Fakta e-Faktur, Pengganti Faktur Pajak Manual yang Wajib Diketahui

Fakta e-Faktur, Pengganti Faktur Pajak Manual yang Wajib Diketahui

Selain memudahkan dalam pembuatan dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), ada fakta menarik terkait penggantian faktur pajak manual menjadi e-Faktur. Penggantian faktur pajak manual menjadi e-Faktur ini sudah seharusnya setiap pengusaha wajib tahu dan memahaminya agar urusan perpajakan lancar.

Pengertian e-Faktur sendiri adalah faktur pajak berbentuk elektronik yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Artinya, e-Faktur merupakan aplikasi untuk membuat dan melaporkan faktur pajak online.

Riwayat e-Faktur di Indonesia

Sejarahnya, e-Faktur atau e-Tax Invoice dikenalkan DJP pada tahun 2013. Kemudian pada 1 Juli 2014, DJP resmi memberlakukan e-Faktur dengan fitur penyampaian faktur pajak secara elektronik.

Pada 2016, DJP mengenalkan e-Billing sebagai fitur untuk pembayaran pajak secara online. Seperti diketahui, fitur utama e-Filing dan e-Faktur adalah untuk melaporkan pajak secara elektronik.

Dasar hukum pembuatan e-Faktur di antaranya UU Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 8 Tahun 1983 tentang PPN Barang dan Jasa dan PPnBM. Lalu, PMK-151/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak.

Kemudian Peraturan Direktur Pajak Nomor PER-17/PJ/2014 tentang Perubahan Kedua atas PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Prosedur Pemberitahuan dalam Rangka Pembuatan, Tata Cara Pengisian Keterangan, Pembetulan atau Penggantian, dan Pembatalan Faktur Pajak. Serta, PER-16/PJ/2014 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pelaporan Faktur Pajak Berbentuk Elektronik.

Langkah DJP mengganti faktur pajak manual dengan e-Faktur tak lain untuk kenyamanan dan kemudahan dalam urusan pajak bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP), yang diharapkan bisa meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak dan melaporkan SPT Tahunan Masa Pajak.

Tak hanya itu, agenda utama pemerintah dalam penggunaan e-Faktur tidak lain untuk mencegah adanya faktur pajak fiktif oleh oknum PKP yang tidak bertanggung jawab. Selain itu juga untuk menghindari mendorong pelaku bisnis menekan biaya usaha karena tidak perlu mencetak faktur pajak.

Perbedaan Faktur Pajak Manual dan e-Faktur

Fakta lain yang juga perlu diketahui perbedaan faktur manual atau faktur kertas dan e-Faktur. Faktur pajak manual biasa disebut dengan faktur pajak kertas karena memang pembuatannya masih dilakukan secara manual diketik di atas kertas.

Berikut perbedaan faktur pajak manual atau faktur kertas dan e-Faktur:

Faktur pajak manual atau faktur kertas;

  • Tanda tangan: Berupa tanda tangan basah dari PKP atau pegawai yang ditunjuk mengurus perpajakan.
  • Format: Tidak ada format resmi mengenai bentuk faktur, tapi PKP tetap harus menyusun berdasarkan keterangan yang tertera pada PER-24/PJ/2012.
  • Jumlah lembar: Wajib dicetak minimal dua lembar, masing-masing untuk PKP penjual dan PKP pembeli.
  • Permohonan/Permintaan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP): PKP harus datang langsung ke KPP untuk meminta NSFP.
  • Prosedur pelaporan: PKP tidak wajib mengunggah faktur pajak sebelum pelaporan SPT PPN. Faktur pajak masukan dan keluaran hanya perlu dicantumkan pada daftar pajak keluaran dan pajak masukan pada saat membuat SPT PPN.
  • Pelaporan SPT PPN: Pelaporan SPT PPN menggunakan formulir SPT PPN 1111.
  • Mata uang: Mata uang yang dicantumkan bebas dan tidak harus menggunakan mata uang rupiah.

Faktur pajak elektronik atau e-Faktur:

  • Tanda tangan: Diganti oleh kode QR (Quick Response).
  • Format: Sudah ditentukan oleh aplikasi atau sistem yang disediakan DJP.
  • Jumlah lembar: Tidak diwajibkan untuk dicetak dalam format salinan bentuk cetak (hardcopy).
  • Permohonan/Permintaan Nomor Seri Faktur (NSFP): PKP tidak harus dating ke KPP untuk meminta NSFP.
  • Prosedur pelaporan: PKP harus mengunggah faktur pajak, baik keluaran maupun masukan, agar bisa mendapatkan kode QR dan mendapatkan pengesahan. Prosedur ini untuk membuat dan melaporkan SPT PPN.
  • Pelaporan SPT PPN: Semuanya tersedia dalam satu aplikasi.
  • Mata uang: Mata uang yang harus dicatat harus rupiah. Jika PKP melakukan transaksi dalam mata uang asing, harus dikonversi terlebih dahulu ke rupiah.

Manfaatkan e-Faktur untuk Mempermudah Usaha

Dari uraian di atas, maka sudah jelas seperti apa perbedaan faktur pajak manual dengan e-Faktur. Dengan e-Faktur, harapannya pelaku usaha dengan status PKP bisa memanfaatkannya untuk menunjang kelancaran bisnisnya.

Akan tetapi, pengelolaan e-Faktur tetap saja bisa menyita waktu lebih untuk mengerjakannya. Untuk mempermudah pembuatan dan pengelolaan e-Faktur, Anda bisa memanfaatkan aplikasi e-Faktur Klikpajak by Mekari.

Klikpajak merupakan mitra resmi DJP sebagai Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) dan bersertifikat ISO 27001 yang bisa menjamin keamanan dan kerahasiaan data penggunanya. Pengguna juga bisa membuat ID Billing secara gratis karena Klikpajak telah ditunjuk sebagai mitra resmi DJP untuk menerbitkan ID Billing yang valid buat pembayaran pajak.

Contoh e-Billing Klikpajak

Selain itu, di Klikpajak juga memungkinkan Anda untuk memonitor kode NSFP yang telah atau belum digunakan secara efektif dan efisien. Sehingga mempermudah ketika ingin melaporkan kode NSFP yang tidak terpakai kepada Ditjen Pajak di akhir periode.

Dengan e-Faktur Klikpajak, Anda juga tidak perlu repot menghitung faktur pajak secara manual. Sebab penghitungan Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Masukan akan secara otomatis melalui fitur e-Faktur Klikpajak ini. Dan ini tentunya akan menghindarkan Anda dari potensi mengalami kesalahan dalam membuat faktur pajak.

Contoh fitur membuat faktur pajak di e-Faktur Klikpajak

Cara untuk mendapatkan berbagai kemudahan melakukan urusan perpajakan sangat mudah. Cukup mendaftarkan alamat e-mail di www.klikpajak.id dan langsung bisa menggunakan semua fitur pajak, mulai dari buat dan kelola faktur pajak lewat e-Faktur secara simpel, menggunakan fitur e-Billing dan lapor SPT Pajak secara online dengan e-Filing hanya dalam satu aplikasi Klikpajak.


PUBLISHED12 May 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: