Ketahui Cara Membuat NPWP dengan Cara Manual

Ketahui Cara Membuat NPWP dengan Cara Manual

Kewajiban membayar pajak tidak hanya dimiliki oleh pengusaha atau perusahaan berpenghasilan besar saja, namun menjadi tanggungan setiap warga negara yang telah cukup umur. Kewajiban pembayaran pajak ini kemudian secara nyata ditegaskan dengan kewajiban memiliki NPWP bagi setiap warga negara. Baik perusahaan, pengusaha, pekerja lepas, bahkan hingga pengangguran sekalipun diwajibkan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, atau NPWP. Disamping cara membuat NPWP yang mudah, banyak keuntungan yang bisa didapat.

Bahasan kali ini lebih diarahkan pada urgensi NPWP bagi yang belum memiliki pekerjaan dan cara membuat NPWP secara manual. Tentu pembuatan secara manual ini sedikit terpinggirkan dari bahasan karena mudahnya membuat NPWP secara online yang praktis. Tapi sekiranya perlu dipahami bahwa Kantor Pelayanan Pajak juga masih melayani pembuatan NPWP secara manual.

Untuk orang pribadi yang masih belum memiliki pekerjaan, NPWP tetap memiliki kegunaan. Misalnya sebagai syarat pembuatan paspor bilamana akan keluar negeri. Kemudian yang selanjutnya sebagai syarat pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ketika kemudian pengangguran ini memutuskan untuk mulai berdagang. Pembuatan SIUP mencantumkan syarat NPWP pada berkas yang diperlukan. Masih ada manfaat lain seperti pengajuan kredit dan syarat mencari pekerjaan. Untuk itulah, mengetahui cara membuat NPWP menjadi penting bagi semua orang.

Langkah yang dilakukan sebenarnya cukup sederhana untuk mengurus NPWP secara manual dengan mendatangi Kantor Pelayanan Perpajakan yang ada di area Anda. Berikut langkah yang harus Anda lakukan.

  1.  Datangi Kantor Pelayanan Pajak ketika hari dan jam kerja yang berlaku. Umumnya di Indonesia berlaku hari kerja dari Senin hingga Jum’at, dan jam efektif kerja adalah pukul 8 (delapan) pagi hingga pukul 4 (empat) sore, dengan jam istirahat pada pukul 12 (dua belas) hingga pukul 1 (satu siang).
  2. Bawa syarat yang diperlukan. Pastikan Anda membawa setiap berkas yang menjadi syarat pembuatan NPWP sehingga Anda tidak perlu kembali ke rumah untuk mengambil syarat yang diperlukan. Periksa syarat yang diperlukan pada situs dinas terkait atau tanyakan langsung pada petugas di Kantor Pelayanan Pajak.
  3.  Pembuatan NPWP tidak dikenakan biaya apapun, jadi jika kemudian Anda dikenai biaya tertentu, bisa dipastikan biaya tersebut merupakan pungutan liar yang menyalahi aturan yang berlaku untuk membuat NPWP.
  4.  Minta formulir pendaftaran pada petugas dan isi setiap kolom yang ada dengan data yang sebenar-benarnya. Untuk kolom pekerjaan, Anda bisa mengisikan pekerja lepas atau pegawai swasta jika memang belum memiliki pekerjaan.
  5.  Serahkan setiap syarat berkas dan formulir tersebut pada petugas untuk  diperiksa. Petugas akan meneliti kembali setiap berkas yang diperlukan dan kebenaran pengisian formulir sehingga tidak ada data atau berkas yang terlewat.
  6.  Setelah selesai diperiksa, maka Anda akan diminta untuk menunggu proses pembuatan kartu NPWP beserta nomor NPWP Anda. Prosesnya tidak memakan waktu lama dan bisa ditunggu. Namun jika tidak bisa menunggu, Anda bisa meminta Kantor Pelayanan Pajak untuk mengirimkan dokumen tersebut (kartu NPWP) ke rumah Anda melalui jasa Pos.

Dengan enam langkah tersebut, Anda bisa mendapatkan NPWP dengan proses manual. Penting untuk setiap orang memiliki NPWP karena memiliki banyak manfaat dan bisa digunakan untuk mengurus berbagai macam berkas lain. Setelah mengetahui mudahnya cara mengurus NPWP, tidak ada alasan lagi bukan untuk segera memiliki NPWP?

Cara lain untuk mengurus kepemilikan NPWP adalah dengan cara online. Cara ini mulai banyak digunakan karena praktis dan lebih nyaman. Tentu dengan mengurus NPWP secara online kelebihan utamanya adalah tidak perlu antre di Kantor Pelayanan Pajak dan Anda bisa melakukannya setiap wakktu tanpa mengganggu aktifitas Anda. Jika, Anda telah membuat NPWP, berarti Anda memiliki kewajiban untuk melapor pajak tiap tahunnya. Untuk mempermudah Anda dalam melapor pajak, Anda dapat menggunakan Klikpajak.


PUBLISHED25 Dec 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: