Pajak Hadiah Lomba 17 Agustus, Seperti Apa?

Pajak Hadiah Lomba 17 Agustus, Seperti Apa?

Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus akan tiba sebentar lagi. Biasanya ada banyak acara lomba 17 Agustus yang diadakan baik di sekolah, kecamatan, lingkungan perumahan atau kantor, tapi ada juga lomba 17 Agustus yang diadakan besar-besaran oleh media atau pihak tertentu. Pengertian tentang lomba 17 Agustus tidak hanya terbatas dengan penentuan pemenang lomba panjat pinang, lomba makan kerupuk atau lomba balap karung, biasanya ada juga pihak yang menggunakan sistem undian untuk para peserta lombanya. Hadiahnya bermacam-macam mulai dari suvenir menarik sampai nilai hadiah yang besar seperti peralatan rumah tangga, kendaraan bermotor, handphone atau uang tunai. Namun harus diketahui bahwa terdapat pajak hadiah lomba yang diadakan. Bila perusahaan Anda berencana mengadakan lomba 17 Agustus untuk para pegawai atau mungkin Anda sendiri ingin tahu tentang gambaran pajak hadiah lomba 17 Agustus, berikut adalah penjelasannya:

Pengertian Hadiah Lomba 17 Agustus

Hadiah undian, hadiah lomba yang dilakukan dengan sistem undian dan bukan merupakan imbalan dari pekerjaan atau jasa yang dilakukan. Hadiah lomba bisa berupa uang tunai ataupun bentuk non-tunai  dengan nilai yang beragam.

Hadiah penghargaan atau prestasi,  hadiah yang diperoleh berdasarkan keikutsertaan dalam suatu lomba. Dalam hal ini, lomba 17 Agustus yang biasanya mengadakan berbagai lomba dimana Anda bisa menjadi juaranya setelah ikut berpartisipasi dan menang.

Apa Saja Pajak atas Hadiah Lomba 17 Agustus?

Pajak atas Hadiah Undian

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 132 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Hadiah Undian, pajak ini bersifat final. Adapun ketentuan pajak yang dikenakan adalah sebesar 25% dari jumlah bruto nilai hadiah baik tunai ataupun non-tunai seperti mobil, kendaraan, alat elektronik atau rumah tangga. Untuk hadiah undian, pemotongan pajak akan dilakukan oleh pihak penyelenggara yang juga memiliki bukti potong PPh-nya.

Contoh soal untuk hadiah undian lomba 17 Agustus:

PT Pelangi Biru mengadakan lomba 17 Agustus secara besar-besaran lewat pengumuman media sosial dengan menggunakan sistem undian. Setelah terkumpul berbagai nama dan tiba pada proses penentuan, nama Anto Budiawan yang muncul sebagai pemenang dan berhak menerima grand prize mobil seharga Rp200.000.000,00. Sesuai Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2 atas Hadiah Undian maka penghitungan pajaknya:

25% x Rp200.000.000,00 = Rp50.000.000,00

Pajak atas Hadiah Penghargaan atau Prestasi

Berbeda dengan pajak hadiah undian, pajak atas hadiah penghargaan atau prestasi yang dilakukan dalam kegiatan lomba bersifat tidak final. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut:

  • Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri, dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 21 yang sesuai dengan tarif Pasal 17 Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi.
  • Untuk Wajib Pajak Luar Negeri (selain Badan Usaha Tetap), dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 26 sebesar 20% dari jumlah bruto hadiah yang didapat dengan ketentuan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B).
  • Untuk Wajib Pajak Badan Usaha Tetap/Dalam Negeri, dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar 15% dari jumlah bruto hadiah yang didapat.

Contoh soal untuk hadiah penghargaan lomba 17 Agustus:

PT Naluri Karya mengadakan lomba 17 Agustus untuk para karyawannya dengan ketentuan mengikuti serangkaian lomba seperti lomba makan kerupuk dan lomba balap karung. Romi Ismail adalah peserta yang menjadi juara pertama untuk kedua lomba tersebut dan berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp20.000.000,00. Maka penghitungan pajaknya adalah:

5% x Rp20.000.000,00 = Rp1.000.000,00.

Itulah penjelasan lengkap tentang jenis pajak dan ketentuannya atas hadiah lomba 17 Agustus. Semoga dapat membantu Wajib Pajak yang berencana mengikuti atau mengadakan lomba memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.


PUBLISHED15 Aug 2018
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: