Tahapan Pengisian e-Faktur Pajak dengan Lebih Mudah - Klikpajak

Tahapan Pengisian e-Faktur Pajak dengan Lebih Mudah

Sejak tanggal 1 Juni 2015, Kementerian Keuangan telah menerbitkan penetapan mengenai bentuk faktur pajak terbaru, yaitu dengan menggunakan faktur elektronik atau e faktur. E-faktur adalah faktur pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik resmi yang ditentukan dan disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Sistem e-faktur pajak dibuat untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam melaksanakan segala kewajiban perpajakannya. Dengan meninggalkan cara manual, e-Faktur pun sangat berguna untuk mencegah penyelewengan pembayaran pajak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Contoh Formulir e-Faktur Pajak

Dalam pelaksanaan pembuatannya, seorang Pengusaha Kena Pajak dapat membuat faktur pajak dengan format sendiri. Dengan persyaratan tetap mengacu pada format yang ditentukan oleh DJP. Contoh format yang telah ditentukan DJP di antaranya mengandung unsur sebagai berikut:

  1. Nama Penjual
  2. Nama Pembeli
  3. Nama Barang
  4. Harga Jual
  5. Satuan Mata Uang
  6. Dasar Pengenaan Pajak
  7. PPN
  8. Tanggal Penyerahan.

Formulir Faktur Pajak

Fungsi e Faktur Pajak

Dengan adanya faktur pajak atau bukti pungutan pajak, maka Pengusaha Kena Pajak (PKP) memiliki bukti bahwa PKP tersebut telah melakukan penyetoran, pemungutan hingga pelaporan SPT Masa PPN secara sah sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

Para pengusaha yang sudah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), setiap tahunnya diwajibkan membuat faktur pajak sebagai bukti telah memungut pajak dari setiap transaksi yang melibatkan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP). Faktur pajak yang diterbitkan selama masa pemungutan PPN, kemudian akan dilaporkan ke dalam laporan SPT sebagai tanda telah membayar pajak usahanya sesuai dengan aturan perpajakan yang berlaku.

 

Baca Juga: Aplikasi & Fitur e-Faktur Pajak yang Membantu Pelaporan SPT

 

Pilihan Pembuatan e-Faktur

Ketika Anda akan membuat faktur pajak, pastikan terlebih dahulu jenis faktur apa yang akan Anda buat sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut ini adalah beberapa jenis pembuatan e-faktur untuk Anda.

  • Pajak Keluaran: Faktur pajak yang dibuat oleh PKP saat melakukan penjualan terhadap barang kena pajak dan/atau jasa kena pajak yang tergolong dalam barang mewah.
  • Pajak Masukan: Faktur pajak yang didapat PKP ketika melakukan pembelian terhadap barang kena pajak dan/atau jasa kena pajak lainnya.
  • Faktur Pajak Pengganti: Penggantian atas faktur pajak yang telah terbit sebelumnya, dikarenakan ada kesalahan pengisian, kecuali kesalahan pada NPWP. Sehingga harus dilakukan pembetulan agar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya
  • Faktur Pajak Gabungan: Dibuat oleh PKP yang meliputi seluruh penyerahan yang dilakukan kepada pembeli barang kena pajak dan/atau jasa kena pajak yang sama selama satu bulan kalender.
  • Faktur Pajak Digunggung: Faktur pajak yang tidak diisi dengan identitas pembeli, nama, dan tandatangan penjual yang hanya boleh dibuat oleh PKP Pedagang Eceran.
  • Faktur Pajak Cacat: Faktur pajak yang tidak diisi secara lengkap, jelas, benar dan/atau tidak ditandatangani termasuk juga kesalahan dalam pengisian kode dan nomor seri. Faktur jenis ini dapat dibetulkan dengan membuat penggantinya
  • Faktur Pajak Batal: Faktur pajak yang dibatalkan karena adanya pembatalan transaksi. Pembatalan faktur pajak juga harus dilakukan ketika ada kesalahan pengisian NPWP dalam faktur pajak.

 

3 Tahapan Mudah Pengisian e Faktur

Sebelum mengisi kelengkapan e-Faktur, pastikan Anda sudah terdaftar dan memiliki akun di DJP Online. Jika Anda sudah memilliki akun DJP Online, langsung masuk ke menu penjualan lalu buat draft baru.

Tahap I

  1. Anda harus mengisi kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang telah didapat dari Direktorat Jenderal Pajak. Cara mendapatkan faktur pajak yaitu dengan melakukan permintaan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) wajib pajak terdaftar atau meminta secara online dengan jumlah nomor yang diberikan memperhitungkan 3 bulan terakhir pemakaian NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak).
  2. Masukkan Nama, Alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan yang menyerahkan Barang atau Jasa Kena Pajak pada kolom Pengusaha Kena Pajak.
  3. Masukkan Nama, Alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan yang membeli atau menerima Barang atau Jasa Kena Pajak pada kolom Penerima Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak.

Tahap II

  1. Masukkan nomor urut sesuai dengan urutan jumlah barang atau jasa kena pajak yang diserahkan.
  2. Masukan nama Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak yang diserahkan.
  3. Masukan nominal harga pada kolom Harga Jual/ Penggantian/ Uang Muka/ Termin (Jika nominal bukan dalam satuan rupiah, maka Anda harus memiliki Faktur Pajak khusus nominal non rupiah, yakni Faktur Pajak Valas).

Tahap III

  1. Total keseluruhan harga ditulis pada kolom Harga Jual/ Penggantian/ Uang Muka/ Termin.
  2. Total nilai potongan harga Barang atau Jasa Kena Pajak ditulis (jika ada potongan) pada kolom “Dikurangi Potongan Harga”.
  3. Jika Anda sudah menerima uang muka setelah penyerahan Barang atau Jasa Kena Pajak, maka nominal uang tersebut dapat ditulis pada kolom “Nilai Uang Muka yang telah diterima”.
  4. Jumlah Harga Jual/ Penggantian/ Uang Muka atau Termin dikurangi dengan Potongan Harga dan Uang muka yang telah diterima, kemudian ditulis pada kolom “Dasar Pengenaan Pajak”.
  5. Jumlah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang terutang sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ditulis pada kolom “PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak”.
  6. Pada kolom Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), hanya diisi apabila terjadi penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) yang Tergolong Mewah. Anda dapat mengisi dengan cara berikut: Besar tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak.
  7. Masukkan Tempat dan Tanggal pada saat Anda membuat Faktur Pajak tersebut.
  8. Masukkan Nama dan Tanda Tangan dari Nama Pejabat yang telah ditunjuk oleh Perusahaan (harus sesuai dengan Nama Pejabat pada saat Perusahaan resmi menjadi Pengusaha Kena Pajak/ PKP).

Demikian tahapan pengisian e faktur pajak yang terbukti memang cukup mudah. Dengan kemudahan menggunakan Faktur Pajak yang telah Anda buat, segera laporkan SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Anda bersama Klikpajak. Klikpajak sebagai mitra resmi Dirjen Pajak, menyediakan berbagai layanan perpajakan online secara cepat, mudah, dan GRATIS selamanya. Gabung dan daftarkan akun Anda sekarang di sini untuk menuntaskan kewajiban perpajakan Anda!


PUBLISHED27 May 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: