Penyusutan Fiskal: Cara Menghitung Penyusutan Fiskal, Tarif & Contoh

Cara Menghitung Biaya Penyusutan Fiskal untuk Lapor SPT Badan

Sebelum lapor SPT pajak, Wajib Pajak Badan harus menghitung penyusutan fiskal dalam laporan keuangan tahunannya.Berapa tarif penyusutan fiskal? Bagaimana cara menghiitung penyusutan fiskal? Klikpajak by Mekari akan menunjukkan contoh perhitungan penyusutan fiskal untuk Sobat Klikpajak.

Dalam laporan keuangan perusahaan ada yang namanya penyusutan fiskal.

Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) di Indonesia mengatur bahwa biaya pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud, yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun, bisa dikurangkan dari penghasilan bruto lewat mekanisme penyusutan.

Penyusutan Fiskal: Cara Menghitung Penyusutan Fiskal, Tarif & Contoh

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Lebih lanjut mengenai mekanisme penyusutan harta berwujud ini diatur dalam pasal 11 UU PPh.

Metode penyusutan harta berwujud yang termaktub dalam UU PPh ada dua, yakni:

  • Metode garis lurus (straight-line method) sesuai pasal 11 ayat (1)
  • Metode saldo menurun (declining balance method) sesuai pasal 11 ayat (2)

Untuk harta berwujud berupa bangunan, cuma bisa disusutkan dengan metode garis lurus.

Harta berwujud selain bangunan, juga bisa disusutkan melalui metode garis lurus atau saldo menurun.

Ketahui dan pahami bagaimana cara perhitungan penyusutan fiskal, apa saja yang menjadi biaya, contoh cara menghitung penyusutan fiskal sebelum melaporkan SPT Tahunan Badan.

Seperti apa penghitungan biaya contoh penyusutan fiskal ini, berikut ulasan dari Klikpajak by Mekari.

Tentang Cara Menghitung Penyusutan Fiskal

Ketentuan penyusutan fiskal diatur dalam Pasal 11 UU PPh.

Penyusutan fiskal dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran atau perolehan harta berwujud.

Hal ini diatur dalam Pasal 11 ayat (3) UU PPh.

Sedangkan harta berwujud yang masih dalam proses pengerjaan, maka penyusutannya baru dimulai setelah selesainya pengerjaan harta berwujud tersebut.

Kendati begitu, dalam pasal 11 ayat (4) UU PPh dijelaskan Wajib Pajak (WP) diberikan kebebasan melakukan penyusutan saat harta berwujud digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan.

Baca juga tentan Koreksi Fiskal: Pengertian dan Jenis Koreksi Fiskal

Bisa juga saat bulan, di mana harta tersebut mulai menghasilkan, yaitu bulan mulai berproduksi, sepanjang melalui persetujuan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Umumnya setiap perusahaan mempunyai keputusan kebijakan versinya sendiri untuk menentukan masa manfaat atas harta berwujud yang didapatkannya.

Masa manfaat yang ditentukan bisa saja tidak sama dengan masa manfaat yang tertuang dalam pasal 11 ayat (6) UU PPh.

Berdasarkan hal itulah, perhitungan penyusutan harta berwujud tersebut perlu direkonsiliasi secara fiskal lebih dahulu.

Dengan begitu, bisa didapatkan penyusutan harta berwujud.

Penyusutan Fiskal: Cara Menghitung Penyusutan Fiskal, Tarif & ContohIlustrasi cara menghitung penyusutan fiskal

a. Kelompok Harta dalam Penyusutan Fiskal

Dalam Pasal 11 ayat (11) UU PPh disebutkan, pengelompokan harta berwujud bukan bangunan sesuai dengan masa manfaatnya.

Peraturan itu lalu didelegasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 96/PMK.03/2009 tentang Jenis-Jenis Harta yang Termasuk dalam Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan untuk Keperluan Penyusutan.

Jenis-Jenis Harta Berwujud

Macam-macam harta berwujud bukan bangunan pada Kelompok 1 sampai Kelompok 4, diatur dalam Lampiran I – Lampiran IV PMK tersebut.

Baca juga tentang Apa itu Penyusutan Fiskal dan Amortisasi?

Penyusutan Fiskal: Cara Menghitung Penyusutan Fiskal, Tarif & Contoh

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

b. Tarif Penyusutan Fiskal

Penghitungan penyusutan harta berwujud harus mengacu pada masa manfaat dan tarif penyusutan yang diatur dalam pasal 11 ayat (6) UU PPh sebagai berikut:

Kelompok Harta Berwujud Masa Manfaat Penyusutan Berdasarkan Ayat 1 Penyusutan Berdasarkan Ayat 2
I. Bukan Bangunan
Kelompok 1 4 tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 tahun 5% 10%
II. Bangunan
Permanen 20 tahun 5%
Tidak Permanen 10 tahun 10%

 

Baca juga tentang Perbedaan Koreksi Fiskal Positif dan Koreksi Fiskal Negatif

c. Contoh Perhitungan Penyusutan Fiskal

PT AAA adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman barang.

Dalam laporan keuangan 2020, diketahui nilai perolehan, masa manfaat, nilai buku dan penyusutan harta berwujud yang dimiliki.

Berikut contoh penyusutan fiskal dengan metode garis lurus:

No.  Harta Berwujud Tgl. Perolehan Nilai Perolehan Masa Manfaat Nilai Buku Per Januari 2020 Penyusutan Tahun 2020 Nilai Buku Per Desember 2020
1 Lemari dokumen 4 Februari 2016 Rp120.000.000 5 tahun Rp28.000.000.000 Rp24.000.000.000 Rp4.000.000
2 Komputer 2 April 2017 Rp240.000.000 5 tahun Rp96.000.000.000 Rp48.000.000.000 Rp48.000.000
3 Kendaraan operasional 2 Juni 2013 Rp640.000.000 10 tahun Rp224.000.000.000 Rp64.000.000 Rp160.000.000
4 Pendingin ruangan kantor 15 Agustus 2019 Rp60.000.000 5 tahun Rp56.000.000 Rp12.000.000 Rp44.000,.000
5 Gedung tempat usaha 1 Oktober 2001 Rp2.000.000.000 25 tahun Rp320.000.000 Rp228.000.000 Rp440.000.000
Total Jumlah Rp3.060.000.000 Rp924.000.000 Rp72.304.000.000 Rp656.000.000

 

Berapa biaya penyusutan yang dapat dibebankan oleh PT AAA dalam Tahun Pajak 2020?

1. Lemari dokumen

Lemari dokumen merupakan harta berwujud bukan bangunan (Kelompok I).

Mempunyai masa manfaat selama 4 tahun, dengan tarif penyusutan 25%.

2. Komputer

Komputer masuk kategori harta berwujud bukan bangunan (Kelompok I).

Masa manfaatnya 4 tahun, dengan tarif penyusutan 25%.

Ketahui selengkaonya tentang Perpajakan bagi Perusahaan Induk dan Anak Perusahaan Selama Spin-off

3. Kendaraan operasional

Kendaraan operasional merupakan harta berwujud bukan bangunan (Kelompok II)

Mempunyai masa manfaat selama 8 tahun, dengan tarif penyusutan 12,5%.

4. Pendingin ruangan kantor

Pendingin ruangan kantor merupakan harta berwujud bukan bangunan (Kelompok II).

Masa manfaatnya berlaku selama 4 tahun, dengan tarif penyusutan 12,5%.

5. Gedung tempat usaha

Gedung tempat menjalankan usaha merupakan harta berwujud bangunan permanen.

Sehingga mempunyai masa manfaat 20 tahun, dengan tarif penyusutan 5%.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Penghitungan penyusutan harta berwujud PT AAA dalam tahun pajak 2020 secara fiskal adalah sebagai berikut:

a. Lemari dokumen

Penyusutan tahun pajak 2020 diketahui masa manfaatnya habis di tahun pajak 2020.

= 2/12 x 25% x Rp120.000.000

= Rp5.000.000

b. Komputer kantor

Penyusutan tahun pajak 2020 adalah:

= 25% x Rp240.000.000

= Rp60.000.000

c. Kendaraan operasional

Penyusutan tahun pajak 2020 adalah:

= 12,5% x Rp640.000.000

= Rp80.000.000

d. Pendingin ruangan kantor

Penyusutan tahun pajak 2020 adalah:

= 12,5% x Rp60.000.000

= Rp7.500.000

e. Gedung tempat usaha

Penyusutan tahun pajak 2020 adalah:

= 5% x Rp2.000.000.000

= Rp100.000.000

Baca Juga: Mengapa Rekonsiliasi Fiskal Penting untuk Pelaporan Pajak?

Penyusutan Fiskal: Cara Menghitung Penyusutan Fiskal, Tarif & Contoh

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Berdasarkan data diatas, maka rekonsiliasi fiskal atas biaya penyusutan harta berwujud PT AAA seperti berikut:

No Keterangan  Komersial  Koreksi (+) Koreksi (-) Fiskal 
1 Penyusutan lemari dokumen  Rp24.000.000 Rp16.500.000 Rp7.500.000
2 Penyusutan komputer  Rp48.000.000 Rp12.000.000 Rp60.000.000
3 Penyusutan mobil operasional kantor  Rp64.000.000 Rp16.000.000 Rp80.000.000
4 Penyusutan AC kantor  Rp12.000.000 Rp5.000.000 Rp7.500.000
5 Penyusutan gedung kantor  Rp80.000.000 Rp20.000.000 Rp100.000.000
Jumlah  Rp228.000.000 Rp21.000.000 Rp48.000.000 Rp255.000.000

 

Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan untuk Perpajakan

Agar lebih mudah menyusun laporan keuangan bisnis dan mengelola perpajakan, gunakan aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id.

Sobat Klikpajak dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Sobat Klikpajak.

Baca juga tentang Jenis-Jenis Laporan Keuangan dan Contohnya untuk Administrasi Perpajakan

Setelah menghitung penyusutan fiskal dan menyusun laporan keuangan, selanjutnya mulai melakukan proses pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Badan secara online.

Bagaimana cara lapor SPT Tahunan Badan yang mudah?

Selengkapnya begini langkah-langkah Cara Lapor SPT Tahunan Badan 1771

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Klikpajak Sekarang!

Kategori : Perhitungan

PUBLISHED19 Aug 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: