eNofa Online, Panduan Lengkap Cara Mendapatkan NSFP

Panduan Lengkap Cara Mendapatkan NSFP Melalui e-Nofa Online

e-Nofa pajak adalah Elektronik Penomoran Faktur Pajak. eNofa merupakan sistem layanan elektronik DJP untuk mengajukan permohonan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) secara daring. Ikuti panduan lengkap cara mendapatkan NSFP melalui eNofa online di sini.

Dengan eNofa pajak, diharapkan bisa mempermudah Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam meminta NSFP yang sebelumnya dilakukan secara manual dengan datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Lebih mudah kelola pajak dan keuangan perusahaan, ikuti demo online Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Anda.

Dalam perpajakan Indonesia, NSFP adalah salah satu syarat pembuatan Faktur Pajak.

Dengan adanya eNofa pajak, maka nomor seri ini terhitung mulai 1 Juni 2013 sudah dapat diminta secara online.

Berikut ulasan lengkap dari Klikpajak by Mekari tentang cara mendapatkan Nomor Seri Faktur Pajak elektronik di eNofa online atau eNofa pajak.

Apa itu eNofa dan Kaitannya dengan NSFP?

Seperti yang sempat disinggung di atas, eNofa merupakan situs layanan DJP untuk meminta NSFP secara online.

Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) adalah nomor seri dari DJP yang digunakan untuk membuat Faktur Pajak atau bukti pungutan pajak.

Nomor ini berisi kombinasi angka atau huruf yang berjumlah 16 digit yang terdiri dari:

  • 2 digit pertama: Kode transaksi
  • 1 digit berikutnya: Kode status
  • 13 digit terakhir: Nomor seri faktur

Untuk mendapatkan Nomor Seri Faktur Pajak elektronik, Wajib Pajak (WP) PKP harus mengakses eNofa online DJP.

Ada tahapan-tahapan dalam mengakses eNofa pajak untuk mendapatkan NSFP elektronik ini.

Baca Juga: Lakukan Cara ini Jika Bukti Setor Pajak Hilang

Fungsi eNofa Online

eNofa pajak memiliki peran signifikan dalam pembuatan Faktur Pajak.

Selain mempermudah proses penerbitan NSFP bagi PKP, berikut fungsi lain eNofa online bagi DJP:

1. Membantu pengawasan dan pengendalian dengan memantau permohonan NSFP yang diajukan oleh setiap PKP

2. Meminimalkan terjadinya penyalahgunaan Faktur Pajak

Note: Pengertian Prepopulated Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Kasus mengenai Faktur Pajak ilegal pernah marak terjadi di Indonesia dan ini mengakibatkan negara mengalami kerugian cukup besar.

Itulah salah satu dasar DJP meluncurkan sistem eNofa pajak, yakni agar bisa mencegah munculnya ‘permainan kotor’ dari PKP yang ingin mengemplang pajak.

  • Mencegah timbulnya Faktur Pajak ilegal
  • Menelusuri jejak Faktur Pajak apabila terjadi penyelewengan, karena penerbitan NSFP hanya melalui persetujuan DJP
  • Meningkatkan ketertiban aktivitas perpajakan PKP, yang secara langsung diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak

eNofa Online, Panduan Lengkap Cara Mendapatkan NSFPIlustrasi nomor faktur pajak yang didapat melalui eNofa online

Syarat Menggunakan eNofa Online

Ada syarat yang harus dipenuhi untuk menggunakan eNofa pajak untuk mendapatkan NSFP secara online.

Berikut beberapa syarat menggunakan eNofa online:

1. Memiliki NPWP Badan

Syarat pertama yang harus dipenuhi WP untuk dapat menggunakan adalah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan.

Begini cara mengajukan NPWP Badan online.

2. Sudah dikukuhkan sebagai PKP

Pastikan Anda sudah ditetapkan sebagai PKP dan punya akun di DJP.

Dalam perpajakan Indonesia, Pengusaha Kena Pajak merupakan pengusaha yang memiliki perusahaan dengan omzet di atas Rp4,8 miliar per tahun.

Sedangkan Non-PKP adalah pengusaha dengan omzet atau peredaran bruto di bawah angka tersebut, namun mereka pun bisa memilih menjadi PKP maupun tidak.

2. Punya Kode Aktivasi dan Password eNofa

Anda harus memiliki kode aktivasi dan password eNofa yang diperoleh dari DJP.

Belum punya kode aktivasi dan password eNofa online?

Begini cara mendapatkan kode aktivasi dan password eNofa online.

3. Memiliki Sertifikat Elektronik

Pengguna harus memiliki Sertifikat Elektronik atau digital certificate yang sebelumnya telah diajukan ke KPP tempat wajib pajak terdaftar.

Masa berlaku sertifikat itu 2 tahun sejak dikeluarkan.

Akan tetapi, PKP bisa saja meminta Sertifikat Elektronik baru, sebelum yang lama habis masa berlakunya.

eNofa Online, Panduan Lengkap Cara Mendapatkan NSFPIlustrasi PKP yang mengajukan NSFP melalui eNofa online

Cara Menggunakan eNofa Online

Berikut tahapan langkah-langkah menggunakan eNofa online untuk mendapatkan NSFP elektronik:

1. ‘Install’ Sertifikat Elektronik

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk dapat menggunakan eNofa online adalah dengan memasang Sertifikat Elektronik pada perangkat komputer.

Cara install Sertifikat Elektronik:

a. ‘Download’ Sertifikat Elektronik

Cara download atau mengunduh Sertifikat Elektronik e-Faktur:

  • Buka laman resmi DJP di https://efaktur.pajak.go.id
  • Masukkan username berupa Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan password eNofa online yang telah didaftarkan pada proses sebelumnya
  • Pilih ‘Download Sertifikat Digital’, klik ‘OK’
  • Kemudian, simpan sertifikat pada folder yang mudah ditemukan
  • Berikutnya install Sertifikat Elektronik pada browser. Cara melakukan pemasangan file sertifikat adalah mengklik dua kali pada folder hasil unduhan.

b. ‘Install’ Sertifikat Elektronik pada Browser

Ketika proses instalasi sedang dijalankan, Anda hanya perlu melakukan:

  • Klik pada tombol ‘Next’ pada kotak dialog ‘Certificate Import Wizard’
  • Pada bagian form ‘Private Key Protection’, masukkan passphrase/password yang telah Anda isikan pada saat permintaan sertifikat digital sebelumnya
  • Lalu klik ‘Next’ hingga proses instalasi Sertifikat Elektronik pajak telah selesai
  • Setelah semua langkah selesai, Sertifikat Elektronik pajak sudah terimpor

Berikut cara install Sertifikat Elektronik pada pilihan browser yang digunakan pada perangkat komputer Anda:

Lewat Browser Chrome:

  • Masuk ke menu ‘Pengaturan/Settings’, yang ada pada kanan atas layar
  • Klik ‘Pengaturan’, lalu klik ‘Pengaturan Lanjutan/Advanced Settings’
  • Selanjutnya, klik ‘Kelola Sertifikat/Manage Certificates’
  • Berikutnya, klik ‘Impor’ dan ikuti langkah-langkahnya

Lewat Browser Firefox:

  • Klik tombol ‘Pilihan/Options’, pada menu kanan atas layar
  • Klik menu ‘Lanjutan/Advanced’. Selanjutnya klik tab ‘Sertifikat/Certificates’
  • Kemudian, pada tab ‘Sertifikat Anda/Your Certificates’, silakan klik ‘Import’.

Note: Cek Penyebab e-Nofa Login Bermasalah dan Cara Mengatasinya

2. ‘Login’ ke situs eNofa Online DJP di efaktur.go.id

Jika sudah selesai melakukan impor sertifikat elektronik, WP bisa masuk ke situs eNofa pajak untuk meminta NSFP online.

Berikut cara menggunakan eNofa online setelah mendapatkan Sertifikat Elektronik dan kode aktivasi serta password eNofa online:

  • Masuk ke eNofa pajak di https://efaktur.pajak.go.id/login
  • Klik “Permintaan NSFP”
  • Klik sertifikat elektronik WP yang baru saja diimpor dari browser internet
  • Pilih sertifikat elektronik yang baru saja Anda unduh/impor
  • Lakukan permintaan rentang NSFP

eNofa Online, Panduan Lengkap Cara Mendapatkan NSFPIlustrasi login di eNofa online

Cara Meminta NSFP di eNofa Online

Setelah memiliki kode aktivasi dan password eNofa pajak, sudah install Sertifikat Elektronik, selanjutnya lakukan langkah berikut untuk mendapatkan NSFP online di eNofa pajak:

1. Login ke eNofa online

2. Masukkan username dan password eNofa Anda

3. Klik “Permintaan NSFP”

4. Ajukan permintaan rentang Nomor Seri Faktur Pajak

Setelah mendapatkan Nomor Seri Faktur Pajak melalui eNofa online, kini Anda sudah dapat membuat Faktur Pajak elektronik melalui e-Faktur Klikpajak.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

eNofa Online, Panduan Lengkap Cara Mendapatkan NSFPIlustrasi membuat e-Faktur setelah mendapatkan NSFP di eNofa Online

Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

eNofa Online, Panduan Lengkap Cara Mendapatkan NSFP

Lebih Mudah Urus Perpajakan Lainnya di Klikpajak

Bukan hanya membuat e-Faktur dan lapor SPT Masa PPN saja, melalui aplikasi pajak online Klikpajak.id Anda dapat mudah mengurus perpajakan lainnya, seperti menghitung, membayar pajak hingga lapor SPT Tahunan/Masa Pajak Penghasilan (PPh).

Anda tidak perlu keluar platform untuk melakukan administrasi perpajakan karena Klikpajak memiliki fitur lengkap dan terintegrasi.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang membuat administrasi perpajakan Anda lebih efektif dan efisien:

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

eNofa Online, Panduan Lengkap Cara Mendapatkan NSFP

B. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Klikpajak.id akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

eNofa Online, Panduan Lengkap Cara Mendapatkan NSFP

C. Lapor SPT di e-Filing Klikpajak Gratis!

Anda dapat memanfaatkan fitur e-Filing Klikpajak untuk melaporkan SPT pajak online dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT juga gratis selamanya melalui e-Filing Klikpajak.

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Tutorial cara lapor SPT PPh Badan selengkapnya dapat Anda lihat pada video berikut:

Cara lapor SPT PPh Pribadi juga dapat Anda lihat pada video di bawah ini:

Aturan Baru Sanksi Tidak/Telat Lapor SPT Pajak

DJP telah menentukan kapan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) maupun PPN.

WP yang tidak lapor atau terlambat melakukan pelaporan pajak, harus bersiap menghadapi sanksi atau denda keterlambatan.

Sebelumnya, pengenaan sanksi terlambat dan kurang bayar pajak sebesar 2% per bulan dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) No. 6/1983 yang diubah dengan UU 16/2009.

Namun ketentuan diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menjadi disesuaikan dengan tingkat atau tarif suku bunga acuan per bulan.

Hasil penghitungan sanksi telat lapor SPT dan kurang bayar pajak terbaru pengenaan sanksi terkait pelaporan SPT jumlahnya bisa lebih rendah dibanding sanksi sebelumnya.

Note: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan 

Berikut rincian aturan sanksi dan denda terkait pelaporan SPT pajak dalam UU Cipta Kerja:

1. Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 5% dibagi 12 berlaku pada tanggal dimulai penghitungan sanksi, paling lama 24 bulan pada WP yang;

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak menjadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Jika tidak melunasi SPT kurang bayar => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 10% dibagi 12, paling lama 24 bulan

3. Jika tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) => Sanksi denda berdasarkan suku bunga acuan ditambah 15% dibagi 12, paling lama 24 bulan

4. Jika tidak menyampaikan SPT atau mengisi SPT dengan tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar => Akan didenda sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Jumlah ini lebih rendah dari yang tertulis di UU KUP, sebesar 150%.

5. Jika PPh PKP kurang bayar, sanksi administratif berupa bunga yang ditetapkan Menkeu dihitung sejak terutangnya pajak atau berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP).

Note: Aturan Baru Membuat e-Faktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

E. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI.

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak.id mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Cara mendapatkan NSFP melalui eNofa online mudah, bukan?

Kini saatnya Anda melakukan administrasi perpajakan dan menyusun pembukuan keuangan usaha dengan cara yang mudah.

Ikuti demo online cara mengelola perpajakan dan laporan keuangan perusahaan di Klikpajak Demo Jurnal, kami akan menyesuaikan waktu Anda.


PUBLISHED07 Jan 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: