Cara Bayar Pajak Online Badan Udaha atau CV yang Mudah

Cara Bayar Pajak Online Badan Usaha yang Mudah dan Tepat

Apakah Sobat Klikpajak baru saja merintis usaha atau bahkan berniat memulai bisnis? Atau Sobat Klikpajak yang saat ini berkarier di bidang konsultan pajak, atau bekerja sebagai tax officer di sebuah perusahaan? Klikpajak by Mekari akan menunjukan cara bayar pajak online badan usaha, baik bayar pajak perusahaan dalam bentuk CV (commanditaire vennootschap) atau lembaga dan lainnya yang mudah dan tepat buat Sobat Klikpajak.

Bayar pajak merupakan bagian yang tidak terpisahkan bagi setiap Wajib Pajak (WP), baik itu Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) maupun Wajib Pajak Badan (WP Badan).

Membuat Faktur Pajak dan lapor SPT Masa PPN tanpa install aplikasi di e-Faktur Klikpajak. Coba sekarang!

Bagi Wajib Pajak Badan, aktivitas membayar pajak relative sering dilakukan mengingat ada banyak jenis kewajiban pajak yang harus dibayarkan.

Menyita banyak waktu?

Tentu saja, jika sebagai Wajib Pajak Badan, Sobat Klikpajak melakukan aktivitas pajak masih secara manual.

Artinya, membuat Kode Billing sebagai syarat sebelum bayar pajak dan harus membayarkan pajak melalui bank persepsi secara terpisah alias masih dilakukan pada platform yang berbeda.

Lantas, bagaimana cara bayar pajak online badan usaha atau CV maupun lembaga yang mudah dan tepat?

Sebelum itu, Klikpajak.id akan mengingatkan Sobat Klikpajak terkait pentingnya kelola pajak dan keuangan usaha dengan cara yang praktis untuk menjalankan bisnis secara efektif dan efisien.

Ingin tahu cara kelola pajak dan keuangan bisnis?

Ikuti demo online cara mengelola perpajakan dan laporan keuangan perusahaan di Klikpajak Demo Jurnal, kami dapat menyesuaikan waktu Sobat Klikpajak.

Klikpajak by Mekari adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Indonesia yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

“Kami memahami bagaimana kompleksitas mengurus bisnis. Klikpajak by Mekari hadir untuk menjawab kebutuhan pengurus perpajakan bisnis Sobat Klikpajak agar lebih efektif dan efisien.”

Melalui Klikpajak.id, Sobat Klikpajak dapat lebih mudah menghitung, membayar dan lapor pajak serta menyimpan arsip perpajakan secara aman dalam satu platform aplikasi pajak online berbasis web yang terintegrasi.

Kelola e-Faktur dan e-Bupot lebih mudah dan cepat karena Klikpajak terintegrasi dengan fitur akuntansi perpajakan Jurnal by Mekari.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Note: Temukan kemudahan kelola pajak dari integrasi Klikpajak.id dan Jurnal.id

Kembangkan bisnis tanpa batas dengan software akuntansi terintegrasi Jurnal by Mekari. Coba Gratis 14 hari sekarang!

Bukan hanya itu, Sobat Klikpajak juga dapat mengelola karyawan dengan mudah melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) Talenta by Mekari.

Melalui HRIS Talenta.co, segala urusan payroll dan manajemen HR (Human Resources) lebih mudah dan praktis.

Jaga bisnis tetap produktif dengan software payroll dan HRIS terautomasi Talenta by Mekari. Coba Talenta Gratis sekarang!

“Serahkan semua urusan perpajakan, keuangan perusahaan dan manajemen SDM melalui support system yang lengkap dan terintegrasi guna mendukung kinerja perusahaan dan perkembangan bisnis Sobat Klikpajak.”

Sekarang, simak cara bayar pajak online untuk badan usaha atau CV maupun lembaga berikut ini.

Bagaimana cara bayar pajak online badan usaha atau CV / lembaga?

Sebelum membahas lebih lanjut tentang bagaimana cara bayar pajak online untuk badan usaha atau CV, Klikpajak.id akan sedikit mengulas tentang apa itu e-Billing sebagai platform yang digunakan untuk lapor pajak online ini.

e-Billing adalah sistem pembayaran elektronik (billing system) yang dikelola Ditjen Pajak.

Pengertian sistem billing sesuai Pasal 1 ayat (3) Peraturan Direktorat Jenderal Pajak (Perdirjen) Nomor PER-05/PJ/2017 adalah:

“Sistem elektronik yang dikelola DJP untuk menerbitkan dan mengelola Kode Billing yang merupakan bagian dari sistem penerimaan negara secara elektronik.”

Sederhananya, sistem billing atau billing system adalah metode pembayaran elektronik menggunakan Kode Billing.

Sedangkan pengertian Kode Billing adalah kode identifikasi yang diterbitkan melalui sistem billing DJP atas suatu jenis pembayaran atau penyetoran pajak.

a. Cara mendapatkan Kode Billing

Kode Billing ini diperoleh dari 2 cara, yakni:

  1. Layanan mandiri

Pembuatan Kode Billing secara mandiri ini dilakukan melalui aplikasi billing DJP,i Bank/Pos persepsi, atau pihak yang ditunjuk DJP seperti Klikpajak.id

  1. Secara jabatan oleh DJP

Penerbitan Kode Billing secara jabatan oleh DJP ini dalam hal terbitnya Surat Ketetapan Pajak (SKP), Surat Tagihan Pajak (STP), Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), STP PBB, atau SKP PBB yang mengakibatkan kurang bayar.

Artinya kode billing untuk melanjutkan proses bayar pajak ini sudah tertera pada surat-surat yang ditetapkan dan diberikan oleh DJP kepada wajib pajak.

b. e-Billing digunakan untuk?

e-Billing ini digunakan untuk bayar/setor pajak dengan sistem pembayaran pajak secara elektronik untuk semua jenis pajak, kecuali:

  • Pajak dalam rangka impor yang diadministrasikan pembayarannya oleh biller DJBC (Direktorat Jenderal Bea Cukai)
  • Pajak yang tata cara pembayarannya diatur secara khusus

Baca Juga: Cara Membuat NPWP Badan secara Online

c. Tata cara membuat Kode Billing

Tata cara pembuatan Kode Billing secara umum adalah dengan cara:

  • Input data setoran pajak yang akan dibayarkan
  • Input data harus atas nama dan NPWP sendiri, atau atas nama dan NPWP wajib pajak lain sehubungan dengan kewajiban sebagai pemungut/pemotong pajak
  • Terlebih dahulu harus melakukan log-in atau masuk pada sistem e-Billing
  • Masuk pada sistem e-Billing dengan memasukkan User ID dan password dengan akun yang masih aktif
  • Ikuti petunjuk selanjutnya hingga pembuatan Kode Billing berhasil

Cara Bayar Pajak Online Badan Udaha yang MudahIlustrasi Kode Billing untuk cara bayar pajak online badan usaha, cv atau lembaga

Mulai Cara Bayar Pajak Online untuk Badan Usaha atau CV / Lembaga

Setelah mendapatkan Kode Billing, pembayaran/penyetoran pajak dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

  1. Mendatangi Teller Bank/Pos persepsi dengan menyerahkan Surat Setoran pajak (SSP) atau SSP PPB
  2. Menggunakan layanan/produk/aplikasi/sistem yang telah terhubung dengan Sistem Billing DJP, seperti Klikpajak.id

Apabila bayar pajak melalui situs resmi DJP, artinya Sobat Klikpajak masih harus mengurus untuk setor pajak melalui teller Bank/Pos persepsi setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP Online.

Sedangkan jika bayar pajak melalui Pos/Bank persepsi, maka Sobat Klikpajak harus melalui serangkaian proses mengurus pembuatan Kode Billing terlebih dahulu di Teller, kemudian dilanjutkan secara terpisah bayar/setor pajak yang harus dibayarkan.

Setidaknya, jika bayar atau setor pajak melalui teller bank/pos persepsi, harus melakukan hak berikut:

  • Menyerahkan SSP/SSP PPB dalam rangkap 4 yang sudah diisi lengkap dan ditandatangani kepada teller bank/pos persepsi, dengan menyertakan uang sejumlah nominal yang disebutkan dalam SSP/SSP PPB
  • Teller bank/pos persepsi merekam data pembayaran/setoran pajak untuk menerbitkan Kode Billing
  • Teller bank/pos persepsi mencetak bukti penerbitan Kode Billing dan menyerahkannya kepada Sobat Klikpajak
  • Sobat Klikpajak masih harus memeriksa kesesuaian elemen data pada bukti penerbitan Kode Billing dengan isian SSP/SSP PBB
  • Dalam hal elemen data yang tertera pada bukti penerbitan Kode Billing telah sesuai dengan isian SSP/SSP PBB, Sobat Klikpajak menandatangani bukti penerbitan Kode Billing dan menyerahkannya kembali pada teller bank/pos persepsi
  • Teller bank/pos persepsi memproses transaksi pembayaran pajak atas Kode Billing dimaksud
  • Sobat Klikpajak baru bisa menerima kembali formulir bukti setoran lembar ke-1 dan lembar ke-3 yang telah ditera dengan elemen-elemen data BPN serta dibubuhi tanda tangan/paraf, nama pejabat bank/pos persepsi dan cap bank/pos persepsi sebagai bukti lapor

Wah, jadi cukup ribet, ya?

Belum lagi bukti bayar yang berbentuk lembar kertas itu harus bisa disimpan sebaik-baiknya jangan sampai hilang.

Jadi, cara bayar pajak online merupakan cara yang tepat dengan mengakomodasi pembuatan Kode Billing sekaligus bayar billing dalam platform yang sama.

Lebih praktis cara bayar pajak online badan usaha atau CV / lembaga di Klikpajak

Lain halnya jika Sobat Klikpajak bayar pajak online melalui e-Billing Klikpajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, selain dapat membuat Kode Billing pada aplikasi ini, juga dapat langsung bayar/setor pajak melalui virtual account bank Sobat Klikpajak tanpa berpindah platform.

“Sebab Klikpajak akan menerbitkan ID Billing atau Kode Billing resmi dari DJP, lalu Sobat Klikpajak dapat langsung bayar/setor pajak tanpa keluar platform. Karena Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Praktis, bukan?

Sistem e-Billing Klikpajak akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi SSP elektronik dengan benar sesuai transaksi.

Bahkan, Sobat Klikpajak dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran Pajak (KJS) dengan mudah dan gratis.

Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak juga tidak perlu bingung cara menyimpan bukti setor pajak.

Sebab, bukti bayar/setor pajak atau NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) Sobat Klikpajak akan otomatis tersimpan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan pada fitur Arsip pajak, sehingga dapat mudah ditemukan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Lalu, bagaimana cara bayar pajak online badan usaha atau CV di Klikpajak?

Berikut ini tutorial langkah-langkah Cara Bayar Pajak Online Badan Usaha atau Perubahaan Berbentuk CV di e-Billing Klikpajak

Bukan hanya mudah untuk bayar/setor pajak, Klikpajak by Mekari juga akan memudahkan seluruh aktivitas perpajakan Sobat Klikpajak lainnya.

Apa sajakah itu?

Cara Bayar Pajak Online Badan Udaha yang MudahMembuat Kode Billing langsung bayar/setor pajak badan atau cv atau lembaga di e-Billing Klikpajak

Fitur Lengkap Klikpajak Lainnya untuk Kelola Pajak Lebih Mudah & Cepat

Selain mudah untuk bayar pajak online bagi badan usaha, perusahaan atau CV maupun lembaga, Klikpajak juga memudahkan Sobat Klikpajak untuk melakukan urusan perpajakan lainnya.

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan.

Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan pengelolaan perpajakan Sobat Klikpajak?

Baca Juga: Membuat Kode Billing di SSE Pajak Online dan Cara Bayar Pajak UMKM PPh Final

A. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal by Mekari, sehingga semakin mudah membuat bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan.

Cara Bayar Pajak Online Badan Udaha yang Mudah

B. Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Sobat Klikpajak menggunakan e-Faktur Klikpajak, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak by Mekari yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Sobat Klikpajak di https://my.klikpajak.id/register.

Baca Juga: Ketentuan dan Tata Cara Pembuatan Faktur Pajak Gabungan yang Perlu Diketahui

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Sebab Sobat Klikpajak dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Sobat Klikpajak dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Menggunakan Prepopulated Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

Cara Bayar Pajak Online Badan Udaha yang Mudah

C. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak, Gratis!

Melalui Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

“Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!”

Sobat Klikpajak bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Baca Juga: SPT Tahunan Direktur Sekaligus Pemilik CV, Begini Cara Pengisiannya!

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Tutorial cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi dan SPT Tahunan PPh Badan baca di bawah ini:

Perlu diingat, ketentuan pengenaan sanksi pajak terbaru diatur melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang mana berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu suku bunga bank sentral Indonesia (Bank Indonesia/BI).

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, di bawah ini:

Tarif Sanksi Pajak Terbaru

Bicara sanksi pajak, besar tarif sanksi terbaru diatur dalam Undang-U No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Note: Cara Pembetulan SPT Badan di e-Filing, Begini Langkahnya

Berikut tarif bunga sanksi administrasi pajak sebagai komponen untuk menghitung besarnya sanksi atau denda pajak:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Sobat Klikpajak yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Note: Ketentuan dan Syarat Lapor PPh 23 Online Terbaru

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dijatuhkan pada WP yang tidak mau melunasi pajak kurang bayar dan WP sudah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

Baca Juga: Ketentuan Lapor Pajak Online yang Wajib Diketahui WP Pribadi dan Badan

4. Sanksi denda terkait tindak pidana karena pengungkapan ketidakbenaran

Untuk tarif sanksi denda ini, tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Tarif sanksi dijatuhkan karena pengungkapan ketidakbenaran atau ketidaksesuaian data dalam konteks tindak pidana perpajakan, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

Note: Tahapan Pengenaan Sanksi Pajak: Pemeriksaan & Penyelesaiannya

5. Penghentian Penyidikan

Penghentian penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan cuma bisa dilakukan setelah melunasi semua utang pajak yang tidak/kurang bayar/seharusnya dikembalikan.

Sobat Klikpajak juga harus menyelesaikan sanksi administrasi berupa denda sebesar 3 kali jumlah pajak yang tidak/kurang dibayar, atau yang tidak seharusnya dikembalikan.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Sobat Klikpajak untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya, begini cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company.

Cara Bayar Pajak Online Badan Udaha yang Mudah

Data Sobat Klikpajak Terlindungi

Tenang, Sobat Klikpajak dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Sobat Klikpajak tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Baca Juga: Perbedaan e-Faktur Client Desktop, Web Based, Host to Host dan Penggunaannya

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Sobat Klikpajak bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

Cara Bayar Pajak Online Badan Udaha yang MudahKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak by Mekari Siap Membantu Sobat Klikpajak!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Sobat Klikpajak yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Sobat Klikpajak selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Sobat Klikpajak dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Sobat Klikpajak?

cs pajak

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Sobat Klikpajak. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Sobat Klikpajak. Klikpajak by Mekari mengerti yang Sobat Klikpajak butuhkan.”

Cukup daftarkan email Sobat Klikpajak di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Sobat Klikpajak dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang dibayangkan.

Sudah tahu cara bayar pajak online badan usaha atau CV / lembaga, ya?

Kini saatnya Sobat Klikpajak juga dapat mengetahui pemahaman tentang berbagai aktivitas pajak mulai dari cara menghitung, bayar dan lapor pajak secara komprehensif melalui Mekari University.

Asah kemampuan Sobat Klikpajak tentang perpajakan melalui kursus online di Mekari University, gratis!

Setelah menyelesaikan kursus online pajak ini, Sobat Klikpajak akan mendapatkan sertifikat dari Mekari University yang bisa menjadi portofolio Sobat Klikpajak di bidang perpajakan.

Karena belajar pajak itu mudah!

Tak perlu bayar, kemampuan pajak bisa bertambah melalui Kursus Pajak Online bersama Mekari University.

Ingin tahu cara kelola pajak dan keuangan bisnis dengan mudah dan praktis? Klik banner di bawah ini.

live demo pajak online

Kategori : Tips Pajak

PUBLISHED22 Mar 2021
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: