Lapor Pajak Lebih Mudah dengan e-Filing Pajak - Klikpajak

Lapor Pajak Lebih Mudah dengan e-Filing Pajak

Masih kebayang gimana antrenya Kantor Pajak di musim pajak, mulai bulan Januari-April? Lamanya antrean ini terkadang membuat Anda tidak produktif, seperti harus izin setengah hari demi lapor pajak, harus datang lebih pagi demi antrean yang tidak panjang, dan sebagainya. Namun, kini hal itu sudah tidak ada lagi dan semakin berkurang, terutama di era yang sudah serba canggih seperti saat ini. Kenapa? Karena saat ini kita semua sudah bisa melakukan lapor pajak secara online melalui efiling.

Apa itu e-Filing?

Apa itu e-Filing?

E-filing adalah salah satu saluran pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan maupun SPT Masa yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). E-filing termasuk salah satu layanan dari serangkaian layanan daring yang disediakan DJP melalui website resmi DJPOnline. Pelaporan SPT melalui e-filing di website DJPOnline dapat diakses melalui internet hampir 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu kecuali penghentian layanan sementara untuk tujuan maintenis.

Meskipun bisa dilakukan di mapun dan kapanpun, Wajib Pajak disarankan melaporkan SPT Tahunan di awal waktu. Ada kecenderungan banyak Wajib Pajak yang baru sadar harus melaporkan SPT Tahunannya menjelang batas waktu akhir penyampaian SPT Tahunan (31 Maret untuk Orang Pribadi dan 30 April untuk Badan). Akibatnya, biasanya kantor pajak akan sangat ramai sesak menjelak batas waktu penyampaian SPT Tahunan tersebut.

Begitu juga dengan penyampaian melalui e-filing. Menjelang batas akhir penyampaian SPT Tahunan, biasanya layanan e-filing akan mengalami peningkatan traffic akibat banyaknya Wajib Pajak yang menggunakan layanan secara bersamaan. Akibatnya, akses layanan menjadi melambat. Bahkan, beberapa Wajib Pajak sampai mengeluhkan tidak dapat mengakses layanan tersebut sama sekali.

Sebenarnya, jika tidak diakses atau digunakan menjelang jatuh tempo penyampaian SPT Tahunan, layanan e-filing sangat nyaman dan mudah untuk digunakan. Namun, Wajib Pajak tidak bisa langsung mengakses layanan ini hanya bermodal Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Wajib Pajak yang baru pertama kali memanfaatkan layanan ini diharuskan untuk mendaftarkan akun di DJPOnline. Pendaftaran akun hanya perlu dilakukan saat anda pertama kali akan memanfaatkan DJPOnline.

Dapatkan Kode EFIN Sebelum Memulai Lapor Pajak Online

Dapatkan Kode EFIN Sebelum Memulai Lapor Pajak Online

Untuk menggunakan layanan efiling, sebagai wajib pajak Anda harus melakukan pendaftaran akun di DJPOnline. Di mana, syarat mendaftar di DJP Online salah satunya adalah memiliki NPWP dan Kode EFIN (Electronic Filing Identification Number).

Pada dasarnya, Wajib Pajak dapat meminta nomor EFIN dengan mengajukan permohonan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat. Nomor EFIN ini sifatnya unik untuk setiap Wajib Pajak. Yang penting untuk dicatat, meskipun tidak perlu digunakan setiap kali kita login ke layanan DJPOnline, EFIN diperlukan ketika kita akan mendaftarkan akun baru di DJPOnline atau ketika lupa password. Oleh karena itu, Wajib Pajak disarankan menyimpan EFIN yang sudah diperoleh. Lalu bagaimana jika hilang atau lupa?

Bagaimana jika EFIN hilang atau lupa:

  • Buka e-mail, cari di inbox atau e-mail masuk dari Ditjen Pajak yang berisi nomor pendaftaran EFIN Anda saat Anda mengajukan EFIN dahulu;
  • Coba cari atau bongkar berkas perpajakan, mungkin kertas EFIN masih tersimpan dan terselip di antara tumpukan berkas;
  • Menghubungi pihak DJP menggunakan fitur Layanan Pengaduan & Live Chat pada situs resmi DJP di pajak.go.id;
  • Melalui Twitter dengan mention layanan Kring Pajak di @kring_pajak;
  • Menghubungi call center Kring Pajak di 1500200; atau
  • Mendatangi KPP terdekat.

Setelah masuk ke laman DJP Online pada tautan tersebut, lakukan aktivasi sebagai berikut:

  • Isi kolom dengan mengetikkan nomor NPWP
  • Ketikkan nomor e-FIN pada kolom EFIN
  • Masukkan/ketikkan Kode Keamanan yang tertera
  • Lalu klik Submit
  • Anda akan menerima e-mail konfirmasi, berisi password sementara
  • Kemudian klik tautan yang ada, dan ganti kata sandi (password) sesuai keinginan Anda

Untuk membuat password baru, pilih atau gunakan kata sandi, baik huruf ataupun angka yang mudah diingat. Ingat, aktivasi EFIN maksimal 30 hari setelah mendapatkan nomor EFIN. Jika tidak melakukan aktivasi EFIN lebih dari 30 hari, maka nomor EFIN hangus dan Anda harus mengajukan permintaan EFIN ulang.

Cara Registrasi e-Filing atau Daftar DJP Online

Cara Registrasi e-Filing atau Daftar DJP Online

Setelah mengaktifkan nomor EFIN, maka otomatis Anda sudah terdaftar dalam e-Filing atau telah memiliki akun DJP Online. Sehingga Anda sudah bisa menggunakan layanan pelaporan SPT Tahunan Pajak secara elektronik atau online. Untuk mencoba masuk atau login pada akun e-Filing atau akun DJPOnline Anda, berikut langkahnya:

  • Buka laman situs resmi Ditjen Pajak Login DJPOnline atau e-Filing di sini.
  • Masukkan nomor NPWP,
  • Ketikkan Kata Sandi (password) yang sudah Anda buat sebelumnya (saat aktivasi EFIN),
  • Ketik Kode Keamanan yang tertera,
  • Klik Login,
  • Anda siap menyampaikan pelaporan SPT Tahunan Pajak secara online atau melalui e-Filing,

Halaman awal atau beranda setelah Wajib Pajak melakukan login pada laman DJPOnline adalah profil singkat dan daftar layanan yang dapat diakses oleh Wajib Pajak. Beberapa layanan seperti e-SKD, i-KSWP atau e-billing mungkin perlu anda aktifkan terlebih dulu dengan masuk pada halaman ubah profil.

Untuk Wajib Pajak yang sudah biasa melaporkan SPT Tahunan secara manual, penyampaian SPT melalui e-Filing sebenarnya hanya mengubah cara SPT disampaikan. Pengisian SPT sama sekali tidak berbeda.

Formulir SPT Tahunan Pajak Pribadi

Perlu diperhatikan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, terdapat tiga macam formulir SPT Tahunan yang bisa disampaikan tergantung besar dan jenis penghasilan yang diperoleh setiap tahun. Ketiga macam formulir tersebut adalah:

  • 1770SS: digunakan oleh Orang Pribadi dengan penghasilan kotor setahun kurang dari 60 Juta rupiah dan hanya diperoleh dari satu sumber penghasilan selain dari kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.
  • 1770S: digunakan digunakan oleh Orang Pribadi dengan penghasilan kotor setahun lebih dari 60 Juta rupiah atau diperoleh dari lebih dari satu sumber penghasilan selain dari kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.
  • 1770: digunakan oleh Orang Pribadi dengan penghasilan berasal dari kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.

DJPOnline belum menyediakan layanan pengisian SPT 1770 melalui web. Pengisian SPT 1770 dapat dilakukan melalui aplikasi e-SPT untuk kemudian diupload file csv dan lampirannya melalui e-filing. Pengisian SPT 1770 dapat dilakukan langsung melalui laman web e-filing. Sedangkan untuk SPT 1770S, Wajib Pajak dapat memilih antara upload file csv dan lampirannya dari aplikasi e-SPT atau mengisi melalui web dalam bentuk formulir atau mengisi melalui web dalam bentuk panduan.

Selain itu, formulir SPT 1770 dan SPT 1770S dapat juga diisi dan disampaikan melalui e-form. Layanan e-form dapat diaktivasi dengan mengubah profil Wajib Pajak pada laman beranda DJPOnline. Layanan e-form dapat diisi tanpa menggunakan koneksi internet dan baru memerlukan koneksi internet ketika SPT yang telah diisi sudah siap dikirim. Dengan begitu, Wajib Pajak tidak perlu khawatir kehilangan data jika terdapat gangguan koneksi internet atau gangguan pada layanan DJPOnline. Pengisian SPT Tahunan dengan e-Form sangat disarankan bagi Wajib Pajak yang sudah familier dengan pelaporan SPT dengan formulir fisik atau sudah beberapa kali dan paham cara melaporkan SPT Tahunan.

Sebelum memulai mengisi SPT Tahunan melalui e-filing, ada baiknya Wajib Pajak mengumpulkan keterangan-keterangan yang nantinya diperlukan. Keterangan tersebut diantaranya bisa berupa daftar penghasilan yang diperoleh selama setahun, daftar nilai harta per akhir tahun dan daftar sisa utang per akhir tahun. Bagi Wajib Pajak Karyawan, daftar penghasilan biasanya didukung dengan bukti potong PPh Pasal 21 dari kantor berupa formulir 1721-A1 untuk karyawan swasta dan 1721-A2 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mengisi SPT 1770SS melalui e-filing

Karena ditujukan untuk Wajib Pajak dengan penghasilan di bawah 60 Juta Rupiah, pengisian SPT 1770SS jadi paling sederhana dibanding formulir SPT Tahunan yang lain. Seperti halnya pengisian formulir SPT lainnya, Wajib Pajak mengisi SPT 1770SS dengan memilih layanan e-filing pada laman beranda DJPOnline. Tampilan default setelah itu adalah daftar SPT yang pernah Wajib Pajak laporkan melalui layanan e-filing atau e-form.

Untuk melaporkan SPT 1770SS, tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Setelah memilih layanan e-filing pada halaman beranda DJPOnline, Klik “Buat SPT”.
  2. Akan ada serangkaian pertanyaan. Pertanyaan pertama adalah, “Apakah Anda Menjalankan Usaha atau Pekerjaan bebas?” Jawab “Tidak”. Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas akan melaporkan SPT Tahunan dengan formulir 1770.
  3. Pertanyaan berikutnya adalah “Apakah Anda seorang Suami atau Istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau Pisah Harta (PH)?” Jawab “Tidak”. Seorang Suami atau Istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau Pisah Harta (PH) dapat melaporkan SPT Tahunan dengan formulir 1770S.
  4. Pertanyaan berikutnya adalah “Apakah Penghasilan Bruto Yang Anda Peroleh selama setahun Kurang dari 60 Juta Rupiah?” Jawab “Ya”. Wajib Pajak dengan penghasilan bruto tidak kurang dari 60 Juta Rupiah akan melaporkan SPT Tahunan dengan formulir 1770S atau 1770.
  5. Klik “SPT 1770SS”.
  6. Pilih Tahun Pajak yang akan dilaporkan.
  7. Pilih status SPT “Normal”. Untuk Wajib Pajak yang melaporkan pembetulan atas SPT yang sebelumnya telah dilaporkan maka pilih “Pembetulan”.
  8. Isi seluruh bagian A (Pajak Penghasilan) berdasarkan bukti potong yang diperoleh dari kantor.
  9. Isi bagian B (Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan yang dikecualikan dari Objek Pajak) jika terdapat penghasilan yang dikenakan PPh Final atau dikecualikan dari Objek Pajak.
  10. Isi bagian C (Daftar Harta dan Kewajiban) dengan jumlah nilai harta dan utang anda per akhir tahun yang dilaporkan.
  11. Setelah bagian A, B dan C terisi, anda perlu menyetujui pernyataan pada bagian D dengan mengeklik “Setuju”.
  12. Klik “Langkah berikutnya”
  13. Akan ada ringkasan SPT yang telah anda isi. Bagi Wajib Pajak yang menerima penghasilan hanya dari satu pemberi kerja dan telah dipotong dengan benar oleh kantor, pastikan status SPT dalam keadaan “Nihil”. Jika muncul “Kurang Bayar” atau “Lebih Bayar”, silakan konsultasikan dengan kantor atau kantor pajak terdekat.
  14. SPT Tahunan yang telah diisi siap untuk dikirim. Sebelumnya, ambil kode verifikasi dengan klik di tombol “di sini”.
  15. Cek email dari DJPOnline yang mengirimkan kode verifikasi ke alamat email yang anda gunakan untuk mendaftar.
  16. Salin kode verifikasi dari email ke halaman kirim SPT. Klik “Kirim SPT”
  17. SPT Tahunan 1770SS terkirim. BPE (Bukti Penerimaan Elektronik) normalnya akan segera langsung anda terima melalui email. Selain itu, daftar SPT yang telah anda laporkan berikut BPE dapat anda lihat kembali dengan memilih menu “Arsip SPT”.

Mengisi SPT 1770SS melalui e-filing

Jika anda adalah Wajib Pajak karyawan dengan penghasilan kotor lebih dari 5 Juta Rupiah per bulan atau 60 Juta Rupiah setahun, maka anda harus melaporkan SPT Tahunan dengan formulir 1770S sepanjang tidak menjalankan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas. Anda juga harus melaporkan SPT Tahunan dengan formulir 1770S jika memperoleh penghasilan lebih dari satu pemberi kerja atau merupakan seorang suami atau istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau Pisah Harta (PH).

Formulir SPT 1770S sedikit lebih rumit dibanding 1770SS karena ditujukan untuk kelompok Wajib Pajak dengan penghasilan yang lebih besar. Misalnya untuk bagian harta dan kewajiban yang di SPT 1770SS hanya disebutkan jumlah nilainya, di SPT 1770S harus dirinci apa saja harta dan utang/kewajiban yang dimiliki.

Untuk melaporkan SPT 1770SS, tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Setelah memilih layanan e-filing pada halaman beranda DJPOnline, Klik “Buat SPT”.
  2. Akan ada serangkaian pertanyaan. Pertanyaan pertama adalah, “Apakah Anda Menjalankan Usaha atau Pekerjaan bebas?” Jawab “Tidak”. Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas akan melaporkan SPT Tahunan dengan formulir 1770.
  3. Pertanyaan berikutnya adalah “Apakah Anda seorang Suami atau Istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau Pisah Harta (PH)?” Jawab “Ya” jika anda seorang Suami atau Istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau Pisah Harta (PH). Jawab “Tidak” jika bukan.
  4. Jika anda menjawab “Tidak” pada pertanyaan sebelumnya, pertanyaan berikutnya adalah “Apakah Penghasilan Bruto Yang Anda Peroleh selama setahun Kurang dari 60 Juta Rupiah?” Jawab “Tidak”.
  5. Berikutnya akan ada pilihan pengisian e-filing dengan bentuk formulir, dengan panduan atau dengan upload e-SPT. Untuk Wajib Pajak yang belum akrab dengan pengisian SPT Tahunan, disarankan memilih dengan panduan.
  6. Pilih Tahun Pajak yang akan dilaporkan.
  7. Pilih status SPT “Normal”. Untuk Wajib Pajak yang melaporkan pembetulan atas SPT yang sebelumnya telah dilaporkan maka pilih “Pembetulan”.
  8. Isi daftar pemotongan atau pemungutan PPh oleh pihak lain dan PPh yang ditanggung pemerintah. Masukan Bukti potong pajak yang sudah Anda siapkan. Isi nama dan NPWP pemotong atau pemungut pajak, nomor dan tanggal bukti pemotongan atau pemungutan, jenis pajak, dan jumlah PPh yang dipotong atau dipungut sesuai bukti potong yang anda terima.Pada tahap ini, Anda akan memasukkan seluruh potongan pajak penghasilan kecuali yang bersifat final. Bukti potong PPh yang dimasukan dalam daftar ini adalah PPh 21 (1721-A1 untuk pegawai swasta, 1721-A2 untuk PNS atau 1721-VI untuk penghasilan tidak teratur), PPh 22, PPh 23, PPh 24 dan DTP. (Bagi beberapa Wajib Pajak, bukti potong yang dilaporkan kantor telah tersambung dengan SPT pegawai yang dipotong sehingga hanya perlu memeriksa kebenaran dengan bukti potong fisik yang diterima, jika ada)
  1. Setelah selesai, klik tombol simpan dan akan ditampilkan ringkasan pemotongan pajak Anda.
  2. Klik langkah berikutnya.
  3. Masukkan jumlah penghasilan neto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan (biasanya ada di form 1721-A1 untuk pegawai swasta atau 1721-A2 untuk PNS).
  4. Klik langkah berikutnya.
  5. Masukkan penghasilan dalam negeri, bila ada. Contohnya penghasilan dari royalti penulisan buku, bunga pinjaman, sewa mobil atau penghasilan lain selain dari pekerjaan.
  6. Klik langkah berikutnya.
  7. Masukkan penghasilan neto luar negeri, bila ada. Jawab “Ya” dan sebutkan jumlah neto penghasilannya jika ada, jawab “Tidak”.
  8. Klik langkah berikutnya.
  9. Masukkan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, bila ada. Jawab “Ya” dan sebutkan jumlah neto penghasilannya jika ada, jawab “Tidak”.
  10. Klik langkah berikutnya.
  11. Masukkan penghasilan yang pajaknya sudah dipotong secara final, bila ada. Jawab “Ya” dan sebutkan jumlah neto penghasilannya jika ada, jawab “Tidak”.
  12. Klik langkah berikutnya.
  13. Masukkan harta yang Anda miliki keadaan per akhir tahun pajak yang anda laporkan. Jawab “Ya” kemudian isikan setiap harta yang anda miliki satu per satu dengan klik tambah. Harga dan tahun perolehan adalah harga dan tahun ketika anda membeli atau mendapatkan harta tersebut. Kolom keterangan dapat diisi dengan nomor surat bukti kepemilikan seperti Nomor SHM untuk rumah atau Nomor Polisi untuk kendaraan atau keterangan lainnya. Tidak ada batas minimal nilai harta yang harus dilaporkan. Jika terdapat banyak harta dengan nilai kecil, dapat dilaporkan sebagai satu kelompok harta sendiri untuk memudahkan seperti perabotan rumah. Klik simpan.
  14. Jika ini bukan pertama kalinya Anda melaporkan melalui e-filing, Anda dapat menampilkan lagi harta yang anda isi tahun lalu dengan klik “Harta pada SPT Tahun Lalu” dan kemudian mengubah sebagian yang sudah dijual atau ada perubahan lainnya.
  15. Klik langkah berikutnya.
  16. Tambahkan sisa utang yang Anda miliki per akhir tahun pajak yang anda laporkan misalnya sisa KPR atau KTA. Jawab “Ya” kemudian isikan setiap utang yang anda miliki satu per satu dengan klik tambah. Isi kode utang, nama pemberi pinjaman, alamat pemberi pinjaman, dan tahun peminjaman. Jumlah diisi dengan sisa pokok utang per akhir tahun pajak yang dilaporkan. Klik simpan.
  17. Jika ini bukan pertama kalinya Anda melaporkan melalui e-filing, Anda dapat menampilkan lagi utang yang anda isi tahun lalu dengan klik “Utang pada SPT Tahun Lalu” dan kemudian mengubah sebagian yang sudah dilunasi atau ada perubahan lainnya.
  18. Klik langkah berikutnya.
  19. Tambahkan tanggungan yang Anda miliki per awal tahun pajak yang Anda laporkan. Tanggungan yang anda masukan di sini menjadi dasar penghitungan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
  20. Jika ini bukan pertama kalinya Anda melaporkan melalui e-filing, Anda dapat menampilkan lagi tanggungan yang anda isi tahun lalu dengan klik “Tanggungan pada SPT Tahun Lalu” dan kemudian mengubah sebagian jika ada perubahan.
  21. Klik langkah berikutnya.
  22. Isi zakat atau sumbangan keagamaan wajib yang Anda bayarkan ke lembaga pengelola yang disahkan pemerintah.
  23. Klik langkah berikutnya.
  24. Masuk ke bagian status kewajiban perpajakan suami istri. Pilih status perkawinan “Kawin” atau “Tidak Kawin”. Jika Anda memilih “Kawin”, akan ada pilihan apakah anda melaksanakan kewajiban perpajakan sebagai Kepala Keluarga (KK), mealksanakan kewajiban perpajakan secara terpisah dengan suami atau istri (MT), hidup berpisah (HB), atau melakukan perjanjian pemisahan harta (PH). Jika suami dan istri sama-sama bekerja dan Anda memilih menyatukan kewajiban perpajakan, ubah status “Kawin/K” dengan “Kawin Penghasilan Istri digabung (K/I).” Pilih jumlah tanggungan 0/1/2/3.
  25. Klik langkah berikutnya.
  26. Isi pengembalian atau pengurangan PPh Pasal 24 dari penghasilan luar negeri, bila ada.
  27. Klik langkah berikutnya.
  28. Isi pembayaran PPh Pasal 25 bulanan dan Pokok STP (Surat Tagihan Pajak) PPh Pasal 25, bila ada. Jika tidak ada, kosongkan, dan klik langkah berikutnya.
  29. Klik langkah berikutnya.
  30. Anda akan masuk bagian perhitungan Pajak Penghasilan (PPh). Di tahap ini akan ditampilkan perhitungan PPh dan SPT Anda berdasarkan data yang Anda masukkan di langkah-langkah sebelumnya. Status SPT akan terlihat di bagian bawah apakah Nihil, Kurang Bayar, atau Lebih Bayar.Wajib Pajak yang hanya menerima penghasilan dari satu pemberi kerja (hanya bekerja di satu kantor dan tidak ada penghasilan lain) biasanya akan melaporkan satus Nihil. Jika terdapat Kurang Bayar, Anda harus membayar kekurang pajak dengan terlebih dulu membuat kode billing melalui e-billing atau memasukkan bukti pembayaran (NTPN) atau pemindahbukuan. Jika terdapat lebih bayar, Anda akan diminta untuk mengupload keterangan dan/atau dokumen yang disyaratkan dalam format PDF.
  31. Periksa kembali data tersebut. Dalam keadaan tertentu, munculnya Kurang Bayar atau Lebih Bayar juga dapat terjadi karena kesalahan pengisian penghasilan atau bukti potong. Jika sudah sesuai, klik langkah berikutnya.
  32. Pada bagian Penghitungan PPh Pasal 25, anda akan diminta menghitung pembayaran PPh 25 untuk tahun pajak berikutnya. Jika status SPT Anda kurang bayar, akan muncul pertanyaan sudahkah Anda melakukan pembayaran? Jika belum, klik jawaban belum. Jika sudah membayar, klik jawaban sudah. Kemudian masukkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan tanggal bayar sesuai bukti pembayaran. Wajib Pajak yang hanya menerima penghasilan dari satu pemberi kerja dan telah dipotong dengan benar biasanya tidak memiliki kewajiban PPh Pasal 25 kecuali ada penghasilan tambahan lainnya.
  33. Klik langkah berikutnya.
  34. Pada bagian konfirmasi, akan muncul pernyataan yang harus dijawab dengan klik setuju/agree.
  35. Klik langkah berikutnya.
  36. Akan ada ringkasan SPT yang telah anda isi. Bagi Wajib Pajak yang menerima penghasilan hanya dari satu pemberi kerja dan telah dipotong dengan benar oleh kantor, pastikan status SPT dalam keadaan “Nihil”. Jika muncul “Kurang Bayar” atau “Lebih Bayar”, silakan konsultasikan dengan kantor atau kantor pajak terdekat.
  37. SPT Tahunan yang telah diisi siap untuk dikirim. Sebelumnya, ambil kode verifikasi dengan klik di tombol “di sini”.
  38. Cek email dari DJPOnline yang mengirimkan kode verifikasi ke alamat email yang anda gunakan untuk mendaftar.
  39. Salin kode verifikasi dari email ke halaman kirim SPT. Klik “Kirim SPT”
  40. SPT Tahunan 1770SS terkirim. BPE (Bukti Penerimaan Elektronik) normalnya akan segera langsung anda terima melalui email. Selain itu, daftar SPT yang telah anda laporkan berikut BPE dapat anda lihat kembali dengan memilih menu “Arsip SPT”.

Cara Lapor SPT Tahunan Online Lewat Klikpajak

Selain melalui DJP Online, Anda juga bisa dengan mudah melapor pajak kapan dan di mana saja melalui Klikpajak, salah satu aplikasi perpajakan resmi dari Direktorat Jenderal Pajal. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk melapor pajak dengan mudah melalui Klikpajak.

  1. Masuk ke akun Klikpajak Anda melalui my.klikpajak.id, masukkan email beserta password yang Anda miliki, kemudian klik ‘Masuk’.
  2. Anda akan masuk ke halaman utama dashboard Klikpajak. Pastikan Anda telah mendaftarkan e-Filing (melalui ‘Settings’), jika belum, maka akan muncul pilihan daftar e-Filing, klik dan ikuti langkah yang ada.
  3. Klik pada ‘Prepare Tax’, pilih ‘Lapor Pajak’, pilih SPT yang ingin dilaporkan (SPT Normal atau SPT pembetulan), lalu pilih jenis pajak (pilih sesuai dengan keperluan Anda), kemudian pilih masa pajak yang ingin dilaporkan. Setelah selesai, klik ‘ Lanjutkan’.
  4. Akan muncul satu pertanyaan pada laman berikutnya. Jika Anda belum pernah melaporkan SPT Tahunan melalui Klikpajak, maka tandai pilihan pertama, yang menyatakan bahwa akan dilakukan penghitungan dan pembayaran pajak terlebih dahulu. Jika Anda ingin langsung melaporkan SPT, tandai pilihan kedua yang menyatakan bahwa Anda akan langsung melaporkan SPT Anda. Klik ‘Lanjutkan’.
  5. Berikutnya Anda akan menghadapi pertanyaan kembali, dan disarankan untuk menandai pilihan pertama demi mudahnya proses pelaporan SPT. Klik ‘Lanjutkan’
  6. Setelah itu, Anda akan masuk pada dashboard pelaporan SPT Tahunan masa pajak 2019. Langkah selanjutnya cukup sederhana, yakni Anda tinggal mengunggah file CSV dan PDF dengan nama yang sama yang Anda miliki. Klik ‘Lanjutkan’.
  7. Akan muncul pemberitahuan melalui email bahwa pelaporan SPT Tahunan Anda telah selesai dilaksanakan. Bukti lapor yang ada akan diterima melalui email dan dapat diperiksa beberapa menit kemudian.
  8. Setelah selesai, Anda bisa memeriksa status pajak yang telah dilaporkan pada menu ‘Status Pajak’. Di sini akan muncul data mengenai pajak yang pernah Anda laporkan melalui Klikpajak, dan dapat digunakan sebagai arsip penyimpanan bukti pelaporan pajak yang Anda lakukan.

Langkah lebih jelasnya dapat dilihat di sini berupa video tutorial.

Tips Melaporkan Pajak melalui e-filing

Jika Anda adalah Wajib Pajak yang pertama kali melaporkan pajaknya sendiri melalui e-filing, mungkin tips-tips berikut dapat membantu:

  1. Simpan kode EFIN anda baik-baik. EFIN akan diperlukan kembali jika anda lupa password untuk login ke DJPOnline.
  2. Jika muncul Kurang Bayar atau Lebih Bayar padahal Anda hanya memperoleh penghasilan dari satu pemberi kerja, periksa kembali apakah isian Anda sesuai dengan bukti potong. Konsultasikan dengan kantor jika menurut Anda, ada kesalahan di bukti potong.
  3. Jika Anda sudah terbiasa dengan pengisian SPT dalam bentuk fisik, melaporkan melalui e-form menjadi ide yang baik terutama menjelang batas akhir penyampaian SPT Tahunan yang biasanya akan muncul gangguan layanan karena banyak Wajib Pajak yang melaporkan bersamaan.

Demikian tahapan pengisian dan pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi melalui e-filing. Semoga dapat bermanfaat dan membantu.


PUBLISHED24 Jan 2020
Ageng Prabandaru
Ageng Prabandaru

SHARE THIS ARTICLE: