eNofa Pajak: Pengertian, Fungsi, dan Cara Ajukan Permintaan - Klikpajak

eNofa Pajak: Pengertian, Fungsi, dan Cara Ajukan Permintaan

Istilah eNofa pajak memang sudah tidak asing lagi di dunia perpajakan. Berbicara soal pajak, sebagai warga negara Indonesia yang baik, membayar pajak merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi setiap tahunnya. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Setiap wajib pajak harus melaporkan dan membayarkan pajak tepat waktu. Begitu pula dengan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Untuk dapat membuat faktur pajak, PKP membutuhkan nomor seri faktur pajak (NSFP).

Jika, sebelumnya PKP harus mengajukan permohonan NSFP secara manual, per 1 Juni 2013, PKP sudah bisa meminta NSFP secara online melalui e-Nofa pajak. Bagaimana prosesnya?

Mengenal eNofa Pajak

Sebenarnya, apa itu e-Nofa? Sebelum membahas e-Nofa lebih jauh, sebaiknya pahami dulu definisi Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP). NSFP sendiri merupakan nomor seri dari DJP yang digunakan PKP sebagai syarat untuk membuat faktur pajak atau bukti pungutan pajak. 

Jadi, e-Nofa pajak atau Elektronik Penomoran Faktur Pajak merupakan situs web yang menyediakan layanan untuk mengajukan permohonan Nomor Seri Faktur Pajak secara online yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).  Tujuannya adalah untuk mempermudah PKP meminta NSFP yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Nomor ini umumnya berisi kombinasi angka atau huruf yang berjumlah 16 digit dengan ketentuan, kode transaksi pada 2 digit pertama, kode status 1 digit, dan nomor seri faktur 13 digit.

Note: Sering mengalami error? Sertifikat elektronik tidak valid? Baca artikel Permintaan NSFP Error: Ini Dia Solusinya!

Fungsi eNofa Pajak

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, e-Nofa  memiliki peran signifikan dalam pembuatan faktur pajak. Selain mempermudah proses penerbitan NSFP bagi PKP

berikut adalah fungsi e-Nofa:

  1. Membantu pengawasan dan pengendalian dengan memantau permohonan NSFP yang diajukan oleh setiap PKP.
  2. Meminimalisir terjadinya penyalahgunaan faktur pajak.
  3. Mencegah timbulnya faktur pajak ilegal.
  4. Menelusuri jejak faktur pajak apabila terjadi penyelewengan, karena penerbitan NSFP hanya melalui persetujuan DJP.
  5. Meningkatkan ketertiban aktivitas perpajakan PKP, yang secara langsung diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak.

Kasus terkait faktur pajak ilegal sudah marak terjadi di Indonesia dan mengakibatkan negara mengalami kerugian yang tidak sedikit. Oleh karena itu, pemerintah melalui DJP meluncurkan sistem e-Nofa pajak dalam upaya mencegah munculnya “permainan kotor” dari PKP yang tidak bertanggung jawab.

Cara Mendapatkan atau Mengajukan Permintaan NSFP Melalui eNofa Pajak

Sebelum mengakses situs e-Nofa, PKP perlu mengajukan formulir permohonan untuk memperoleh kode aktivasi dan password e-Nofa kepada KPP di mana PKP terdaftar.

Kode ini nantinya akan dikirimkan melalui pos ke alamat PKP. Sementara password aktivasi akan disampaikan via email. Jika keduanya sudah didapatkan, PKP dapat mengakses situs e-Nofa. Setelah itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh PKP, di antaranya:

Mengunduh sertifikat elektronik 

Agar dapat melakukan permohonan NSFP, wajib pajak harus mengunduh sertifikat elektronik melalui browser. Jika menggunakan browser Chrome, wajib pajak hanya perlu masuk ke menu pengaturan yang ada di sisi kanan atas layar,  klik “pengaturan lanjutan”, lalu klik “kelola sertifikat”, terakhir klik “impor”.

Mengajukan NSFP pada e-Nofa

Setelah sertifikat elektronik diimpor, wajib pajak harus melakukan langkah berikut:

  1. Mendaftar masuk atau login di situs e-Nofa pajak, https://efaktur.pajak.go.id/pkp/home, masukkan username dan password PKP atau nomor NPWP yang sudah didaftarkan.
  2. Setelah masuk, klik “Permintaan NSFP”.
  3. Kemudian pilih sertifikat yang baru saja diimpor dari browser.
  4. Lalu ajukan permintaan rentang Nomor Seri Faktur Pajak.

Begitulah cara untuk mengajukan NSFP melalui aplikasi e-Nofa. Dengan sistem faktur pajak berbasis elektronik, proses penerbitan NSFP untuk PKP menjadi lebih terpantau dan sistematis.

Hanya PKP terdaftar dan tertib membayar pajak yang dapat mengakses e-Nofa dan mendapatkan NSFP secara resmi. Permintaan NSFP menggunakan e-Nofa ini juga didukung dengan sistem lain.

Note: NSFP dikembalikan, bagaimana Cara Merekam Nomor Referensi Faktur Pajak di Aplikasi e-Faktur?

Aplikasi dan Layanan Perpajakan yang Terus Berkembang

Dalam proses pengembangan dan peningkatan kualitas layanan dan aplikasi yang kini sudah ada, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak terus melakukan penelitian dan kajian.

Jelas tujuannya adalah dapat memberikan layanan dan aplikasi yang siap pakai dan nyaman digunakan serta tentu tidak terdapat error baik pada penggunaan maupun sistemnya. Masalah tentu tidak akan hilang sepenuhnya, terlebih pada fase pengembangan dan transisi seperti sekarang ini.

Perlahan namun pasti, setiap prosedur perpajakan manual dialihkan ke proses elektronik karena dinilai memiliki banyak kelebihan.

Mengetahui masalah dan solusi permintaan NSFP error seperti yang dijelaskan di atas, penting agar Anda tak panik ketika terjadi pesan error sederhana. Nah untuk membantu proses penyelesaian administrasi perpajakan Anda, gunakan aplikasi pajak seperti Klikpajak sebagai partner utama.

Klikpajak merupakan mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang dapat membantu menghitung, melaporkan dan membayarkan pajak yang Anda miliki dengan praktis dan hemat waktu.

Dilengkapi dengan sistem pengarsipan yang rapi, setiap transaksi akan tersimpan aman pada akun yang Anda miliki. Gunakan Klikpajak sekarang, gratis selamanya.


PUBLISHED21 Jul 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah

SHARE THIS ARTICLE: