Perhitungan Pajak Penghasilan Perusahaan dan Cara Menghitungnya

Mekanisme penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) wajib mengikuti ketentuan perhitungan pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Mekari Klikpajak akan mengulas perhitungan pajak penghasilan perusahaan dan cara menghitungnya untuk Sobat klikpajak.

Ketentuan perhitungan pajak penghasilan perusahaan diatur dalam UU No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.

Objek PPh perusahaan adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh oleh perusahaan, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan keperluan apa pun, termasuk misalnya bertambahnya kekayaan, konsumsi, investasi, dan lain sebagainya dengan nama dan dalam bentuk apa pun.

Sedangkan subjek pajak penghasilan perusahaan ini adalah setiap badan usaha yang diberikan kewajiban untuk membayar pajak, baik dalam periode bulan maupun tahun dan disetor ke kas negara.

Seperti apa perhitungan pajak penghasilan perusahaan? Berikut ulasan Mekari Klikpajak.

Bagaimana cara menghitung pajak perusahaan?

Cara menghitung pajak penghasilan perusahaan tidaklah sulit.

Simak tahapann penjelasan cara menghitung pajak penghasilan perusahaan berikut ini.

Perhitungan Pajak Penghasilan Perusahaan

Subjek pajak yang berbentuk badan atau perusahaan menanggung kewajiban untuk lapor dan bayar pajak mulai dari awal mula berdiri atau sejak menjalankan bisnis di negara Indonesia.

Kewajiban itu baru akan gugur saat perusahaan tidak lagi beroperasi atau menghentikan bisnisnya di Indonesia.

Terdapat mekanisme umum yang biasa digunakan untuk melakukan perhitungan pajak yang dibebankan pada perusahaan terhadap penghasilan yang didapat, sebagai berikut:

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat NPWP Badan Usaha Online

a. Perhitungan Pajak Penghasilan dari Penghasilan Kena Pajak

Sebelum melakukan perhitungan pajak penghasilan Badan Usaha, pertama-tama harus diketahui dahulu jumlah Penghasilan Kena Pajak perusahaan atau Badan.

Caranya, dengan mengurangi penghasilan neto fiskal dan kompensasi kerugian fiskal.

Pengertian penghasilan neto fiskal yaitu penghasilan bersih wajib pajak dalam negeri yang didapat dari kegiatan usaha ataupun bukan setelah melalui penyesuaian fiskal sejalan dengan ketentuan perpajakan.

Sedangkan yang dimaksud kompensasi neto fiskal merupakan kerugian yang diderita perusahaan atau Badan.

Apabila penghasilan bruto setelah pengurangan biaya-biaya didapat kerugian sehingga tidak terdapat Penghasilan Kena Pajak, kerugian tersebut dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan 5 (lima) tahun.

Kemudian hasil dari penghasilan neto fiskal dikurangi kompensasi kerugian fiskal merupakan jumlah nominal penghasilan kena pajak.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

b. Perhitungan Pajak Penghasilan atau PPh Terutang

Untuk mengetahui jumlah Pajak Penghasilan terutang atau PPh yang dibayarkan, gunakan rumus Penghasilan Kena Pajak dikali tarif pajak yang berlaku.

Tarif Pajak Penghasilan Badan secara umum adalah 25% dari Penghasilan Kena Pajak menurut Pasal 17 ayat (1) bagian b UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang PPh.

Tarif tersebut diberlakukan mulai tahun pajak 2010.

Tarif yang lebih rendah bisa didapatkan oleh wajib pajak Badan dalam negeri jika memenuhi ketentuan di bawah ini.

  1. Badan atau perusahaan berupa perseroan terbuka.
  2. Dari seluruh jumlah saham yang disetorkan serta diperdagangkan di bursa efek Indonesia, wajib pajak menguasai minimal 40%.
  3. Tarif yang dibebankan 5% lebih rendah dari tarif normal.

Lapor pajak penghasilan badan atau perusahaan lebih mudah di e-Filing Klikpajak. Coba Gratis sekarang!

Melihat ketentuan di atas, berikut adalah cara perhitungan tarif Pajak Penghasilan Badan:

Anggaplah besaran Penghasilan Kena Pajak suatu perusahaan senilai Rp2.000.000.000.

Jadi tarif Pajak Penghasilan Badan yang wajib dibayar: 25% x Rp2.000.000.000 = Rp500.000.000.

Sebagai catatan, untuk penghasilan yang dipotong dengan PPh Final tidak mengikuti ketentuan di atas.

Tarif PPh Final memiliki aturan sendiri sesuai dengan Peraturan Pemerintah.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

c. Ketentuan Tarif PPh Badan

Ada beberapa hal yang perlu diketahui selain cara perhitungan Pajak Penghasilan perusahaan yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu peredaran bruto dan peran pentingnya dalam cara menghitung PPh Badan.

Apa yang dimaksud dengan peredaran bruto yaitu semua pendapatan yang diterima oleh wajib pajak pribadi maupun badan.

Jika wajib pajak membuat pembukuan dengan baik dan benar, perhitungan Penghasilan Kena Pajak dilakukan sesuai dengan catatan yang tertulis dalam pembukuan.

Sebaliknya, jika wajib pajak memutuskan untuk tidak membuat pembukuan, Penghasilan Kena Pajak akan dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN).

Pasal 14 UU Nomor 36 Tahun 2008 terkait Pajak Penghasilan menjelaskan tentang Norma Perhitungan Penghasilan Neto yang dimaksud.

Note: Dokumen Pelengkap Formulir SPT Tahunan PPh Badan yang Wajib Ada

Norma Perhitungan Penghasilan Neto terbagi dalam dua jenis menurut jumlah peredaran bruto berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, yaitu:

1. Peredaran Bruto di bawah Rp50 miliar

Peredaran bruto tidak sampai Rp50 miliar yang dimiliki oleh wajib pajak Badan dalam negeri akan mendapat pengurangan tarif 50% dari tarif yang berlaku dalam Pasal 17 UU Nomor 36 Tahun 2008.

Tarif tersebut dibebankan terhadap penghasilan kena pajak dari peredaran bruto sebesar Rp4,8 miliar.

Maka perhitungan Pajak Penghasilan Badan yang terutang dengan peredaran bruto di bawah Rp50 miliar:

  • Peredaran bruto di bawah atau sama dengan Rp4,8 miliar yaitu 50% x 25% x penghasilan kena pajak.
  • Peredaran bruto di atas Rp4,8 miliar hingga Rp50 miliar yaitu [(50% x25%) x penghasilan kena pajak yang mendapat fasilitas] + [25% x penghasilan kena pajak tidak mendapat fasilitas].

2. Peredaran Bruto di atas Rp50 miliar

Pajak Penghasilan Badan terutang dengan peredaran bruto lebih dari Rp50 miliar akan dihitung sesuai dengan ketentuan umum atau tanpa fasilitas pengurangan tarif.

Jadi dapat disimpulkan bahwa besar Pajak Penghasilan Badan adalah 25% x penghasilan kena pajak.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

d. Penurunan Tarif PPh Badan Terbaru

Perlu diketahui, pemerintah telah menurunkan tarif PPh Badan terbaru khusus untuk Perseroan terbuka (Tbk) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2020 tentang:

“Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbatas, tarif PPh bagi WP badan perusahaan terbuka turun.”

Beleid ini dikeluarkan untuk melaksanakan Pasal 5 ayat (3) Undang-Undang No. 2/2020 tentang Penertapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang  (Perpu) No. 1/2020 tentang:

Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi Undang-Undang.

Sesuai Pasal 2 PP No. 30/2020 tersebut, tarif PPh Badan wajib pajak badan dalam negeri dan berbentuk Badan Usaha Tetap (BUT) adalah:

  • 22% berlaku pada 2020 dan 2021
  • 20% mulai berlaku pada 2022

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

e. Tarif PPh Badan Perusahaan Tbk jadi 17%

Pemerintah juga memberikan tambahan penurunan tarif PPh Badan Perusahaan Tbk 3% dari tarif yang sebelumnya sudah diturunkan.

Hal ini tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) bagian c bahwa badan yang dapat memenuhi syarat-syarat tertentu bisa mendapatkan penurunan tarif sebesar 3% dari tarif yang tercantum dalam Pasal 2.

Dengan tambahan pengurangan tarif pajak penghasilan badan sebesar 3% dari tarif yang sebelumnya telah ditetapkan, maka perusahaan dapat memperoleh tarif pajak penghasilan badan sampai 19% di tahun pajak 2020 dan 2021, serta 17% di tahun pajak 2022.

Baca Juga: Ulasan Lengkap Pajak Penghasilan (PPh) Badan: Cara Hitung, Bayar, Lapor SPT Online

Berikut adalah syarat-syarat tertentu untuk mendapatkan penurunan tarif pajak penghasilan badan sebesar 3% dari 22% dan 20% menurut Pasal 3 ayat (1) dan (2).

  1. Wajib Pajak Dalam Negeri
  2. Berbentuk Perseroan Terbuka (Tbk)
  3. Jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek di Indonesia paling sedikit 40%
  4. Memenuhi persyaratan tertentu
  5. Saham dikuasai setidaknya 300 pihak.
  6. Setiap pihak di dalam Perseroan Terbuka (PT) hanya diizinkan menguasai saham di bawah 5% dari keseluruhan saham yang diperdagangkan dan disetor penuh.
  7. Saham yang diperdagangkan dan disetor pada bursa efek wajib dipenuhi dalam kurun waktu paling sedikit 183 hari kalender selama jangka waktu 1 tahun pajak.
  8. Membuat laporan kepada Direktorat Jenderal Pajak.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Cara Perhitungan Pajak Penghasilan Perusahaan atau PPh Badan

Untuk lebih jelasnya bagaimana langkah-langkah cara perhitungan pajak penghasilan perusahaan, baca selengkapnya di bawah ini:

Cara menghitung pajak penghasilan perusahaan dan Contoh Perhitungan PPh Badan

Itulah penjelasan tentang perhitungan pajak penghasilan perusahaan atau atau cara menghitung pajak perusahaan (badan usaha).

Berikutnya Sobat Klikpajak dapat melakukan aktivitas perpajakan lainnya seperti membayar dan melaporkan pajak dengan cara mudah dan cepat di Klikpajak.id.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Klikpajak by Mekari, Solusi Kelola Pajak Lebih Mudah & Cepat

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan pengelolaan perpajakan Sobat Klikpajak?

Kategori : Perhitungan

PUBLISHED23 Mar 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: