Penyebab NPWP Online Anda Bermasalah - Klikpajak

Penyebab NPWP Online Anda Bermasalah

Pembuatan dan pendaftaran pembuatan dan pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kini tak perlu repot, karena Direktorat Jenderal Pajak membuat platform online untuk Wajib Pajak mendaftarkan NPWP. Pendaftaran NPWP Online ini akan sangat memudahkan dan menguntungkan wajib pajak. Meskipun dapat dilakukan secara online, wajib pajak tetap harus mematuhi aturan dan sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Akan tetapi, tak jarang beberapa wajib pajak mengalami hambatan ketika melakukan proses pendaftaran NPWP Online. Apakah Anda salah satunya? Apa penyebab utamanya dan bagaimana solusi mengatasinya? Simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)?

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan dokumen yang wajib dimiliki oleh setiap wajib pajak, baik perorangan maupun badan usaha sebagai salah satu syarat utama untuk melakukan berbagai administrasi dalam pemenuhan kewajiban perpajakan. Berdasarkan Pasal 1 nomor 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah identitas atau tanda pengenal yang diberikan oleh Ditjen Pajak kepada wajib pajak. NPWP juga menjadi persyaratan pelayanan umum, seperti pengajuan kredit, pembuatan paspor, dan lain sebagainya.

Tahapan Penting Pembuatan NPWP Online

Pendaftaran Akun NPWP

  • Kunjungi situs pendaftaran NPWP di e-Registration DJP.
  • Klik tombol “Daftar” pada bagian paling bawah.
  • Lengkapi seluruh data pendaftaran dengan benar. Data yang diminta meliputi nama, alamat email, password, dan laim sebagainya.
  • Lakukan aktivasi dari Dirjen Pajak yang dikirimkan via email yang telah didaftarkan.
  • Setelah proses aktivasi berhasil dilakukan, login kembali ke sistem e-Registration dengan memasukkan email dan password yang telah Anda buat. Kemudian akan ada tampilan Registrasi Data WP (Wajib Pajak) untuk pembuatan NPWP.

Pengisian Formulir Online

1. Lengkapi data Wajib Pajak

Saat mengisi data wajib pajak di formulir pengisian, pastikan semua data yang Anda masukkan benar dan tepat. Data-data yang harus Anda isi di antara lain:

– Kategori Wajib Pajak

Isilah kategori wajib pajak Anda sesuai dengan keadaan Anda. Secara aturan perpajakan, seorang istri tidak wajib memiliki NPWP, karena beban perpajakannya dibebankan kepada suami. Seorang wanita kawin hanya boleh mendaftar NPWP jika sudah bercerai atau ada perjanjian pisah harta. Jika masih dalam ikatan perkawinan, NPWP yang dipakai adalah NPWP suami. Namun jika dari perusahaan atau kantor meminta NPWP atas nama Anda (wanita kawin), silahkan konsultasikan ke kantor pajak terdekat sebelum mendaftar online.

– Identitas Wajib Pajak

Isi dan lengkapi identitas wajib pajak Anda yang meliputi Nama Wajib Pajak; Tempat Tanggal Lahir; Status Pernikahan; Kebangsaan; Nomor Telepon; Nomor Handphone; dan Email.

– Penghasilan Wajib Pajak

Pada menu penghasilan, terdapat 4 pilihan jenis pekerjaan yaitu:

  • Pekerjaan dalam Hubungan Kerja (Pegawai atau karyawan, baik itu swasta, PNS, BUMN, atau jabatan lainnya)
  • Kegiatan Usaha (Usaha sendiri seperti usaha warung makan, perdagangan sembako, warnet, travel, dan sebagainya)
  • Pekerjaan Bebas (Pekerjaan dengan keahlian khusus seperti dokter atau notaris)
  • Lainnya (Pekerjaan selain dari 3 jenis pekerjaan di atas, contohnya freelancer)

– Alamat Tempat Tinggal atau Domisili

Alamat tempat tinggal merupakan domisili tempat Anda tinggal saat ini yang belum tentu sama dengan alamat pada KTP Anda. Namun, beberapa kantor pajak memiliki kebijakan kepada wajib pajak untuk mengisi kolom tempat tinggal atau alamat sesuai dengan data alamat pada KTP.

– Alamat Usaha Wajib Pajak

Isilah alamat usaha Anda apabila Anda merupakan seorang pemilik usaha. Bagi pegawai dapat melewati kolom ini dengan mengklik “Next”.

– Tanggungan dan Gaji Wajib Pajak

2. Kirim data registrasi

Jika data sudah diisi dengan lengkap dan benar, selanjutnya klik daftar untuk mengirim data registrasi wajib pajak secara elektronik ke KPP tempat wajib pajak terdaftar.

3. Cetak formulir registrasi beserta surat keterangan terdaftar

4. Tandatangani formulir registrasi dan lengkapi dokumen lain yang diperlukan

Penyampaian Formulir NPWP

  • Kirimkan seluruh dokumen yang dipersyaratkan ke KPP tempat Anda terdaftar. Berkas tersebut dapat dikirim via pos atau diserahkan secara langsung. Perlu diketahui jika pengiriman dokumen harus dilakukan selambatnya 14 hari setelah formulir dikirim secara elektronik. Anda dapat mengirimkan berkas tanpa mendatangi KPP ataupun melalui pos. Caranya, scan seluruh dokumen dan unggah dalam bentuk soft file melalui aplikasi e-Registration.
  • Setelah berkas dikirim, tunggu sampai kartu NPWP dikirim dan sampai ke alamat rumah Anda. Anda dapat memeriksa status pendaftaran melalui email atau halaman history pendaftaran pada aplikasi e-Registration. Jika status permohonannya ditolak, segera lengkapi data yang perlu diperbaiki.

Penyebab NPWP Online Bermasalah

1. Tidak Memenuhi Persyaratan

Ketika akan mengurus pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), alangkah baiknya sebagai calon wajib pajak, Anda memastikan kembali bahwa persyaratan subjektif dan objektif telah dipenuhi. Persyaratan subjektif berkaitan dengan syarat dasar batas usia 18 tahun dan telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Jika Anda belum mencapai batas minimal usia, kemungkinan permohonan NPWP Anda akan mengalami masalah. Akan tetapi hal ini tidak akan berlaku apabila wajib pajak memang telah menikah sebelum berusia 18 tahun.

2. Pengisian NPWP Online Tidak Lengkap

Pahami dan telitilah saat Anda melakukan proses pendaftaran dan pengisian formulir online NPWP. Pastikan komponen-komponen dalam formulir online berikut Anda isi dengan benar, di antara lain:

  • Pengisian Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Bedakan antara alamat domisili dan alamat perusahaan tempat Anda bekerja
  • Sesuaikan kategori wajib pajak dengan kondisi sebenarnya
  • Cermati dan sesuaikan jumlah tanggungan serta kisaran jumlah penghasilan Anda

3. Dokumen-Dokumen yang Dipersyaratkan Tidak Dilampirkan

Syarat pokok lainnya dalam permohonan NPWP Online adalah melampirkan dokumen-dokumen penting yang dipersyartkan dalam peraturan perpajakan. Saat mengajukan NPWP, pastikan kembali bahwa Anda telah melampirkan persyaratan dokumen berikut yang sesuai dengan kategori wajib pajak Anda.

Syarat NPWP Orang Pribadi

Bagi yang tidak menjalankan usaha (karyawan atau pegawai):

  • Warga Negara Indonesia: fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Warga Negara Asing: fotokopi paspor dan fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP)
  • Fotokopi SK (Surat Keputusan) PNS atau Surat Keterangan Kerja dari tempat kerja Anda
  • Isi Formulir Pendaftaran NPWP (tersedia di Kantor Pajak)

Syarat NPWP Pemilik Usaha (Wiraswasta)

Bagi orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Surat Keterangan Usaha minimal dari Kelurahan
  • Isi Formulir Pernyataan usaha bermaterai 6000
  • Isi Formulir Pendaftaran (tersedia di Kantor Pajak)
  • Anda harus datang sendiri ke kantor pajak untuk mendaftar, tidak dapat diwakilkan.

Syarat NPWP Wanita Kawin

Wanita kawin yang menghendaki memilih melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya secara terpisah berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, harus dilampiri dengan:

  • Fotokopi Kartu NPWP suami;
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta atau surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami.
  • Fotokopi Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil atau Keterangan Kerja.
  • Isi Formulir Pendaftaran (tersedia di Kantor Pajak).

4. Mengajukan NPWP Online Lebih Dari Sekali

Alasan seseorang mengajukan permohonan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) karena memang belum memiliki. Ketika Anda telah memiliki Kartu NPWP dan mengajukan permohonan lagi, tindakan ini justru akan menimbulkan masalah pada aplikasi permohonan NPWP Online Anda. Kartu NPWP hanya diterbitkan sekali dan tetap berlaku meskipun Anda berpindah tempat kerja atau domisili. Silahkan ajukan permohonan pindah Wajib Pajak, karena domisili Anda sudah berubah. Hal ini bertujuan agar administrasi perpajakan menjadi lebih mudah.

Berbagai ketentuan perpajakan yang diberlakukan Pemerintah, mewajibkan wajib pajak untuk memahaminya secara jelas dan rinci. Tidak kalah penting, setiap wajib pajak pribadi maupun badan diharapkan dapat menunaikan kewajiban dan hak perpajakannya, diawali dengan memiliki NPWP Online. Adanya sistem online dalam urusan administrasi perpajakan, diharapkan semakin memudahkan Anda dan memungkinkan untuk menyelesaikan segala urusan perpajakan. Klikpajak merupakan salah satu mitra resmi Dirjen Pajak. Layanan Klikpajak merupakan aplikasi perpajakan online dengan dilengkapi berbagai fitur, mulai dari hitung, bayar, serta lapor pajak. Gabung dan registrasikan akun Anda di sini sekarang juga untuk menuntaskan kewajiban perpajakan Anda secara aman, nyaman, dan gratis!

[adrotate banner=”7″]


PUBLISHED03 Jun 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: