Tutorial Cara Impor Faktur Pajak Masukan e-Faktur 3.0 di Klikpajak

Tutorial Cara Impor Faktur Pajak Masukan e-Faktur 3.0 di Klikpajak

Setelah DJP merilis aplikasi e-Faktur versi terbaru yakni e-Faktur 3.0, pembuatan Faktur Pajak elektronik dan pelaporan SPT Masa PPN bisa otomatis karena dilengkapi fitur prepopulated. Ketahui tutorial cara impor Faktur Pajak Masukan e-Faktur 3.0.

Seiring pembaruan sistem ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mewajibkan pengguna e-Faktur harus melakukan update e-Faktur 3.0.

Artinya, Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi ini.

Namun, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Tanpa Install, Bisa Langsung Bikin e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur Klikpajak

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah PJAP atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

Seperti diketahui, sejak berlakunya e-Faktur 3.0 1 Oktober 2020, penyampaian SPT Masa PPN untuk Masa Pajak September 2020 dan seterusnya harus menggunakan e-Faktur.

DJP telah menutup saluran pelaporan SPT Masa PPN melalui e-SPT atau e-Filing, kecuali penyampaian dan pembetulan SPT Masa PPN untuk Masa Pajak Agustus 2020 dan sebelumnya.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 ini, artinya DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian WP PKP tinggal mencocokkan saja dan bisa langsung dibuat Faktur Pajaknya atau pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Berikut Klikpajak by Mekari berikan panduan langkah-langkah penggunaan aplikasi e-Faktur untuk impor Faktur Pajak Masukan e-Faktur 3.0 dari DJP.

Panduan Aktivasi e-Faktur Klikpajak

Untuk membuat e-Faktur pajak online, Anda harus memiliki kode aktivasi, password dan passphrase guna mendapatkan Sertifikat Elektronik, serta mengajukan permintaan Nomor Seri Faktur Pajak Elektronik (e-Nofa) yang dikeluarkan oleh DJP.

Berikut langkah aktivasi pajak:

Aktivasi Pajak

  1. Cara aktivasi e-Faktur adalah dengan mengajukan Sertifikat Elektronik pajak bagi yang belum memilikinya
  2. Jika permohonan Sertifikat Elektronik pajak sudah disetujui, unduh di situ resmi DJP pada https://efaktur.pajak.go.id/login

Note: Digital Certificate e-Faktur: Cara Download dan Update Sertifikat Elektronik

Daftar e-Faktur Klikpajak

Jika Anda belum pernah mengakses menu e-Faktur di Klikpajak, silakan Anda pilih menu e-Faktur, maka Anda akan diarahkan ke halaman Daftar e-Faktur untuk melakukan daftar e-Faktur terlebih dahulu.

Berikut langkah-langka Daftar e-Faktur Klikpajak: 

1. Masuk (Login) ke https://my.klikpajak.id/login, klik menu e-Faktur, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman Daftar E-Faktur

2. Pada halaman Daftar e-Faktur, Anda akan diminta untuk mengupload Sertifikat Elektronik e-Faktur yang dikeluarkan DJP. Masukkan passphrase, dan centang kolom dengan keterangan, “Dengan menekan tombol daftarkan, Anda menyetujui syarat & ketentuan Klikpajak, dan mengizinkan Klikpajak untuk menyimpan Sertifikat Elektronik Anda.”

3. Setelah melengkapi data yang diminta, klik Daftarkan, maka pendaftaran berhasil. Kemudian Anda akan diarahkan ke halaman e-Faktur

Mulai Membuat e-Faktur

Setelah terdaftar pada akun Klikpajak, Anda dapat mulai menggunakan e-Faktur, mulai dari membuat berbagai jenis Faktur Pajak elektronik hingga menyampaikan SPT Masa PPN Anda.

Ketika membuat Faktur Pajak, Anda harus menambahkan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) pada e-Faktur Klikpajak.

Tambah NSFP

Berikut langkah-langkah menambahkan NSFP pada e-Faktur Klikpajak:

1. Pada halaman Klikpajak, klik menu e-Faktur, lalu ke submenu Nomor Seri Pajak

2. Kemudian klik button Tambahkan NSFP

3. Akan muncul pop-up form Tambahkan NSFP

4. Isikan tanggal terbit, nomor awal, dan jumlah nomor yang didapatkan dari aplikasi e-Nofa

5. Centang pada kolom dengan keterangan, “Pastikan nomor yang sudah diisi sudah benar karena Anda tidak dapat mengubahnya”

6. Klik button Submit. Anda akan diarahkan ke halaman menu e-Faktur submenu Nomor Seri Faktur Pajak, dan NSFP yang telah ditambahkan akan berada pada list NSFP

7. Untuk melihat detail NSFP yang baru saja ditambahkan, klik range NSFP tersebut yang ada pada list

8. Anda akan diarahkan ke bagian detail dari NSFP yang Anda pilih

Cara Impor Faktur Pajak Masukan dari DJP

Seperti yang dijelaskan di atas, dengan berlakunya sistem e-Faktur 3.0 maka pembuatan e-Faktur bersifat otomatis. DJP menyediakan data Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0 ini.

Berikut tutorial cara impor Faktur Masukan dari DJP di e-Faktur Klikpajak:

1. Untuk mengimpor prepopulated Faktur Masukan, akses menu Faktur Masukan, lalu klik dropdown Impor dan pilih Impor dari DJP.

2. Pop-up akan tampil dan Anda dapat mengisi masa pajak yang ingin diimpor fakturnya.

3. Masa pajak yang dapat Anda impor hanya berlaku untuk 3 bulan masa pengkreditan. Apabila sekarang Bulan November, Anda hanya bisa memilih masa faktur sampai Bulan Agustus. Klik Submit untuk memulai proses impor.

4. Tampilan loading akan muncul di bagian paling atas website. Ketika proses impor berhasil, Anda dapat tekan Klik di sini pada banner hijau untuk melihat Faktur Masukan yang telah diimpor dari DJP.

5. Sistem akan menampilkan faktur yang berhasil diimpor dari DJP. Anda dapat melihat masa faktur yang dipilih, total faktur yang berhasil diimpor pada masa faktur tersebut, dan duplikasi data apabila terdapat faktur yang sama di akun Klikpajak Anda. Anda juga dapat mengunduh CSV faktur yang diimpor dan Anda dapat melakukan pencarian faktur pada tabel berdasarkan nama, NPWP atau nomor faktur.

6. Anda bisa mengubah pengkreditan faktur dengan memilih dropdown Dapat dikreditkan. Setelah pengkreditan faktur berhasil diubah, toaster hijau akan muncul.

7. Anda juga dapat mengubah pengkreditan secara massal dengan mencentang kotak pada pojok kiri tabel atau pada kotak di samping setiap baris. Klik Ubah pengkreditan dan sistem akan memunculkan pop-up.

8. Ubah pengkreditan dengan memilih opsi pada dropdown dan klik Simpan untuk mengatur pengkreditan.

9. Jika Anda ingin impor Faktur Pajak Masukan ke akun Klikpajak, Anda dapat memilih faktur dan tekan Impor. Sistem akan menampilkan status faktur yang berhasil diimpor.

10. Anda dapat melihat faktur yang berhasil diimpor dari DJP pada menu Faktur Masukan dengan status Belum Approve.

Cara Impor Faktur Pajak Masukan DJP dari History Impor Sebelumnya

1. Anda juga dapat mengakses data impor sebelumnya dengan mengklik Klik di sini pada kotak biru pop-up Impor faktur masukan dari DJP.

2. Sistem akan membuka tab baru dan menampilkan riwayat penarikan potensi Faktur Pajak Masukan dari DJP sebelumnya

Cara Impor Faktur Masukan jika Ada Duplikasi Data

1. Apabila terdapat faktur dengan nomor yang sama di Klikpajak, maka faktur tersebut akan masuk ke Tab Duplikasi data ketik Impor, lalu diklik. Anda dapat menggeser toggle (tombol alihan) menjadi aktif untuk menampilkan faktur yang duplikat.

3. Apabila Anda ingin menggunakan faktur yang diimpor dari DJP sebagai faktur pengganti, pilih faktur duplikat yang ingin Anda impor dan klik Impor sebagai pengganti.

Fitur Lengkap Klikpajak: Hitung, Bayar dan Lapor Pajak dalam Satu Platform

Bukan hanya memudahkan Anda dalam membuat e-Faktur dan lapor SPT Masa PPN saja, Klikpajak.id juga akan membantu Anda menghitung, membayar serta memastikan perhitungan pajak Anda benar, juga dengan mudah menyampaikan SPT Tahunan/Masa PPh (Pajak Penghasilan) Anda hanya dalam satu platform.

Apa saja fitur-fitur perpajakan online Klikpajak lainnya yang memudahkan urusan pajak Anda?

a. Anda Bisa Membuat Bukti Potong dan Lapor PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun pelaporan SPT PPh 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh Paswal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

a. Anda Dapat Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa harus keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing dan Bayar Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat kode billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

c. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Anda juga dapat melihat tutorial penyampaian SPT Tahunan PPh Badan melalui video berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

d. Lengkap dengan Fitur ‘Multi User & Multi Company’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur multi user dan multi company yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi User’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses aplikasi Klikpajak di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi User dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Ilustrasi fitur muti user dan multi company Klikpajak.id

Bagaimana dengan keamanan data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Ilustrasi keamanan data dan sistem keamanan cloud yang berlapis

Makin Mudah Lakukan Administrasi Perpajakan karena Terhubung Jurnal.id

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin mempermudah urusan Anda, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan. Tunggu apa lagi, gunakan aplikasi Klikpajak untuk mempermudah Anda impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0.

 


PUBLISHED17 Nov 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: