Formulir Tax Amnesty: Bagian dan Cara Mengisinya - Klikpajak

Formulir Tax Amnesty: Bagian dan Cara Mengisinya

Bagi setiap wajib pajak mungkin tidak asing lagi mendengar istilah pengampunan pajak atau tax amnesty. Kebijakan ini mulai diberlakukan melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak atau Undang-Undang Tax Amnesty pada tanggal 28 Juni 2016. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuan formulir Tax Amnesty mulai dari bagian-bagiannya, dan cara mengisinya. Simak pembahasan lengkapnya berikut ini

Pengertian Tax Amnesty

Berdasarkan UU No. 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak, Tax Amnesty adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan. Penghapusan pajak yang dimaksud, dilakukan dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur di dalam undang-undang tersebut di atas.

Subjek dan Keuntungan Tax Amnesty

Subjek tax amnesty adalah setiap wajib pajak (warga negara Indonesia baik yang telah memiliki NPWP maupun belum), yang belum melaporkan harta kekayaannya secara rinci kepada Negara (dapat berupa rumah, kendaraan, tabungan, dan lain-lain) baik perorangan, perusahaan, atau sebuah badan usaha.

Keuntungan mengikuti program ini adalah penghapusan semua pajak terutang baik berupa Pajak Penghasilan (PPh), PPN, PPnBM, sanksi administrasi berupa denda, dan sanksi pidana. Keuntungan lain dengan mengikuti program tax amnesty, maka Wajib Pajak (WP) terbebas dari pemeriksaan data atas kekayaan yang dimiliki.

Syarat Mengajukan Tax Amnesty

Berikut ini adalah persyaratan yang harus dipenuhi oleh wajib pajak apabila hendak mengajukan pengampunan pajak atau tax amnesty:

  1. Telah terdaftar dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  2. Membayar dan melunasi seluruh Uang Tebusan
  3. Melunasi seluruh Tunggakan Pajak
  4. Melunasi pajak yang tidak atau kurang dibayar, atau melunasi pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan/atau catatan penyidikan.
  5. Telah menyampaikan SPT PPh terakhir bagi Wajib Pajak yang telah memiliki kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan, dan
  6. Mencabut permohonan:
    • Pengembalian kelebihan pembayaran pajak
    • Pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam Surat Ketetapan Pajak dan/atau Surat Tagihan Pajak yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang terutang
    • Pembetulan atas Surat Ketetapan Pajak  dan Surat Keputusan
    • Keberatan
    • Pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar
    • Banding
    • Gugatan
    • Peninjauan Kembali, dalam hal Wajib Pajak sedang mengajukan permohonan dan belum diterbitkan surat keputusan atau putusan.

Formulir Tax Amnesty

Formulir Tax Amnesty Pajak hanya terdiri dari 1 lembar saja dengan banyak lampiran yang harus disertakan. Sebelum mengisi formulir Tax Amnesty, terlebih dahulu Anda harus mendownload formulir pengampunan pajak dalam bentuk excel. Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian serta lampiran yang wajib disertakan dan cara mengisi formulir Pengampunan Pajak.

Cara Mengisi Formulir Tax Amnesty

Pertama: Mengisi Formulir Pengampunan Pajak

Bukalah aplikasi pengampunan pajak terintegrasi dalam bentuk excel yang telah Anda unduh sebelumnya. Bagian pertama yang harus Anda isi dan perhatikan adalah sheet isian data sebagai berikut:

    1. PERNYATAAN KE: Bila baru pertama kali menyampaikan maka isi 1
    2. NPWP: Isikan NPWP Wajib Pajak tanpa tanda baca
    3. NAMA: Isi Nama Wajib Pajak
    4. NIK KTP: Isikan NIK bila wajib pajak adalah Orang Pribadi, kosongkan bila wajib pajak badan
    5. NO PASSPORT: Diisi oleh wajib pajak Orang Pribadi, dan kosongkan bila wajib pajak badan
    6. ALAMAT DI INDONESIA: Isi dengan alamat tempat tinggal / kantor di Indonesia
    7. ALAMAT DI LUAR NEGERI: Isikan dengan alamat tempat tinggal / kantor di luar negeri
    8. BIDANG USAHA: Isi bidang usaha sesuai dengan apa yang tercantum dalam surat keterangan terdaftar pada saat pertama kali Anda mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP
    9. TELEPON RUMAH: Isi dengan Nomor telepon rumah bila ada, jika tidak ada cukup dikosongkan
    10. NOMOR HANDPHONE: Nomor hp aktif Anda
    11. ALAMAT EMAIL: Isikan alamat email anda
    12. UMKM YA / TIDAK: Pilih pada dropdown apakah peredaran usaha anda setahun tidak melebihi Rp4.800.000.000
    13. KLU (KLASIFIKASI LAPANGAN USAHA): KLU anda dapat anda lihat di lembar surat keterangan terdaftar sama halnya dengan bidang usaha
    14. PEMBUKUAN: Pilih apakah Anda menggunakan pembukuan atau tidak
    15. PERIODE PEMBUKUAN: Periode pembukuan normalnya adalah dimuai dari bulan januari sampai bulan desember jadi isikan 0112 artinya bulan 01 sampai bulan 12
    16. DIAUDIT ATAU TIDAK
    17. MEMAKAI KONSULTAN ATAU TIDAK: Pilih pada dropdown menu apakah anda menggunakan konsultan publik atau tidak
    18. NAMA KONSULTAN: Kosongkan bila anda tidak menggunakan konsultan dan membuat sendiri laporan perpajakan anda
    19. TARIF UNTUK HARTA YANG DIALIHKAN KE DN
    20. TARIF UNTUK HARTA TIDAK DIBAWA KE DN
    21. JENIS WAJIB PAJAK: Pilih apakah Anda wajib pajak orang pribadi atau anda wajib pajak badan
    22. NAMA PENANDATANGAN
    23. NPWP: Isikan NPWP direktur bila wajib pajak badan, dan isi sesuai NPWP wajib pajak bila anda adalah wajib pajak orang pribadi
    24. ALAMAT: Isikan alamat penandatangan
    25. KOTA SURAT DIBUAT: Isi kota tempat terdaftar sesuai dengan kartu NPWP
    26. NAMA KANTOR PELAYANAN PAJAK: Isikan Nama Kantor tempat anda terdaftar

Kedua: Lampiran A1

Salin dan isikan daftar harta yang telah Anda laporkan dalam SPT pada Lampiran A1.

Ketiga: Halaman B1

Isi pada Halaman B1 berupa daftar harta di dalam negeri yang hendak Anda mintakan pengampunan Pajak.

Keempat: Halaman B2

Halaman B2 meliputi daftar utang dalam negeri yang hendak Anda mintakan pengampunan pajak.

Kelima: Halaman C1

Halaman C1 berupa daftar harta di luar negeri yang hendak Anda mintakan pengampunan pajak dan dibawa serta ke dalam negeri. Jika Anda tidak memiliki aset di luar negeri, maka delete row atau cell isian harta.

Keenam: Halaman C2

Halaman C2 merupakan daftar utang di luar negeri terkait dengan harta di luar negeri yang hendak direpatriasikan..

Ketujuh: Halaman D1

Halaman D1 merupakan daftar harta di luar negeri yang hendak Anda mintakan pengampunan pajak namun tidak dibawa serta ke dalam negeri. Isi pada formulir harta Anda yang tidak direpatriasikan ke Indonesia.

Kedelapan: Halaman D2

Halaman D2 adalah daftar ulang terkait dengan harta di luar negeri yang tidak akan direpatrasikan. Isilah daftar utang tambahan.

Setelah Anda selesai melalui langkah-langkah di atas, maka telitilah kembali halaman utama Surat Pernyataan Harta Untuk Pengampunan Pajak agar tidak ada kekeliruan.

Sebagai Warga Negara Indonesia, sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk membayar pajak dan melaporkan pajak. Klikpajak selaku ASP mitra resmi Dirjen Pajak hadir untuk mempermudah proses penuntasan perpajakan Anda. Fitur hitung, setor, dan lapor pajak bisa dilakukan hanya lewat satu platform dengan cepat dan tanpa repot. Daftar sekarang dan segera tuntaskan kewajiban perpajakan Anda!

Kategori : Berita Regulasi

PUBLISHED19 Jul 2019
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: