Daftar Isi
6 min read

Pajak Hadiah : Tarif dan Cara Menghitungnya

Tayang 25 Jul 2023
Pajak Hadiah : Tarif dan Cara Menghitungnya

Pajak hadiah adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan dari hadiah dan penghargaan atau sejenisnya. Ketahui berapa tarif dan cara menghitung pajaknya.

Hadiah merupakan objek pajak penghasilan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh).

Selengkapnya simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengenaan pajak hadiah. Mekari Klikpajak akan mengulasnya untuk Anda.


Mekari Klikpajak adalah penyedia jasa aplikasi pajak online mitra DJP resmi, yang berkomitmen membantu dunia usaha mencapai #Powering Business Growth setiap perusahaan.

Klikpajak hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda dalam mengembangkan bisnis melalui penyediaan support system perpajakan elektronik terintegrasi dengan akuntansi online Mekari Jurnal, serta didukung sistem Application Programming Interface (API), seperti e-Faktur API dan e-Bupot API yang membuat pengelolaan pajak bisnis makin praktis.

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!


Pengertian Hadiah dan Jenisnya

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian hadiah adalah pemberian (kenang-kenangan, penghargaan, penghormatan), ganjaran (karena memenangkan suatu perlombaan), tanda kenang-kenangan (tentang perpisahan), cendera mata.

Hadiah dalam konteks perpajakan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b UU No. 36 Tahun 2008 s.t.d.t.d.UU HPP No. 7/2021, yakni hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan, menjadi objek pajak penghasilan.

Melalui Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER – 11/PJ/2015 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan atas Hadiah dan Penghargaan, yang dimaksud dengan hadiah dan penghargaan terdiri dari beberapa jenis yakni:

1. Hadiah undian

Hadiah undian adalah hadiah dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diberikan melalui undian.

Contoh hadiah undian:

  • Hadiah undian tabungan

2. Hadiah atau penghargaan perlombaan

Hadiah atau penghargaan perlombaan adalah hadiah hadiah atau penghargaan yang diberikan melalui suatu perkembangan atau adu ketangkasan.

Contoh hadiah perlombaan:

  • Hadiah dari lomba bernyanyi

3. Hadiah sehubungan dengan kegiatan

Hadiah sehubungan dengan kegiatan adalah hadiah dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diberikan sehubungan dengan kegiatan yang dilakukan oleh penerima hadiah.

Contoh hadiah kegiatan:

  • Hadiah dari pertandingan olahraga

4. Penghargaan

Penghargaan adalah imbalan yang diberikan sehubungan dengan prestasi dalam kegiatan tertentu.

Contoh penghargaan:

  • Imbalan atas penemuan benda-benda purbakala.

Baca Juga: Subjek, Objek, Tarif PPh 26 / 23 Terbaru dan PPh Pasal 26 Ayat 4

Ketentuan Pajaknya

Sesuai ketentuan dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b UU PPh No. 36/2008, bahwa penghasilan berupa hadiah undian dikenai pajak bersifat final dan tidak final.

Pihak penyelenggara kegiatan wajib memotong pajak atas pembayaran hadiah atau penghargaan dalam bentuk apa pun yang diterima/diperoleh WP Pribadi dalam negeri berkenaan dengan suatu kegiatan.

Penyelenggara kegiatan di antaranya:

  • Badan
  • Badan pemerintah
  • Organisasi termasuk organisasi internasional
  • Perkumpulan
  • Orang pribadi
  • Lembaga lainnya yang menyelenggarakan kegiatan

Kegiatan yang diselenggarakan penyelenggara tersebut misalnya kegiatan olahraga, keagamaan, dan kesenian.

Tarif Pajak Hadiah dann Cara Menghitung Pajak Hadiah

Tarif Pajak Hadiah

Jenis pajak yang dikenakan pada penghasilan dari hadiah dan penghargaan yakni:

  • PPh Pasal 17
  • PPh Pasal 4 ayat 2
  • PPh Pasal 23
  • PPh Pasal 26

Berikut tarif pajak hadiah dan penghargaan sesuai jenisnya:

  • 25% dari total nilai hadiah/PPh Pasal 4 ayat (2) untuk tarif pajak undian hadiah bersifat final.
  • Tarif PPh Pasal 17 untuk tarif pajak hadiah atau penghargaan perlombaan dalam hal penerimanya WP Pribadi dalam negeri.
  • 20% dari jumlah bruto/PPh Pasal 26 (memerhatikan ketentuan dalam Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda/P3B yang berlaku) untuk tarif pajak hadiah sehubungan dengan kegiatan jika penerimanya WP luar negeri selain Bentuk Usaha Tetap (BUT)
  • 15% dari jumlah bruto/PPh Pasal 23 untuk tarif pajak hadiah sehubungan kegiatan atau penghargaan jika penerimanya WP Badan termasuk BUT.

Baca Juga: Aturan Baru Natura Pajak : Fasilitas Kantor yang Kena Pajak

Cara Menghitung Pajak atas Hadiah

Berikut contoh perhitungan pajak hadiah sesuai jenis kegiatannya:

1. Contoh perhitungan pajak undian

PT AAA menyelenggarakan penarikan hadiah undian atas kupon-kupon yang dikirimkan pelanggannya dengan total hadiah senilai Rp200 juta dan dimenangkan oleh Tuan B.

Maka hadiah undian yang dimenangkan Tuan B tersebut dikenai PPh Pasal 4 ayat 2 atas hadiah undian yang harus dipotong oleh PT AAA, dengan perhitungan sebagai berikut:

= Tarif PPh 4 ayat 2 atas hadiah x Total hadiah undian

= 25% x Rp200 juta

= Rp50 juta.

Jumlah hadiah undian yang akan diterima Tuan B sebesar:

= Total hadiah – Jumlah pemotongan PPh 4 ayat (2)

= Rp200 juta – Rp50 juta

= Rp150 juta.

2. Contoh perhitungan pajak hadiah atau penghargaan perlombaan

PT CCC mengadakan perlombaan penjualan untuk 10 karyawan pemasaran. Bagi 2 orang karyawan yang melakukan penjualan tertinggi akan diberi hadiah masing-masing Rp15 juta.

Maka dua karyawan yang memenangkan perlombaan tersebut dikenakan PPh Pasal 21 dengan tarif sesuai PPh Pasal 17 yang dipotong oleh PT CCC dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

= Tarif PPh 17 atas hadiah x Total hadiah

= 5% x Rp15 juta

= Rp2,25 juta

3. Contoh perhitungan pajak hadiah sehubungan dengan kegiatan

PT DDD melakukan kegiatan ulang tahun perusahaan dan mengadakan pertandingan maraton dengan total hadiah sebesar Rp50 juta.

Maraton tersebut dimenangkan oleh Tuan E yang merupakan warga negara asing asal Singapura. Berdasarkan P3B antara Singapura dan Indonesia, hak pemajakan atas atas penghasilan yang diterima Tuan E tersebut di Indonesia.

Sehingga Tuan E dikenakan PPh Pasal 26 karena merupakan WP luar negeri atas hadiah yang diperolehnya dan PT DDD sebagai penyelenggara maraton akan memotong pajaknya dengan perhitungan seperti berikut:

= Tarif PPh 26 atas hadiah x Total hadiah

= 20% x Rp50 juta

= Rp10 juta

Jumlah hadiah maraton yang akan diterima Tuan E sebesar:

= Total hadiah – Jumlah pemotongan PPh 26

= Rp50 juta – Rp10 juta

= Rp40 juta

4. Contoh perhitungan pajak hadiah penghargaan

PT GGG mengadakan kompetisi desain otomotif dengan total hadiah sebesar Rp500 juta. Kompetisi desain tersebut dimenangkan oleh Firma BB.

Atas hadiah yang diperoleh Firma BB tersebut dikenai PPh Pasal 23 yang dipotong oleh PT GGG dengan rincian perhitungannya sebagai berikut:

= Tarif PPh 23 atas hadiah x Total hadiah

= 15% x Rp500 juta

= Rp75 juta

Jumlah hadiah desain otomotif yang akan diterima Firma BB sebesar:

= Total hadiah – Pemotongan PPh 23

= Rp800 juta – Rp75 juta

= Rp725 juta

Cara Mudah Kelola Pajak atas Hadiah

Itulah penjelasan tentang pajak hadiah dan perhitungannya yang wajib dipahami WP atau perusahaan pemotong pajaknya.

Sebagai pihak yang memotong pajak, membutuhkan aplikasi e-Bupot untuk membuat bukti potong PPh 23, 26 dan 4 ayat 2.

Anda dapat membuat bukti potong PPh Unifikasi tersebut lebih mudah melalui e-Bupot Klikpajak.

Berikut tutorial cara mengelola pajak hadiah:

Mekari Klikpajak juga dilengkapi dengan Fitur Multi User & Multi Company yang memudahkan Anda mengelola pajak perusahaan di banyak perangkat komputer tanpa install aplikasi dan menambahkan perusahaan yang dikelola pajaknya tanpa batas. Gratis!

Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!

Kategori : Hitung
Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Klikpajak
Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Klikpajak