eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT Tahunan dengan Formulir 1770S

Tutorial Cara Lapor SPT Tahunan dengan Bentuk Formulir 1770S di e-Filing Pajak

Masing-masing Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki ketentuan yang berbeda dalam pelaporan SPT pajak tergantung status pajaknya. Bagi Anda yang masuk kategori dan memilih lapor SPT Tahunan “Dengan Bentuk Formulir” 1770S di eFiling Pajak, begini caranya.

Sekarang, pelaporan pajak tidak perlu lagi bersusah payah datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan mengantre hanya untuk menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyediakan sistem pelaporan pajak secara elektronik, yakni melalui aplikasi eFiling pajak dan e-SPT untuk pelaporan SPT Tahunan/Masa Pajak Penghasilan (PPh).

DJP juga menggandeng Penyedian Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) sebagai mitranya untuk menyediakan platform penyampaian SPT Tahunan guna semakin memudahkan WP, salah satunya adalah e-Filing Klikpajak.

Klikpajak.id adalah Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) atau Application Service Provider (ASP) mitra resi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Pelaporan SPT Tahunan pajak penghasilan melalui DJP Online, dalam tahapan pembuatan SPT ada 3 pilihan, yakni:

  1. Dengan Bentuk Formulir, atau;
  2. Dengan Panduan
  3. Dengan Upload SPT

Kali ini Klikpajak by Mekari akan mengulas bagaimana cara lapor SPT Tahunan dengan pilihan tahapan pembuatan SPT-nya adalah “Dengan Bentuk Formulir” untuk pelaporan SPT Formulir 1770S.

WP yang Bisa Gunakan SPT Tahunan Formulir 1770S di eFiling Pajak

Tidak semua Wajib Pajak (WP) dapat menggunakan Formulir 1770S saat melaporkan SPT Tahunan melalui eFiling pajak.

Formulir SPT 1770S diperuntukkan bagi WP Orang Pribadi yang berstatus karyawan/pegawai dengan kriteria sebagai berikut:

  • Upah/penghasilan minimal atau lebih dari Rp60.000.000 setahun
  • Penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja
  • Penghasilan dalam negeri lainnya
  • Penghasilan yang dikenakan PPh Final selain dari usaha

Perbedaan status pelaporan SPT:

  • Status SPT nihil => jika tidak ada kelebihan ataupun kekurangan pembayaran pajak
  • Status SPT kurang bayar => jika ada kekurangan pembayaran pajak yang harus dibayarkan terlebih dahulu
  • Status SPT lebih bayar => terjadi jika pajak yang telah dibayarkan ternyata melebihi dari yang seharusnya dibayarkan dan Wajib Pajak (WP) bisa mengajukan restitusi ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP)

Penghitungan PPh kurang bayar atau lebih bayar didapat dari mengurangkan PPh terutang dengan seluruh kredit pajak yang dimiliki, baik kredit pajak pada tahun pajak berjalan (PPh Pasal 25) ataupun kredit pajak dalam bentuk pemotongan/pemungutan pihak ketiga (PPh Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23, Pasal 24, dan Pasal 26 yang bersifat tidak final).

Lapor SPT Tahunan akan Berhasil jika “Nihil”

Untuk diketahui, pelaporan SPT Tahunan pajak berhasil jika hasil akhir dari proses penyampaian SPT pajak tersebut hasilnya adalah “Nihil”.

Karena pada dasarnya yang membayarkan PPh Pasal 21 seorang karyawan/pegawai adalah perusahaan pemberi kerja.

Sementara itu, WP Pribadi karyawan/pegawai ini hanya melaporkan pemotongan PPh 21 yang dilakukan perusahaan/pemberi kerja melalui SPT Tahunan PPh.

Jika hasilnya SPT Kurang Bayar, maka WP harus melakukan tahapan proses pembayaran terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan pelaporan pajak dengan pembetulan dan hasilnya bisa nihil.

Sedangkan jika penyampaian SPT ternyata hasilnya lebih bayar, maka bisa mengecek kembali langkah-langkah perlaporannya dan pastikan pengisian data sudah benar.

DJP menyebutkan, apabila terjadi kelebihan pembayaran pajak Anda akan dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan atau penelitian.

Apabila memang benar-benar lebih bayar, WP bisa melanjutkan proses pelaporan hingga selesai dengan status lebih bayar.

Kemudian mengajukan restitusi ke DJP. Jika setelah dilakukan pemeriksaan oleh DJP hasilnya memang lebih bayar, maka pengajuan restitusi pajak lebih bayar akan disetujui.

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770SIlustrasi lapor SPT Formulir 1770S nihil

 

Persiapan Lapor SPT Tahunan Formulir 1770S di eFiling Pajak

Sama seperti penyampaian SPT pajak pada umumnya, pelaporan SPT 1770 S di eFiling pajak juga harus melewati serangkan tahapan awal.

Setidaknya, untuk dapat mulai lapor SPT 1770 S di eFiling pajak, WP harus menyiapkan dokumen dan syarat lapor SPT pajak online, sebagai berikut:

  1. Memiliki nomor NPWP
  2. Punya nomor EFIN
  3. Memiliki akun DJP Online jika lapor SPT di aplikasi DJP atau akun PJAP mitra resmi DJP Klikpajak.id
  4. Menyiapkan bukti potong 1721 A1 (untuk karyawan swasta) atau 1721 A2 (untuk pegawai negeri)
  5. Daftar penghasilan
  6. Daftar harta dan utang
  7. Daftar tanggungan keluarga 
  8. Bukti pembayaran zakat/sumbangan lain
  9. Dokumen terkait lainnya

Apakah Anda sudah memiliki nomor NPWP?

Jika belum, ikuti langkah ini Panduan Lengkap Cara Membuat NPWP: Syarat, Cara Daftar NPWP Online

Lalu, apakah Anda sudah punya EFIN?

Apabila belum memiliki EFIN (Electronic Filing Identification Number), ikuti panduan EFIN Pajak Badan: Cara Mendapatkan, Aktivasi, dan Daftar EFIN Online

Sudah tahu cara memiliki akun DJP Online?

Untuk mengetahui cara registrasi akun di DJP Online, ikuti langkah-langkah Daftar Akun DJP Online bagi Wajib Pajak

Satu lagi, yang harus disiapkan sebelum lapor SPT 1770S di eFiling pajak tentunya adalah perangkat gadget seperti laptop, tab atau ponsel pintar (smartphone) yang terkoneksi dengan jaringan internet.

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770SIlustrasi EFIN yang harus ada saat lapor SPT formulir 1770S

Mulai Lapor SPT Tahunan Pilih Bentuk Formulir eFiling Pajak Online 1770 S

Tata cara atau alur lapor SPT melalui eFiling pajak online:

  • Login di www.pajak.go.id dengan akun DJP Online atau e-Filing Klikpajak.id
  • Pilih layanan e-Filing pada menu ”Lapor”
  • Buat SPT
  • Ambil dan isi Kode Verifikasi
  • Kirim SPT
  • WP akan menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) yang dikirim ke email WP

Note: Cara Lapor SPT Masa PPN Online Terbaru di e-Faktur 

Mulai Lapor SPT Tahunan Bentuk Formulir 1770S di eFiling Pajak

Berikut adalah tutorial cara lapor SPT 1770S di eFiling pajak melalui saluran DJP Online:

1. Langkah pertama, buka situs www.pajak.go.id, lalu tekan login. Setelah itu, isi nomor NPWP dan password Anda, serta kode keamanan, klik login.

2. Anda selanjutnya akan diarahkan dashboard digital perpajakan. Lalu klik ‘lapor’, klik ikon ‘e-Filing’, kemudian klik buat SPT. 

3. Anda akan disuguhkan beberapa pertanyaan terkait status perpajakan Anda. Anda dapat mengisi dengan pilihan melalui Formulir, Panduan, atau Upload SPT. Seperti dijelaskan di atas bahwa kali ini bahwa pelaporan SPT 1770S dengan pilihan “Bentuk Formulir”, maka tutorial pengisian SPT-nya adalah memilih “Dengan Bentuk Formulir”, bukan Upload SPT dan bukan “Dengan Panduan”.

4. Tekan tombol “SPT 1770S dengan Formulir”.

Langkah-Langkah Pengisian SPT 1770S:

1. Tahapan pertama

Dalam pengisian SPT adalah mengisi data formulir, isi tahun pajak, isi status SPT normal, pembetulan hanya dipilih jika Anda melakukan kesalahan pada SPT yang sudah dilaporkan sebelumnya. Lalu klik “Langkah selanjutnya”.

Sistem akan mendeteksi secara otomatis apabila ada data pembayaran pajak dari pihak ketiga. Gunakan data pembayaran tersebut untuk pengisian data SPT dan klik “Ya”.

Jika tidak, maka Anda bisa menggunakan formulir bukti potong sebagai pengacuan pengisian SPT. 

2. Pada lampiran dua

Bagian A:

Isikan data penghasilan final. Pastikan data ini telah sesuai dengan bukti potong yang Anda terima. Jika ada bukti potong yang belum terinput, tinggal klik “Tambah”.

Pilih sumber penghasilan, isikan penghasilan bruto dan PPh terutang. Anda juga dapat mengubah atau menghapus data yang Anda rekam bila terjadi kesalahan.

Bagian B:

Isikan daftar harta yang Anda miliki pada akhir tahun. Data harta yang telah Anda input pada tahun sebelumnya, dapat Anda tampilkan kembali melalui “Menu” lalu klik “Harta” pada SPT Tahun lalu dan lakukan penyesuaian. 

Jika Anda ingin melakukan penambahan daftar harta lainnya, tinggal klik ‘Tambah”.

Pilih “Kode Harta” sesuai dengan jenis harta, isikan keterangan nama harta dan tahun perolehan.

Pada kolom harga perolehan, cantumkan harta pada saat Anda memperoleh harta tersebut. Ingat saat memperoleh harta, isikan deskripsi lebih lanjut pada kolom keterangan.         

Bagian C:

Isikan daftar utang sampai pada akhir tahun. Data utang yang telah Anda input pada tahun sebelumnya, bisa Anda tampilkan kembali melalui “Menu” pada kolom utang pada SPT tahun lalu dan lakukan penyesuaian.

Jika Anda ingin menambahkan data utang lainnya, tinggal klik ‘Tambah”. Klik “Kode Utang” sesuai dengan jenis utang, nama pemberi pinjaman, alamat pemberi pinjaman, tahun pinjaman dan juga jumlah utang yang tersisa sampai akhir tahun. Klik “Lanjut”

Bagian D:

Isikan data daftar susunan anggota keluarga sesuai dengan kondisi pada awal tahun pajak yang Anda laporkan. Klik “Langkah berikutnya”.

Note: Panduan Penghitungan PPh 21 Karyawan, Contoh, Cara Bayar dan Lapor SPT

3. Pada lampiran 1

Bagian A:

Isikan penghasilan bersih dari dalam negeri yang bukan final, antara lain bunga, royalti, sewa, penghargaan dan hadiah, keuntungan dari penjualan atau pengalihan harta, dan penghasilan lainnya.

Bagian B:

Isikan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak sesuai dengan pasal 4 ayat 3 undang-undang pajak penghasilan.

Bagian C:

Isikan daftar pemotongan atau pemungutan PPh dari bukti pajak. Isikan jenis pajak yang dipotong atau dipungut, NPWP pemotong atau pemungut pajak, nomor bukti pemotong atau pemungut, tanggal bukti pemotongan, jumlah PPh yang dipotong atau dipungut. Klik “Langkah Berikut’.

4. Pada induk SPT

Isikan data identitas berupa status perkawinan, status kewajiban pajak suami atau istri, dan NPWP suami atau istri jika diperlukan. 

Bagian A:

  • Poin 1, isikan penghasilan Neto dalam negeri sesuai bukti potong yang Anda terima. Poin 2 akan otomatis terisikan dari data yang telah Anda isikan sebelumnya.
  • Poin 3, isikan penghasilan neto dari luar negeri.
  • Poin 4, penghasilan neto akan dijumlahkan secara otomatis.
  • Poin 5, isikan jumlah zakat yang Anda bayarkan pada lembaga yang telah disahkan oleh pemerintah.
  • Poin 6 akan terisi otomatis.

Bagian B:

Isikan status perkawinan dan jumlah tanggungan sesuai dengan bukti potong. Maka bila penghasilan tidak kena pajak, akan terisi secara otomatis.    

Bagian C:

Hanya diperhatikan bila Anda yang memperoleh penghasilan dari luar negeri. Bacalah ketentuan yang tertera bagian C 10. 

Bagian D:

Nomor 14, hanya boleh diisi bagi Anda yang pernah mengangsur PPh Pasal 25  

Bagian E:

Anda akan mengetahui apakah status SPP Anda Nihil, Kurang Bayar atau Lebih Bayar.

  • Jika SPT Anda nihil, maka Anda dapat melanjutkan pengisian pada poin F.
  • Jika SPT Anda Kurang Bayar, Anda akan diberikan pertanyaan lanjutan. Jika Anda Belum Membayar, maka Anda akan diarahkan untuk membuat e-Billing terlebih dahulu. 

Bila Anda telah membayar, isikan data bukti pembayaran yang memuat informasi jenis bukti pembayaran, nomor transaksi penerimaan negara atau pemindahbukuan.

Isikan kode NTPN atau kode pemindahbukuan Anda, lalu isi tanggal dan jumlah pembayaran. 

Jika SPT Anda lebih bayar, silakan unggah dokumen pendukung berupa bukti pemotongan pajak dari perusahaan atau bukti pembayaran lainnya.    

Bagian F:

Hanya dikhususkan bagi Anda yang rutin memiliki status SPT Kurang Bayar. Lanjut ke “Pernyataan”. Centang pernyataan setuju bila Anda yakin data yang Anda isikan sudah benar. 

5. Langkah terakhir

Adalah ambil kode verifikasi. Secara otomatis kode verifikasi akan dikirimkan melalui email Anda.

Salin kode tersebut pada kolom yang disediakan, klik “Kirim SPT”. Selanjutnya, SPT Anda akan terekam pada sistem DJP.

Anda akan mendapatkan bukti penerimaan elektronik sebagai bukti bahwa Anda telah melaporkan SPT formulir 1770S.

Pelaporan SPT dengan bentuk formulir 1770S di eFiling pajak pun selesai.

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770SIlustrasi lapor SPT formulir 1770S online

Mudahnya Lapor SPT Pajak di e-Filing Klikpajak

Anda dapat memanfaatkan fitur eFiling Klikpajak untuk melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

Lapor SPT melalui e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!

Anda bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Anda akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Melalui Klikpajak, Anda juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

Panduan lapor SPT PPh 21 juga bisa Anda lihat pada video berikut ini:

Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak

Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak.

Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak.

Temukan Kemudahan Urus Perpajakan Lainnya di Klikpajak

Bukan hanya fitur eFiling pajak untuk melaporkan SPT, Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur perpajakan lainnya yang memudahkan Anda melakukan aktivitas perpajakan.

Anda dapat membuat Faktur Pajak elektronik maupun Bukti Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23/26 hingga penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan/Masa PPh maupun PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dengan cara yang simpel.

Juga bayar pajak hanya dalam satu platform saja, yakni membuat kode billing dan bayar billingnya di e-Billing Klikpajak.

Berikut fitur lengkap Klikpajak yang semakin membuat urusan administrasi perpajakan Anda lebih efektif dan efisien.

A. Bisa Membuat Kode Billing Sekaligus Bayar Pajak di e-Billing

Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak.

Setelah itu, barulah Anda dapat membayar/menyetorkan jumlah billing atau pajak terutang yang harus disetorkan ke negara melalui bank/pos persepsi.

Melalui e-Billing Klikpajak, Anda dapat membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak (KAP) dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan mudah dan gratis.

Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan.

Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak.

Sistem e-Billing akan membimbing Anda mengisi Surat Setoran Pajak (SSP) elektronik dengan benar sesuai transaksi.

“Klikpajak akan menerbitkan ID Billing Anda resmi dari DJP dan Anda dapat langsung membayar pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.”

Setelah pembayaran pajak selesai, Anda akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara (BPN) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Note: Langkah-Langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770S

B. Menggunakan Fitur e-Faktur 3.0 Tanpa ‘Install’ Aplikasi

Seperti diketahui, DJP telah mewajibkan pengguna e-Faktur untuk melakukan update e-Faktur 3.0 menggantikan e-Faktur 2.2 mulai 1 Oktober 2020.

Wajib Pajak (WP) Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang selama ini menggunakan aplikasi e-Faktur Client Desktop DJP, harus install dan download patch terbaru untuk update e-Faktur pada perangkat komputernya agar bisa menggunakan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur prepopulated ini.

Dengan fitur prepopulated e-Faktur 3.0, maka DJP sudah menyiapkan data yang dibutuhkan untuk kemudian PKP tinggal mencocokkan saja saat pembuatan e-Faktur maupun pelaporan SPT Masa PPN-nya.

Ingat, meskipun PKP pengguna e-Faktur Client Desktop sudah update e-Faktur 3.0, tapi tetap harus berpindah ke aplikasi e-Faktur Web Based DJP di web-efaktur.pajak.go.id saat akan melaporkan SPT Masa PPN.

Karena DJP telah menutup pelaporan SPT Masa PPN di e-Filing dan e-SPT. Tapi lapor SPT Masa PPN wajib di aplikasi e-Faktur.

Update sistem terbaru e-Faktur 3.0 DJP ini juga harus dilakukan pada server PJAP mitra resmi DJP, seperti Klikpajak.id.

Jadi, ketika Anda menggunakan e-Faktur Klikpajak.id, bukan hanya dapat langsung memanfaatkan fitur prepopulated e-Faktur untuk membuat Faktur Pajaknya, tapi juga bisa lapor SPT Masa PPN di e-Faktur tanpa keluar atau pindah platform.

“Langsung saja gunakan aplikasinya, biar Klikpajak.id yang mengurus sistemnya untuk mempermudah pembuatan e-Faktur, pembayaran PPN, hingga pelaporan SPT Masa PPN Anda dengan mudah hanya dalam satu langkah.”

Ingin langsung menggunakan aplikasi e-Faktur 3.0 tanpa install aplikasinya? Langsung saja daftar dan aktifkan akun e-Faktur Anda di https://my.klikpajak.id/register.

Kenapa urus Faktur Pajak lebih mudah di Klikpajak?

Melalui Klikpajak.id, Anda dapat membuat berbagai macam Faktur pajak, mulai dari Faktur Pajak Pengganti, Retur, bahkan dapat menghapus draft Faktur Pajak, hingga bayar PPN dan lapor SPT Masa PPN dengan langkah-langkah yang mudah hanya dalam satu platform.

Bahkan administrasi e-Faktur semakin cepat dan praktis karena Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Sehingga Anda dapat menarik data laporan keuangan yang akan dibuat Faktur Pajaknya dengan sangat mudah dan simpel.

Lihat beberapa tutorial penggunaan aplikasi e-Faktur Klikpajak berikut ini:

  1. Alur Pembuatan Faktur Pajak, Bayar PPN dan Lapor SPT Masa PPN di e-Faktur
  2. Tutorial Membuat Berbagai Jenis Faktur Pajak di e-Faktur
  3. Cara Import Faktur Pajak Masukan di e-Faktur 3.0

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770S

C. Mudah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT Masa PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Seperti diketahui, baik WP Pengusaha Kena Pajak (PKP) maupun Non-PKP yang melakukan transaksi yang mengharuskan membuat bukti pemotongan PPh 23/26 wajib menggunakan e-Bupot mulai 1 Oktober untuk masa pajak September 2020.

Wajib e-Bupot bagi WP PKP dan Non-PKP ini diatur dalam Kepdirjen Nomor KEP-368/PJ/2020 tentang Penetapan Pemotong PPh Pasal 23/26 yang Diharuskan Membuat Bukti Pemotongan dan Diwajibkan Menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 23/26 Berdasarkan PER-04/PJ/2017.

Klikpajak juga dilengkapi dengan fitur e-Bupot yang semakin memudahkan Anda membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23/26 dan melaporkan SPT PPh 23/26 melalui e-Bupot dengan menarik data langsung dari laporan keuangan elektronik.

Note: Langkah-Langkah Membuat Bukti Potong dan Lapor SPT PPh Pasal 23/26 di e-Bupot

Keunggulan e-Bupot Klikpajak

Berikut keunggulan e-Bupot Klikpajak yang dapat membantu bisnis perusahaan:

  • Pengelolaan bukti pemotongan dalam jumlah banyak lebih mudah karena alur pembuatan yang efektif dan ramah penggunaan (user friendly)
  • Penghitungan pajak otomatis pada SPT Masa PPh 23/26
  • Pengiriman bukti pemotongan pajak langsung ke lawan transaksi
  • Bukti pemotongan serta pelaporan SPT Masa PPh 23/26 tidak perlu ditandatangani dengan tanda tangan basah
  • Bukti pemotongan dan bukti pelaporan tersimpan aman, baik di Klikpajak dan DJP
  • e-Bupot Klikpajak juga terintegrasi dengan sistem pembukuan akuntansi online Jurnal.id, sehingga semakin mudah membuat bukti potong
  • e-Bupot Klikpajak juga memiliki performa yang dapat di-scale up sesuai kebutuhan
  • Layanan support pajak yang dapat diandalkan dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui
  • Fitur e-Bupot Klikpajak juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data Faktur Pajak atas transaksi yang dilakukan

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770S

D. Dilengkapi Fitur ‘Multi Users dan Multi NPWP’ Unlimited dan Gratis!

Klikpajak.id juga dilengkapi dengan fitur Multi Users dan Multi Company (NPWP) yang semakin membuat aktivitas perpajakan Anda lebih efektif.

Fitur ‘Multi Users’ Klikpajak adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk dapat mengatur siapa saja dan berapa banyak pengguna yang dapat mengakses akun aplikasi Klikpajak.id di bawah nama perusahaan yang sama.

Sedangkan fitur ‘Multi Company/NPWP’ adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa perusahaan dalam satu akun Klikpajak.

Note: Lebih jelasnya bagaimana cara kerja fitur Multi Users dan Multi Company ini, selengkapnya lihat di SINI.

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770S

E. Terintegrasi Jurnal.id: Administrasi Perpajakan Makin Mudah dan Cepat

Agar semakin mudah dan praktis dalam melakukan administrasi perpajakan Anda, gunakan juga pembukuan dan laporan keuangan dalam aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Karena aplikasi pajak online Klikpajak.id terintegrasi dengan aplikasi akuntansi online Jurnal.id.

Anda dapat menarik data transaksi dalam laporan keuangan untuk langsung dibuatkan Faktur Pajaknya maupun Bukti Potong Pajaknya secara langsung, dan saat diperlukan untuk melaporkan SPT pajaknya dengan cepat dalam satu platform.

Integrasi dengan Jurnal by Mekari ini merupakan teknologi canggih berbasis API integration yang membuat proses pengolahan data pajak dari bagian keuangan (accounting) lebih cepat dan mudah.

Jurnal.id adalah software akuntansi online berbasis cloud dengan laporan keuangan lengkap, seperti:

  • Neraca keuangan
  • Arus kas
  • Laba-rugi

Dan lainnya yang memudahkan Anda mengelola faktur, biaya, stok barang, cash link atau transfer langsung dalam aplikasi, hingga melihat ringkasan bisnis dari smartphone Anda.

Note: Ketahui bagaimana integrasi aplikasi akuntansi online Jurnal.id dan aplikasi pajak online Klikpajak.id ini semakin memudahkan urusan perpajakan Anda, selengkapnya temukan di SINI

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770S

Data Anda Terlindungi

Tenang, Anda dapat menyimpan berbagai riwayat pembayaran atau bukti pelaporan pajak maupun aktivitas pajak lainnya dengan aman, karena keamanan dan kerahasiaan data terjamin.

Sebab Klikpajak.id sudah bersertifikat ISO 27001 dari Badan Standarisasi Internasional ISO (International Organization for Standardization) yang menjamin standar keamanan sistem teknologi informasi.

Sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan bukti bayar atau lapor pajak hilang jika terjadi kerusakan atau kehilangan komputer maupun laptop.

Karena Klikpajak merupakan aplikasi pajak berbasis web (web based) yang didukung dengan teknologi cloud, semakin memudahkan Anda melakukan semua aktivitas perpajakan hanya dalam satu platform kapan pun dan di mana saja.

Cloud computing atau komputasi awan adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.

Melalui teknologi cloud, Anda bisa menggunakan aplikasi tanpa harus mengunduh (download) dan memasang (install) aplikasi terlebih dahulu.

Sebab sistem cloud yang berbasis web ini memudahkan Anda dalam mengakses data dan informasi melalui internet secara cepat.

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770SKeamanan data adalah yang utama

Tim ‘Support’ Klikpajak Selalu Siap Membantu Anda!

“Fitur lengkap Klikpajak membantu mempermudah urusan perpajakan bagi Anda para pelaku usaha, konsultan pajak, maupun bagi Anda yang berprofesi pada bagian keuangan atau sebagai tax officer di perusahaan.”

Sebagai mitra resmi DJP, Klikpajak akan membantu Anda dalam menghitung, membayar dan melaporkan pajak Anda dengan mudah.

Tinggal klik, semua urusan pajak Anda selesai dalam sekejap!

Ingin melihat bagaimana Klikpajak dapat membantu bisnis atau aktivitas Anda dalam membuat Faktur Pajak, Bukti Pemotongan Pajak, penyampaian SPT Tahunan/Masa PPh dan PPN, serta berbagai aktivitas perpajakan lainnya secara efektif menghemat banyak waktu Anda?

eFiling Pajak: Begini Cara Lapor SPT dengan Formulir 1770S

“Jangan segan menghubungi kami, karena kami senang berbicara dengan Anda. Jadwalkan demo dan kami dapat menunjukkan caranya untuk memudahkan urusan perpajakan Anda. Klikpajak mengerti yang Anda butuhkan.”

Cukup daftarkan email Anda di www.klikpajak.id dan temukan bagaimana Anda dapat melakukan urusan pajak dengan sangat menyenangkan. Lebih mudah dari sekadar yang Anda bayangkan.

Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan (UU Cipta Kerja)”, berikut ini:

Baca Juga: Poin-Poin UU Cipta Kerja Klaster Perpajakan dan Aturan Baru Membuat e-Fakktur dan Mengkreditkan PPN di UU Cipta Kerja

Kategori : Perencanaan Pajak

PUBLISHED18 Dec 2020
Fitriya
Fitriya

SHARE THIS ARTICLE: