Cara Instal dan Download e-Faktur serta Setting Server Client

Cara Instal dan Download e-Faktur serta Setting Server Client

Mungkin ini menjadi pertanyaan bagi sebagian Wajib Pajak (WP) bagaimana instal dan download e-Faktur serta setting server client mengingat ada beberapa tahapan dan aspek teknis yang harus diperhatikan.

e-Faktur adalah sebuah aplikasi milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yang dibuat untuk membantu para WP dalam hal ini Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk membuat Faktur Pajak elektronik.

Era Faktur Pajak Manual

Sebelum adanya aplikasi e-Faktur, PKP secara manual harus menerbitkan Faktur Pajak secara manual.

Sedangkan untuk pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dilakukan di aplikasi e-SPT PPN.

Namun dua proses tersebut sekarang bisa diringkas dalam satu aplikasi, yang bernama e-Faktur.

Sebab berlaku sejak 2016, PKP wajib membuat Faktur Pajak elektronik dan melaporkan SPT Masa PPN dengan cara diunggah di aplikasi e-Faktur hingga mendapat persetujuan dari DJP.

Dengan begitu, WP PKP hanya tinggal mencetak e-Faktur setelah memperoleh persetujuan itu.

Bagaimana cara install dan download e-Faktur serta setting server client desktop DJP pada perangkat komputer Anda, berikut ulasan Klikpajak by Mekari.

Cara ‘Download’ e-Faktur

Untuk menggunakan fasilitas e-Faktur client desktop DJP ini, PKP harus menginstall aplikasi e-Faktur dalam perangkat komputer.

PKP bisa mengunduh aplikasi e-Faktur di situs pajak.go.id.

e-Faktur ini bisa beroperasi pada tiga sistem operasi, yaitu Windows (32 bit dan 64 bit), Linux (32 bit dan 64 bit) serta MacOS.

Dengan begitu, sebelum mengunduh aplikasi e-Faktur, ada baiknya PKP mengecek spesifikasi yang diperlukan supaya bisa menjalankan aplikasi e-Faktur dengan lancar.

Berikut spesifikasi minimal yang disarankan agar bisa menjalankan aplikasi e-Faktur client desktop DJP:

  1. Kapasitas penyimpan 50 GB Harddisk space.
  2. Monitor/layer VGA minimal resolusi layar 1024 x 768.
  3. Processor Dual Core.
  4. Memory 3GB RAM.

Note: Apa Konsekuensi jika Tanggal Faktur Pajak Beda dengan ‘Invoice’?

Hal yang harus dipastikan agar e-Faktur berjalan lancar adalah: 

  1. Cek spesifikasi teknis
  2. Pastikan sistem operasi yang dipakai apakah Windows, Linux atau Mac OS dan pastikan sistem operasi tersebut berjalan pada 32 bit atau 64 bit.
  3. Pastikan komputer terinstall Adobe Reader dan Java Runtime Environment (JRE) 7 atau biasa disebut versi 1.7 
  4. Unduh installer e-Faktur sesuai kebutuhan teknis komputer.

Cara ‘Install’ Aplikasi e-Faktur

Setelah mengunduh aplikasi e-Faktur sesuai kondisi teknis komputer, PKP harus mengekstrak aplikasi e-Faktur ke folder di komputer.

Dalam folder itu nanti akan terdapat file seperti berikut ini:

  • Mem-config.bat
  • Folder java
  • EtaxInvoice
  • EtaxInvoiceMain
  • EtaxInvoiceUpd
  • EtaxInvoice
  • EtaxInvoiceMain
  • EtaxInvoiceUpd
  • Folder lib

Note: Cara Memindahkan ‘Database’ e-Faktur ke Komputer Lain. Cek di Sini!

Berikut langkah-langkah install aplikasi e-Faktur:

  1. Sebagai langkah pertama, klik EtaxInvoice.exe pada folder tempat disimpannya ekstraksi aplikasi e-Faktur.
  2. Selanjutnya, aplikasi e-Faktur akan melakukan update. Maka, sebelum menggunakan aplikasi e-Faktur, pastikan dulu komputer sudah terhubung dengan internet karena pada penggunaan pertama kali, e-Faktur akan secara otomatis melakukan update.
  3. Langkah berikutnya, akan muncul perintah melakukan restart.
  4. Setelah restart, sayangnya Anda masih belum bisa langsung menggunakannya untuk membuat Faktur Pajak maupun SPT masa PPN. Sebab sebelum bisa men-generate Faktur Pajak atau SPT masa PPN, Anda akan diminta untuk melakukan update database.
  5. Setelah update database, Anda akan diminta untuk melakukan registrasi aplikasi e-Faktur, caranya dengan menginstall Sertifikat Elektronik. Ini adalah langkah terakhir dari rangkaian install aplikasi e-Faktur dan sekarang aplikasi e-Faktur siap digunakan.

Agar aplikasi e-Faktur berjalan mulus saat digunakan, perhatikan pula hal-hal berikut:

  • Perangkat yang digunakan untuk aplikasi e-Faktur karena sistem operasi yang bisa menggunakan aplikasi e-Faktur hanya Linux, Mac OS, dan Windows.
  • Kapasitas penyimpanan perangkat dalam komputer karena akan banyak database Faktur Pajak keluaran dan masukan yang akan diproses.

Ilustrasi install aplikasi e-Faktur

Cara Setting Server Client

Aplikasi e-Faktur punya kelebihan mekanisme client-server, yang artinya salah satu perangkat dapat bertindak sebagai server database.

Untuk menjadikan perangkat PKP sebagai server, maka sisi server harus di-setting dulu dengan cara sebagai berikut:

  1. Login ke aplikasi e-Faktur.
  2. Pilih database yang akan Anda jadikan sebagai server.
  3. Klik Start Database Sebagai Server.
  4. Lakukan konfigurasi network server dan klik OK.
  5. Selanjutnya akan muncul pertanyaan apakah Anda terhubung dengan internet, klik Yes.
  6. Database sudah bisa dijalankan sebagai server.

Pada sisi client langkah yang harus dilakukan sebagai berikut:

  1. Pilih network database.
  2. Masukan IP address server, port, dan nama database yang sebelumnya sudah dijalankan sebagai server.
  3. Klik tombol connect.
  4. Pastikan koneksi ke database berhasil, kemudian klik Ok.
  5. Masukan username dan password e-Faktur dan klik tombol lanjut.
  6. Pastikan jenis network dan kesesuaian nama database.

PKP perlu menghubungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat PKP dikukuhkan jika tidak terdapat folder ETaxInvoice (dalam folder DB) di sisi client.

Sebab pada aplikasi e-Faktur versi 2.1, terdapat bugs mengenai mekanisme e-Faktur server client. 

Ilustrasi setting e-Faktur pada laptop

Jika Update e-Faktur Gagal

Apabila PKP mengalami kegagalan saat instalasi e-Faktur, ketahuilah ada beberapa faktor yang bisa membuat proses update e-Faktur itu tidak berhasil.

Bisa jadi kegagalan itu karena koneksi internet, sistem operasi komputer tidak mendukung, file corrupt yang disebabkan oleh koneksi atau virus hingga klien belum terdaftar.

Untuk mengatasi kegagalan update e-Faktur, berikut langkah yang bisa dilakukan:

  1. Hindari mengunduh e-Faktur pada jam sibuk karena rentan akan gangguan/eror. Kalau gagal, ulangi lagi sebab itu bisa karena jam sibuk atau koneksi internet sedang tidak stabil.
  2. Perbesar bandwith, yang merupakan kapasitas maksimum dari suatu jalur komunikasi yang digunakan untuk mengirim data dalam hitungan detik.

Ilustrasi update e-Faktur gagal

Berlaku e-Faktur 3.0

e-Faktur merupakan aplikasi perpajakan yang digunakan oleh WP, khususnya PKP untuk membantu membuat Faktur Pajak elektronik dan lapor SPT Masa PPN, di mana hal ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Setelah resmi diberlakukan wajib e-Faktur untuk seluruh PKP di Indonesia beberapa tahun lalu, aplikasi e-Faktur ini mengalami beberapa kali perubahan versi untuk meningkatkan pelayanan.

Terbaru adalah berlakunya e-Faktur versi 3.0 mengganti versi sebelumnya yakni e-Faktur 2.2.

Perbedaan e-Faktur 3.0 dan e-Faktur 2.2.

Bicara soal e-Faktur 3.0, tak lepas dari proses yang cukup panjang yakni diawali dari pembuatan Faktur Pajak secara manual era sebelum tahun 2015.

Lalu DJP melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-136/PJ/2014 tentang Penetapan PKP yang Diwajibkan Membuat Faktur Pajak Berbentuk elektronik, mulai 2015 PKP wajib membuat Faktur Pajak Elektronik (e-Faktur Pajak).

Note: Cara Cek Sertifikat Elektronik yang Kedaluwarsa (Expired)

Seperti diketahui aplikasi e-Faktur DJP ini telah mengalami beberapa kali pembaruan, yakni:

  • Aplikasi e-Faktur 1.0.0.46 yang diluncurkan pada 2016
  • Aplikasi e-Faktur 2.0 yang berlaku pada 2017
  • Aplikasi e-Faktur 2.1 pada 2018
  • Aplikasi e-Faktur 2.2 pada 2019
  • Terbaru adalah e-Faktur 3.0 yang mulai berlaku pada 1 Oktober 2020

Impelentasi e-Faktur 3.0 ini melalui serangkaian uji coba yang dilakukan sejak awal 2020 terbatas untuk Wajib Pajak (WP) PKP yang ditunjuk dalam proyek percontohan.

Ilustrasi e-Faktur 3.0

‘Patch’ Harus Sesuai Sistem Operasi Komputer

Bagi PKP yang ingin memperbarui atau update e-Faktur 3.0, pilih unduhan atau download patch sesuai dengan sistem operasi pada komputer.

Ini karena masing-masing sistem operasi itu memiliki kecocokan yang berbeda dengan patch yang akan ditanamkan pada komputer.

DJP telah menyediakan download patch yang compatible dengan masing-masing sistem operasi pada perangkat.

Berikut pilihan download patch terbaru e-Faktur 3.0 yang bisa disesuaikan dengan sistem operasi perangkat komputer PKP:

1. Aplikasi e-Faktur:

  • Windows 32 bit
  • Windows 64 bit
  • Linux 32 bit
  • Linux 64 bit
  • Macintosh 64 bit

2. Mem_Config Terbaru

3. Aplikasi ETaxInvoiceUpd Windows 32 bit – Tools update Database (Setelah dijalankan, hapus secara manual)

4. Aplikasi ETaxInvoiceUpd Windows 64 bit – Tools Update Database (Setelah dijalankan, hapus secara manual)

5. Patch Update Aplikasi e-Faktur:

  • Windows 32 bit
  • Windows 64 bit
  • Linux 32 bit
  • Linux 64 bit

6. Patch Update Aplikasi e-Faktur 3.0:

  • Windows 32 bit
  • Windows 64 bit
  • Linux 32 bit
  • Linux 64 bit
  • Mac 64 bit

PKP yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur client desktop, bisa mengunduh patch e-Faktur 3.0 melalui laman DJP e-Nofa Online di efaktur.pajak.go.id untuk memperbaruinya.

Ilustrasi sistem operasi pada komputer

Apakah Anda Sudah ‘Update’ e-Faktur 3.0?

Jika selama ini Anda membuat Faktur Pajak melalui DJP Online menggunakan aplikasi e-Faktur client desktop, maka sudah pasti harus memperbarui sistemnya dari versi e-Faktur 2.2 ke e-Faktur 3.0 pada perangkat komputer Anda untuk bisa menggunakan aplikasi e-Faktur.

Sudah tahu cara install e-Faktur 3.0?

Untuk mengetahui langkah-langkah cara update e-Faktur 3.0 atau download patch terbaru, selengkapnya bisa Anda lihat tutorialnya di SINI.

a. Cara Membuat e-Faktur Tanpa ‘Install’ Aplikasi e-Faktur 3.0

Agar lebih mudah menggunakan aplikasi e-Faktur versi terbaru ini, Anda bisa menggunakan e-Faktur Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi DJP yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat memanfaatkan fitur prepopulated pada e-Faktur 3.0 tanpa harus repot-repot melakukan instalasi dengan download patch terbaru untuk update fitur DJP ini.

“Cukup gunakan aplikasinya, biar Klikpajak yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud.

Memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda dapat mengelola Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP) dan memperoleh Surat Pemberitahuan PPN sesuai data yang diunggah ke DJP.

Bahkan pembuatan dan pengelolaan e-Faktur Anda semakin cepat karena salah satu kelebihan Klikpajak adalah terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari – Simple Online Accounting Software.

Ini adalah teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengelolaan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Melalui e-Faktur Klikpajak, Anda bisa menarik data langsung dari pembukuan atau laporan keuangan Jurnal.id tanpa harus keluar masuk platform lagi.

Tentu saja, hal ini semakin menghemat waktu Anda, bukan?

Contoh fitur membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak

b. Cara Membuat e-Faktur dan Pelaporan SPT Masa PPN

Jadi, kemudahan berlipat Anda dapatkan dengan menggunakan e-Faktur Klikpajak adalah:

  • Langsung menggunakan aplikasi e-Faktur tanpainstall terlebih dahulu
  • Tidak perluinput data satu per satu secara manual saat membuat e-Faktur karena bisa langsung menarik data transaksi dari laporan keuangan ‘online’
  • Membuat e-Faktur dan menyampaikan SPT Masa PPN lebih praktis dengan sistem yang terintegrasi dengan Jurnal.id

Untuk mengetahui bagaimana cara membuat e-Faktur, bayar PPN dan melaporkan SPT Masa PPN, lihat tutorialnya di SINI.

Lebih jelasnya bagaimana cara membuat:

  • Faktur Keluaran
  • Membuat Faktur Pengganti
  • Cara membuat Faktur Pajak Pembatalan
  • Membuat Faktur Pajak Retur
  • Cara menghapus ‘Draft’ Faktur Pajak

Selengkapnya, lihat di sini Panduan Lengkap Penggunaan e-Faktur ‘Online’

Ilustrasi lapor SPT Masa PPN di e-Faktur 

Fitur Lengkap Klikpajak untuk Permudah Urusan Perpajakan Lainnya

Bukan hanya memudahkan Anda dalam membuat Faktur Pajak dan menyampaikan SPT Masa PPN, Klikpajak juga memiliki fitur lengkap yang mempermudah Anda menghitung dan membayar pajak secara online dalam satu platform.

Fitur perpajakan apa saja yang ada di Klikpajak?

a. Dapat Membuat Bukti Potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Bahkan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efisien dan ramah penggunaan (user friendly).
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26.
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi.
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah.
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di PJAP dan DJP karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Sehingga tak perlu khawatir bukti potong dan lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop karena Anda tetap bisa mengaksesnya di mana pun.
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah dalam pembuatan bukti potong.
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale upsesuai kebutuhan.
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak atas transaksi yang dilakukan.

Contoh fitur membuat bukti potong PPh 23/26 di e-Bupot Klikpajak

b. Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, Anda perlu mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan masa pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga akan disimpan dengan rapi dan aman pada Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa harus keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) resmi dari DJP.

Note: Langkah-langkah cara membuat Kode Billing dan Bayar Billing, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur membuat Kode Billing dan bayar billing di e-Billing Klikpajak

c. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Lapor SPT Pajak di e-Filing

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Bagaimana dengan keamanan data?

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Ilustrasi sistem keamanan cloud yang berlapis

Makin Mudah Lakukan Administrasi Perpajakan karena Terhubung Jurnal.id

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporkan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Pemotongan pajaknya serta langsung saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin mempermudah urusan Anda, selengkapnya lihat di SINI.

Contoh fitur aplikasi akuntansi online Jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif yang dapat menghemat banyak waktu Anda?

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.


PUBLISHED03 Nov 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: