Excel di sini 

Kirim Formulir Pendaftaran

Setelah semua data pada formulir pendaftaran terisi lengkap, pilih tombol daftar untuk mengirim Formulir Registrasi Wajib Pajak secara elektronik ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Wajib Pajak terdaftar.

Cetak & Tanda Tangan

Selanjutnya Anda mencetak dokumen Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara. Kemudian tanda tangani Formulir Registrasi Wajib Pajak dan melengkapi berkas dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

Kirim Formulir Registrasi Wajib Pajak ke KPP

Terakhir, setelah berkas kelengkapannya siap, Anda harus mengirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak, Surat Keterangan Terdaftar Sementara yang sudah ditandatangani, beserta dokumen lainnya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat badan/perusahaan Anda sebagai Wajib Pajak terdaftar. Berkas tersebut dapat diserahkan langsung ke KPP atau melalui pos tercatat.

Pengiriman dokumen tersebut paling lambat dilakukan 14 hari setelah formulir terkirim. Anda juga dapat memindai (scan) dokumen Anda dan mengunggahnya dalam bentuk digital (soft file) melalui aplikasi e-Registration tadi jika Anda tidak ingin ke kantor KPP karena sibuk.

Menunggu kartu NPWP Dikirim ke Alamat Anda

Dirjen Pajak akan mengirimkan kartu NPWP Anda ke alamat terdaftar. Anda juga bisa memeriksa status pendaftaran NPWP badan atau perusahaan Anda melalui email atau di halaman history pendaftaran dalam sistem e-registration.

Status ini juga mengetahui apakah aplikasi Anda ditolak atau diterima. Penolakan biasanya disertai dengan keterangan bagian apa yang kurang dari berkas persyaratan Anda.

Setelah perusahaan memiliki NPWP, perusahaan sudah resmi terdaftar sebagai anggota masyarakat wajib pajak yang harus memenuhi kewajibannya setiap bulan secara tepat waktu agar terhindar dari denda yang harus dibayarkan karena faktor keterlambatan.

Baca juga: Penyebab NPWP Online Anda Bermasalah

Cara Daftar NPWP Badan atau Perusahaan secara Offline

Selain online, Anda bisa mengajukan NPWP perusahaan dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Dokumen persyaratan juga tidak jauh berbeda dengan pendaftaran online.

Pertama, Anda dapat langsung mendatangi KPP terdekat atau KPP yang berada di lokasi usaha Anda beroperasi dengan membawa berkas persyaratan yang dibutuhkan.

Kemudian Anda melengkapi dan mengisi formulir pendaftaran Wajib Pajak Badan dengan lengkap serta ditandatangani. Kemudian serahkan seluruh dokumen ke petugas pendaftaran.

Setelah itu Anda akan mendapatkan tanda terima pendaftaran Wajib Pajak yang menunjukkan bahwa perusahaan Anda merupakan Wajib Pajak badan.

Waktu yang dibutuhkan sebenarnya juga tidak lama bahkan bisa terhitung dalam satu hari kerja atau jika pemohon banyak atau Anda mendaftarkan diri di siang hari, kartu NPWP akan dikirimkan keesokan harinya melalui Pelayanan POS. Pendaftaran juga tidak dipungut biaya.

Lapor SPT Tahunan Badan Anda dengan Klikpajak

Klikpajak merupakan aplikasi perpajakan digital yang merupakan mitra resmi DJP yang dilengkapi dengan sertifikasi  ISO 27001, Klikpajak juga siap menjamin keamanan data penggunanya.

Sebagai aplikasi manajemen perpajakan, Klikpajak memiliki fitur integrasi yang lengkap salah satunya adalah efilling. Anda bisa melaporkan SPT tahunan badan bahkan bagi Anda seorang karyawan bisa juga melakukan SPT pribadi melalui Klikpajak.

Anda juga bisa mengunggah file CSV dan .pdf formulir SPT 1771 yang dibutuhkan melalui Klikpajak. Anda juga bisa melakukan pengarsipan pajak dan juga melakukan pembayaran pajak melalui Klikpajak.

Aplikasi yang mudah digunakan, kekinian, dan juga gratis semua ada di Klikpajak. Daftarkan diri Anda sekarang dan ketuk banner di bawah untuk mendaftar!

 

lapor spt tahunan badan dengan klikpajak: tips dan cara daftar NPWP

 

 

 

 

 

 


PUBLISHED02 Jul 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: