Hal-Hal yang Harus Disiapkan untuk Lapor SPT Pajak Tahunan

Hal-Hal yang Harus Disiapkan untuk Lapor SPT Pajak Tahunan

Kewajiban sebagai Wajib Pajak (WP) tidak hanya sebatas bayar pajak penghasilannya saja, tapi juga wajib melaporkan pajak yang telah dibayarkan melalui penyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak. Ketahui hal-hal yang harus disiapkan untuk lapor SPT Pajak Tahunan.

WP harus melaporkan berapa jumlah pajak yang telah dibayar atau disetor (bagi pengusaha) atau berapa jumlah pajak yang telah dipotong oleh perusahaan pemungut/pemotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21/23 (bagi pekerja).

Dalam penyampaian SPT Tahunan PPh, WP Orang Pribadi maupun WP Badan harus melaporkan dan melampirkan data yang diperlukan.

Data yang dibutuhkan dalam SPT Tahunan PPh antara WP Pribadi dengan WP Badan tentunya ada perbedaan.

Oleh karena itu, siapkan semua hal yang diperlukan pada saat menyampaikan SPT Tahunan PPh agar pelaporan pajak berjalan lancar.

Apa saja hal-hal yang harus disiapkan untuk lapor SPT Pajak Tahunan ini, berikut Klikpajak by Mekari ulas persiapan penyampaian SPT pajak untuk orang pribadi maupun badan.

 

Ketentuan Pelaporan SPT untuk WP Perorangan (Individu) 

Wajib pajak orang pribadi ini sendiri terbagi menjadi beberapa kategori, yakni:

  1. Karyawan/pegawai tetap
  2. Karyawan sekaligus punya usaha
  3. Pekerja lepas/pekerja bebas
  4. Pengusaha

Masing-masing WP Orang Pribadi tersebut memiliki memiliki ketentuan yang berbeda dalam penghitungan pajak penghasilannya hingga data atau dokumen yang harus disiapkan dalam pelaporan SPT.

Bagi karyawan maupun pekerja lepas yang mendapatkan penghasilan dari pemberi kerja, maka perusahaan yang telah memotong PPh 21 dari gaji/imbalan atau honorarium akan memberikan Bukti Potong yang akan digunakan pada saat menyampaikan SPT Tahunan Pajak.

Pemberian bukti potong PPh 21 harus diberikan perusahaan atau pemberi kerja setiap Januari tiap tahun pajak berikutnya.

Contoh,

Bukti potong PPh 21 Tahun Pajak 2020 (Januari-Desember), wajib diberikan perusahaan/pemberi kerja pada karyawan/pekerja lepas atas pajak yang telah dipotongnya paling lambat Januari 2021.

Bagaimana jika WP individu tersebut tidak bekerja sebagai karyawan, melainkan memiliki kegiatan usaha?

Jawabnya, WP tersebut diwajibkan membuat rekapitulasi penghasilan dalam satu tahun jika WP tidak membuat laporan keuangan atas usahanya.

Jumlah penghasilan setahun itu dikali Norma Perhitungan Penghasilan Netto (NPPN). Baru diketahui jumlah penghasilan nettonya sebagai dasar penghitungan PPh Pasal 21 yang terutangnya.

Mengenai hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang PPh atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh WP yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Peraturan ini diterbitkan untuk menggantikan peraturan sebelumnya yakni PP Nomor 46 Tahun 2013 yang dinilai memiliki sejumlah kekurangan, sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi perekonomian terkini.

Dalam PP 23/2018 ini terdapat perubahan besar tarif PPh Final 0,5% dari peredaran bruto. Semula tarif PPh Final dalam PP 46/2013 adalah sebesar 1% dari peredaran bruto.

Jika sebagai WP tenaga ahli atau pekerja bebas?

WP yang bekerja sebagai tenaga ahli atau semacamnya, tetap wajib melaporkan penghasilan finalnya walaupun telah dipotong dan dibayarkan PPh-nya oleh penyelenggara acara.

Sebab dengan melaporkan SPT Tahunan berarti WP ikut serta dalam mengawasi pihak pemberi kerjanya/pengguna jasanya.

Selain berisi data penghasilan, SPT dan bukti pemotongan PPh 21 juga memuat data harta dan kewajiban. Harta maupun kewajiban ini, baik itu yang dipakai untuk kegiatan usaha maupun tidak.

Harta dapat berupa data tanah, bangunan, kendaraan bermotor, piutang, dan barang bergerak atau tidak bergerak lainnya.

Sedangkan kewajiban dapat berupa kredit kepemilikan rumah, kredit bank, dan lainnya.

Data harta dan kewajiban digunakan untuk menganalisis antara besarnya penghasilan dibanding harta dan kewajibannya. 

melaporkan SPT Pajak TahunanIlustrasi wajib pajak orang pribadi yang harus melaporkan SPT Pajak Tahunan

Ketentuan Pelaporan SPT untuk Wajib Pajak Badan 

WP Badan memiliki kewajiban menyelenggarakan pembukuan. Sebagai keluaran dari kewajiban tersebut adalah laporan keuangan, setidaknya berupa neraca dan laporan laba/rugi.

Kedua dokumen itu sebagai dasar mengisi SPT Tahunan WP Badan.

Laporan keuangan yang telah dibuat oleh wajib pajak merupakan laporan keuangan menurut komersial, yaitu laporan keuangan yang disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) atau Information Financial Reporting System (IFRS).

Angka-angka yang dimasukkan ke dalam SPT Tahunan tidak serta merta langsung dari angka-angka yang ada di laporan keuangan.

Masih diperlukan penyesuaian atas pendapatan atau biaya tersebut.

Hal ini karena adanya perbedaan metode atau pendekatan pengakuan pendapatan atau biayanya atau yang dinamakan penyesuaian fiskal.

Penyesuaian fiskal ini nantinya yang juga dimasukkan dalam isian SPT Tahunan sebagai dasar penghitungan PPh terutangnya.

Setelah data-data yang dipersiapkan tersedia, WP badan maupun perorangan dapat mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak ataupun e-SPT pada situs DJP Online atau Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (ASP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

lapor pajakIlustrasi WP Badan yang juga harus melaporkan SPT Pajak Tahunan

Lapor Pajak Tahunan, Apa Saja yang Harus Disiapkan? 

Baik WP Pribadi maupun WP Badan atau perusahaan memiliki kewajiban yang sama setelah pembayaran pajak dilakukan.

Kesemuanya harus menyampaikan SPT Pajak Tahunan dengan menyertakan dokumen yang sesuai dengan kategorinya sebagai wajib pajak seperti penjelasan di atas.

Apa saja hal-hal yang harus disiapkan dan dipenuhi saat melaporkan SPT Pajak Tahunan?

Hal pertama yang harus disiapkan untuk lapor SPT pajak adalah wajib memiliki EFIN.

Nomor EFIN atau Electronic Filing Identification Number merupakan nomor identifikasi wajib pajak yang dikeluarkan oleh DJP untuk mendaftar akun DJP Online dan mengakses e-Filing.

Jadi, jika ingin melaporkan SPT Tahunan Pribadi maupun Badan, wajib pajak harus memiliki EFIN.

Note: Cara Lapor Pajak tapi Lupa ‘Password’ dan Lupa EFIN

a. Lapor SPT bagi WP Pribadi

Dokumen yang harus disiapkan dibedakan dalam beberapa kelompok, diantaranya:

1. Kelompok sangat sederhana (Formulir 1770SS)

  • Untuk WP orang pribadi seperti karyawan swasta, maka SPT tahunan yang disiapkan cukup Bukti Potongan 1721 A1 dan bukti pemotongan pajak untuk SPT lebih bayar
  • Untuk WP yang berstatus PNS, yang harus disiapkan adalah Bukti Potongan 1721 A2 dan bukti pemotongan pajak untuk SPT lebih bayar
  • Jika status SPT nihil dan kurang bayar, dikecualikan dari kewajiban melampirkan dokumen PDF

2. Kelompok sederhana (Formulir 1770S)

  • Untuk WP pegawai swasta, membutuhkan bukti potong 1721 A1 untuk lapor pajak tahunan serta bukti pemotongan pajak untuk SPT lebih bayar
  • Sedangkan WP yang bekerja sebagai PNS membutuhkan bukti potong 1721 A2. Bukti pemotongan pajak dibutuhkan untuk SPT lebih bayar 
  • WP yang berstatus Pisah Harta (PH) atau Memilih Terpisah (MT) harus melampirkan lembar penghitungan pajak penghasilan terutang dan bukti pemotongan pajak dibutuhkan untuk SPT lebih bayar 
  • Jika status SPT nihil dan kurang bayar, dikecualikan dari kewajiban melampirkan dokumen PDF

3. Formulir 1770 

WP yang masuk kategori ini adalah mereka yang melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas, memperoleh penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja, memperoleh penghasilan yang dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Final dan/atau bersifat Final, dan/atau memperoleh penghasilan dalam negeri lainnya/luar negeri.

WP tersebut membutuhkan dokumen berikut untuk lapor pajak tahunan: 

  • Bukti  Penghasilan lain di luar pekerjaan
  • Bukti potong A1/A2
  • Laporan Keuangan atau neraca dan laporan laba rugi => Jika menggunakan metode Pembukuan
  • Laporan peredaran bruto atau rekapitulasi bulanan peredaran bruto dan biaya => Jika menggunakan metode norma (NPPN)
  • Daftar perhitungan peredaran bruto => Jika menggunakan perhitungan sesuai PP 46/2013 dan PP 23/2018
  • Untuk WP dengan status PH atau MT: Lembar Penghitungan Pajak Penghasilan Terutang

Note: Contoh Pengisian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi 1770

b. Lapor SPT bagi WP Badan

Jika belum memiliki EFIN Badan, begini cara mengajukan EFIN Badan dan cara aktivasi EFIN Badan.

Untuk Wajib Pajak badan, Sebelum mengisi SPT Tahunan PPh Badan 1771, siapkan dokumen berikut untuk memudahkan proses pengisian data:

  • Arsip SPT Tahunan PPh Badan 1771 Tahun sebelumnya beserta lampirannya.
  • Arsip SPT Masa PPN termasuk semua faktur pajak masukan dan faktur pajak keluaran periode Januari s/d Desember.
  • Arsip SPT Masa PPh Pasal 21 Januari s/d Desember.
  • Arsip bukti Pemotongan PPh Pasal 23 masa Januari s/d Desember.
  • Arsip bukti pemungutan PPh Pasal 22 dan bukti pungutan atau bukti pembayaran Pasal 22 impor masa periode Januari s/d Desember.
  • Arsip bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) masa Januari s/d Desember.
  • Arsip Bukti Pembayaran PPh Pasal 25 Masa Januari s/d Desember. Namun jika WP dengan kewajiban berdasarkan PP nomor 23 Tahun 2018, maka yang disiapkan adalah Bukti Pembayaran PPh Pasal 4 ayat 2 Masa periode Januari s/d Desember.
  • Arsip Bukti Pembayaran atas STP PPh Pasal 25 Masa untuk periode Januari s/d Desember.
  • Keuangan (Rugi Laba, Neraca), termasuk Laporan Keuangan hasil audit akuntan publik
  • Akte pendirian dan atau akte perubahannya
  • Lampiran SPT Tahunan PPh Badan setahun sebelumnya, misalnya Daftar Penyusutan, Perhitungan Kompensasi Kerugian, daftar nominatif biaya hiburan, promosi dan lain-lain.
  • Pencocokan atas peredaran usaha dan penghasilan luar usaha
  • Pencocokan atas pembelian dan biaya usaha 
  • Pencocokan untuk komponen neraca 
  • Pencocokan untuk persediaan awal dengan persediaan akhir pada SPT Tahunan PPh Badan Tahun 1771 

Mengingat kondisi saat ini sedang diselimuti wabah virus corona dan untuk mencegah penyebaran virus, maka WP yang bisanya menyetorkan SPT PPh langsung ke kantor pajak, maka diimbau menyampaikannya melalui e-Form untuk UMKM ataupun e-SPT untuk WP Badan di DJP Online.

Pelaporan SPT Tahunan PPh Badan juga dapat dilakukan secara online dengan cara lebih mudah melalui e-Filling Klikpajak.id.

laspor SPT Pajak TahunanIlustrasi mengisi dan laspor SPT Pajak Tahunan

Cara Lapor SPT Pajak Tahunan

Setelah menyiapkan keperluan yang dibutuhkan untuk menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi maupun Badan, berikutnya adalah melakukan pelaporannya.

Agar lebih mudah lapor SPT Pajak Tahunan, gunakan aplikasi pajak online mitra resmi DJP di e-Filing Klikpajak.

Klikpajak.id adalah PJAP atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Cara lapor SPT Pajak Orang Pribadi, dapat dlihat tutorialnya pada video berikut ini:

Sedangkan cara lapor SPT Pajak Badan, dapat dilihat video tutorialnya berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

kalender pajak terbaru

Fitur Lengkap Klikpajak yang Terintegrasi

Klikpajak.id memiliki fitur lengkap dan cara yang simpel untuk melakukan berbagai aktivitas perpajakan, mulai dari menghitung, membayar dan lapor pajak dalam satu platform.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan dengan akurat sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan.

Selain lapor SPT pajak, apa saja fitur lengkap Klikpajak lainnya yang semakin memudahkan urusan perpajakan?

a. Membuat Kode Billing langsung Bayar Pajak di e-Billing

Ingat, proses pembayaran pajak diawali dengan memiliki Kode Billing, kemudian dilanjutkan pembayaran ke bank atau pos persepsi.

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Tahukah, Anda dapat membuat Kode Billing dan langsung bayar billing/pajak hanya dalam satu platform melalui e-Billing Klikpajak.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

klikpajak

b. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Fitur e-Bupot memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak.

Apa saja keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan korporasi Anda?

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan Ditjen Pajak
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Dari integrasi Klikpajak.id dan Jurnal.id ini, Anda akan lebih mudah mengirim bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi dan melakukan rekapitulasi serta rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan melalui e-Bupot.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

ebupot klikpajakContoh fitur membuat bukti potong PPh Pasal 23/26 di e-Bupot Klikpajak

c. Lebih Mudah Membuat e-Faktur dan Lapor SPT Masa PPN

DJP telah memberlakukan e-Faktur 3.0 secara nasional mulai 1 Oktober 2020. Dengan berlakunya e-Faktur versi terbaru ini pula, penyampaian SPT Masa PPN harus melalui e-Faktur web based.

Tidak bisa lagi lapor SPT Masa PPN di e-SPT atau e-Filing.

Bagi pengguna e-Faktur client desktop DJP, harus memperbarui dengan cara install dan download patch untuk update e-Faktur 3.0 agar bisa menggunakan aplikasi e-Faktur yang sudah dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Namun, bagi pengguna e-Faktur client desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di https://web-efaktur.pajak.go.id/ ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa install aplikasi.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Melalui integrasi ini Anda dapat lebih mudah:

  • Menarik data laporan keuangan dari akun Jurnal.id Anda yang akan dibuat Faktur Pajaknya
  • Lebih mudah melakukan rekonsiliasi atau mencocokkan data pada invoice dengan Faktur Pajak
  • Membuat Faktur Pajak dalam jumlah banyak jadi lebih mudah
  • Melakukan pembatalan Faktur dan pembetulan Faktur Pajak jauh lebih mudah
  • Mudah melakukan penagihan pada mitra

efaktur klikpajak

d. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Pelajari lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company dari Klikpajak.id disini!

fitur klikpajak

e. Terintegrasi dengan Aplikasi Akuntansi ‘Online’

Aplikasi pajak online Klikpajak yang terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id ini semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih praktis dan cepat.

Karena Anda dapat menarik data langsung dari laporan keuangan perusahaan ketika ingin membuat Faktur Pajak, Bukti Potong Pajak dan penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh maupun PPN.

Penarikan data ini akan membuat Anda tidak perlu lagi input data secara manuai satu per satu dari setiap transaksi pada laporan keuangan yang akan dibuat administrasi pajaknya.

Tentu saja, hal ini akan menghemat banyak waktu Anda untuk mengurus perpajakan perusahaan korporasi.

Integrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal by MekariSimple Online Accounting Software ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengelolaan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah

Note: Ketahui lebih lanjut bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda!

terintegrasi dengan aplikasi pajak onlineContoh fitur akuntansi online jurnal.id yang terintegrasi dengan aplikasi pajak online Klikpajak.id

Keamanan Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga keamanan data menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar maupun lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

keamanan dataIlustrasi keamanan data adalah menjadi yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

cs pajak

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

lapor spt klikpajak

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED27 Nov 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: