NPWP Badan: Syarat dan Cara Daftar NPWP Online

Panduan Membuat NPWP Badan: Syarat, Formulir, Cara Daftar NPWP Online

Memiliki NPWP bukan hanya diperlukan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP), namun juga Wajib Pajak (WP) Badan (perusahaan). Klikpajak by Mekari akan menunjukkan cara pembuatan NPWP Badan, syarat dan formulir serta cara daftar NPWP online untuk WP Badan/perusahaan di sini.

Bukan hanya pemilik usaha saja yang wajib mengantongi NPWP Orang Pribadi, namun perusahaan yang didirikan juga harus memiliki NPWP Badan jika telah memenuhi persayaratan berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan.

NPWP adalah nomor yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada WP sebagai tanda pengenal atau identitas bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) berfungsi sebagai sarana administrasi perpajakan, identitas seorang WP dan bisa digunakan untuk sejumlah pelayanan umum, contohnya mengajukan pinjaman ke bank dan masih banyak lagi.

Apa saja kategori WP Badan yang sudah harus memiliki NPWP Badan?

  • Wajib Pajak Badan yang memiliki kewajiban perpajakan sebagai pembayar, pemotong dan/atau pemungut pajak sesuai perundang-undangan perpajakan

Contohnya, bentuk usaha tetap dan kontraktor dan/atau operator di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi.

  • Wajib Pajak Badan yang hanya memiliki kewajiban perpajakan sebagai pemotong dan/atau pemungut pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan

Ini termasuk bentuk kerjasama operasi (Joint Operation).

Lalu, bagaimana cara pembuatan NPWP Badan dan cara daftar NPWP online untuk Wajib Pajak Badan ini?

Terus simak ulasan mengenai syarat membuat NPWP Badan dan jenis formulir NPWP Badan dari Klikpajak.id berikut ini.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Manfaat Memiliki NPWP Badan

Sebelum membaca seperti apa syarat pembuatan NPWP Badan, Anda harus tahu manfaatnya dahulu.

Sebagai wajib pajak, baik pribadi maupun berbentuk sebagai wajib pajak badan sama-sama diuntungkan dengan memiliki NPWP sesuai dengan statusnya.

Bagi WP Badan atau perusahaan, apa saja manfaat memiliki NPWP Badan?

Berikut beberapa keuntungan atau manfaat adanya NPWP Badan yang dapat dimiliki oleh setiap wajib pajak Badan yang ada di Indonesia:

1. Menghindari Sanksi Pidana

Dalam undang-undang No. 28 Tahun 2007 pasal 39 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, dijelaskan memiliki NPWP merupakan kewajiban bagi warga yang memenuhi persyaratan subyektif dan obyektif.

Mereka yang mangkir dari kewajiban ini, terancam pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun.

2. Pengajuan dan Pembuatan SIUP

Mereka yang menempuh jalur wirausaha atau sebuah perusahaan membutuhkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sebagai bukti sah berdirinya suatu usaha.

NPWP Badan merupakan syarat wajib yang harus dimiliki.

3. Sebagai Standarisasi Pengenaan Pajak

NPWP Badan juga berfungsi sebagai alat ukur pengenaan pajak sesuai dengan penghasilan.

Jika WP Badan yang tidak memiliki NPWP Badan akan dikenakan tarif wajib pajak badan berkali lipat auh lebih besar ketimbang yang sudah memiliki NPWP Badan.

4. Mengurus Restitusi Pajak

WP yang mengalami salah perhitungan pajak sehingga membayar lebih dari angka yang seharusnya, maka untuk mengembalikan kelebihan bayar pajak itu harus melakukan restitusi pajak.

Tentu saja, untuk melakukan proses pengajuan pengembalian kelebihan pembayaran pajak ini dibutuhkan NPWP.

5. Membuat Rekening Koran

Rekening koran dibutuhkan bagi mereka yang memiliki usaha atau bisnis.

Rekening koran adalah laporan saldo dan mutasi rekening nasabah yang memiliki fungsi selayaknya buku tabungan.

Untuk membuat rekening koran, nasabah dalam hal ini Badan Usaha harus punya NPWP Badan.

6. Pengajuan Kredit Bank

Badan usaha atau perusahaan yang ingin mengajukan kredit atau pinjaman ke bank sebagai modal usaha, juga membutuhkan NPWP Badan.

Ini bagian dari syarat bukti untuk memeriksa kelayakan taat pajak para debitur yang memiliki NPWP Badan.

Memiliki NPWP bukan hanya diperlukan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP), namun juga Wajib Pajak (WP) Badan (perusahaan). Ketahui cara membuat NPWP Badan, syarat dan formulir serta cara daftar NPWP online untuk WP Badan/perusahaan di sini.Ilustrasi WP Badan yang harus memiliki NPWP Badan dan bisa melakukan pembuatan NPWP Badan online

Baca Juga : Apa itu NPWP? Begini Cara Dapatkan Kartu & Contohnya

Dokumen sebagai syarat untuk Membuat NPWP Badan Sebelum Daftar NPWP Online

Persyaratan untuk memperoleh NPWP Badan berbeda-beda. Hal ini tergantung dari bentuk Badan Usaha atau perusahaan itu sendiri.

Apa saja dokumen yang harus disiapkan sebelum mengajukan pembuatan NPWP Badan?

Berikut syarat membuat NPWP Badan berdasarkan jenis Badan Usaha tersebut, di antaranya:

1. Badan yang berorientasi pada profit

Badan yang masuk kategori berorientasi pada profit adalah Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV/Commanditaire vennootschap), Firma, Bank, Perusahaan Jasa Keuangan, Koperasi, dan lain-lainnya.

Dokumen yang diperlukan untuk mengurus pembuatan NPWP Badan yang berorientasi pada profit seperti berikut:

  • Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian dan perubahannya, bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri
  • Fotokopi surat keterangan penunjukan dari kantor pusat, bagi bentuk usaha tetap atau kantor perwakilan perusahaan asing
  • Dokumen yang menunjukkan identitas diri seluruh pengurus Badan. Untuk yang WNI, maka menggunakan fotokopi kartu NPWP mereka. Sedangkan untuk pengurus yang berstatus WNA menggunakan fotokopi paspor dan fotokopi kartu NPWP jika WNA tersebut sudah terdaftar sebagai WP di Indonesia

2. Badan yang tidak berorientasi pada profit (Nonprofit)

Sedangkan Badan yang masuk dalam kelompok ini seperti Yayasan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga Keagamaan, Perguruan Tinggi Swasta, Sekolah Swasta, dan lain-lain.

Syarat untuk membuat NPWP Badan kategori ini, dibutuhkan kelengkapan dokumen seperti berikut:

  • Akta pendirian atau dokumen pendirian dan perubahannya, bagi WP Badan dalam negeri
  • Surat keterangan penunjukan dari kantor pusat, bagi bentuk usaha tetap atau kantor perwakilan perusahaan asing
  • Dokumen yang menunjukkan identitas seluruh pengurus Badan. Untuk yang berstatus WNI, bisa melampirkan kartu NPWP dan untuk WNA melampirkan fotokopi paspor serta fotokopi kartu NPWP jika sudah terdaftar sebagai WP.

cara lapor spt tahunan

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

3. Badan berbentuk Kerja Sama Operasi (Joint Operation)

Bagi Badan yang berbentuk kerja sama operasi ini, contohnya adalah Joint Operation Perusahaan Konstruksi.

Berikut ini dokumen yang diperlukan untuk syarat mengurus pembuatan NPWP Badan untuk jenis usaha joint operation:

  • Fotokopi perjanjian kerjasama atau akta pendirian sebagai bentuk kerja sama operasi
  • Fotokopi Kartu NPWP masing-masing anggota bentuk kerja sama operasi yang diwajibkan memiliki NPWP
  • Dokumen yang menunjukkan identitas salah satu pengurus perusahaan anggota bentuk kerja sama operasi (joint operation). Jika pengurus itu WNI harus melampirkan NPWP, sedangkan untuk WNA melampirkan fotokopi paspor dan NPWP jika sudah terdaftar sebagai WP.

4. Badan yang merupakan cabang

Badan yang dikelompokkan dalam kategori cabang ini misalnya Bank AAA cabang Surabaya, Cabang dari PT ABCD di kota Banda Aceh, dan lain-lain.

Dokumen kelengkapan yang diperlukan untuk membuat NPWP-nya, seperti berikut:

  • Fotokopi Kartu NPWP kantor pusat atau induk
  • Dokumen identitas pimpinan cabang atau penanggung jawab cabang seperti fotokopi kartu NPWP. Jika pimpinan cabang itu WNA, harus melampirkan fotokopi paspor dan kartu NPWP-nya kalau dia sudah terdaftar sebagai WP di Indonesia.

Baca Juga : Cara Daftar NPWP Online untuk Kemudahan Urusan Bisnis

Contoh Formulir NPWP Badan

Berikut contoh Formulir syarat NPWP Badan jika pengajuan NPWP datang langsung ke KPP:

a. Formulir Wajib Pajak Badan

Contoh Formulir Syarat Untuk Pembuatan NPWP Badan

b. Lampiran Pengurus Badan

formulir identitas wp badan Lampiran Pengurus Badan

c. Lampiran Anggota KSO

Contoh Formulir Syarat Untuk Pembuatan NPWP Badan - lampiran anggota kso

Baca Juga : Penyebab NPWP Online Anda Bermasalah

Di Mana Pembuatan NPWP Badan atau Daftar NPWP Online & Offline?

Ada tiga saluran yang bisa dipilih untuk dapat mendapatkan NPWP. Berikut adalah saluran yang dapat digunakan untuk pembuatan NPWP Badan:

1. Datang langsung ke Kantor Pajak

Dengan syarat yang lengkap, pembuatan NPWP Badan dapat dilakukan secara langsung dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan dan tempat kegiatan usaha Sobat Klikpajak.

Untuk mengetahui alamat KPP atau KPKP yang wilayah kerjanya sesuai tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha Sobat Klikpajak, klik Alamat Unit Kerja Ditjen Pajak.

2. Lewat pos  

Pengajuan pembuatan NPWP melalui pos ini berarti harus mengirimkan formulir pendaftaran dengan melampirkan dokumen yang disyaratkan ke alamat KPP/KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan dan tempat kegiatan usaha Sobat Klikpajak.

3. Secara elektronik melalui notaris

Pengajuan pendaftaran NPWP Badan juga dapat melalui notaris yang ditunjuk oleh DJP.

5. Secara elektronik melalui PTSP

Pendaftaran NPWP Badan secara elektronik dapat dilakukan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pinu (PTSP) dan tempat tertentu lainnya yang ditetapkan untuk melaksanakan layarnan terpadu satu pintu.

6. Membuat NPWP online 

Pembuatan NPWP secara online atau daring ini melalui situs resmi Ditjen Pajak pada ereg.pajak.go.id.

Ikuti langkah-langkah syarat pengajuan daftar NPWP Badan online sesuai petunjuk dan mengisi formulir yang tersedia serta melampirkan dokumen yang diperlukan.

Ingat, semua dokumen persyaratan pembuatan NPWP Badan disiapkan dalam bentuk elektronik dengan cara dipindai (scan) atau difoto untuk pengajuan NPWP secara online.

Panduan Lengkap Membuat NPWP Badan: Syarat, Formulir, Cara Daftar NPWP OnlineIlustrasi pembuatan NPWP Badan dedngan cara daftar NPWP online

Baca Juga : Cara Mendapatkan EFIN Pajak Pribadi dan Badan

Syarat Pembuatan NPWP Badan atau Perusahaan

Dari ketiga pilihan pembuatan NPW BadanP, tentu cara yang paling praktis karena tidak harus meluangkan waktu dan tenaga ke KPP adalah dengan cara online.

Berikut tahapan langkah-langkah pembuatan NPWP Badan atau daftar NPWP online:

1. Buat Akun di e-Registration DJP

  • Masuk ke laman DJP di ereg.pajak.go.id/daftar untuk melakukan pembuatan akun pendaftaran NPWP baru
  • Masukkan alamat email Sobat Klikpajak dan ketikkan kode captcha pada kolom yang tersedia
  • Lalu klik “Daftar”

daftar akun ereg - Syarat Cara Daftar NPWP Online untuk NPWP Badan atau Perusahaan

2. Pendaftaran Akun e-Reg Berhasil

  • Setelah pendaftaran akun di e-Reg berhasil, Klikpajak akan mendapatkan notifikasi pada laman pembuatan akun tersebut/
  • Keterangan yang tertera adalah Sobat Klikpajak berhasil menyelesaikan langkah 1 dari pendaftaran akun di sistem DJP

daftar ereg sukses - Syarat Cara Daftar NPWP Online untuk NPWP Badan atau Perusahaan

Setelah mengetahui syarat pembuatan NPWP badan dan pendaftaran e-Reg berhasil, Sobat Klikpajak bisa lakukan aktivasi e-Reg.

3. Aktivasi e-Reg

Setelah berhasil melakukan pendaftaran akun di sistem DJP berhasil, DJP akan mengirimkan tautan ke email yang Sobat Klikpajak gunakan untuk mendaftar tersebut untuk selanjutnya digunakan sebagai aktivasi akun.

Langkah berikutnya adalah melakukan aktivasi akun dari pendaftaran e-Registration tersebut dengan cara:

  • Cek inbox email yang digunakan untuk mendaftar
  • Klik tautan (link) yang dikirim DJP

aktivasi ereg - Syarat Cara Daftar NPWP Online untuk NPWP Badan atau Perusahaan

4. Isi Formulir Pendaftaran

Setelah mengklik tautan aktivasi, akan diarahkan ke laman e-Reg Pajak pada langkah ke-2.

  • Pada laman ini, isi data sesuai petunjuk kolom yang ada, mulai dari Jenis WP => pilih WP Badan).
  • Kemudian isikan nama sesuai KTP, alamat email. dan membuat password, isi nomor ponsel, dan mengisi jawaban dari kolom pertanyaan yang diajukan.
  • Lalu, masukkan kode captcha dan klik “Daftar”.

formulir pendaftaran ereg - Syarat Cara Daftar NPWP Online untuk NPWP Badan atau Perusahaan

5. Konfirmasi dan Notifikasi

Setelah klik “Daftar” pada langkah ke-2 itu, Sobat Klikpajak akan mendapatkan konfirmasi pendaftaran akun berhasil.

notifikasi sukses ereg - Syarat Cara Daftar NPWP Online untuk NPWP Badan atau Perusahaan

Berikutnya juga akan ada notifikasi pemberitahuan bahwa pendaftaran NPWP berhasil sesuai syarat pendaftaran NPWP badan yang benar.

daftar ereg berhasil - Syarat Cara Daftar NPWP Online untuk NPWP Badan atau Perusahaan

6. Aktivasi Akun

  • Setelah langkah ke-2 selesai, selanjutnya cek inbox email Sobat Klikpajak yang dikirimkan DJP.
  • Kemudian klik tautan atau link aktivasi.

aktivasi akun ereg - Syarat Cara Daftar NPWP Online untuk NPWP Badan atau Perusahaan

7. Memulai Pendaftaran NPWP Online Sesuai Syarat NPWP Badan

Setelah Sobat Klikpajak membuka tautan atau link aktivasi akun yang dikirimkan DJP ke alamat email yang terdaftar, Sobat Klikpajak akan diarahkan pada halaman e-Reg DJP.

  • Berikutnya, login ke ereg.pajak.id/login
  • Masukkan alamat email dan password yang dibuat pada saat daftar e-Reg sebelumnya
  • Masukkan kode captcha pada kolom yang tertera
  • Klik “Login”

login efin - Syarat Cara Daftar NPWP Online untuk NPWP Badan atau Perusahaan

8. Isi Formulir Pendaftaran

Pada langkah ini, isi kolom sesuai petunjuk yang mana terdapat 10 formulir pendaftaran yang wajib Sobat Klikpajak isi.

a. Formulir ke-1, kategori wajib pajak

  • Pada formulir ini ada pilihan kategori yaitu => Badan
  • Di dalam formulir ini juga terdapat kolom NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Nomor kartu keluarga, pastikan Sobat Klikpajak mengisi dengan benar.
  • Jika tidak, maka sistem akan melarang Sobat Klikpajak untuk mengisi formulir selanjutnya.

b. Formulir ke-2, identitas diri

  • Formulir ini berisi identitas data diri. Ingat, Sobat Klikpajak perlu mengisinya sesuai KTP.
  • Pastikan juga nomor telepon yang dicantumkan adalah nomor yang dapat dihubungi.

c. Formulir ke-3, sumber penghasilan utama

  • Jika Anda berhasil mengisi formulir kedua, Sobat Klikpajak akan diarahkan untuk mengisi formulir sumber penghasilan utama.

d. Formulir ke-4, alamat KTP, domisili dan alamat usaha

  • Cantumkan alamat sesuai KTP, domisili serta alamat usaha atau perusahaan didirikan

e. Formulir ke-5, info tambahan

  • Formulir info tambahan

f. Formulir ke-6, formulir persyaratan

  • Lampirkan semua dokumen atau file persyaratan yang diperlukan

g. Formulir ke-7, formulir pernyataan

  • Di sini Sobat Klikpajak wajib mencentang kotak benar untuk menyetujui syarat dan ketentuan.
  • Sobat Klikpajak juga diwajibkan mengisi kotak lengkap sebagai bentuk pernyataan kelengkapan isian data pada tiap formulir. Kemudian klik “Simpan”.

dashboard pajak online

10. Print atau Cetak Formulir

  • Setelah berhasil mengisi formulir, WP akan mendapatkan surat keterangan terdaftar sementara
  • Silakan cetak Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara
  • Bubuhi dengan tanda tangan. Kemudian satukan dengan berkas kelengkapan yang telah disiapkan.

11. Kirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak 

Scan semua dokumen syarat dan formulir permohonan pembuatan NPWP Badan, lalu upload dalam bentuk digital atau soft file melalui aplikasi e-Registration di portal https://ereg.pajak.go.id/.

Setelah Sobat Klikpajak mengisi semua formulir secara lengkap, maka akan muncul status pendaftaran di dashboard situs ereg pajak.

  • Di sana Sobat Klikpajak harus menekan tombol “Kirim Token“, dan harus mengisi captcha, lalu klik “Submit”.
  • Selanjutnya sistem akan mengirimkan token ke email Sobat Klikpajak. Biasanya proses respons berlangsung selama satu menit. Jika tidak lekas direspon oleh sistem, Sobat Klikpajak bisa mengklik tombol “Token” lagi.
  • Setelah mendapatkan token, Sobat Klikpajak bisa menyalin token tersebut dan masuk kembali ke menu dashboard. Lalu, klik, “Kirim” dan paste kode token tersebut dalam kolom token. Selanjutnya klik Kirim permohonan.
  • Setelah selesai isi formulir, klik tombol “Token” (kode rahasia) yang ada pada dashboard. Kemudian cek email Sobat Klikpajak. Bila setelah 1 menit, token belum juga dikirim, silakan klik tombol “Token” lagi.

Alternatif lain atau jika jaringan internet sedang tidak mendukung, berkas dapat diserahkan langsung ke KPP atau dikirim melalui Pos.

Pengiriman dokumen ini harus dilakukan paling lambat 14 hari setelah formulir terkirim secara elektronik.

Setelah berhasil mengisi formulir, WP akan mendapatkan surat keterangan terdaftar sementara.

8. Cek status 

Setelah mengirimkan atau meng-upload dokumen untuk syarat pembuatan NPWP Badan atau pribadi, WP bisa mengecek status pendaftaran NPWP melalui email atau di halaman history pendaftaran dalam aplikasi e-Registration.

  • Sobat Klikpajak bisa menunggu beberapa jam untuk menunggu konfirmasi persetujuan
  • Jika tidak ditolak, biasanya ada keterangan bagian apa yang kurang dari berkas yang harus dilengkapi
  • Apabila diterima atau disetujui, Sobat Klikpajak juga tetap mendapat pemberitahuan bahwa permohonan diterima

Jika ditolak, tandanya WP harus memperbaiki beberapa data yang dianggap kurang lengkap. Setelah diterima, Sobat Klikpajak akan mendapatkan kartu NPWP.

Biasanya kartu NPWP waktu pengiriman berlangsung selama tiga hari kerja dan paling lama dua minggu terhitung hari kerja. Biasanya kartu NPWP akan dikirimkan melalui layanan POS.

npwp approvedIlustrasi pengajuan NPWP Badan melalui daftar NPWP online disetujui.

Note: Untuk mengetahui sanksi dan denda keterlambatan bayar dan lapor pajak terbaru, bisa Sobat Klikpajak baca Tarif Bunga Sanksi Administrasi Pajak Terbaru dan Cara Menghitungnya

Menunggu Pengajuan NPWP Badan Selesai

Setelah melakukan langkah-langkah tahapan syarat pengajuan permohonan NPWP Badan, selanjutnya WP dapat menunggu konfirmasi penerbitan kartu NPWP Badan.

DJP mengungkapkan, NPWP diterbitkan paling lama 1 hari kerja terhitung setelah permohonan diterima lengkap.

Setelah perusahaan memiliki NPWP, itu artinya badan atau perusahaan tersebut sudah resmi terdaftar sebagai WP yang harus memenuhi kewajibannya setiap bulan dan tepat waktu.

Sebab keterlambatan bisa menyebabkan pembayaran denda atau sanksi administratif.

aplikasi pajak online

Setelah mendapatkan NPWP Badan, Sobat Klikpajak dapat nyaman menggunakan kartu NPWP tersebut untuk keperluan berusaha salah satunya melakukan berbagai kewajiban perpajakan perusahaan.

Agar melakukan aktivitas perpajakan mudah dan cepat, gunakan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui Klikpajak, Anda akan dimudahkan dalam urusan perpajakan bukan hanya membayar pajak atau melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa Pajak Penghasilan (PPh), tapi juga membuat Faktur Pajak elektronik.

Oleh karena itu, Sobat Klikpajak dapat menemukan semua kemudahan mengurus dan melakukan administrasi perpajakan melalui Klikpajak yang memiliki Fitur Lengkap Aplikasi Pajak Online.

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED24 Nov 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: