Panduan Lengkap Penggunaan e-Faktur ‘Online’ Klikpajak

Panduan Lengkap Penggunaan e-Faktur ‘Online’ Klikpajak

Siapkan segala sesuatunya agar pembuatan Faktur Pajak elektronik benar. Anda bisa mengikuti panduan lengkap penggunaan e-Faktur online Klikpajak guna mempermudah pembuatan e-Faktur, mulai dari Faktur Pajak Keluaran, masukan, retur, hingga pengganti dan lainnya.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Pajak (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui e-Faktur Klikpajak, tidak hanya memudahkan Anda membuat Faktur Pajak, tapi juga menghitung Pajak Pertambahan Nilai (PPN), melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN, hingga membayar PPN kurang bayar lebih praktis dalam satu platform.

Berikut panduan lengkap dari Klikpajak by Mekari untuk memudahkan Anda membuat dan mengelola e-Faktur.

Langkah-Langkah Membuat e-Faktur

Sebelum membuat e-Faktur, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

1. Persiapan Membuat e-Faktur

Persiapan awal pembuatan e-Faktur ini merupakan syarat yang diwajibkan oleh DJP. Sebelum mulai membuat e-Faktur, Anda harus memiliki atau menyiapkan:

  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan
  • EFIN Badan
  • Sertifikat Elektronik (Digital Certificate)
  • Mengaktifkan e-Nofa dan meminta Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP)
  • Menyiapkan data transaksi Faktur Pajak atau data impor sesuai manual user aplikasi

Ilustrasi seertifikat elektronik untuk membuat e-Faktur

2. Daftar e-Faktur

Jika Anda belum memiliki akun Klikpajak, daftarkan email ke https://my.klikpajak.id/register.

Selanjutnya, lakukan daftar e-Faktur, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Klik menu ‘E-Faktur’, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman ‘Daftar E-Faktur’.

2. Pada halaman ‘Daftar E-Faktur’ Anda akan diminta untuk mengunggah (upload) Sertifikat Elektronik e-Faktur yang dikeluarkan oleh DJP, masukkan Passphrase dan checklist “Dengan menekan tombol daftarkan, Anda menyetujui syarat & ketentuan Klikpajak, dan mengizinkan Klikpajak untuk menyimpan Sertifikat Elektronik Anda.”

3. Setelah melengkapi data yang diminta, klik ‘Daftarkan’ maka pendaftaran berhasil, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman E-Faktur.

Ketahui e-Nofa Online: Cara Instal Sertifikat Elektronik di e-Nofa

3. Menambahkan NSFP

Setelah Anda daftar e-Faktur, berikutnya adalah menambahkan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) pada e-Faktur Klikpajak.

Cara tambah Nomor Seri Faktur Pajak pada e-Faktur adalah sebagai berikut:

1. Klik menu ‘E-Faktur’ pada Klikpajak, lalu ke submenu ‘Nomor Seri Faktur Pajak’

2. Kemudian klik button ‘Tambahkan NSFP’

3. Akan muncul pop-up form ‘Tambahkan NSFP’

4. Isikan tanggal terbit, nomor awal, dan jumlah nomor yang didapatkan dari aplikasi e-Nofa

5. Centang kolom ‘Pastikan nomor yang sudah diisi benar karena Anda tidak dapat mengubahnya’

6. Klik button ‘Submit’. Anda akan diarahkan ke halaman menu E-Faktur submenu ‘Nomor Seri Faktur Pajak’, dan NSFP yang telah ditambahkan akan berada pada list NSFP

7. Untuk melihat detail NSFP yang baru saja ditambahkan, klik range NSFP tersebut yang ada pada list

8. Anda akan diarahkan ke bagian detail dari NSFP yang Anda pilih

Mulai Membuat e-Faktur Keluaran

Faktur Pajak Keluaran dibuat ketika Pengusaha Kena Pajak (PKP) menjual Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP).

Artinya, PKP Penjual harus memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari pembeli BKP/JKP dengan menerbitkan Faktur Pajak Keluaran.

Contoh membuat Faktur Pajak Masukan di e-Faktur Klikpajak

a. Membuat Faktur Pajak Keluaran

Setelah Anda menambahkan NSFP, selanjutnya Anda sudah bisa mulai membuat e-Faktur Keluaran di Klikpajak, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. ‘Login’ di www.klikpajak.id

2. Masuk ke Menu Faktur Keluaran

Anda akan diarahkan ke halaman Faktur Keluaran, kemudian pilih button ‘Buat Faktur Keluaran’.

3. Mengisi Form Faktur Pajak Keluaran

Isi form Faktur Keluaran sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Simpan ‘Draft’

Kemudian klik ‘Simpan’ sebagai draft, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman list Faktur Keluaran dan status Faktur Keluaran tersebut adalah belum approved.

5. Masuk ke Daftar Nomor Faktur

Pada list pilih Nomor Faktur Pajak yang baru saja dibuat, Anda akan diarahkan ke halaman detail dari Faktur Keluaran tersebut, kemudian pilih ‘Upload’.

6. Tunggu Faktur Keluaran Selesai Diproses

Anda akan diarahkan kembali ke halaman list Faktur Keluaran dan apabila berhasil, status Faktur Keluaran tersebut akan berubah dari ‘Sedang Diproses’ menjadi ‘Approved’.

b. Melihat Detail Faktur Keluaran

Setelah Faktur Pajak Keluaran dibuat, Anda bisa melihat detailnya di aplikasi Klikpajak dengan langkah-langkah berikut:

1. Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu ‘Faktur’ pilih ‘Faktur Keluaran’

2. Pada list Faktur Keluaran, pilih ‘Nomor Faktur Pajak’ yang Anda ingin lihat detailnya

Mulai Membuat e-Faktur Masukan

Sebagai PKP, dalam menjalankan usaha tentunya tidak hanya sebagai produsen saja, tapi juga sebagai konsumen yang membeli barang sebagai bahan baku pendukung dari produk yang diproduksinya.

Ketika menjual BKP/JKP itu PKP harus menerbitkan Faktur Pajak Keluaran, maka pada saat PKP membeli BKP/JKP dari PKP lainnya, akan membayar PPN.

PPN yang telah ia bayarkan ke PKP lain pada saat membeli BKP/JKP itulah yang dimasukkan dalam Faktur Pajak Masukan.

Note: Ketahui Cara Pengisian PIB yang Benar agar Fungsinya Sama dengan Faktur Pajak

Tujuan pembuatan Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Masukan

Faktur Pajak Keluaran dan Faktur Pajak Masukan dibuat untuk mengetahui jumlah PPN yang harus disetorkan ke kas negara atau perlu restitusi maupun dikreditkan ke bulan berikutnya.

  • Jika PPN Keluaran lebih besar

Ketika PPN Keluaran dalam suatu Masa Pajak ternyata lebih besar dibanding PPN Masukan, maka kelebihan Pajak Keluaran itu harus dibayarkan ke kas negara.

Jumlah PPN Keluaran yang lebih besar dari PPN Masukan ini biasa disebut PPN Kurang Bayar.

  • Jika PPN Masukan lebih besar

Apabila ternyata PPN Masukan dalam suatu Masa Pajak lebih besar dibanding PPN Keluaran, maka kelebihan Pajak Masukan inilah yang bisa diajukan pengembalian pajak (restitusi) atau dikreditkan ke bulan berikutnya.

Jumlah PPN Masukan yang lebih besar dari PPN Keluaran ini disebut PPN Lebih Bayar.

Contoh membuat Faktur Pajak Masukan di e-Faktur Klikpajak

a. Membuat Faktur Pajak Masukan

Setelah Anda melakukan transaksi pembelian BKP/JKP dari PKP lain, berikutnya Anda membuat Faktur Pajak Masukan di e-Faktur Klikpajak dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. ‘Login’ kembali di www.Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu Faktur Masukan

Klik menu E-Faktur, setelah itu pada submenu Faktur, pilih ‘Faktur Masukan’. Anda akan diarahkan ke halaman Faktur Masukan, kemudian pilih button ‘Buat Faktur Masukan’.

3. Mengisi Form Faktur Pajak Masukan

Isi form Faktur Masukan sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Simpan ‘Draft’

Kemudian klik ‘Simpan Sebagai Draft’, lalu Anda akan diarahkan ke halaman ‘Detail Faktur Masukan’ yang baru saja dibuat dan status Faktur Masukan tersebut adalah ‘Belum Approve’, kemudian pilih ‘Upload’.

5. Tunggu Faktur Masukan Selesai Diproses

Anda akan diarahkan ke halaman list Faktur Masukan dan status approval akan berubah dari ‘Sedang Diproses’ menjadi ‘Approved’.

b. Melihat Detail Faktur Masukan

Setelah Faktur Pajak Masukan dibuat, Anda bisa melihat detailnya di aplikasi Klikpajak dengan langkah-langkah berikut:

1. Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu ‘Faktur’ pilih ‘Faktur Masukan’

2. Pada list Faktur Masukan, pilih ‘Nomor Faktur Pajak’ yang Anda ingin lihat detailnya

Note: Untuk mempermudah memasukkan data Faktur Pajak Masukan, sekarang Anda bisa Input Faktur Pajak Masukan Lewat Handphone Scan QR Code e-Faktur Klikpajak

Membuat Faktur Pajak Pengganti

Faktur Pajak Pengganti adalah Faktur Pajak yang dibuat sebagai perbaikan dari faktur sebelumnya karena ada kesalahan, seperti:

  • Pengisian detail transaksi salah pada nomor faktur
  • Kesalahan dalam penulisan nama lawan transaksi salah
  • Pencantuman alamat lawan transaksi salah
  • Pencantuman jumlah barang/jasa salah
  • Kesalahan pada pencantuman harga per satuan dari Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP)
  • Kesalahan dalam pencantuman nilai Dasar Perhitungan Pajak (DPP), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
  • Isian tentang pembayaran uang muka dan/atau termin

Atas beberapa kesalahan dalam pembuatan Faktur Pajak di atas diperlukan pembetulan dengan cara membuat Faktur Pajak Pengganti.

Faktur Pajak Pengganti ini tidak hanya bisa dibuat dalam Faktur Keluaran, tapi juga dalam pembuatan Faktur Pajak Masukan.

Berikut langkah-langkah pembuatan Faktur Pajak Pengganti:

a. Cara Membuat Faktur Keluaran Pengganti

Untuk membuat Faktur Pajak Keluaran Pengganti, ikuti langkah-langkah berikut:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu Detail Faktur Keluaran

Masuk ke halaman detail dari Faktur Keluaran yang ingin dibuat penggantinya. Pada halaman detail klik ‘Tindakan’ kemudian pilih ‘Buat Pengganti’.

3. Mengubah Sebagian ‘Field’

Anda akan diarahkan ke halaman ‘Buat Faktur Pajak Pengganti’, pada halaman ini Anda dapat mengubah pada sebagian field saja.

4. Simpan ‘Draft’

Klik ‘Simpan’ sebagai draft, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman list Faktur Keluaran dan faktur yang diganti statusnya akan berubah menjadi ‘Diganti’ dan penggantinya memiliki status ‘Normal-Pengganti’.

5. Unggah Faktur Keluaran Pengganti

Masuk ke detail Faktur Keluaran ‘Normal-Pengganti’ dan klik ‘Upload’.

6. Tunggu Faktur Keluaran Pengganti ‘Approved’

Kemudian Anda akan diarahkan ke halaman list Faktur Keluaran dengan status approval untuk Normal-Pengganti telah berubah dari Sedang Diproses menjadi ‘Approved’.

b. Cara Membuat Faktur Masukan Pengganti

Ikuti langkah-langkah pembuatan Faktur Pajak Masukan Pengganti berikut ini:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu Detail Faktur Masukan

Pada ke halaman detail dari Faktur Masukan yang ingin dibuat penggantinya. Pada halaman ‘Detail’ klik ‘Tindakan’ kemudian pilih ‘Buat Pengganti’.

3. Mengubah Sebagian ‘Field’

Anda akan diarahkan ke halaman ‘Buat Faktur Pajak Pengganti’, pada halaman ini Anda dapat mengubah pada sebagian field saja.

4. Simpan ‘Draft’

Klik ‘Simpan’ sebagai draft, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman list Faktur Masukan dan Faktur Masukan yang diganti statusnya akan berubah menjadi ‘Diganti’ dan penggantinya memiliki status ‘Normal-Pengganti’.

5. Unggah dan Tunggu Faktur Masukan Pengganti ‘Approved’

Masuk ke detail Faktur Masukan ‘Normal-Pengganti’ dan klik ‘Upload’, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman list Faktur Masukan dengan status approval untuk Normal-Pengganti telah berubah dari ‘Sedang Diporses’ menjadi ‘Approved’.

Membuat Faktur Pajak Pembatalan

Faktur Pajak Pembatalan dibuat karena adanya pembatalan transaksi dan ketika ada kesalahan pengisian NPWP.

a. Cara Membuat Faktur Keluaran Pembatalan

Untuk melakukan pembatalan Faktur Pajak Keluaran, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Faktur Keluaran’. Masuk ke detail Faktur Keluaran yang akan dibatalkan, kemudian Anda klik ‘Tindakan’ dan pilih ‘Batalkan’.

3. Konfirmasi Pembatalan

Setelah Anda memilih ‘Batalkan’, akan muncul konfirmasi pembatalan.

4. Faktur Keluaran Sudah Dibatalkan

Bila memilih untuk membatalkan, Faktur Keluaran tersebut berhasil dibatalkan dan Anda akan diarahkan kembali ke halaman list Faktur Keluaran dengan status faktur untuk Faktur Keluaran yang telah dibatalkan tersebut berubah menjadi ‘Dibatalkan’.

b. Cara Membuat Faktur Masukan Pembatalan

Untuk melakukan pembatalan Faktur Pajak Masukan, berikut langkah-langkahnya:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Faktur Masukan’. Masuk ke detail Faktur Masukan yang akan dibatalkan, kemudian Anda klik ‘Tindakan’ dan pilih ‘Batalkan’.

3. Konfirmasi Pembatalan

Setelah Anda memilih ‘Batalkan’, akan muncul konfirmasi pembatalan.

4. Faktur Masukan Sudah Dibatalkan

Bila memilih untuk membatalkan, Faktur Masukan tersebut berhasil dibatalkan dan Anda akan diarahkan kembali ke halaman list Faktur Masukan dengan status faktur untuk Faktur Masukan yang telah dibatalkan tersebut berubah menjadi ‘Dibatalkan’

Membuat Faktur Pajak Retur

Faktur Pajak Retur adalah nota retur Faktur Pajak yang digunakan untuk pengembalian barang dari pembeli kepada penjual.

Faktur Pajak Retur ini dibuat karena terjadi pengembalian barang akibat:

  • Barang tidak sesuai standar/kesepakatan sebelumnya
  • Barang mengalami kerusakan/cacat
  • Ada pembatalan secara khusus sehingga mengakibatkan barang dikembalikan ke perusahaan/penjual

Namun sah tidaknya pengembalian barang ini tergantung dari kelengkapan dan kebenaran dalam nota Faktur Retur, yakni:

  • Nota Retur Faktur Pajak harus mencantumkan informasi secara lengkap
  • Faktur Retur harus dibuat pada saat pengembalian barang
  • Lampiran ketiga Faktur Retur harus diserahkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat pembeli terdaftar

a. Cara Membuat Retur Faktur Keluaran

Untuk membuat retur Faktur Keluaran, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu E-Faktur, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Faktur Keluaran’. Pada halaman ‘Detail’ klik ‘Tindakan’ kemudian pilih ‘Retur’.

3. Input pada ‘Field’

Kemudian Anda akan diarahkan ke halaman ‘Buat Retur Keluaran’, pada halaman ini Anda dapat menginput pada field yang anable saja.

4. Simpan ‘Draft’

Setelah mengisi field, kemudian klik ‘Simpan’ sebagai draft, Anda akan diarahkan ke halaman Retur Faktur Keluaran, dengan retur Faktur Keluaran status approval-nya ‘Belum Approve’.

5. Tunggu Proses ‘Approved’

Kemudian masuk ke detail dari Retur Faktur Keluaran tersebut dan klik ‘Upload’. Anda akan diarahkan kembali ke halaman Retur Faktur Keluaran dengan status approval-nya berubah dari ‘Sedang Diproses’ menjadi ‘Approved’.

6. Lihat Detail Retur Faktur Keluaran

Untuk melihat detail Retur Faktur Keluaran, pilih nomor faktur yang ingin dilihat detailnya.

b. Cara Membuat Retur Faktur Masukan

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk membuat Retur Faktur Masukan:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu E-Faktur, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Faktur Masukan’. Pada halaman ‘Detail’ klik ‘Tindakan’ kemudian pilih ‘Retur’.

3. Input pada ‘Field’

Kemudian Anda akan diarahkan ke halaman ‘Buat Retur Masukan’, pada halaman ini Anda dapat menginput pada field yang anable saja.

4. Simpan ‘Draft’

Setelah mengisi field, kemudian klik ‘Simpan’ sebagai draft, Anda akan diarahkan ke halaman Retur Faktur Masukan, dengan Retur Faktur Masukan status approval-nya ‘Belum Approve’.

5. Tunggu Proses ‘Approved’

Kemudian masuk ke detail dari Retur Faktur Masukan tersebut dan klik ‘Upload’. Anda akan diarahkan kembali ke halaman Retur Faktur Masukan dengan status approval-nya berubah dari ‘Sedang Diproses’ menjadi ‘Approved’.

6. Lihat Detail Retur Faktur Keluaran

Untuk melihat detail Retur Faktur Masukan, pilih nomor faktur yang ingin dilihat detailnya.

Pembatalan Retur Faktur Pajak

Pembatalan nota retur faktur dibuat untuk membatalkan nota retur yang telah dibuat oleh penjual maupun pembeli.

Nota retur faktur harus dibuat pada saat barang dikembalikan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.03/2010, nota retur faktur harus mencantumkan:

  • Nomor urut retur
  • Nomor, kode seri, dan tanggal Faktur Pajak dari barang (BKP) yang dikembalikan
  • Nama, alamat, dan NPWP pembeli
  • Nama, alamat, dan NPWP penjual
  • Jenis barang, jumlah harga jual BKP yang dikembalikan
  • PPN atas BKP yang dikembalikan dan/atau PPN dan PPnBM atas BKP yang tergolong mewah yang dikembalikan
  • Tanggal pembuatan nota retur
  • Nama dan tandatangan yang berhak menandatangani nota retur

a. Cara Membatalkan Retur Faktur Keluaran

Untuk membuat Pembatalan Retur Faktur Keluaran, ikuti langkah-langkah berikut:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Retur Faktur keluaran’. Masuk ke halaman detail dari retur Faktur Keluaran yang akan dibuat pembatalan yang mana retur Raktur Keluaran tersebut status approval-nya sudah Approve.

3. Konfirmasi Pembatalan Retur

Pada halaman detail kemudian klik ‘Tindakan’ dan pilih ‘Batalkan’, lalu konfirmasi pembatalan akan muncul.

4. Status Retur Dibatalkan

Pilih batalkan dan Anda akan diarahkan kembali ke halaman list retur Faktur Keluaran dan retur Faktur Keluaran yang telah dibatalkan, status retur-nya akan berubah menjadi ‘Dibatalkan’.

b. Cara Membatalkan Retur Faktur Masukan

Untuk membuat Pembatalan Retur Faktur Masukan, berikut langkah-langkahnya:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Retur Faktur Masukan’. Masuk ke halaman detail dari retur Faktur Masukan yang akan dibuat pembatalan yang mana retur Raktur Masukan tersebut status approval-nya sudah Approve.

3. Konfirmasi Pembatalan Retur

Pada halaman detail kemudian klik ‘Tindakan’ dan pilih ‘Batalkan’, lalu konfirmasi pembatalan akan muncul.

4. Status Retur Dibatalkan

Pilih batalkan dan Anda akan diarahkan kembali ke halaman list retur Faktur Keluaran dan retur Faktur Masukan yang telah dibatalkan, status retur-nya akan berubah menjadi ‘Dibatalkan’.

Menghapus ‘Draft’ Faktur Pajak

Menghapus draft diperlukan ketika tidak memerlukan lagi draft dari faktur yang telah dibuat namun belum selesai alias statusnya belum ‘Approve’.

Semua draft faktur yang dibuat bisa dihapus, mulai dari draft Faktur Keluaran, Faktur Masukan, Faktur Retur, maupun Faktur Pembatalan.

a. Cara Menghapus ‘Draft’ Faktur Keluaran

Menghapus draft Faktur Keluaran hanya dapat dilakukan pada Faktur Keluaran yang belum di Upload atau Status fakturnya masih ‘Belum Approve’.

Untuk menghapus draft Faktur Keluaran, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Faktur keluaran’. Masuk ke halaman detail dari Faktur Keluaran yang akan dihapus, yang mana Faktur Keluaran tersebut harus belum di Upload atau status approval-nya masih ‘Belum Approve’.

3. Pilih Hapus ‘Draft’ Faktur Keluaran

Pada halaman detail kemudian klik ‘Tindakan’ dan pilih ‘Hapus’, Kemudian Anda akan diarahkan kembali ke halaman list Faktur Keluaran dan Faktur Keluaran yang telah dihapus tidak ada lagi dalam list Faktur Keluaran.

b. Cara Menghapus ‘Draft’ Faktur Masukan

Menghapus draft Faktur Masukan hanya dapat dilakukan pada Faktur Masukan yang belum di Upload atau status fakturnya masih ‘Belum Approve’.

Untuk menghapus draft Faktur Masukan, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Faktur Masukan’. Masuk ke halaman detail dari Faktur Masukan yang akan dihapus, yang mana Faktur Masukan tersebut harus belum di Upload atau status approval-nya masih ‘Belum Approve’.

3. Pilih Hapus ‘Draft’ Faktur Masukan

Pada halaman detail kemudian klik ‘Tindakan’ dan pilih ‘Hapus’, Kemudian Anda akan diarahkan kembali ke halaman list Faktur Keluaran dan Faktur Masukan yang telah dihapus tidak ada lagi dalam list Faktur Masukan.

b. Cara Menghapus ‘Draft’ Retur Faktur Keluaran

Menghapus draft Retur Faktur Keluaran hanya dapat dilakukan pada Retur Faktur Keluaran yang belum di Upload atau status fakturnya masih ‘Belum Approve’.

Untuk menghapus draft Retur Faktur Keluaran, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Retur Faktur Keluaran’. Masuk ke halaman detail dari Retur Faktur Keluaran yang akan dihapus, yang mana Retur Faktur Keluaran tersebut harus belum di Upload atau status approval-nya masih ‘Belum Approve’.

3. Pilih Hapus ‘Draft’ Retur Faktur Keluaran

Pada halaman detail kemudian klik ‘Tindakan’ dan pilih ‘Hapus’, kemudian Anda akan diarahkan kembali ke halaman list Retur Faktur Keluaran dan Retur Faktur Keluaran yang telah dihapus tidak ada lagi dalam list Retur Faktur Keluaran.

b. Cara Menghapus ‘Draft’ Retur Faktur Masukan

Menghapus draft Retur Faktur Masukan hanya dapat dilakukan pada Retur Faktur Masukan yang belum di Upload atau status fakturnya masih ‘Belum Approve’.

Untuk menghapus draft Retur Faktur Masukan, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. ‘Login’ di Klikpajak.id

2. Masuk ke Menu E-Faktur

Klik menu ‘E-Faktur’, setelah itu pada submenu Faktur pilih ‘Retur Faktur Masukan’. Masuk ke halaman detail dari Retur Faktur Masukan yang akan dihapus, yang mana Retur Faktur Masukan tersebut harus belum di Upload atau status approval-nya masih ‘Belum Approve’.

3. Pilih Hapus ‘Draft’ Retur Faktur Masukan

Pada halaman detail kemudian klik ‘Tindakan’ dan pilih ‘Hapus’, kemudian Anda akan diarahkan kembali ke halaman list Retur Faktur Masukan dan Retur Faktur Masukan yang telah dihapus tidak ada lagi dalam list Retur Faktur Masukan.

Untuk memudahkan Anda dalam memasukkan data Faktur Pajak Masukan, gunakan Scan QR Code e-Faktur Klikpajak. Anda bisa menggunakannya secara gratis dengan langkah-langkah yang mudah. Selengkapnya baca Cara Input Faktur Pajak Masukan Lewat Handphone Scan QR Code e-Faktur.

Manfaatkan Fitur Lengkap Klikpajak

“Klikpajak memiliki fitur lengkap sebagai aplikasi pajak online yang membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang bekerja sebagai tax officer di perusahaan.”

Anda dapat nyaman menggunakan aplikasi Klikpajak karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin. Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan Anda dalam melakukan aktivitas perpajakan?

e-Faktur

Klikpajak merupakan aplikasi pajak online lengkap dan terintegrasi dalam satu platform yang memungkinkan Anda bisa mengelola administrasi perpajakan, mulai dari:

  • Membuat Faktur Pajak Masukan
  • Membuat Faktur Pajak Keluaran
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Mengelola Faktur Pajak Masukan, Keluaran, dan Retur

Anda akan dipandu dengan langkah-langkah penggunaan fitur e-Faktur yang mudah dan sederhana.

Contoh perhitungan PPN, panduan langkah-langkah pembayaran dan pelaporan SPT Masa PPN selengkapnya bisa dilihat di SINI.

Fitur e-Faktur Klikpajak juga memudahkan Anda mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan (Pajak Pertambahan Nilai) PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Contoh membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah. Karena alur yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).

Seperti diketahui, pembuatan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 wajib menggunakan e-Bupot yang berlaku mulai 1 Agustus 2020 ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-269/PJ/2020.

e-Billing

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi. Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP melalui e-Billing.

Anda bisa membuat ID Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Contoh BPE yang dikeluarkan Klikpajak resmi dari DJP

e-Filing

Anda bisa melaporkan seluruh jenis SPT secara gratis selamanya melalui fitur e-Filing Klikpajak kapan saja dengan mudah.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Langkah-langkah membuat ID Billing dan Lapor SPT Pajak melaluie-Filing selengkapnya bisa dilihat di SINI

Semua jenis SPT bisa dilaporkan melalui e-Filing di Klikpajak, di antaranya:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Semua itu bisa dilakukan dengan mudah dan cepat karena panduan pengisian SPT yang simpel.

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Kelebihan lain Klikpajak adalah bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online. Salah satunya adalah Jurnal.id.

Anda semakin mudah dalam membuat dan mengelola e-Faktur serta e-Bupot karena Klikpajak bisa menarik data langsung dari laporan keuangan pengguna aplikasi akuntansi online seperti Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian accounting (keuangan) lebih cepat dan mudah. Sehingga proses pengelolaan pajak jadi makin gampang dan tepat hanya dengan Klikpajak.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Siap Membantu Anda!

Sebagai mitra resmi DJP, KlikPajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar hingga melaporkan kegiatan perpajakan. Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis Anda dalam membuat Faktur Pajak secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda? Kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya.

Ilustrasi tim support Klikpajak yang selalu siap membantu keperluan perpajakan Anda

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan manfaatkan kemudahan dalam mengurus perpajakan Anda mulai dari menghitung, membayar hingga melaporkan pajak hanya dalam satu platform.


PUBLISHED28 Aug 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: