Daftar NPWP Pribadi: Urus NPWP Online, Cara Mendaftar NPWP Online

Daftar NPWP Pribadi: Syarat dan Cara Mendaftar NPWP Online

Belum tahu bagaimana cara mendaftar NPWP online? Juga bingung cara urus NPWP online? Tenang, Klikpajak by Mekari akan menunjukkan cara daftar NPWP pribadi dan apa saja syarat NPWP online yang diperlukan untuk Sobat Klikpajak.

NPWP adalah nomor yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada Wajib Pajak (WP) sebagai tanda pengenal atau sarana identitas WP dalam administrasi perpajakan.

Dengan kata lain, nomor ini akan selalu digunakan oleh WP dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Untuk mendapatkannya, Sobat Klikpajak dapat melakukan daftar NPWP online.

Agar lebih mudah urus NPWP online, perhatikan apa saja syarat dan tahapannya. Bagaimana cara urus NPWP online ini?

Sebelum itu, Klikpajak.id akan kembali mengingatkan Sobat Klikpajak akan pentingnya mengelola pajak dan keuangan bisnis secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau usaha.

Ingin mengetahui cara kelola pajak dan keuangan bisnis yang mudah dan cepat?

Ikuti demo online cara mengelola perpajakan dan keuangan perusahaan di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak kapan saja.

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat menghitung, membayar dan melaporkan pajak kapan saja dan di mana pun Sobat Klikpajak berada, serta menyimpan arsip perpajakan dengan aman dalam satu platform aplikasi pajak online berbasis web yang terintegrasi.

Dengan Klikpajak by Mekari, kelola e-Faktur dan e-Bupot juga lebih mudah dan cepat karena Klikpajak terintegrasi dengan software akuntansi online Jurnal by Mekari. 

Termukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak.id dan Jurnal.id

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Kembangkan bisnis tanpa batas dengan software akuntansi terintegrasi Jurnal by Mekari. Coba Gratis 14 hari sekarang!

Bukan hanya itu, Sobat Klikpajak juga dapat mengelola karyawan dengan mudah melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) Talenta by Mekari.

Melalui HRIS Talenta.co, segala urusan payroll dan manajemen HR (Human Resources) lebih mudah dan praktis.

Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll dan HRIS terautomasi Talenta by Mekari. Coba Talenta Gratis sekarang!

“Serahkan semua urusan perpajakan, keuangan perusahaan dan manajemen SDM melalui support system yang lengkap dan terintegrasi guna mendukung kinerja perusahaan dan perkembangan bisnis Sobat Klikpajak.”

3 Saluran Daftar NPWP Pribadi

Setidaknya ada tiga saluran yang disediakan Ditjen Pajak untuk daftar NPWP Pribadi.

Tiga saluran pendaftaran NPWP adalah:

1. Datang langsung

Salah satu pilihan daftar NPWP pribadi adalah dengan datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) /Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) tempat tinggal atau pada wilayah tempat kegiatan usaha Sobat Klikpajak.

2. Melalui pos

Pilihan berikutnya adalah daftar NPWP melalui pos.

Caranya dengan mengirimkan formulir pendaftaran NPWP, lengkap beserta dokumen yang disyaratkan, ke alamat KPP atau KP2KP dimana Anda bertempat tinggal atau pada wilayah tempat kegiatan usaha Anda.

3. Secara online

Cara yang paling praktis, aman serta mudah dipantau dari cara daftar NPWP pribadi adalah dengan melakukan daftar NPWP online.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui https://ereg.pajak.go.id/

Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Langsung di Klikpajak by Mekari

4 Tahapan Utama Daftar NPWP Pribadi Online

Ada 4 tahapan utama yang harus Sobat Klikpajak lakukan saat daftar NPWP pribadi melalui cara mendaftar NPWP online.

Apa saja tahapan cara urus NPWP online ini?

Temukan cara mudah kelola e-Bupot lebih cepat tinggal tarik data dari laporan keuangan online hanya di e-Bupot Klikpajak by Mekari. Coba sekarang!

Berikut adalah tahapan cara mendaftar NPWP online:

  1. Mendaftar akun e-Reg terlebih dahulu, dan melakukan verifikasi email.
  2. Login kembali ke laman e-Registrasi dan mengisi formulir elektronik yang tersedia dengan data dan informasi yang dibutuhkan.
  3. Melakukan pengunggahan dokumen yang disyaratkan.
  4. Melakukan verifikasi dengan token dan pengiriman pengajuan pendaftaran secara online.

Daftar NPWP Pribadi: Syarat dan Cara Mendaftar NPWP OnlineIlustrasi daftar NPWP pribadi dengan cara mendaftar NPWP online atau cara urus NPWP online

Dokumen Syarat Daftar NPWP Pribadi atau Syarat NPWP Online

Sama seperti pengajuan berbagai jenis identitas lainnya, cara mendaftar NPWP online juga dibutuhkan sejumlah dokumen pendukung agar cara urus NPWP online dapat berjalan dengan lancar.

Dokumen syarat NPWP online untuk daftar NPWP Pribadi dibagi menjadi beberapa kategori yang dikelompokkan berdasarkan status wajib pajak.

Berikut adalah dokumen yang disyaratkan oleh DJP sebagai syarat NPWP online untuk daftar NPWP pribadi:

a . Syarat Daftar NPWP Pribadi bagi yang bekerja atau karyawan

Karyawan yang adalah Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja dan memperoleh penghasilan di Indonesia.

Maka dokumen yang harus dilampirkan sebagai syarat NPWP online pada daftar NPWP Pribadi adalah:

  • Melampirkan dokumen foto/scan e-KTP untuk WNI
  • Surat keterangan kerja (jika ada)
  • Surat keputusan kepegawaian (jika PNS)
  • Untuk karyawan asing (WNA) wajib melampirkan dokumen paspor dan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) atau KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap)

Baca juga Aturan Pajak Karyawan Magang dan Cara Menghitung PPh 21 Pegawai Magang

b . Syarat Daftar NPWP Pribadi bagi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas

Syarat NPWP online bagi Sobat Klikpajak yang melakukan usaha atau pekerjaan bebas, maka cara urus NPWP online saat daftar NPWP pribadi adalah:

  • Dokumen foto/scan e-KTP untuk WNI
  • Dokumen paspor, KITAS atau KITAP bagi WNA
  • Dokumen kegiatan usaha dari instansi berwenang
  • Surt keterangan Tempat Kegiatan Usaha atau Pekerjaan Bebas dari Lurah atau Kepala Desa/Lembar Tagihan/Pembayaran Listrik
  • Surat pernyataan di atas meterai yang menyatakan benar-benar menjalankan usaha atau pekerjaan bebas

c . Syarat Daftar NPWP Pribadi bagi wanita kawin yang hidup terpisah dari suami

Secara umum, pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan wanita kawin di Indonesia adalah tergabung dengan suami.

Sehingga, Wajib Pajak wanita kawin sebenarnya tidak perlu mendaftarkan NPWP.

Namun ada kalanya diperlukan NPWP secara terpisah.

Bagi orang pribadi wanita kawin dan hidup terpisah berdasarkan putusan hakim dari suaminya, wajib melampirkan dokumen sebagai berikut untuk daftar NPWP pribadi sebagai syarat NPWP online:

  • Melampirkan foto/scan e-KTP (bagi WNI)
  • Dokumen identitas sebagai istri
  • Dokumen Kartu Keluarga (KK)
  • Surat keterangan pajak negara asal (jika suami WNA)
  • Paspor, KITAS atau KITAP (bagi WNA)
  • Keterangan melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas

Kelola e-Faktur lebih mudah dan cepat dengan menarik data langsung dari laporan keuangan online hanya di e-Faktur Klikpajak by Mekari. Coba sekarang!

d . Syarat Daftar NPWP Pribadi bagi wanita kawin dengan perjanjian pemisahan harta

Bagi wanita kawin yang menghendaki secara tertulis untuk mengadakan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau menghendaki untuk memilih melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan secara terpisah dari suaminya, maka wajib melengkapi dokumen sebagai berikut:

  • Melampirkan foto/scan e-KTP (bagi WNI)
  • Identitas perpajakan atau NPWP suami
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Dokumen perkawinan
  • Surat keterangan pajak negara asal (jika suami WNA)
  • Surat Perjanjian Pemisahan Penghasilan dan Harta, Surat Pernyataan Menghendaki Melaksanakan Hak dan Kewajiban Perpajakan Terpisah dari Hak dan Kewajiban Perpajakan Suami
  • Apabila istri melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas maka dibutuhkan surat keterangan usaha atau pekerjaan bebas

Cara Daftar NPWP Pribadi atau Cara Mendaftar NPWP Online

Setelah melengkapi semua dokumen syarat NPWP online, berikutnya Sobat Klikpajak dapat mulai daftar NPWP Pribadi.

Berikut ini adalah panduan lengkap cara urus NPWP online atau cara daftar NPWP pribadi:

Setelah memiliki NPWP, kewajiban wajib pajak selanjutnya adalah melakukan perhitungan, pelaporan serta pengadministrasian pajak.

Agar lebih mudah melakukan aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar dan melaporkan pajak, gunakan software perpajakan atau aplikasi pajak online Klikpajak by Mekari.

Daftar NPWP Pribadi: Syarat dan Cara Mendaftar NPWP OnlineIlustrasi daftar NPWP pribadi atau cara mendaftar NPWP online, syarat dan cara urus NPWP online

Klikpajak by Mekari, Solusi Perpajakan yang Lebih Mudah, Cepat & Terintegrasi

Klikpajak by Mekari adalah cara simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak, mulai dari menghitung, membayar dan cara lapor pajak dalam satu platform.

“Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.”

Apa saja fitur lengkap Klikpajak by Mekari yang semakin memudahkan aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak?

A. Mudah Buat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan supportpajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Daftar NPWP Pribadi: Syarat dan Cara Mendaftar NPWP Online

B. Buat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Sobat Klikpajak dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Daftar NPWP Pribadi: Syarat dan Cara Mendaftar NPWP Online

C. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing Klikpajak

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Sobat Klikpajak resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

D. Lapor SPT PPh di e-Filing Klikpajak, Gratis!

Lapor SPT pajak penghasilan melalui e-Filing Klikpajak sangat cepat karena Sobat Klikpajak akan dipandu dengan langkah-langkah yang mudah.

Melalui e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Sebelum menyampaikan SPT pajak, terlebih dahulu Sobat Klikpajak harus melakukan daftar pajak online.

Setelah melalui tahap cara daftar NPWP online, berikut cara lapor SPT pajak di e-Filing:

Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui cara lapor SPT Tahunan Pribadi berikut ini:

E. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja cdan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Lebih jelasnya, berikut cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

Daftar NPWP Pribadi: Syarat dan Cara Mendaftar NPWP Online

Data Sobat Klikpajak Terlindungi

Tenang, Sobat Klikpajak dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Sobat Klikpajak tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca juga Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Sobat Klikpajak dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Daftar NPWP Pribadi: Syarat dan Cara Mendaftar NPWP OnlineKeamanan data adalah yang utama

Aturan Tarif Sanksi Pajak Terbaru

Perlu diingat, aturan pengenaan sanksi denda telat lapor atau bayar pajak sudah berubah.

Terbaru, ketentuan tarif sanksi pajak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI 7 days repo reserve rate).

Tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Kementerian Keuangan ini digunakan sebagai dasar untuk menghitung besar sanksi pajak yang akan dikenakan pada wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan perpajakan berlaku.

“Jadi, tarif sanksi denda ini akan berbeda-beda setiap bulannya tergantung besar tarif bunga sanksi administrasi pajak yang ditetapkan Menkeu.”

Berikut dasar perhitungan sanksi denda pajak terbaru:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Wajib Pajak (WP) yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Baca juga Ulasan Lengkap PPh Pasal 29: Pengertian, Subjek, Tarif, Contoh dan Cara Bayar

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus hitungannya:

(Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada WP yang tidak melunasi pajak kurang bayar dan telah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda tidak lapor SPT dan mengisi SPT tidak benar

Untuk sanksi denda ini tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Sanksi denda tidak lapor SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

5. Sanksi administratif PPh PKP kurang bayar

Sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menteri Keuangan dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak hingga diterbitkannya Surat Tagihan (STP).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”.

Setiap pembayaran dan pelaporan SPT pajak ada batas waktunya.

Untuk menghindari sanksi denda telat bayar pajak ataupun terlambat lapor SPT pajak, Klikpajak menyediakan kalender saku di Kalender Klikpajak.

Sobat Klikpajak dapat mengecek jadwal lapor ataupun bayar pajak kapan saja lebih mudah dan terhindar dari sanksi denda akibat terlambat bayar dan lapor pajak.

Tim ‘Support’ Klikpajak by Mekari Siap Membantu Sobat Klikpajak!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Sudah tahu syarat dan cara urus NPWP online, daftar NPWP pribadi atau cara mendaftar NPWP online, ya?

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Jangan lupa, jika Sobat Klikpajak ingin lebih mudah melakukan pengelolaan pajak dan keuangan bisnis, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

“Ingin mengetahui bagaimana mudahnya kelola pajak dan laporan keuangan perusahaan, ikuti demo online Klikpajak Demo Jurnal. kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak.”

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED16 Apr 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: