Pentingnya NPWP dan e-FIN Bagi Wajib Pajak Badan (Kantor Cabang) - Klikpajak

Pentingnya NPWP dan e-FIN Bagi Wajib Pajak Badan (Kantor Cabang)

Bagi perusahaan yang sudah memiliki kantor cabang atau anak perusahaan, maka kegiatan yang dilakukan oleh cabang pada umumnya akan berdiri sendiri meskipun masih terkait dengan operasional kantor pusat. Sebagai contoh, kantor cabang akan mempunyai customer sendiri sehingga dapat menjalankan transaksi jual beli. Contoh lainnya, kantor cabang akan mempunyai karyawan sendiri, ataupun transaksi-transaksi cabang lainnya yang didalamnya terdapat aspek perpajakan. Lalu bagaimana kantor cabang menjalankan kewajiban perpajakannya? Klikpajak telah merangkum tentang NPWP dan EFIN yang berperan penting bagi Wajib Pajak Badan (Kantor Cabang) sebagai berikut.

NPWP bagi Wajib Pajak Badan (Kantor Cabang)

NPWP sudah menjadi kewajiban bagi seluruh warga negara Indonesia, baik bagi Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan. Menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, setiap badan usaha wajib memiliki NPWP. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang nomor 16 tahun 2000 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum Tata Cara Perpajakan. Dalam Undang-undang tersebut telah dijelaskan pada Pasal 2 ayat (1) dan (2) bahwa setiap Wajib Pajak wajib mendaftarkan diri pada kantor DJP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan akan diberikan NPWP. Selain itu, setiap Wajib Pajak sebagai pengusaha yang dikenakan pajak berdasarkan UU PPN 1984 dan perubahannya, wajib melaporkan usahanya pada kantor DJP untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP). Bagi kantor cabang yang melakukan aktivitas jual beli dan telah dikukuhkan menjadi PKP, maka harus melakukan kewajiban perpajakan sendiri dan memiliki NPWP.

Kewajiban Perpajakan pada NPWP Kantor Cabang

Kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak Cabang adalah memungut atau memotong, membayar dan melaporkan Pajak berikut ini apabila terdapat transaksi yang terutang. Jenis pajak yang dimaksud adalah PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPN, serta PPh Pasal 4(2).

Prosedur Pengajuan NPWP Cabang

Wajib Pajak Badan dapat mendaftarkan diri ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi kedudukan atau tempat kegiatan usaha dijalankan untuk menjadi Wajib Pajak Cabang guna memperoleh NPWP Cabang. Proses pendaftaran NPWP cabang juga dapat dilakukan secara online. Untuk memperoleh NPWP Cabang, Wajib Pajak harus mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan, dilampiri beberapa persyaratan dokumen berikut ini:

  1. Fotokopi NPWP Pusat (bagi Orang Pribadi atau Badan).
  2. Surat Penunjukkan Cabang (bagi Badan).
  3. Fotokopi Akte Pendirian atau Perubahan (bagi Badan).
  4. Fotokopi KTP dan NPWP Pengurus yang berstatus aktif bagi Badan, sedangkan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi hanya fotokopi KTP saja.
  5. Surat Keterangan Domisili Usaha dari Kelurahan (bagi Orang Pribadi atau Badan).
  6. Serta Surat Kuasa dengan materai apabila dikuasakan dan fotokopi KTP penerima kuasa (bagi Orang Pribadi atau Badan).

EFIN bagi Wajib Pajak Badan (Kantor Cabang)

Electronic Filing Identification Number yang disingkat menjadi e-FIN merupakan nomor identitas bagi Wajib Pajak Orang Pribadi atau Badan yang digunakan pada saat registrasi pendaftaran akun DJP Online. Nomor e-FIN dapat diperoleh melalui KPP tempat terdaftarnya NPWP Cabang. E-FIN pajak badan adalah nomor identitas yang dibuat dan diperuntukkan khusus bagi Wajib Pajak Badan Usaha atau perusahaan. Setiap Kantor Cabang harus mendaftarkan diri untuk memperoleh e-FIN Badan yang berbeda dengan e-FIN pajak pribadi. Apabila Anda seorang pengusaha yang memiliki perusahaan atau badan usaha maupun Kantor Cabang, maka selain e-FIN pajak pribadi, Anda juga perlu membuat e-FIN pajak badan untuk Kantor Cabang.

Penggunaan e-FIN ini telah diatur oleh Peraturan DJP Nomor PER-41/PJ/2015 mengenai pengamanan transaksi pajak online. Untuk mengurusnya, Wajib Pajak harus melakukan beberapa langkah berikut ini:

a. Melengkapi Seluruh Dokumen Persyaratan

Berikut ini beberapa dokumen yang menjadi syarat utama untuk mendapatkan e-FIN bagi Kantor Cabang:

  1. Surat Kuasa penunjukan pimpinan cabang yang mewakili badan usaha dalam pengurusan perpajakan.
  2. Surat Penunjukan Pengangkatan Kepala Kantor Cabang.
  3. KTP Pimpinan Cabang, atau Paspor & KITAS atau KITAP bagi WNA.
  4. NPWP/SKT atas Nama Pimpinan Cabang yang bersangkutan.
  5. NPWP/SKT atas nama Badan Usaha Kantor Cabang.
  6. Serta alamat email yang aktif.

b. Mengunduh Formulir dan Mengisi Permohonan Aktivasi

Setelah mempersiapkan dan menyerahkan seluruh dokumen persyaratan, setiap Wajib Pajak harus mengisi formulir permohonan e-FIN. Formulir tersebut dapat diunduh dalam format PDF di situs resmi DJP.  Sebaiknya formulir tersebut Anda isi terlebih dahulu sebelum datang ke KPP.

c. Mengunjungi KPP Terdekat

Setelah formulir sudah siap, maka segera kunjungi KPP terdekat dimana NPWP Cabang terdaftar dengan membawa seluruh dokumen persyaratan. Permohonan e-FIN ini harus dilakukan oleh Wajib Pajak secara langsung dan tidak dapat diwakilkan atau dikuasakan kepada pihak lain.

d. Aktivasi Nomor e-FIN

Setelah Anda memperoleh EFIN, langkah selanjutnya adalah registrasi nomor tersebut melalui situs Ditjen Pajak. Prosedurnya adalah sebagai berikut ini:

  1. Langkah pertama adalah login ke aplikasi DJP Online.
  2. Kemudian klik daftar, lalu masukkan Nomor NPWP dan nomor e-FIN, lalu klik verifikasi.
  3. Setelah itu, masukkan alamat email, nomor telepon, dan password, lalu klik simpan.
  4. Buka email yang telah terdaftar, lalu periksa email masuk dari DJP, dan klik Link Aktivasi Akun DJP Online Pajak yang telah Anda terima.

Solusi Apabila Lupa EFIN Pajak

Setelah mendapatkan EFIN, Anda harus menjaga kerahasiaannya untuk menghindari penggunaan yang tidak sah. Apabila terjadi lupa e-FIN, berikut ini adalah beberapa solusi mudah yang dapat Anda lakukan:

  1. Langsung mendatangi KPP terdekat, tidak harus KPP tempat Anda melakukan pendaftaran.
  2. Bertanya melalui Chat Pajak pada website DJP yang terdapat di pojok bawah sebelah kanan.
  3. Bertanya melalui akun Twitter @kring_pajak dengan memanfaatkan jalur customer service DJP yang terdapat di media sosial Twitter.
  4. Menghubungi Call Center Kring Pajak. Hubungi Call Center Kring Pajak di nomor 1500200.
  5. Mencari dan memastikan kembali lagi berkas-berkas perpajakan Anda, mungkin lembar e-FIN Anda terselip.
  6. Memeriksa kembali inbox email Anda, dengan mencari kata kunci “e-FIN”.
  7. Langkah terakhir adalah mendatangi KPP terdekat untuk meminta cetak ulang EFIN, jangan lupa untuk membawa asli dan fotokopi KTP dan NPWP.

Kegunaan EFIN bagi Wajib Pajak Badan (Kantor Cabang)

Diberlakukannya EFIN tentu saja dapat memberikan dampak positif bagi sistem administrasi perpajakan di Indonesia. Berikut beberapa kegunaan dan manfaat diterbitkannya EFIN bagi Wajib Pajak Badan:

  1. Wajib Pajak dapat merasakan manfaat untuk lapor SPT online, seperti lebih hemat waktu dan penyimpanan data bukti lapor dalam basis data web dan dalam jangka panjang.
  2. EFIN berfungsi untuk autentikasi agar transaksi pajak online dapat dienkripsi sehingga menjamin kerahasiaan data perpajakan.
  3. Setelah memiliki EFIN, maka Wajib Pajak dapat mengakses, melakukan transaksi perpajakan online dan melaporkan SPT tahunan tanpa perlu lagi datang untuk mengantri di KPP.
  4. Dengan adanya EFIN, maka dapat menjamin kerahasiaan data yang terdapat didalam sistem pajak online.
  5. Selain itu, apabila Wajib Pajak melaporkan pajak secara online maka data akan terekam di database sistem pajak. Sehingga pada laporan pajak tahun berikutnya, Wajib Pajak tidak perlu mengulangi pengisian data dari awal lagi.

NPWP dan EFIN merupakan dua hal penting yang harus dimiliki oleh setiap Wajib Pajak, termasuk Kantor Cabang. Tunaikan kewajiban perpajakan Anda tepat waktu untuk menghindari sanksi berupa denda. Percayakan urusan perpajakan Anda lewat klikpajak sebagai mitra resmi DJP. Registrasi sekarang juga disini!


PUBLISHED08 Feb 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: