Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0, Ini Cara Menggunakannya

Bagaimana Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0?

Prepopulated Pajak Masukan maupun Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan beberapa lainnya merupakan beberapa fitur terbaru di e-Faktur 3.0 yang berlaku nasional 1 Oktober 2020 lalu menggantikan e-Faktur 2.2. Ketahui bagaimana cara menggunakan fitur prepopulated data PPN di e-Faktur ini.

Melalui fitur baru pada e-Faktur 3.0 ini, sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyediakan data Pajak Masukan yang dapat dikreditkan by system.

Seluruh data Pajak Keluaran dan Pajak Masukan yang siap dilaporkan dalam penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan tersedia dalam e-Faktur Web Based DJP.

Sehingga fitur prepopulated Pajak Masukan ini memudahkan Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam melakukan administrasi perpajakan, mulai dari perolehan Faktur Pajak atas Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) dari lawan transaksi dan masih banyak lagi.

Karena e-Faktur 3.0 ini dilengkapi dengan berbagai fitur prepopulated diantaranya:

  • Prepopulated Pemberitahuan Impor Barang (PIB)
  • Prepopulated Pajak Masukan (PM)
  • Prepopulated VAT (Value Added Tax) Refund
  • Prepopulated SPT Masa PPN 1111
  • Sinkronisasi kode cap fasilitas

Untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan fitur prepopulated data PPN di e-Faktur 3.0, sebelum itu Klikpajak by Mekari akan sedikit menjabarkan mengenai Pajak Masukan yang berkaitan erat dengan data PPN terlebih dahulu.

Pajak Masukan dan Fitur Prepopulated Data PPN

Secara teori, Pajak Masukan atau input value add tax (VAT) adalah PPN yang dibayar PKP untuk mendapatkan barang dan jasa yang akan digunakan untuk tujuan usahanya.

Apabila barang dan jasa tersebut digunakan untuk transaksi kena pajak, maka pajak masukan umumnya dapat dikreditkan.

Akan tetapi, jika barang dan jasa tersebut digunakan untuk tujuan yang dikecualikan dari pengenaan pajak, maka Pajak Masukan biasanya tidak dapat dikreditkan.

Berdasarkan Pasal 1 angka 24 Undang-Undang PPN, Pajak Masukan adalah PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP karena perolehan BKP, perolehan JKP, pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah pabean, atau impor BKP.

Note: PPN Atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik atau PMSE

Fitur Prepopilated Data PPN

Terkait dengan adanya fitur prepopulated dalam e-Faktur 3.0, Faktur Pajak tidak serta-merta berada dalam menu administrasi pajak masukan.

Dalam laman resmi DJP dijelaskan data Faktur Pajak yang tersedia di e-Faktur 3.0 tidak dimaksudkan akan langsung berada dalam menu administrasi atau daftar Pajak Masukan.

Sebab WP masih tetap menjadi penentu atas Faktur Pajak tersebut.

WP harus menentukan terlebih dahulu masa pajak dan status pengkreditannya. Setelah ditentukan dan di-upload, baru data tersebut masuk ke daftar Pajak Masukan.

Fitur prepopulated Pajak Masukan yang ada di dalam e-Faktur 3.0 merupakan alat baru yang dibuat untuk memudahkan WP agar tidak perlu melakukan input data secara manual ketika akan membuat e-Faktur maupun lapor SPT Masa PPN.

Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0 juga menggunakan default pajak masukan dikreditkan, kecuali untuk faktur pajak dengan kode transaksi 07 dan 08.

Pada saat PKP memilih masa pajak yang dilaporkan, akan ada sejumlah data yang disediakan.

Data tersebut adalah Pajak Masukan dan Faktur Pajak keluaran dari PKP penjual yang sudah memperoleh approval (sukses) pada masa pajak tersebut.

Baca Juga: Surat Pernyataan Non-PKP, Fungsi dan Cara Pengajuannya

Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0Ilustrasi membuat e-Faktur dan fitur prepopulated data PPN di e-Faktur 3.0

Ingat, Harus Install Aplikasi untuk Gunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0

Sejak berlakunya e-Faktur 3.0 1 Oktober 2020, pembuatan Faktur Pajak elektronik harus melalui sistem terbaru dan pelaporan SPT Masa PPN wajib melalui e-Faktur web based.

Seiring pembaruan sistem ini, WP PKP yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru e-Faktur 3.0 pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi ini.

Namun, bagi pengguna e-Faktur Client Desktop DJP tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur 3.0 Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id ketika ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Note: Untuk mengetahui cara install aplikasi e-Faktur 3.0, baca Cara Update e-Faktur 3.0.

Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN e-Faktur 3.0

Lalu, bagaimana cara menggunakan fitur prepopulated data PPN di e-Faktur 3.0 ini?

Berikut ini tahapan menggunakan data PPN di e-Faktur 3.0 terbaru: 

1. Masuk ke aplikasi e-Faktur 3.0 dan login menggunakan akun PKP Anda

2. Buka menu “Prepopulated data”

3. Selanjutnya akan muncul tiga jenis sumber data, yakni: 

  • Faktur Pajak Masukan 
  • Dokumen Impor (PIB) 
  • VAT Refund

Silakan klik yang sesuai dengan keperluan Anda.

4. Pilih masa pajak yang akan ditarik data prepopulated Faktur Pajak Masukan-nya.

5. Isi masa pajak dan tahun pajak

6. Klik ‘Get Data’

7. Input “Captcha” dan Passphrase”

8. Selanjutnya, Anda akan melihat tampilan data prepopulated Faktur Pajak Masukan sesuai data terkini.

9. Klik salah satu data Faktur Pajak yang diinginkan 

10. Klik opsi ‘Ubah Pengkreditan’ yang letaknya ada di bagian bawah

11. Cek data yang terlihat di prepopulated Pajak Masukan, Anda juga dapat melakukan proses upload dengan klik opsi “Upload” yang ada di bagian bawah

12. Setelah klik tombol upload, akan muncul notifikasi sebagai konfirmasi

13. Klik ‘Yes’ kalau sudah yakin

14. Cek hasil upload Prepopulated Data Faktur Pajak Masukan dengan cara masuk ke Menu => Pajak Masukan => Administrasi Faktur.

15. Setelah rangkaian proses 1 – 14 dilakukan, SPT Masa PPN siap dilaporkan.

Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0Ilustrasi menggunakan fitur prepopulated data PPN di e-Faktur 3.0

Cara Input Faktur Pajak Masukan untuk yang belum ada di Prepopulated Data PIB

Bagaimana jika ada data yang tidak sesuai sehingga belum muncul dalam fitur prepopulated Data PPN atau PIB?

Jika ini terjadi, jangan khawatir karena WP tetap bisa melakukan input data Faktur Pajak Masukan secara manual seperti versi versi e-Faktur sebelumnya (e-Faktur 2.2).

Setelahnya, WP bisa melakukan pelaporan SPT Masa PPN melalui situs web-efaktur.

Tahukah, Anda dapat lebih mudah membuat Faktur Pajak di e-Faktur Klikpajak.id.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Update e-Faktur 3.0 ini juga diharuskan bagi Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) mitra resmi DJP seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan aplikasi e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 DJP untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar platform.

“Langsung gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk memudahkan pembuatan e-Faktur dan pelaporan SPT Masa PPN Anda.”

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0 ini, artinya DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian WP PKP tinggal mencocokkan saja dan bisa langsung dibuat Faktur Pajaknya atau pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya, daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa Lebih Mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak, Anda dapat membuat Faktur Pajak Keluaran, Faktur Pajak Pengganti, Faktur Pajak Retur, dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan mudah hanya dalam satu platform.

  1. Cara Impor Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0
  2. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  3. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur pajak di e-Faktur

Bahkan pembuatan Faktur Pajak semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id, sehingga dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya.

Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0

Fitur Lengkap Klikpajak yang Terintegrasi

Bukan hanya mudah untuk menyampaikan dalam membuat e-Faktur dan menyampaikan SPT Masa PPN di e-Faktur, Klikpajak.id juga memiliki fitur lengkap yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif dan efisien.

Sistem Klikpajak akan membantu Anda menghitung kewajiban perpajakan Anda dengan akurat, sehingga menghindari adanya kesalahan penghitungan.

Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin menghemat waktu Anda dan biaya dalam mengurus administrasi perpajakan?

a. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh 23/26 di e-Bupot

Klikpajak juga dilengkapi fitur e-Bupot yang memudahkan Anda menerbitkan Bukti Potong PPh Pasal 23/26 dan mengelola bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah.

Melalui fitur e-Bupot Klikpajak, Anda juga dapat langsung menarik data laporan keuangan elektronik yang akan dibuatkan bukti pemotongan pajaknya maupun penyampaian SPT PPh Pasal 23/26.

Wajib e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26, wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk Masa Pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Note: Tutorial Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot.

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

Cara Menggunakan Fitur Prepoplated Data PPN di e-Faktur 3.0

b. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah mendapatkan kode billing dari DJP, selanjutnya harus membayar atau menyetorkan pajak ke kas negara melalui ATM, Teller, Internet Banking bank persepsi atau kantor pos.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0

c. Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak Gratis!

Melalui e-Filing Klikpajak, Anda dapat melaporkan semua jenis SPT Tahunan/Masa dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT pajak di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya, seperti:

  • SPT Tahunan Pajak Badan
  • SPT Masa (Bulanan) Pajak
  • SPT Tahunan Pajak Pribadi

Setelah menyampaikan SPT pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak.id, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Untuk mengetahui cara lapor SPT PPh Badan, dapat melihat tutorialnya pada video berikut ini:

Mudah Lihat Batas Waktu Bayar dan Lapor Pajak

Tidak perlu bingung kapan waktunya harus membayar dan melaporkan pajak Anda tepat waktu.

Hindari sanksi atau denda terlambat bayar dan lapor pajak, lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan SPT pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0

d. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0

e. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ingin mengetahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI

Integrasi Jurnal dan Klikpajak

Keamanan Data Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan nyaman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sistem keamanan yang berlapis dan menjaga data Anda dengan aman adalah menjadi komitmen utama.

Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan maupun kehilangan komputer atau laptop.

Keamanan DataKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Cara Menggunakan Fitur Prepopulated Data PPN di e-Faktur 3.0


PUBLISHED12 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: